
Renata sedang memperhatikan seseorang di luar sana namun siapa seseorang itu diluar di jendela kamarnya.
Karena ini masih subuh jadi dia tak jelas melihat siapa orang itu di luar sana.
Jonathan kesal karena dirinya harus joging di subuh hari dan dia masih diluar rumahnya.
Ngantuk iya itu pasti lah.
"Papa cepati dong,aku lagi ngantuk gila."teriak Jonathan dengan ngegas.
"Sabar pang nak,ini mau siap nah sekalian ajak adekmu joging sama-sama."teriak Agung juga gak mau kalah dengan putranya.
"Adek,cepati sudah,kakakmu lagi gila di luar sana."kata Agung dengan suaranya yang keras.
Renata sudah bersiap siap lalu menatap aneh ke ayahnya.
"Aneh banget papa ajak joging di subuh hari,kesamber petir apa."tanya Renata bingung.
"Tidak usah banyak bertanya,adek itu orangnya malas olahraga jadi papa ajak adek berolahraga sekalian biar gak malas."jawab Agung ngegas.
🍁🍁🍁🍁.
Renata kembali meminum obat anti depresan tapi sayangnya dia tak jadi minum lagi,dia merasa dirinya sudah gila hari ini.
Penyakit alergi dan penyakit mentalnya belum sembuh sama sekali.
"Adek kenapa banyak sekali obat berceceran di lantai."tegur Mona pas melihat isi obat dari putrinya di lantai.
Renata mengabaikan pertanyaan dari ibunya lalu menangis sejadi jadinya.
"Adek benci dengan diri adek sendiri,gak bisa jaga diri adek sendiri,adek memang gak berguna sekali,adek sangat kotor dan banyak dosa."teriak Renata emosi kepada dirinya sendiri.
"Adek emang gak berguna buat papa,mama dan Kak Jo."sambung Renata sambil mencari cutter di atas meja belajarnya.
Saat mencari cutter itu,Mona langsung menyita cutter dia tahu jika putrinya menyakiti dirinya sendiri dengan melukai pergelangan tangannya.
"Kenapa mama sita benda itu."teriak Renata seperti orang gila.
"Mama sita benda sialan ini ,karena mama takut jika adek berbuat aneh-aneh lagi."ucap Mona lebih keras suaranya.
Dulu Renata pernah menggores tangannya dengan cutter di kamarnya sampai dirinya demam tinggi.
Renata lagi-lagi mengalah dan menyesal dengan ibunya lalu memeluknya dengan erat.
"Mama,adek ingin mama selalu ada disaat adek lagi sedih,itu saja yang adek mau."ucap Renata dengan penuh penyesalan.
"Mama ada disini dek,jika adek ada masalah adek bisa cerita masalah adek ke mama, tenang saja mama selalu ada disaat adek lagi sedih."kata Mona lembut lalu mengelus punggung Renata.
🍁.........🍂
Malam ini ada acara ulangtahun pernikahan Laura dan Alan namun Renata hari tidak ikut karena Mona menyuruhnya untuk istirahat saja.
"Kenapa kamu menyuruh adek istirahat, sayang."tanya Agung heran.
"Papa ini gimana sih, kasihan putrimu tadi siang,adek tadi itu mau berbuat nekat lagi,adek hampir saja mau melukai tangannya,kalo kamu di rumah pasti kamu terkejut lah."ketus Mona ke suaminya yang mesum nya itu.
Agung mengerti apa yang dimaksud oleh istrinya yang bar-bar itu.
"Adek,papa dan mamamu pergi dulu,adek dirumah saja iya kalo ada apa-apa cepat hubungi papa iya, sayang."pesan Agung ke putrinya.
"Papa."panggil Renata tak rela jika ayahnya pergi ke acara itu.
"Kenapa adek."tanya Agung lembut.
"Papa jangan pergi hiks hiks hiks."jawab Renata sedih.
"Papa perginya sebentar saja kok."balas Agung berusaha agar putrinya tidak sedih lagi.
Renata lagi sedih dan menangis.
"Adek mau apa kalo papa sudah pulang."tanya Agung lagi.
"Adek mau peluk papa,boleh tidak."jawab Renata polos.
"Untuk anak papa yang paling cantik sedunia,tentu saja boleh."balas Agung lembut lalu memeluk putrinya dengan erat.
__ADS_1
Pelukan hangat itu tidak berubah,selalu hangat dari bayi, Agung sebenarnya tak rela jika kedua anaknya sudah tumbuh besar, apalagi usia Jonathan sudah semakin dewasa.
"Papa dan Mama, sudah siap kah."ucap Jonathan kesal.
"Sudah nak tapi adekmu lagi manja sama papamu."jawab Mona lembut.
"Papa,aku juga mau dipeluk dong,masa adek doang sih."pinta Jonathan dengan manja, manjanya sudah kumat nih.
"Sini nak, papa peluk kamu,."kata Agung senang.
Agung juga memeluk putranya dengan erat, Agung memeluk kedua anaknya secara sekaligus.
Mona melihat adegan itu langsung tersentuh,3 kesayangannya Mona yang sama sifatnya ini lebih manja jika dirumah saja tapi kalo di luar mereka bertiga seperti hantu yang menyeramkan dan selalu menampilkan wajah dinginnya.
🍁🍁🍁🍁.
"Mana si adek cantikku,kok gak ikut sih."tanya Ezra pas melihat Jonathan sama kedua orangtuanya saja.
"Adek ada dirumah karena lagi tidur,aku gak tega bangunkan adek."jawab Jonathan dengan simpel dan jujur.
"Kapan kalian berdua menyusul, maksudnya susul menikah."tanya Jonathan melihat Ezra bersama gadis muda yang sama usianya dengan adek perempuannya.
Siapa lagi kalo bukan Odelia.
"Renata gak ikut iya."ucap Odelia sedih, sedih karena dia tak begitu mengenal banyak tentang keluarga Hadikusuma dan tak ada teman obrol.
"Kan ada kakaknya jadi bisa curhat dengan kakaknya."timpal Sean tapi Jonathan langsung cubit lengan Sean.
"Ada yang cemburu nanti."kata Jonathan kesal.
Sean meringis kesakitan karena lengannya di cubit oleh Jonathan sepupu julidnya itu.
Acara itu sudah dimulai, Laura dan Alan naik ke atas panggung.
Tiba-tiba ada bunyi telpon dari ponselnya Jonathan. Jonathan langsung keluar dan mengangkat dari Pak Danang Satpam dirumah Agung dan Mona.
"Maaf mengganggu Tuan di malam hari,adek......."ucap Danang dengan suara kalut.
"Kenapa Pak Danang,ada apa dengan adek."tanya Jonathan mulai khawatir dengan Renata di rumah.
"Sialan,berani sekali dia menyentuh adek kesayangan aku."batin Jonathan marah.
"Pak Danang,tunggu disitu saya mau kesana sekarang dan suruh Pak Paijo tunggu saya dirumah."perintah Jonathan.
"Baik Tuan Muda Hadikusuma."balas Danang.
Jonathan langsung mematikan telpon dari Danang lalu bergegas ke rumahnya.
Renata terbangun dari tidurnya namun ada sesuatu yang aneh di badannya.
"Apa aku di culik dan aku diikat,Kak Jo tolong adek,adek takut."batin Renata mulai ketakutan.
"Hai cantik."sapa Pria tua ke Renata.
Renata tak jelas melihat pria tua bangka itu karena tidak ada kaca matanya.
Renata kegemetaran tubuhnya pas pria tua bangka itu mau mendekati dirinya.
"Pergi kamu dari sini,aku jijik dengan pria tua bangka kayak kamu."teriak Renata emosi.
Ingin sekali Renata menghajar laki-laki biadab itu namun sayangnya dirinya diikat dengan kuat.
"Jangan marah cantik."goda pria tua itu pas memegang pipi mulus milik Renata.
Renata geli dan jijik pas pria itu berani memegang pipinya.
"Singkirkan tangan kotormu di pipi aku."teriak Renata marah lagi.
"Kak Jo tolong adek,adek takut sekali disini."batin Renata.
"Tubuh kamu bagus juga iya apalagi kamu masih perawan."ucap Pria tua itu.
"Tubuh kamu sangat menjijikkan dan kotor sekali."ejek Renata ke pria itu.
Renata berdoa dalam hatinya agar dirinya bisa diselamatkan oleh Kakak atau ayahnya.
__ADS_1
"Papa dan Kak Jo,adek takut, cepat datang kesini papa dan Kak Jo."batin Renata.
Jonathan sangat gelisah karena adeknya di culik pas lagi tidur,dia takut jika adek di lecehkan lagi oleh pria biadab itu.
"Gue bikin hidup kamu menderita jika berani menyentuh adek aku."teriak Jonathan marah dan langsung membanting pintu lift.
Tanpa disadari oleh Jonathan,Sean dan Clara tak sengaja mendengar teriakan marah dari Jonathan.
"Sayang kenapa Kak Jonathan marah."tanya Clara bingung.
"Gue tanya dulu sama dia,."ucap Sean serius.
Sean langsung menghampiri Jonathan yang lagi marah.
"Jo,ada apa dengan mu."tanya Sean serius.
"Gue minta tolong kepadamu,adek di culik pas lagi tidur dan sekarang gue minta tolong sama Pak Danang dan Pak Paijo dirumah."jawab Jonathan sedih.
Sean terkejut dengar Renata di culik dirumahnya,Sean juga takut jika adek sepupunya di gitukan oleh penculik.
"Gue bantu kamu sekarang,kasihan adek disana pasti dia butuh kita,Jo."kata Sean serius dan menenangkan pikiran dari Jonathan.
"Ijin dulu sama bini kamu."ucap Jonathan lembut.
"Sayang,aku pergi sebentar saja iya..kamu sama Lisa,Sandra dan Rossa iya kalo aku tak pulang ke rumah iya kamu nginap saja di rumahnya Sandra dan Rossa."ijin Sean ke istrinya.
Sean sebenarnya ingin memberitahu ke Clara jika Renata di culik namun dia takut jika istrinya kepikiran apalagi lagi hamil 4 bulan ini.
"Hati-hati iya sayang di jalan,."kata Clara sedih.
Sean langsung menyusul Jonathan ke basement parkiran.
"Heh Clara dimana suamimu."tanya Peter ke Clara.
"Pergi,dia bilang Kak Jonathan minta tolong kepadanya."jawab Clara polos.
"Itu Pak Agung marah ke Jonathan tahu."kata Peter pusing dia kena marah dari Agung.
"Peter dan Clara,dimana Jonathan Hadikusuma,kenapa dia gak angkat telpon aku."tanya Agung marah.
"Tadi pergi om sama suami aku,tadi aku gak sengaja dengar teriakan dari Kak Jonathan, sepertinya ada sesuatu dari Renata om, sampai Kak Jonathan marah sambil teriak."jawab Clara membuat Agung langsung mencari keadaan rumah dan menelpon Danang atau Paijo.
Jonathan dan Sean sudah sampai rumah itu sungguh rumah ini sangat berantakan sekali, Jonathan langsung mengecek kamar milik Renata.
Kamarnya Renata jauh lebih berantakan lagi pas Jonathan mengeceknya.
"Pak Danang dan Pak Paijo."teriak Jonathan keras.
Danang dan Paijo datang dan menatap wajah dari Jonathan yang menakutkan sama seperti Agung.
"Jelaskan apa yang terjadi di rumah ini sampai adek diculik,kalian tahu jika kalian tidak ceritakan maka aku pecat kalian semuanya tanpa dibayar apapun."ucap Jonathan marah sambil ancam 2 satpam itu.
Sean memilih diam sambil mendengarkan cerita dari Danang dan Paijo.
Paijo menceritakan yang sebenarnya yang terjadi di rumah mewah ini.
"Si pria tua bangka itu ternyata suka sama daun hijau yang segar iya."sindir Sean ke penculik yang berani menculik Renata.
"Pak Danang dan Pak Paijo,jika papa dan mama tanya begini iya ceritakan yang sebenarnya, jangan lupa bilang jika aku lagi cari adek,aku lagi gak bisa tenang jika adek di apa-apakan oleh pria tua bangka sialan itu."pesan Jonathan serius.
Danang dan Paijo juga sedih karena putri dari bosnya itu di culik tanpa ada salah dari penculik itu,mereka juga sedih karena teringat dengan anak perempuan mereka. Mereka saja tidak becus jaga putri dari bosnya apalagi putrinya mereka.
"Semoga Eneng bisa selamat."batin Paijo.
Jonathan dan Sean langsung mencari beradaan dari Renata seluruh kota.
Roma Italia.
Jun tadi malam bermimpi jika Renata diculik oleh seseorang namun tak tahu siapa pelakunya.
"Semoga kamu gak papa, Renata Hadikusuma."batin Jun.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁.
Siapa lagi yang berani menculik Renata.
__ADS_1