
Flashback on.
Renata pulang sendirian tanpa ditemani siapa-siapa,dia tak tahu jika ada Irena dan Rossa mengikuti dirinya.
Tiba-tiba Irena menjambak rambutnya Renata lagi dengan keras sontak Renata terkejut dengan kehadiran dari ibu dan anaknya itu.
Tak hanya itu Rossa juga ikut menjambret rambut dari Renata.
"Dasar cewek sialan kamu iya, gara-gara kamu dan si duda sialan alias kakakmu itu benar-benar tak tahu malu jadi orang."ucap Irena marah dan masih menjambak rambutnya Renata dengan kuat.
Renata tak tahan menahan sakit di kepalanya karena jambakan dari Rossa dan Irena.
"Salah aku apa Tante, perasaan aku tak pernah ganggu Tante dan Kak Rossa deh."tanya Renata tak mengerti apa yang di katakan oleh Irena.
"Salah kamu adalah bikin putra aku menderita sampai isolasi mandiri dikamar nya itu pasti karena dirimu lagi dirimu lagi dan kakakmu si duda sialan itu sudah berani menyakiti putri aku."marah Irena dengan matanya yang melotot tajam.
"Dasar cewek gak tahu malu dan genit,gini kah wajah kamu yang dingin dan menakutkan itu menjadi wanita j...Ng yang suka menggoda anak saya.."ucap Irena dengan tega menghina Renata.
"Aku tak pernah menggoda putra anda,putra anda kali yang suka menggoda aku."kata Renata tak terima di hina oleh Irena.
Irena langsung menampar wajah dari Renata sebanyak 4 kali kiri kanan kiri kanan di pipinya.
"Tante jangan pernah menghina aku dan kakakku,aku dan kakakku tak pernah mengganggu keluarga Tante."teriak Renata marah dan emosi.
Renata langsung pergi meninggalkan Irena dan Rossa. Irena masih marah dan jengkel dengan kelakuan Renata yang tak sopan itu.
"Dasar anak gak tahu untung tuh Jonathan dan Renata,sama kayak ayahnya si Agung pria gila itu,pantas saja kedua anak kesayangannya lebih gila karena turunkan oleh bapaknya juga gila tuh."teriak Irena marah sambil menghina Bapak dan kedua anak itu yaitu Agung, Jonathan dan Renata.
Renata juga mendengar teriakan dari Irena, jujur dia jauh lebih sakit hati jika ayah dan kakaknya di hina.
"Papaku adalah cinta pertamanya aku waktu aku lahir karena papa adalah orang pertama yang ketemu dengan aku waktu lahir,papaku adalah pahlawan buat kakakku."batin Renata masih menangis.
Flashback off.
Mona tak mengerti kenapa Irena dan Rossa dengan teganya menghina putrinya padahal Renata bukan orang yang suka mengganggu siapapun yang dia tak kenal.
"Itu ceritanya,Mama."kata Renata sambil menangis.
Mona diam saja bukan berarti dia tak mau berbicara dengan putrinya melainkan jengkel dengan kelakuan dari ibu dan anak itu.
__ADS_1
Mona bergegas menuju ke kamarnya entah mau ngapain sedangkan Renata masih betah sendiri di ruang keluarga dengan tv yang menyala sambil menangis.
Di tempat Azura, Azura melihat kegelisahan dari Jonathan sedangkan Ezra sedikit tenang disini.
Awalnya Ezra tak percaya jika Azura masih hidup bayangkan saja tahu tuh Ezra pingsan saat melihat dirinya untung nya Ezra bisa menerima dirinya kembali sebagai neneknya.
"Jo, pulang lah kasihan adekmu di rumah, pasti adek lagi sedih karena Irena dan Rossa pas adek mau pulang."ucap Azura lembut dan Jonathan hanya diam saja.
Sebenarnya Jonathan sudah tahu waktu Renata di jambak rambutnya,dihina dan di tampar pula wajahnya karena dia diam-diam mengikuti Renata dari belakang tanpa Renata tahu bahkan dia juga memarahi ibu dan anak tanpa sepengetahuan dari Renata sendiri.
"Nenek."panggil Ezra daritadi memanggil Azura tetapi tidak di sahuti oleh Azura.
"Apa nak."tanya Azura kaget pas cucu pertamanya memanggil dirinya.
"Nenek,kalo si Jo itu hobinya suka marah dan lampiaskan emosi ke Renata nek, iya sudah Renata jadi adekku saja,nenek tahu Jonathan sering kali memarahi,membentak dan membuat Renata sedih."cerita Ezra malah memanaskan suasana.
"Nenek lebih tahu daripada kamu."jawab Azura santai.
Ezra bingung kenapa neneknya jauh lebih tahu dan kenapa neneknya bisa mengetahui dari a sampai z.
Jonathan melotot tajam ke arah Ezra dan Ezra malah cengengesan.
"Hati-hati dijalan salamkan buat mamamu dan adek iya."jawab Azura lembut.
.........
Jonathan melihat sudut rumah nya tetapi ada satu yang membuat dirinya bingung kenapa televisi itu masih menyala di ruang keluarga.
Jonathan juga melihat Renata tertidur pulas di sofa sambil memeluk boneka miliknya dengan erat(boneka llama).
Melihat wajah dari Renata ini benar-benar menyedihkan sekali walaupun tidurnya sangat tenang.
Sudah 2 hari ini Renata suka banget menonton televisi apalagi menonton sinetron yang dibintangi oleh ibunya.
Biasanya sih Renata tak mau menonton televisi kecuali menonton film horror saja itu pun kalo ada waktu kebanyakan dia suka menonton di laptopnya.
Mona tak sengaja melihat putra sulungnya sudah datang dengan pakaian dari kantor sih.
"Sudah pulang nak."tanya Mona lembut.
__ADS_1
"Sudah Ma."jawab Jonathan singkat.
"Mama pergi ke kamar dulu."kata Mona sambil menekan remote tv dan mematikan televisi yang masih menyala pula.
"Tolong pindahkan adekmu iya ke kamarnya,mama gak sanggup gendong adek."lanjut Mona lagi.
Jonathan mengangkat tubuhnya Renata yang masih tetap memeluk bonekanya dan membawanya ke kamarnya.
🍁🍁🍁.
"Irena,apa yang kamu lakukan terhadap putrinya Agung dan Mona."bentak Patrick saat mengetahui bahwa istri dan putrinya tega sekali kepada Renata.
Iya Jonathan yang memberitahu sikap buruk dari Irena dan Rossa ke Patrick karena dirinya tak suka adeknya di hina meskipun dirinya juga dihina tadi.
Irena bingung kenapa suaminya bisa tahu, setahunya Renata gak mungkin memberitahu ke suaminya.
"Kamu tahu Agung lah yang membuat keluarga kita kembali seperti dulu ketika keluarga di ambang kebangkrutan tapi dengan teganya kamu menghina, menampar wajah dari Renata dan menjambak rambutnya Renata juga, Rossa Jumantara kamu juga malah ikut ikutan mamimu segala."marah Patrick kepada istri dan putri keduanya.
Sandra hanya diam saja dan gak mau ikut campur dalam urusan keluarga Hadikusuma karena dia sadar diri.
Disini hanya Patrick,Irena dan kedua putrinya sedangkan kedua putranya lagi tidur.
"Sandra,kamu jangan ikut campur dalam urusan mami dan adekmu."marah Patrick ke Sandra.
Sandra tak terima dimarahi begitu saja karena dia gak ada ikut serta dalam mami dan adek perempuan nya.
Bentuk visual Sandra adalah Jisoo BLACKPINK.
"Papi aku gak ikutan lo,kenapa aku yang dimarahi, jujur aku sangat takut sama Keluarga Hadikusuma."protes Sandra marah.
"Sandra Jumantara,kamu tak ikut atau tidak,sama saja kamu tidak cegah mami dan adekmu,kamu disini anak paling tertua disini dan cucu paling tertua di Keluarga Jumantara dan Keluarga Handono."marah Patrick kepada putri sulungnya.
"Cepat minta maaf kepada Renata Hadikusuma,kalo tidak aku akan menceraikan kamu yaitu Irena Handono,papi juga mencabut fasilitas kalian berdua,lalu papi juga tak ijin kan kamu Sandra pergi ke kantor lagi,dan Rossa kamu juga gak ijinkan keluar dari rumah dan kamar kamu papi kunci dari luar."ancam Patrick sukses membuat ketiga wanita terkejut.
"Ini semua gara-gara Renata Hadikusuma si gadis sialan, gara-gara dia suamiku menceraikan aku."batin Irena masih dendam kepada Renata.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁.
Sejujurnya Renata salah terus di mata Irena dan Rossa padahal Renata gak pernah ganggu ibu dan anak itu.
__ADS_1
Jujur saya kaget dengar berita tentang Treasure yaitu Hyunsuk,Yoshi, Junkyu dan Mashiho kena covid-19 padahal dekat mau comeback pula, semoga mereka berempat cepat sembuh iya.