
Kedua manusia ini sedang berbincang-bincang tentang hal yang aneh pokoknya.
"Disana lebih menyenangkan,Jun."tanya Renata penasaran.
"Sangat menyenangkan lah,Ren."jawab Jun santai.
"Btw aku harus ke rumah sakit soalnya adekku lagi sakit nih."pamit Jun ke Renata.
"Hati-hati dijalan dan semoga adekmu cepat sembuh."ucap Renata dengan tulus.
Jun bergegas ke mobilnya sedangkan Renata masih berdiri disini.
"Adek ayo kita pulang."ajak Jonathan sambil menepuk bahu Renata dengan keras sehingga Renata kaget sekali.
"Kaget gila."jawab Renata marah.
"Lagi datang bulan kah,dek."kata Jonathan cuma asal-asalan.
"Gak,sok tahu Kak Jo ini, makanya Kak Jo gak tahu rasanya gimana sakitnya di perut jika setiap selalu kedatangan tamu."ucap Renata kesal.
"Emangnya aku harus coba gitu,gue ini laki tulen keles."jawab Jonathan ngegas.
"Yang bilang Kak Jo bencong itu siapa,semua orang tahu Kak Jo laki-laki,lihat badannya atletis sekali, perutnya sixpack dan dadanya bidang plus 2 tato itu."kata Renata ngegas.
"Gila banget,gak usah bahas gituan lagi."kata Jonathan malas padahal dia duluan bahas yang aneh sekali.
"Gak jelas nih orang."batin Renata.
🍁🍁🍁🍁
Malam hari Aldo dan Argi tidak terlalu banyak bicara dengan Alan,sudah lelah mereka berdua dan sudah kecewa dengan saudaranya sendiri.
Alan dan Aldo adalah saudara kembar iya.hanya beda 8 menit saja.
Renata menatap wajah dari kedua omnya lalu menatap juga ke Alan.
Masalah keluarga yang paling Renata benci dari dulu,dia tahu pasti dirinya yang kena imbasnya nanti.
Tanpa sadar air mata mulai meleleh dan jatuh begitu saja di pipinya.
"Benci aku jadinya."batin Renata.
🍁🍁🍁🍁
Keesokan harinya badan Renata sudah sembuh dari demamnya dan sekarang dia lagi merapikan berkas di ruang rapat.
"Dek,nanti aku minta tolong iya."kata Sean pas datang ke ruangan rapat bersama Bobby.
"Minta tolong apa dulu."tanya Renata dengan polosnya dan masih merapikan berkas itu.
"Bini gue ngidam nah dan terus dia ingin ajak kamu jalan-jalan gitu,dia gak mau sama aku,maunya sama kamu gitu."jawab Sean santai dan Renata langsung mengerti dengan jawaban itu.
Jonathan melirik ke arah Sean dengan aneh.
"Berarti kamu gak di anggap sama anakmu hahaha."ledek Jonathan ke Sean.
"Kak Jo gak boleh gitu sama Kak Sean."tegur Renata marah.
Jonathan langsung terdiam dan Sean dan Bobby langsung tertawaan Jonathan karena habis di tegur oleh adeknya.
"Diam jangan tertawa."teriak Renata marah kepada Sean dan Bobby.
Sean dan Bobby berhenti ketawa karena mereka berdua juga di tegur oleh Renata.
__ADS_1
Selesai merapikan berkas waktunya Renata membawa berkas ke ruangan pemimpin lah tanpa menoleh ke Jonathan,Sean dan Bobby.
Sungguh nih gadis berani sekali iya sama pria yang berwatak dingin apa karena ada girl power nya mungkin.
Renata meletakkan berkas itu atas meja kerja papanya.
"Sudah selesai kah adek."tanya Agung lembut dan Renata mengangguk saja.
Roy yang berdiri belakang bosnya melihat putri dari bosnya dengan wajah polosnya. Beda sekali dia dengan luar sana yang serius menampilkan wajah dinginnya.
Renata langsung menoleh ke Roy dengan wajah yang dingin dan Roy sudah terbiasa dengan itu.
Masalah takut atau tidak iya Roy gak peduli.
Trio macan alias Jonathan,Sean dan Bobby datang dan mengganggu Agung.
"Om Agung,lagi ngapain."tanya Sean iseng.
"Kalian pasti ganggu om kan."tebak Agung kepada ketiga pria ini.
"Gak Om,iya kan Jo."kata Sean berbohong dan Jonathan langsung menatap kesal ke Sean.
"Apaan sih kalian gak jelas banget."jawab Jonathan kesal padahal dia juga mau mengganggu papanya.
"Dek,mau kan tolong aku."ucap Sean tapi Renata langsung menolaknya.
"Adek tidak ada waktu."tolak Renata dingin.
"Emangnya kamu minta tolong ke anak saya itu apa,Sean Hadikusuma."tanya Agung serius.
"Itu om bini gue hamil tapi dia ngidam mau ajak adek jalan-jalan."jelas Sean.
"Adek,turuti saja apa yang Sean katakan,."ucap Agung lembut dan membujuk putrinya.
Renata tetap tak mau karena dia malas banget.
"Om, anaknya kok gitu sih."kata Bobby polos dan heran.
"Biarkan saja adek pergi jangan ganggu dia."jawab Agung pasrah.
Renata berjalan dan menangis di sepanjang kantor ini.
Menangis bukan karena di tekan tetapi dirinya belum terbiasa dengan geng Hitam Merah Jambu, jujur Renata sangat insecure sekali dengan kecantikan mereka berempat sedangkan dirinya hanya gadis biasa.
"Aku malu jika bersama geng hitam merah jambu, aku tak secantik mereka nah dan aku tidak semenarik mereka berempat."kata Renata sedih dan menangis, dirinya gak tahu jika ada Ezra di belakang nya.
"Jangan menangis dek,kamu cantik malahan dan cantikmu itu berasal dari hatimu yang tulus dan lembut."ucap Ezra pas melihat Renata sedang menangis.
Renata melihat ada Ezra kesini dan menunduk kepalanya ke bawah.
"Ren,kamu gak boleh gitu sama dirimu sendiri,kamu sangat cantik karena kecantikan kamu sangat berbeda sekali, wajah mu cantik karena di wariskan oleh nenek dan Tante Mona,jadi jangan bikin kamu takut dengan dirimu sendiri,semua wanita pasti cantik sekali tapi dengan pesona nya sendiri."jelas Ezra membuat Renata terdiam sejenak.
"Jangan insecure iya, Renata Hadikusuma... buktinya banyak orang yang menyukai mu Ren."kata Ezra serius dan lembut.
Air matanya terus mengalir dan Ezra langsung memeluk gadis itu dengan erat.
Ezra bahkan membiarkan Renata menangis di dalam pelukan nya.
"Adek malu dengan mereka,mereka lebih cantik daripada adek..."ucap Renata merasa dirinya rendah diri.
Kelemahan Renata adalah kurang percaya dengan dirinya sendiri dan insecure.
"Ren,kamu cantik apa adanya,kamu harus bersyukur karena dirimu sempurna dan istimewa, banyak orang yang merombak wajah nya demi mirip dengan mu tapi cuma kamu saja yang alami."kata Ezra membuat Renata terdiam karena apa yang di katakan oleh Ezra ada benarnya.
__ADS_1
"Adek harus bersyukur dengan diri adek sendiri."kata Renata tak percaya.
"Iya kamu harus bersyukur Ren,karena kamu itu adalah ciptaan Tuhan."jawab Ezra lembut.
Renata langsung melepaskan pelukannya dan menatap Ezra dengan serius.
"Apa itu nyata iya."kata Renata serius.
"Iya itu sangat nyata di dalam dirimu."jawab Ezra jujur.
Renata langsung menangis karena jawaban dari Ezra.
"Jangan menangis Ren,."ucap Ezra saat menghapus air matanya Renata dengan lembut.
Ini alasannya Renata tak pernah mau ke acara manapun karena dia terlalu insecure.
🍁🍁🍁🍁🍁
"Dek,mau kemana."tanya Agung ke Renata.
Renata mau pergi ke suatu tempat tapi dirinya malah ditanyai oleh papanya.
"Adek mau jalan-jalan boleh gak papa mama."ijin Renata ke orangtuanya.
"Dirumah saja dek,."jawab Mona serius dan Renata langsung sedih di wajahnya.
"Kenapa Pa Ma."tanya Renata sedih.
"Besok adek harus berangkat kerja lah."jawab Agung serius dan membenarkan kaca matanya.
Renata langsung balik ke kamarnya sambil menangis.
"Cengeng terus aku nih"batin Renata.
Renata masuk ke dalam kamarnya dan mengambil ponselnya di atas nakas lalu mengirim pesan ke Jun.
Renata:aku minta maaf karena orang tua aku gak diijinkan aku pergi.
My panda:gak papa Ren,aku lagi sama Danny,Jaden, David dan Kevin di rumah Danny.
Renata malas membalasnya dan meletakkan ponselnya diatas nakas. Nama kontaknya Jun adalah My Panda.
"Aku harus bagaimana nih."batin Renata marah dan kecewa.
🍁🍁🍁🍁
"Makasih iya sudah bujuk Renata tadi."ucap Sean ke Ezra.
"Iya sama-sama,"jawab Ezra santai.
"Gak jalan kah kita nih."kata Peter kepada Ezra, Sean dan Jonathan.
"Jalan kemana dulu."tanya Ezra serius.
"Kerumahnya Pak Agung lah."jawab Peter santai.
"Malas aku ketemu Pak Agung."balas Ezra malas.
"Ketemu anaknya lah tapi si Renata bukan Jonathan."kata Peter ngegas.
"Terus aku ini apa gila."kata Jonathan kesal.
"Angin sepoi-sepoi lah."ledek Ezra ke Jonathan.
__ADS_1
"Gak usah ketemu sama adek gue lagi,."ancam Jonathan dan ketiga sepupunya langsung takut.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁