Ada Apa

Ada Apa
137


__ADS_3

Renata dan Marian sudah ada di ruangan darurat. Rani dan Renata saling tatap tatapan.


"Sudah telpon kah suamimu,nak."tanya Mona datang bersama Azura.


"Astaga Tante,aku lupa telpon dia,astaga ponsel aku juga ketinggalan lagi."jawab Rani benar' panik.


"Dek,telpon Peter sana sekarang."ucap Azura ke Renata.


Marian benar' bingung kenapa Renata, ibu dan neneknya bisa kenal wanita hamil ini iya.


Renata mencoba menelpon Peter tapi sayangnya gak di angkat.


"Coba adek telpon papi sana."kata Mona baru teringat jika ada Alan di sana.


Renata mencoba Alan namun sayangnya Alan juga tidak mengangkat telepon darinya, kemudian dia juga menelpon ayahnya sama juga Agung tak mengangkat telepon darinya.


Tanpa putus asa Renata menelpon Jun tapi lagi-lagi tidak diangkat terus dia menelepon Jonathan tapi dia baru ingat jika Jonathan tak ada ponsel disini.


Renata terus berusaha menelpon kakeknya hasilnya sama tidak di angkat nya. Renata mencoba menelpon Ezra untungnya Ezra mau mengangkat telepon darinya.


"Halo Kak Ezra,ada dimana."tanya Renata dengan suara getirnya.


"Kenapa kamu,Ren."tanya Ezra bingung.


"Kak Ezra,adek bisa minta tolong dong."kata Renata serius.


"Gue gak sibuk hari ini, kenapa."tanya Ezra jauh lebih serius.


"Kakak disana sama siapa."tanya Renata lagi.


"Aku sama Sean, Clara,Rudy dan Lisa."jawab Ezra dingin tapi Renata langsung matikan telponnya.


Renata mengangkat telepon dari ayahnya dan berbicara serius.


"Papa,ada papi gak disitu."tanya Renata tapi yang jawab bukan Agung.


"Kenapa dek."tanya Jonathan yang memakai ponsel ayahnya.

__ADS_1


"Kak Jo,bilangkan ke papi kalo Kak Rani mau melahirkan."jawab Renata dan mematikan telponnya tapi tiba-tiba ada petugas medis menyuruh Renata,Marian,Mona dan Azura keluar dari ruangan darurat.


Renata mencoba ingin masuk tapi sayangnya tidak di bolehkan.


"Kenapa kalian tega sama kakak saya sih,kakak saya mau melahirkan anak nya."protes Renata karena tak terima kepada petugas medis dan sekuriti.


"Maaf pasien mau di periksa dulu,saya tunggu suaminya datang."ucap Dokter kandungan itu.


Renata terduduk lemas bukan hanya nyawa dari Rani,dia juga teringat kembali cerita dirinya melahirkan secara prematur karena kondisi dirinya waktu di kandungan terus memburuk.


"Mama,mama,mama, mama,mama."teriak Renata sambil menangis.


Mona langsung memeluk putrinya, kejadian itu membuat dirinya teringat kembali ketika dirinya melahirkan Renata secara prematur waktu 18 tahun yang lalu.


Bahkan Marian juga memeluk Renata meskipun dirinya tak tahu kenapa Renata hari ini menangis.


"Dokter, saya suaminya, bolehkah saya masuk sekarang."ucap Peter datang dengan penampilan seperti orang kacau.


"Masuklah dulu."jawab Dokter kandungan lembut.


Peter juga melihat Renata menangis seperti orang kesurupan tapi kenapa dia menangis bahkan dia juga melihat tantenya juga menangis dan kemudian dirinya masuk kedalam ruangan darurat.


15 menit kemudian Peter keluar dari ruangan sambil menangis.


"Tante,nenek. Rani harus di operasi hari ini tapi Rani gak mau,maunya melahirkan normal,usia kandungan nya 7,5 bulan."ucap Peter menangis.


Alan datang bersama Agung ,Argi dan Scott sambil melihat Peter sedang terus Renata masih menangis karena itu lah tak kemudian ada Desi dan Laura juga datang.


"Tapi kalo melahirkan secara normal resikonya sangat tinggi, mungkin saja Rani yang koma atau anakmu yang tinggal di inkubator,kamu harus ingat bahwa melahirkan ini bukan lah main-main,Om jauh lebih tahu daripada papimu,Om Aldo dan Om Argi karena Om......"ucap Agung lagi-lagi tak sanggup berkata jika dirinya juga teringat kembali ketika putrinya lahir secara prematur dan harus di inkubator.


"Iya nak,kamu harus belajar Om Agung dan Tante Mona,Tantemu dulu waktu melahirkan adek juga secara prematur,lebih baik di operasi saja nak."ucap Alan yang daritadi sedih melihat menantunya harus melahirkan bukan waktunya terus putranya lagi sedih di tambah lagi kakaknya teringat putrinya dulu.


"Iya nak,betul kata papimu,lebih baik Rani harus operasi saja daripada harus menanggung resiko."saran Laura ke putranya.


Laura dulunya memilih melahirkan secara caesar daripada normal karena malas menunggu pembukaan sedangkan Elina dan Sabrina juga melahirkan secara caesar dan hanya Mona saja yang melahirkan secara normal waktu melahirkan kedua anaknya walaupun Agung tak pernah melarang nya untuk melahirkan secara normal.


"Baiklah aku permisi dulu."kata Peter sedih dan langsung menuju ke ruangan tersebut.

__ADS_1


Di ruang rawat inap.


"Eh Jun lebih baik kamu pulang saja,gue nanti titip ke adek gue sama sebagai tanda terima kasih kepada adek."ucap Jonathan lembut.


"Baik Kak Jonathan,saya pulang dulu."jawab Jun sopan.


"Hati-hati dijalan."balas Jonathan dingin.


Jun pulang ke rumahnya sedangkan Jonathan ingin tahu apa yang terjadi dengan Rani bahkan dia tahu jika Renata sedang menangis.


.....


Rani terpaksa harus melahirkan anak nya melalui operasi caesar dan anaknya jenis kelamin perempuan tapi sayangnya Rani disuruh istirahat dulu dan anaknya lagi tidur di ranjang pasien bayi bahkan bayi itu jauh lebih sehat daripada bayi yang cukup bulan.


"Eh siapa namamu nak."tanya Agung yang jauh lebih penasaran daripada Alan,Laura dan Desi.


"Oh itu namanya Keira Hadikusuma."jawab Peter dengan cepat.


"Om suka nama anakmu, padahal dulu om mau pakai nama itu buat adek tapi gak jadi, jadinya Renata hehehe."balas Agung membuat semua orang pada tertawa kecuali Renata dan Marian karena mereka berdua di ruang inapnya Jonathan.


"Tapi kenapa Renata menangis sama Tante tadi."tanya Peter penasaran.


"Jadi Tante teringat kembali ketika Tante harus melahirkan adek secara prematur,bahkan dulu adek harus di inkubator,tiap hari Jo tagih sama om dan tante terus,bedanya Tante dulu nekat melahirkan secara normal,gak tahu kenapa Tante memilih melahirkan secara normal,Tante bisa saja ambil persalinan caesar tapi karena lebih pengalaman kali, 2 kali Tante persalinan normal."cerita Mona sambil menatap wajah cantik dari Keira.


"Kenapa nasibmu seperti adek iya,Oma jadi gak tega melihat kamu,Oma jadi teringat adek lagi. "Batin Mona yang terus memandang Keira lagi.


"Jadi Renata lahir prematur,Om Agung dan Tante Mona."tanya Peter dan Rani.


"Iya tapi yang lebih parah lagi,dulu adek hampir di gugurkan oleh dokter,Om mu langsung marah dan ngamuk karena tak terima adek di gugurkan."jawab Mona lagi.


"Keira cantik sekali, Rafael dan Regina pasti senang punya adek baru hehehe."puji Alan yang memandang cucu nya.


"Wow anakmu sangat cantik sekali, cantik nya mirip Renata banget waktu bayi dulu."kata Aldo melihat wajah dari Keira bersama Sabrina.


"Cantik sekali ini bayinya tapi siapa anakmu,nak."tanya Sabrina sebenarnya dia ingin menggendong Keira.


"Keira Hadikusuma,Om Aldo dan Tante Sabrina."jawab Rani lembut.

__ADS_1


"Namanya juga cantik seperti orang nya."puji Laura sambil melihat wajahnya Keira.


.......


__ADS_2