Ada Apa

Ada Apa
58


__ADS_3

Kedua gadis itu sudah sampai di sekolah.


"Nanti kita aku ikut kamu pulang iya,nanti aku kasih uang bensin mu."ucap Renata lembut.


"Oh iya gak apa kok."jawab Marian santai.


Perjodohan yang bodoh ini membuat Jonathan muak, bagaimana tidak kakeknya selalu mencari calon istri buat dirinya, karena kakeknya gak mau Jonathan berlama-lama dengan status dudanya padahal kakeknya sendiri juga duda tapi bedanya iya ada anak,menantu,cucu dan cicit sedangkan dirinya hanya duda tanpa anak.


2 tahun yang lalu.


Jonathan mendapatkan telpon dari kakeknya dan mengangkat telpon dari kakeknya.


"Halo Jonathan, kakek mau kamu harus datang ke restoran nanti tadi, jangan ditunda lagi."ucap Scott diseberang sana.


"Kakek,aku sibuk dengan pekerjaan ini yang belum selesai."kata Jonathan malas.


"Kakek ingin menjodohkan kamu dengan cucu dari teman kakek,dia cantik dan baik hati bahkan dia juga pintar seperti kamu dan adekmu."jawab Scott.


Lagi-lagi Jonathan memutuskan sepihak telepon dari kakeknya.


Jonathan baru saja pulang dari kantor tetapi dirinya harus ke restoran mewah,belum mandi pula tapi terlihat sangat tampan dan maskulin.


Di private room ada seorang wanita beda 4 tahun dengan Jonathan bersama kakek dan kedua orangtuanya gadis itu.


Wanita itu sangat cantik bahkan dirinya sengaja mempercantik diri agar Jonathan tertarik kepadanya,siapa sih yang tertarik dengan Jonathan walaupun status cuma duda saja.


Jonathan masuk kedalam private room,dia melihat ada wanita yang berusia 20 tahun dengan berpakaian evening midi dress berwarna navy blue,bahu gadis itu sangat jelas terlihat karena membiarkan bahu mulusnya terbuka, rambut sedikit di tata rapi.


Senyum gadis itu membuat Jonathan muak dan jijik.


Jonathan duduk disampingnya kakek dan Agung sedangkan Renata lagi demam tinggi dirumahnya dan Mona yang jaga putrinya.


"Langsung ke intinya saja."ucap Jonathan dingin dan menatap tajam ke arah gadis itu yang bernama Angelia Dirantito.


Keluarga Dirantito adalah pendiri bank terkenal di Indonesia bahkan mereka juga mempunyai mall dan hotel di ibu kota.


"Kita mau menjodohkan cucu tunggal ku dengan cucunya Scott Hadikusuma."ucap Alfredo Dirantito sang kakek dari Angelia.


"Gimana Jonathan Hadikusuma apakah anda setuju."kata Ardianto dari ayah Angelia.


"Gimana my son."tanya Agung gak sabar menunggu jawaban dari putranya.


"Aku gak mau, jodoh kan saja putri anda ke orang lain."kata Jonathan marah dan membuat Scott, Agung dan keluarga Dirantito terkejut dan malu.


"Kenapa mesti aku yang dijodohkan dengan perempuan sialan ini,jika ada yang mirip dengan istri aku,maka siap untuk menikah dengan gadis yang mirip dengan istri aku tetapi perempuan sialan ini bukan tipe aku,aku capek dan mau pulang saja,adekku lagi sakit dirumah kasihan mama yang jaga adek dirumah."kata Jonathan dingin dan tegas cukup membuat Angelia sakit dan dihina oleh Jonathan.


"Scott Hadikusuma tolong ajarkan mulut dari cucumu itu."marah Alfredo kepada Scott.


"Aku minta maaf atas kelakuan cucuku."maaf Scott tapi dirinya marah kepada Jonathan.


"Dan Agung Hadikusuma ajarkan putramu yang brengsek itu dengan baik."kata Alfredo marah. Agung malu atas kelakuan putra sulungnya.


Angelia menangis didalam pelukan dari maminya.


Flashback end.


Jonathan mulai teringat dengan sosok dari Leticia dan menyuruh Yohan untuk mencari keberadaan dari Leticia.


"Yohan, tolong cari keberadaan dari Leticia Winata sekarang."perintah Jonathan tegas dan Yohan kembali ke ruangan nya.


Butuh 1 jam Yohan mencari keberadaan dari Leticia Winata.


"Gimana hasilnya."tanya Jonathan serius.

__ADS_1


"Dokter Leticia ada di kota Berlin Jerman saat ini tapi nanti dia kembali ke Indonesia 2 hari lagi."ucap Yohan serius.


"Baiklah dan kamu kembali ke ruangan kamu sekarang."kata Jonathan tanpa melihat Yohan sedikit pun.


Jonathan baru menyadari bahwa Leticia sangat cantik bahkan cantiknya sama kayak Maya,dia berharap jika Leticia adalah pelabuhan terakhirnya.


"Apa aku sedang jatuh cinta dengan dia,jika aku jatuh cinta maka dia adalah orang yang tepat di hatiku."batin Jonathan.


Renata duduk di bangku taman sekolah dengan Marian, Odelia ,Kanaya dan Belinda.


"Hey kita jalan yuk bete di rumah nih."tawar Renata.


"Kemana Ren."tanya Marian bingung dan kedua kakak beradik ini juga bingung,Belinda sama bingung nya.


"Ke Mall kenapa."jawab Renata santai.


"Beli skincare lah, skincare aku sudah habis nih."lanjut Renata.


"Tapi kita kesana kan butuh duit Ren."kata Marian polos.


"Aku bawa black card Kak Jo, Kak Jo kasih ini ke aku jika mau belanja tapi aku belum belanja banyak sih selain beli pembalut dan novel hehehe."kata Renata santai.


"Ok kita kesana yuk."jawab 4 gadis itu dengan serentak.


"Ok."balas Renata.


Jonathan membaca tagihan black card yang di pakai oleh adeknya,aneh kenapa dia cuma beli pembalut dan novel saja.


"Kapan nih bocah habiskan duit aku,gue capek kerja dia malah beli itu apalah kalo anak cewek ngomong nama benda itu."batin Jonathan bingung (mentang-mentang dirinya Sultan mah hehehe).


"Jo, biasanya kamu jemput adekmu di sekolah."tanya Peter di hadapan Jonathan.


Peter kesini cuma gosip dan mengganggu kakak sepupunya yang beda 2 tahun dengan nya dan bulan lahirnya sama.


"Jam 14.50 siang, emangnya kenapa Jo."tanya Peter bingung.


"Astaga aku lupa kalo aku harus jemput adek di sekolah,bisa ngamuk tuh bocah centil itu."kata Jonathan lupa dirinya jemput adeknya.


"Gue ikut iya ke sana sekalian pergi lihat sekolahku dulu."pinta Peter sok imut di mukanya membuat Jonathan geli sendiri.


"Ayo cepat pakai mobilmu saja."kata Jonathan kesal melihat wajah sok imut dari Peter.


"Ren,aku sama Odelia duluan iya ke mall soalnya Odelia masih mabuk kalo naik mobil."kata Marian ke Renata.


"Hati-hati dijalan iya tunggu kami bertiga iya."ucap Renata santai.


"Ok siap."jawab Marian dan Odelia serentak.


Ada 2 pria dewasa namun sangat tampan membuat 5 gadis ini pada menoleh ke arah Jonathan dan Peter.


"Kak Jo dan Kak Peter,mau jemput adek kah."tanya Renata polos.


"Iya lah, emang aku bawa adek ke kandang buaya apa."jawab Jonathan ngegas.


"Ais bete banget,adek mau jalan-jalan sama teman adek ke mall."balas Renata cemberut di wajahnya.


"Iya sudah aku ikut lah, boleh gak Renata Hadikusuma."kata Peter berharap jika gadis ini mau menyuruhnya ikut.


"Gak boleh,ini khusus untuk gadis remaja iya, emangnya Kak Peter gadis apa."balas Renata ngegas dan Jonathan tertawa ngakak.


4 gadis ini juga ikut tertawa gara-gara balasan dari Renata sendiri.


Emang sih Renata tak pernah tahu rasanya punya saudara perempuan seperti apa,jadi jika mau berkumpul dengan kakak atau sepupunya pasti gak dibolehin karena Renata cuma cewek sendiri di cucu Keluarga Hadikusuma.

__ADS_1


"Kok kamu pelit banget sih jadi bocah."kata Peter kesal.


"Adek gak pelit kok cuma takut nanti kakak malu jalan-jalan sama para gadis,nanti dikira bencong loh."jawab Renata polos lagi-lagi Jonathan tertawa kencang.


"Sumpah iya jawaban dia ini bikin gue ketawa."batin Jonathan.


"Itu sama saja kamu gak mau aku ikut."kata Peter ngegas.


"Gila mah ini,malas adek ngomong sama kakak, mending ajak anak dan istri sana."ucap Renata malas.


2 pria ini malah disuruh balik lagi ke kantor sama Mona,Mona barusan mau ajak putrinya jalan-jalan sekalian ajak temannya Renata.


Kasihan iya Jonathan dan Peter.


"Oh iya Tante mau traktir kalian semuanya disini,bebas kalian mau belanja apa saja biar Tante saja yang bayarkan semuanya,gak ada penolakan dari Tante iya."kata Mona lembut sedikit mengancam 4 gadis jika mereka menolak kebaikan dari dia.


"Siap Tante"kata 4 gadis serentak.


5 gadis itu sedang memilih apa yang mereka mau di beli.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Beda lagi 2 pria dewasa ini.


"Mamamu kok tega banget iya malah kita yang suruh balik."aduh Peter bete.


"Kok ngadunya ke gue sih tapi gue bete juga masa gue disuruh balik sama nyonya Hadikusuma alias mama gue sendiri."kata Jonathan bete.


"Kasihan iya mereka berdua di suruh balik sama Tante Mona hahaha."ucap Sean ikut nyambung juga.


"Diam loh,coba kamu nyusul sana mama gue,adek gue dan temannya dari si adek."kata Jonathan kesal.


"Gak jadi ah,nanti aku diusir sama adekmu sendiri."jawab Sean malas.


"Tapi kalo Ezra malah di ajaki pula,kesal gue jadinya,gue kakak kandungnya malah dicueki pula tapi kalo mau beli barang khusus cewek merengek dia sampai nangis berguling-guling di lantai kalo gak dikasih uang untuk beli itu apalah istilahnya barang cewek itu, Maya saja yang tahu nama benda itu."jelas Jonathan kesal juga.


"Eloh sih jadi kakak yang gak baik buat si adek, ingat dulu kamu sampai abaikan dan gak mau teguran sama adekmu selama 2 bulan, gimana adekmu selalu nangis mulu gara-gara kamu juga sih,wajar kalo adekmu itu bawel dan cerewet,dia itu cuma khawatir kan kamu doang waktu kamu di marahi sama papamu sendiri gara-gara kamu ketahuan mabuk di club malam, aku juga dimarahi oleh Om Agung dengan mulutnya yang julid itu."jelas Sean masih mengingat kejadian itu.


Bahkan Sean juga meniru tangisan dari Renata.


"Kak Jo jahat sama adek hiks hiks,adek harus bagaimana Kak Sean."ucap Sean saat menirukan suara dan tangisan dari Renata.


Jonathan kesal kenapa Sean suka mengingat kejadian itu lagi,sudah dia gak mau seperti itu lagi sampai Renata takut dengan nya.


"Jangan ingatkan itu lagi, sumpah aku menyesal membuat dia nangis sampai adek demam tinggi pas aku mau di jodohkan sama perempuan sialan itu."kata Jonathan muak dengan cerita yang membuat adeknya sedih selama 2 bulan sampai jatuh sakit pula.


"Tapi seru iya kalo diingatkan lagi hehehe."kata Peter juga bikin Jonathan kesal.


"Bacot loh berdua."teriak Jonathan marah. Tetapi 2 pria itu malah tertawa.


🌼🌼🌼🌼🌼


Malam harinya Renata selesai belajar dan naik ke atas ranjang.


Tak lama kemudian matanya sudah mengantuk dan tertidur pulas.


πŸπŸπŸπŸπŸπŸπŸπŸπŸ‚πŸπŸ‚πŸπŸ‚πŸ‚πŸ‚


Kalo cucu Hadikusuma yang laki-laki itu cast nya boyband Winner iya hehehe tapi kalian bisa cari sendiri di google.


Kalo Renata belum tahu siapa cast nya.


Kalo gengnya Danny iya cast nya boyband Treasure iya.

__ADS_1


Grup hitam merah jambu iya cast nya girlband BLACKPINK.


__ADS_2