Ada Apa

Ada Apa
142


__ADS_3

Hampir 1 jam lamanya mereka berdua sampai jujur baru kali ini Renata dan Andin pergi ke tempat yang suasana nya sangat angker sekali.


Mobil Renata terparkir lebih jauh dari mobil yang mereka ikuti,pemilik mobil itu pun keluar,iya ternyata pemilik mobil itu adalah Rossa, hal itu membuat Renata dan Andin terkejut.


Dengan pelan-pelan Renata dan Andin keluar dari mobil mengikuti Rossa dari belakang.


Rossa sudah sampai ditempat dukun, sang dukun setia menunggu Rossa dari tadi, Rossa masuk kedalam tempat dukun tersebut sedangkan Renata dan Andin diam-diam menguping apa yang di bicarakan oleh Rossa dan dukun tersebut,Renata juga diam-diam merekam suara mereka berdua di dalam.


Lamanya mereka berbicara didalam tempat itu, hati Renata sangat tertusuk mendengarnya ,kenapa Rossa sampai tega kepada dirinya,disantet,di bikin kesurupan tadi malam,di bikin batuk parah bahkan sampai muntah darah, sungguh Rossa jahat sekali kepada Renata.


"Kenapa dirinya tidak ikut casting jadi antagonis saja daripada kayak gini."batin Renata sambil menangis, dia menangis tanpa suara.


Andin disampingnya Renata langsung menenangkan gadis tersebut,jujur dia juga sakit hati kenapa wanita cantik ini sangat tega kepada sahabatnya.


Andin langsung membawa Renata bersembunyi karena ada bunyi pintu yang mau terbuka, benar saja Rossa keluar dari tempat dukun tersebut dan terimakasih kepada dukun.


"Terimakasih sudah membantu aku,jika kau mau sama Renata,ambil lah karena gadis itu masih perawan dan suci hahaha, cocok sekali dijadikan istri ke limamu."ucap Rossa sangat santai,jedar hati Renata benar-benar sakit karena lagi-lagi Rossa menghina dan berkata jahat kepada dirinya.


"Jarang sekali saya dapat yang original, hahaha, ok nanti saya akan mencarinya."jawab dukun dengan santai.


Rossa langsung pergi begitu saja karena takut diketahuan oleh Jonathan jika pria itu mengikuti nya padahal Jonathan tak ada disini sedangkan dukun tersebut masuk kedalam markasnya karena dia ketiban rejeki alias banyak duit dari Rossa.


Renata langsung pulang untuk merencanakan strategi yang dia bikin buat besok.


"Tunggu saja mainnya, aku akan menjadi peran antagonis disini."batin Renata mulai bikin rencana licik buat Rossa.


"Ayo kita pulang sekarang."ucap Renata ke Andin.


"Ok Ren."jawab Andin santai.

__ADS_1


Sampai di rumahnya Renata tak mampu berjalan bukan karena kakinya melainkan Mona berdiri sambil menunggu nya.


"Adek darimana,lama sekali acaranya."tanya Mona mulai marah.


Renata juga tak mampu melihat wajah ibunya kalo sudah marah besar,ingin jujur tapi gak kejutan lebih baik dia berbohong saja deh.


"Iya tadi acaranya lama, mama. Maklum sudah gak ngobrol bareng teman adek."jawab Renata sedang berbohong.


"Jangan bohong adek. Tadi Ezra temani Odelia ke rumahnya Marian, Ezra dan Odelia bilang mana ada Andin dan adek ke sana pasti adek pergi ke neraka itu kan , sama kayak kakakmu tuh."balas Mona sudah tahu putrinya berbohong.


"Tempat neraka itu apa sih mama, adek gak tahu lo."tanya Renata bingung dan tak terima di tuduh gak gak.


"Sudah gak usah sok polos jadi orang,jujur adek pergi ke mana tadi."kata Mona dengan tatapan marah di wajahnya.


"Mama sudah tua lebih baik mama oles wajah mama dengan krim malam di kamar sana daripada tuduh adek gak jelas."jawab Renata malas berdebat dengan mamanya dan tahu kebiasaan mamanya jika di jam segini sudah mengoles krim malam supaya awet muda lah.


"Anak bandel tapi kenapa mama gak gugurkan saja adek waktu adek didalam kandungan mama dulu biar Kak Jo jadi anak tunggal kesayangan papa mama."ucap Renata sangat emosi.


Mona yang tak terima dengan ucapan putrinya,Mona ingin menampar wajah ayu dan dingin milik Renata tapi di tahan oleh suaminya yang terus dengar perdebatan istri dan putrinya.


"Adek tidur sana sekarang."kata Agung tahu sebenarnya Renata bikin rencana licik buat Rossa karena Agung menyuruh Roy mengikuti Renata,Rossa dan Andin di tempat dukun makanya dia gak marah sama putrinya tapi dia marah besar dengan Rossa yang sangat tega dan jahat kepada putrinya.


Renata heran kenapa papanya gak marah bahkan menyuruhnya untuk tidur pula. Mona kesal kenapa suaminya membela putrinya.


Renata langsung ke kamarnya sedangkan Mona kesal sampai ke ubun-ubun.


"Ma, ke kamar sekarang, ada yang ingin papa sampaikan ke mama."ajak Agung ke istrinya tapi Mona marah ke suaminya malah padahal Mona sangat penasaran dengan suaminya ini.


Di kamar Renata merencanakan sesuatu yang lebih gila lagi daripada ide dari Laura yang mengumumkan perceraian nya.

__ADS_1


"Aku gak akan bikin kamu tenang. Tunggu iya besok."batin Renata sambil memegang boneka.


Mona baru mengerti jika Renata sengaja berbohong karena mau rencana jahat ke Rossa dan merasa bersalah kepada putrinya yang menuduh pergi ke club malam.


"Mama tahu tadi Jo cerita ke papa kalo adek muntah darah di kantor itu karena ulah dari Rossa,kalo mama melihat nya secara langsung mungkin mama langsung pingsan ditempat tapi sayang nya papa tidak melihat nya secara langsung paling papa yang pingsan disitu. Jo dan Peter juga melihat nya secara langsung,jadi merinding papa mendengar nya."cerita Agung sambil melihat istrinya yang sedang mengoles krim malam.


"Mama sangat benci sama Rossa, mama ogah punya menantu macam dia, tak sudi pokoknya."jawab Mona kesal.


"Papa juga tak sudi punya menantu kayak dia terus juga Jo bakal muntah darah punya istri modelan kayak dia."balas Agung.


Pagi ini Renata sedang bermain ponsel padahal didepannya sudah ada makanan pula di atas meja.


"Heh sudah pang main ponselnya, makan sudah kalo gak aku ambil ponselmu."ucap Ezra marah.


Renata langsung melihat Ezra dengan tatapan marahnya dan berkata seperti biasa,"Kak Ezra jelek."kata Renata kesal dan langsung memasuki ponsel nya ke dalam tasnya.


"Apa ini ribut² di pagi hari ini."tanya Mona heran sama Ezra dan Renata.


Jonathan dan Agung cuma diam saja bahkan tidak berkomentar apapun.


"Kak Ezra nakal,mama. Kenapa sih Kak Ezra tinggal disini nanti kan Ayah dan Bunda nya cariin dia."tanya Renata kesal terus.


"Aku kan sudah gede ngapain ayah dan bunda cariin aku, gak kayak Renata yang sering dicariin sama papa mamanya terus kakaknya juga dicariin terus sama papanya kalo ke club malam,tadi malam saja Renata sama Andin gak ada tuh di acara ulang tahunnya Marian,kemana lo tadi malam."jawab Ezra benar-benar tanpa rem kalo ngomong nya.


Renata langsung terdiam,dia takut rencana nya yang dia bikin tadi malam itu gagal total.


"Ezra Hadikusuma lebih baik kamu diam saja, lanjut sarapan mu dan adek juga cepat sarapan sekarang."tegur Agung muak dengar perdebatan Ezra dan Renata.


Hanya Jonathan yang tidak membuka mulutnya saat ini biasanya dirinya yang sering buka mulut jika ada yang ribut.

__ADS_1


__ADS_2