
"Lan, bisakah kamu jaga Jonathan dulu,aku mau datangi si adek iya? sebentar saja."ucap Agung meminta tolong kepada adeknya usai mencuci tangannya di wastafel.
"Emang ada apa dengan adek."tanya Alan bingung.
"Aduh ceritanya panjang nih,kamu bisa tanya sama Jonathan saja iya."jawab Agung buru-buru ke IGD.
Tiba-tiba Renata dan Mona sudah muncul di hadapannya Alan dan Agung.
"Papa dan Papi lagi ngapain iya."tanya Renata polos dan kepalanya di perban akibat dari ulah wanita ular berbisa alias Irena.
Sekarang Renata harus memanggil Alan dengan sebutan Papi terus Aldo harus di panggil dengan ayah dan Argi harus di panggil dengan sebutan Daddy,itu bukan keinginan ketiga saudara dari ayahnya melainkan sang neneknya sendiri.
Di susul juga oleh Jun,Jun tadi bingung mencari ibu dan anak itu setelah di tinggalkan di IGD.
"Loh kok adek panggilnya papi sih,nanti anaknya marah lo sama adek."tanya Mona bingung. 2 saudara itu malah tertawa dengan pertanyaan dari Mona.
"Itu mama yang minta Kak Mona bukan aku yang minta."jawab Alan santai.
Mona juga tambah bingung kenapa suami dan adek iparnya sekarang lebih akur biasanya mereka berdua saling ribut dan selalu bikin masalah.
Renata dan Jun malah masuk duluan takutnya Jonathan ngamuk di tinggal sendiri.
.......
Ternyata David sudah tahu jika mami dan kakaknya tega kepada Renata,David sangat menyesal telah curhat kepada Irena, jujur dia sangat sedih jika Renata semakin benci dan bersikap dingin kepadanya di karena ulah mami dan kakaknya sendiri.
"Pantas saja dia dingin kepadaku,aku harus membuat dirinya bersikap hangat kepada ku lagi."batin David sangat kecewa sama tingkah dari Irena dan Rossa.
"Kak Jo, adek kangen banget tahu."kata Renata bete.
"Tapi gue gak kangen sama adek,gue kangennya sama Papa,Mama, Kakek, nenek dan Jun doang hahahaha."jawab Jonathan sebenarnya dirinya hanya bercanda saja.
"Kak Jo jahat sama adek."ucap Renata ngambek.
"Kangen lah sama adek,gimana dengan kepala adek."tanya Jonathan khawatir dengan kepala bocah perempuan yang ada di hadapan nya.
"Kepala adek baik' saja,Kak Jo. Tapi Tante gila sangat jahat sama adek, salah adek itu apa sih sama Tante gila itu."jawab Renata sedih.
"Seharusnya Om Patrick masukkan Tante Irena ke rumah sakit jiwa lah."balas Jun dengan mulutnya yang julid.
"Kamu benar sekali,kalo gue jadi Om Patrick iya gue masukin Tante sinting itu ke RSJ hahahaha."kata Jonathan setuju dengan balasan dari Jun.
Scott dan Azura sudah datang dan meminta maaf kepada Jonathan secara langsung.
"Jonathan maafkan kakek, gara-gara kakek kamu seperti ini,kamu tahu kakek selalu menangis terus jika teringat kamu terus,kakek minta maaf iya sama kamu."ucap Scott kepada Jonathan.
"Aku gak papa kek,justru karena ada kakek,mama dan adek selamat dari orang gila itu."jawab Jonathan lembut dan menyentuh tangan keriput dari Scott.
__ADS_1
"Maafkan nenek juga iya Jo,nenek sangat menyesal sekali kepadamu Jo."ucap Azura yang mengusap kepala Jonathan.
"Aku baik' saja nek,lihat aku masih bisa berbicara dengan nenek kan."jawab Jonathan lembut.
"Nenek dan kakek tidur 1 kamar kah."tanya Jonathan penasaran tetapi Mona langsung cubit lengan putranya.
"Jo,jaga mulut julidmu."marah Mona kepada putranya dan Jonathan meringis karena habis di cubit ibunya.
"Aku kan cuma tanya doang,Mama?coba kalo adek yang tanya apa mama cubit kah lengannya adek."kata Jonathan kesal banget.
"Iya mama cubit juga lengan adekmu kalo adekmu bertanya seperti itu."jawab Mona kesal.
"Nenek dan kakek tadi malam tidur 1 kamar kah."tanya Renata polos dan lugu,justru lengan Renata dapat cubitan dari Mona.
"Mama,lengan adek sakit."teriak Renata sambil mengelus lengannya yang habis dicubit.
"Ini juga adek malah bertanya seperti itu,sama saja adek dan kakakmu itu sama-sama nakal."kata Agung yang membela istrinya.
"Adek kan cuma tanya saja,sama kayak Kak Jo."balas Renata kesal.
"Gak boleh adek,adek masih kecil."jawab Mona kesal sama kedua anaknya.
"Adek bukan anak kecil apalagi anak bayi."marah Renata dan memalingkan wajahnya ke tembok.
"Ngambek nih iye,gak malu apa ada cowoknya disitu."ledek Alan kepada keponakannya.
Ledekan dari Alan itu membuat semuanya orang ketawa kecuali Renata dan Jun.
"Itu gara-gara Tante gila itu,dia bentur kepala adek gara-gara putranya."jawab Renata sedih,Azura tahu apa yang di maksud oleh Renata walaupun dirinya tak menyebutkan wanita paruh baya itu.
"Gung,kasih tahu ke Patrick supaya istrinya gak ganggu anakmu lagi,kamu gak kasihan apa sama anakmu sendiri."pesan Scott sudah tidak toleransi lagi kepada Keluarga Jumantara.
"Sudah ku kasih tahu."jawab Agung dingin.
"Kalo perlu suruh Patrick masukkan istrinya ke rumah sakit jiwa lah,Kak Agung."kata Alan yang mendukung kakaknya.
"Emangnya dia gila iya kah,Lan."tanya Agung ke Alan.
"Kak Agung gak tahu kah,jika Irena dulunya pernah masuk rumah sakit jiwa bahkan itu si Tika yang memberitahu aku dan Laura dimasa lalu jika kakaknya dulu pernah gila karena mantan kekasihnya yang dulu menyiksa dia bahkan Patrick gak tahu jika istrinya dulunya pernah gila dan masuk rumah sakit jiwa,makanya istrinya lebih gila daripada orang gila di luar sana."jawab Alan santai.
"Pantas dia gila ternyata dia sendiri ternyata mantan pasien di rumah sakit jiwa."balas Jonathan baru tahu jika Irena emang gila.
"Tapi anaknya gila gak."tanya Mona penasaran.
"Tanya sama putrimu,Kak Mona."jawab Alan tunjuk ke arah Renata.
"Iya gila sih, apalagi anaknya yang sok cantik dan sok hebat itu siapa sih namanya yang pernah jambak rambut adek bahkan dia juga menampar wajahnya adek,terus anak cewek yang pertama itu juga genit dan centil bikin adek pingin muntah di depan orangnya langsung waktu dia dan saudara ceweknya godai Kak Jo dulu, jijik adek lihatnya dimana harga dirinya sebagai perempuan sudah hilang di telan bumi lagi-lagi adek tak perlu tahu siapa namanya karena gak penting banget bagi adek,terus si David dia suka ganggu adek waktu SMP, benar-benar bikin kesal,dia tahu kalo adek di ganggu kakak kelas dulu tapi teganya dia gak mau bantu alasannya papinya sudah jemputin dia, setidaknya menolong adek kah waktu SMP dulu, sakit hatiku gara-gara dia, waktu dia sapa adek sehari kejadian itu iya adek sebenarnya malas sapa dia cuma dia terlalu kepedean sama adek tapi iya mau tak mau terpaksa adek balas sapaannya dia seakan-akan dia melupakan kejadian itu waktu itu hari dimana Kak Maya meninggal dunia, parahnya lagi dia marah-marah ke adek gara-gara adek menolak untuk pergi ke acara ulangtahun dia padahal waktu itu ada acara 100 harinya Kak Maya,adek kan sibuk sama acara 100 hari lebih penting daripada acara dia,dia marah dan maki-maki adek bilangnya ini lah itu lah,tambah sakit hatinya adek,sampai lulusan SMP adek gak mau teguran sama dia walaupun dia minta maaf ke adek tapi sudah terlanjur sakit hati kayak apa ai,kalo adek cowoknya sifatnya adek kurang tahu sifatnya soalnya adek gak akrab dia, semuanya pada gila keturunannya."cerita Renata sambil menangis dan lagi-lagi Jonathan sedih lagi karena mengingat Maya lagi.
__ADS_1
Jun yang mendengar cerita dari Renata itu langsung marah tapi ditahan karena ada keluarganya Renata disini dan ingin sekali menghajar wajah sahabatnya sendiri karena tega kepada gadis yang berparas dingin dan cantik.
Jika dia 1 SMP dengan Renata mungkin dia bisa bantu Renata tapi sayangnya Renata dan dia bukan 1 SMP dulunya.
"Anak perempuannya juga gila sama maminya,gak lama nanti cucunya yang gila."kata Alan kesal.
"Oh yang waktu itu kan adek dan dia bantu si Rani melahirkan di depan sekolah adek kok masih akrab kah atau gimana."tanya Jonathan bingung.
"Hanya kebetulan dia lewat pas Kak Rani melahirkan anaknya."jawab Renata kesal.
"Iya sudah gue sendiri juga mau muntah waktu si Sandra dan Rossa godai gue,ada kah model cewek murahan kayak mereka berdua itu yang merendahkan harga dirinya sendiri."kata Jonathan juga jijik melihat kedua putri dari Keluarga Jumantara yang pernah menggodanya waktu acara ulangtahun pernikahannya Irena dan Patrick
"Kalo ada mama disitu iya,mama langsung cubit mereka berdua?iya kan mamaku yang cantik jelita."kata Jonathan berharap mamanya langsung tegur gadis yang pernah godai dirinya.
"Iya,gak sopan banget godai putra mama yang ganteng ini."jawab Mona kesal dengan kedua putri dari Keluarga Jumantara.
"Mama lebih suka sama Jun daripada David,karena dia sabar menghadapi sikapnya adek."ucap Mona yang sudah merestui hubungan putrinya dengan Jun.
Jun yang mendengar ucapan dari Mona benar-benar terkejut tetapi dirinya juga bersyukur Mona juga menyukai dirinya.
"Om juga senang sama kamu nak, apalagi Daddy mu juga teman sekelas,kamu tahu gak nak."kata Agung kepada Jun.
Ternyata Jun, Jonathan dan Renata baru tahu jika Michael dan Agung dulunya bersahabat di masa lalu.
Tiba-tiba Marian datang dan mencari Renata.
"Renata Hadikusuma."panggil Marian dengan wajah yang kalut.
Semuanya pada tertuju ke arah Marian sedangkan Renata bingung dengan raut wajahnya Marian.
"Ada apa."tanya Renata serius.
"Kamu masih ingat gak sama kakak yang pernah melahirkan di depan sekolah kita waktu SMP,itu tadi kakak itu tiba-tiba mau melahirkan tapi aku gak tahu siapa nama suaminya, makanya aku tanya kamu lah mungkin saja kamu masih ingat sama kakak itu."cerita Marian kepada Renata.
Renata langsung teringat Rani lagi tetapi Renata teringat kembali apakah nasibnya Rani seperti ibunya waktu melahirkan dirinya ketika usia di perut ibunya 7 bulan.
"Orang itu dimana sekarang."tanya Jonathan kepada Marian bukan Renata yang tanya.
"Di ruang darurat,Kak Jonathan."jawab Marian sopan.
"Dek, ikut dia sekarang."kata Jonathan lembut.
"Baiklah adek kesana sekarang."jawab Renata lembut.
"Mama boleh ikut kah,adek."kata Mona ke Renata. Renata cuma diam dan mengangguk setuju.
"Nenek boleh ikut gak,adek."ujar Azura ke Renata namun sayangnya Renata sudah jalan sama Marian.
__ADS_1
"Kita pergi sama-sama,mama."ucap Mona dan Azura mengangguk setuju.
Sedangkan bubuhan pria hanya diam saja di ruangan ini.