
Renata melihat berita tentang kecelakaan langsung pergi dari disitu.
Renata juga tak sengaja menabrak seorang dokter dan langsung berminta maaf.
"Maafkan saya Dokter."maaf Renata sopan.
"Tidak apa-apa nak."ucap Dokter yang bernama Seira.
Renata menatap wajah dari Seira tetapi dirinya langsung curiga dengan wanita yang berprofesi sebagai dokter.
Renata juga melihat ada nama dokter itu di name tag nya di kemeja dokter.
"Nama itu mirip dengan nama Kak Maya dan Om Manuel."batin Renata curiga.
"Tunggu Dokter,ada yang ingin saya tanyakan."ucap Renata dengan dingin.
"Apa yang kamu tanyakan nak."kata Seira dengan lembut.
"Dokter siapanya Om Manuel dan Kak Maya."tanya Renata membuat Seira kaget bagaimana bisa Renata tahu nama kakak laki-lakinya.
"Kenapa Dokter tidak menjawab pertanyaan dari saya."kata Renata mulai geram.
"Saya ini adeknya Manuel Kusnadi dan Maya Kusnadi keponakan saya,anda ini kenapa bisa mengenal nama kakak dan keponakan saya."tanya Seira serius.
"Kak Maya itu kakak ipar saya tapi dulu banget,karena kakak itu suaminya Kak Maya."jelas Renata serius.
"Nama suaminya Maya itu Jonathan Hadikusuma iya kan dan kamu itu Renata Hadikusuma pastinya."tebak Seira dengan dingin.
"Iya itu nama suaminya itu Kak Jonathan Hadikusuma dan saya adalah Renata Hadikusuma."kata Renata tak kalah dinginnya dengan Seira.
"Dunia ini sangat sempit sekali,kamu ternyata adek dari suami keponakan saya,kakak saya adalah mertua dari kakak mu itu, ternyata keluarga Hadikusuma ini kejam sekali."kata Seira sambil mengejek keluarga Hadikusuma.
"Dokter jangan berbicara tentang keluarga ku,emangnya Dokter ini bisa apa, bukannya Keluarga dari dokter juga kejam iya,ngaca dulu sana."teriak Renata sangat emosi dan marah.
"Emang kenyataannya Keluarga Hadikusuma ini sangat kejam,kamu itu belum lahir makanya kamu harus belajar dulu tentang masa lalu keluargamu sendiri sana."sindir Seira membuat Renata marah dan ingin sekali Renata memukul wajah wanita paruh baya itu tapi sayangnya dia gak mau cari masalah disini.
"Anda lebih baik belajar masa lalu keluarga anda sendiri."kata Seira langsung pergi meninggalkan Renata yang masih marah dan emosi.
"Kurang ajar setan."teriak Renata emosi.
Danny,Jun,David, Arthur,Kyle,Kevin dan John melihat isi berita tentang keluarga Hadikusuma di televisi.
"Parah Pak Alan ternyata kondisinya."kata Kyle merinding.
"Pantas dijalanan macet ternyata Pak Alan yang kecelakaan."kata Jun dengan mulut julidnya.
"Aku jadi marahi sama ayang bebebku."ucap Danny kesal karena macet dipagi hari.
"Jadi takut aku."aduh John polos sekali.
"Apa yang ditakutkan, Om Alan mau mati atau tidak itu bukan urusan kita kok."kata Arthur bodoh amatan.
"Gue pernah dengar masa lalunya Om Alan, katanya dulu Om Alan pernah dendam sama kakaknya yaitu Om Agung karena menuduh Om Agung mengambil Tante Tissa dimasa lalu, Om Alan diam-diam menghamili Tante Tissa tapi sayangnya Om Alan itu gak mau tanggung jawab dan menuduh Om Agung yang menghamili Tante Tissa, Om Agung tak terima dan langsung berkelahi gitu,pada saat itu Om Agung sudah menikah dengan Tante Mona untung saja Tante Mona bukti kuat bahwa Om Agung gak ada menghamili Tante Tissa, Om Alan malu sendiri tapi sayangnya Tante Tissa bunuh diri karena Alan tidak ada tanggung jawab atas kehamilannya.,aku gak tahu siapa Tante Tissa."cerita David entah darimana dia dapat ceritanya ini.
Semuanya pada melongo tapi cuma kaget saja weh.
"Kamu dapat dari cerita itu.Vid."tanya Kevin penasaran.
"Gue diam-diam dengar dari Kak Bobby dan Kak Sean pas Om Argi cerita masa lalunya Om Agung dan Om Alan."kata David santai.
"Om Agung itu ayahnya Renata Hadikusuma kah."tanya Kevin.
"Iya,itu ayahnya Renata dan Kak Jonathan,kalo Om Alan itu ayahnya Kak Peter."jelas David.
"Pantas mirip wajahnya Renata sama Om Agung dan Kak Jonathan."ucap Kevin sambil menggaruk kepalanya yang gatal.
__ADS_1
Jonathan sedang mengganti bajunya di kamarnya sambil mengingat kata-kata perdebatan antara adeknya dan dokter itu.
Jonathan emang gak sengaja mendengar percakapan tadi dan dirinya mulai curiga dengan Keluarga Kusnadi.
"Gue harus cari kebenarannya."batin Jonathan dengan senyum liciknya.
Meskipun dirinya masih mencintai Maya tetapi dirinya tetap menyelidiki apa yang sedang terjadi di masa lalu.
Selesai mengganti bajunya Jonathan kembali lagi ke rumah sakit karena mau menjenguk keponakannya.
Renata sedang menjenguk keponakannya yang sakit,Rafa menangis karenanya adeknya masih sakit.
"Hey ganteng kenapa kamu menangis."tanya Renata sambil menatap wajahnya Rafa yang sedih.
"Adekku sakit hiks hiks."jawab Rafa polos dan masih menangis.
"Disini ada aku,hai jangan menangis sayang."ucap Renata dan mengusap kepala Rafa dengan lembut.
"Ren,ada yang ingin aku sampaikan kepadamu."kata Rani membuat mata Renata menjadi bingung.
"Apa itu."tanya Renata dingin.
"Tetapi kita bicaranya di taman rumah sakit."kata Rani lembut.
"Lalu bagaimana dengan Rafael Hadikusuma."tekan Renata dingin.
"Itu ada Kak Ezra dan Kak Sean yang datang."kata Rani dan Renata menatap wajah dari Ezra dan Sean.
"Kak aku minta tolong jagalan Rafa dulu iya."kata Rani lembut.
"Oh iya."jawab Ezra santai tapi Sean cuma diam dan tangannya meraih tangan kecil dan mungil milik Rafa.
Rani membawa Renata yang bersikap dingin dan cuek ke taman rumah sakit.
Sampai di taman dirumah sakit,Rani ingin berterimakasih kepada Renata 3 tahun yang lalu mungkin Renata sudah lupa kali.
"Aku ingin berterimakasih kepada mu 3 tahun yang lalu."jawab Rani tulus.
Renata mendengar jawaban dari Rani mendadak bingung apanya yang berterimakasih.
"Apa maksud ucapan dari Kakak."tanya Renata bingung.
Rani ingin menjawab tetapi dia bingung menjelaskannya.
"Apa maksud 3 tahun yang lalu, emangnya kita berdua pernah di masa lalu."tanya Renata mulai marah.
"Dulu kamu pernah menolong ketika aku mau melahirkan anak ku."ucap Rani lembut tetapi Renata tak ingat kejadian itu.
"Adek gak tahu sumpah,kapan kejadiannya."tanya Renata bingung dan kepalanya menjadi pusing.
"3 tahun yang lalu,kamu seorang siswi SMP di,kamu murid SMP itu kan."tanya Rani serius.
"Kalo iya kenapa,aku dulu murid disitu tapi sekarang aku sudah lulus SMP 3 tahun yang lalu."jawab Renata kesal.
"Waktu itu kamu habis pulang sekolah kan."tanya Rani membuat Renata kesal karena ceritanya di bikin satu satu.
"Coba ceritakan yang benar dong,jangan bertanya satu-satu, orang mah bingung kali."ucap Renata ngegas.
"Iya aku melintas didepan gerbang sekolahmu, disitu ada kamu entah kamu menunggu siapa aku tak tahu,perut aku mendadak sakit ,kamu melihat aku langsung panik dan ingin membawa aku ke rumah sakit tapi sayangnya aku mendadak melahirkan di gerbang sekolah mu, disitu aku ingat wajah kamu ketakutan dan gemetar pas melihat aku sedang melahirkan, disitu juga kamu menelpon ambulance aku dibawah ke rumah sakit tetapi dirimu jatuh pingsan sebelum ambulance itu datang,aku ingat kamu lah yang menolong ku ketika aku melahirkan dengan setulus hati meskipun dirimu ketakutan, aku ingin mencari keberadaan mu tetapi tak ketemu aku bahkan gak tahu siapa namamu,karena wajahmu sangat berbeda dengan orang lain yaitu wajahmu sangat dingin sekali, waktu kamu dan kakakmu membawa Regina,aku jadi teringat kembali dengan wajahmu yang dingin dan ayu tapi aku tak yakin itu dirimu, apalagi badanmu makin hari makin tinggi tetapi ada satu yang aku yaitu ada tanda lahir di kaki kirimu yang besar,aku semakin yakin jika dirimu."cerita Rani panjang lebar.
Mata Renata membulat sempurna karena dirinya yang ternyata menolong seorang gadis yang perutnya jauh lebih besar di depan sekolahnya.
"Wow ternyata dunia ini sangat sempit sekali,dan kenapa adek baru menyadari nya."ucap Renata tiba-tiba air matanya jatuh dipipinya dan memeluk wanita itu.
"Kakak,adek minta maaf karena tak tahu apa yang terjadi 3 tahun yang lalu, sungguh hati hancur adek karena kita sesama perempuan merasakan gimana rasanya seperti ini."kata Renata sambil menangis dan masih memeluk Rani.
__ADS_1
"Paman,bundaku kemana iya."tanya Regina sedih.
"Tadi Bundamu pergi sebentar sama bibi."jawab Sean santai
Jonathan datang dan duduknya bersama Sean dan Ezra.
"Heh sejak kapan kamu ganti baju."tanya Sean sambil bermain dengan Rafa.
"Kepo loe."jawab Jonathan kesal.
"Nanti malam kita diskusi di kamar gue iya,wajib datang paling lambat jam 20.00 malam."kata Jonathan serius.
"Ngapain sih Jo."tanya Ezra kesal.
"Datang pokoknya ke kamar gue intinya,bawa si Peter sekalian."kata Jonathan sambil memberikan mainan buat Rafa dan Gina.
"Ok deh."jawab Ezra dan Sean pasrah.
Rani dan Renata balik lagi dari taman rumah sakit tapi Renata memanggil Jonathan.
"Kak Jo."panggil Renata lembut.
"Iya adekku sayang kenapa."tanya Jonathan serius.
"Kak Jo kenapa gak kasih tahu ke adek kalo Kak Jo pulang."aduh Renata.
"Mama yang suruh aku pulang."jawab Jonathan polos.
"Kenapa adek di tinggalkan sendirian."balas Renata kesal dan bete.
"Mama takut aku masuk angin dan jatuh sakit."kata Jonathan lagi lagi polosnya.
"Kak Jo juga lupa apa yang adek mau kemarin eh malah belikan buat David dan John."kata Renata kesal dan kecewa.
"Astaga aku lupa dek,nanti aku belikan iya buat adek,jangan tampilkan wajah marahmu dong dek,jelek loh nanti."goda Jonathan sambil mencubit pipi Renata.
"Jonathan ini suka banget ingkar janji ke adek nya,adek mau apa dulu,biar aku belikan buatmu gak usah Jonathan yang belikan buat adek."tanya Ezra sambil mengejek Jonathan.
"Diam loh,."marah Jonathan kepada Ezra.
"Dasar pemarahan loe."ejek Ezra kepada Jonathan.
Rani dan Sean malah tertawa gara-gara perdebatan antara Ezra dan Jonathan sedangkan Renata cuma diam saja karena kesal dengan kakaknya.
"Jo kalo gak ada niat punya adek lebih baik Renata jadi adek gue saja,kan gue bisa belikan makanan yang banyak buat adekmu."kata Sean membuat Jonathan kesal.
"Sudah ku bilang adek gue itu bukan barang sembako yang bagi buat para di sana."ucap Jonathan kesal.
"Adek jangan marah dong sama aku,jelek nah mukamu dek kalo lagi marah."kata Jonathan pura-pura sedih.
"Adek gak marah sama Kak Jo tapi kasih tahu dulu ke adek,kan adek gak pegang ponsel tahu."ucap Renata gak suka kakaknya sedih padahal dia lagi pura-pura sedih.
"Astaga aku lupa lagi."jawab Jonathan baru menyadari jika adeknya tidak memakai ponselnya karena fokus ujian.
"Emang pada dasarnya kamu tuh pelupa."ejek Ezra kepada Jonathan.
"Diam loe."ketus Jonathan kepada Ezra.
30 menit sudah Jonathan ada disini dan waktunya dia mau pulang bersama adeknya sedangkan Ezra dan Sean sibuk sama anak kecil.
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Apa motif masa lalu dari Keluarga Hadikusuma dan Keluarga Kusnadi.
__ADS_1
Salam dari Treasure iya sekaligus visualnya. Tebak sendiri orang nya mana kan bisa cari di google.