
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
"Bunda sudah makan."tanya Renata dengan lembut.
"Bunda sudah makan adek."jawab Mira lembut.
Renata menatap wajah dari kakaknya yang masih belum sadarkan diri, apakah ini dirinya waktu dirinya tak sadarkan diri di atas ranjang pasien.
Air mata menetes lagi dan lagi,Renata sekarang menjadi gadis yang cengeng kenyataannya dirinya adalah gadis cengeng.
Krek suara pintu.
Agung dan Mona sudah datang tetapi ada pemandangan dari mantan besannya.
"Mira,gimana kabar mu hari ini."tanya Mona lembut dan memeluk besannya sekaligus sahabat sekolah nya dulu.
"Aku baik' saja,Mona,tahu kah jika putrimu tadi di kejar wartawan dan hampir menangis pula."jawab Mira santai dan membalas pelukan dari Mona.
Agung hanya diam dan wajahnya sangat dingin sekali bahkan Renata pun takut melihat wajah ayahnya.
Agung menatap wajah pucat dan lesu dari putranya, seharusnya dia melarang Jonathan untuk menemani Mona dan Renata.
"Papa,ada apa."tanya Renata sedikit takut dan memegang lengan Agung.
Agung juga mengelus rambut Renata yang hitam alami dan tiba-tiba menangis.
Dia bukan ayah yang baik buat kedua anaknya di mata Agung sendiri.
__ADS_1
Setelah mengelus rambut Renata, Agung juga mengelus wajah mulus bersih milik Jonathan.
Rasa bersalah selalu menghantui Agung saat ini.
"Adek sudah makan belum."tanya Agung lembut.
"Adek sudah makan, papa."jawab Renata sedih.
Agung tadi itu mencari Argi tapi kenapa Argi gak ada disini.
"Adek,dimana om mu itu."tanya Agung lembut.
"Om Argi sama Sean di ruangan dokter, soalnya Tante Sabrina jelaskan apa lah itu."jawab Renata santai.
"Baiklah papa pergi sebentar dulu,adek jaga kakakmu dulu iya."pamit Agung lembut.
"Oh iya hati-hati papa."jawab Mona lembut.
Renata tiba-tiba kepalanya mendadak sakit entah 2 hari ini kepalanya selalu sakit.
"Aduh kepala ku sakit sekali."batin Renata sambil memegang kepalanya.
Di luar sana.
"Gimana kabar dari calon kakak iparmu,Jun."tanya Justin ke Jun.
"Tanya sama adek lah,masa sama gue sih."jawab Jun malas.
__ADS_1
"Aku kan cuma tanya saja masa gak boleh sih."kata Justin pura-pura sedih.
"Muak aku sama kau."jawab Jun malas.
Renata berjalan di lorong rumah sakit sambil menangis. Tanpa disadari oleh Renata,Randy melihat Renata sedang menangis dia tahu jika Renata sedang menangis karena kakaknya jadi korban penembakan oleh Deon.
"Siapa yang kau lihat."tanya Rudy kepada Randy.
"Itu Renata sendirian di lorong rumah sakit."jawab Randy kasihan melihat Renata.
Rudy sedikit terkejut ketika Randy menyebutkan nama Renata disini.
"Kak Randy emang kenal sama Renata Hadikusuma."tanya Rudy penasaran.
"Aku hanya kenal Jonathan dan Sean saja tetapi dulu Jonathan pernah mengajak adeknya di pertemuan di restoran 6 bulan yang lalu,aku pikir Jonathan itu anak tunggal dari pasangan suami-istri yang bernama Pak Agung Hadikusuma dan Ibu Mona Anggara ternyata aku pernah memeriksa latar belakang dari Pak Agung sendiri ternyata Pak Agung dan Ibu Mona mempunyai anak perempuan yang bernama Renata Hadikusuma, jujur aku kaget ketika pertama kalinya aku melihat wajah dari Renata,dia sangat cantik dan awet muda tetapi dirinya tak pernah senyum, wajahnya sangat dingin sekali dan anaknya terlalu pendiam sekali."jelas Randy menceritakan tentang Renata.
"Sama aku juga mengira Kak Jonathan itu anak tunggal sekalinya dia mempunyai adek yang sangat cantik yang jaraknya usianya beda 8 tahun, waktu itu aku bersama Kak Sean,Kak Ezra,Kak Peter dan Bobby sedang mencari refreshing di cafe eh tak sengaja melihat Kak Jonathan membawa seorang gadis yang berseragam SMA apalah tempat adek sepupu sekolah itu,tak biasanya Kak Jonathan membawa seorang gadis pasalnya Kak Jonathan tak pernah membawa wanita manapun kecuali ibunya apalagi gadis seperti Renata,aku terkejut sekali ketika gadis yang Kak Jonathan bawa adalah adeknya sendiri bahkan yang lebih gokilnya lagi Renata itu adalah fans aku ketika aku masih aktif bernyanyi."ucap Rudy panjang lebar.
"Apa kau ingin menghampiri Renata disana."tanya Randy ke Rudy.
"Tidak soalnya Lisa dan putraku ada dirumah dan aku pulang dulu."pamit Rudy sekaligus menolak ketemu dengan Renata.
Rudy pulang ke rumahnya sedangkan Randy ingin sekali menghampiri Renata tetapi dia ingat dengan sikap canggung dari Renata sendiri di restoran 6 bulan yang lalu.
Renata juga melihat ada Rudy dan Randy tetapi dirinya tak mau ketemu dengan Randy lagi.
🍁🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍁🍁🍁🍁🍁🍁.
__ADS_1
Maafkan saya jika saya baru update hari ini.