
Renata sedang menulis sesuatu di meja belajarnya sedangkan keluarga nya belum pulang.
2 hari ini Marian dan Belinda tidak menginap dan Renata hanya sendiri dirumah.
Di siang hari Renata pergi ke ziarah makam neneknya didekat makam tantenya.
Sambil menangis dan menaburkan bunga diatas batu nisan sang nenek meskipun dirinya alergi bunga.
"Nenek,adek rindu dengan nenek"Isak tangis Renata pecah.
Flashback.
Tepat di hari ulang tahun yang ke 12 tahun,hati Renata hancur karena sang nenek meninggal dunia karena penyakit kanker getah bening stadium 3.
Renata tak sanggup melihat penderitaan dari sang nenek.
"Nenek"isak Renata sambil memegang tangan sang nenek.
"Adek,ayo kita pergi dan ini mayat nenekmu mau di kasih formalin dulu?nak"ucap Agung sambil menarik tangan putrinya.
"Gak mau"tolak Renata mentah-mentah.
"Adek masih kecil nah"kata Agung sabar.
"Adek,kita tunggu diluar yuk"bujuk Mona lembut.
Mau tak mau Renata keluar dari ruangan jenazah karena neneknya mau di kasih formalin.
Flashback end
Dulu Renata adalah gadis yang ceria tetapi semenjak neneknya meninggal dunia jadi sifat cerianya berubah menjadi sikap yang dingin.
Setiap kenangan selalu dia ingat di pikirannya saat ini.
Renata selalu datang ke makam neneknya ketika dia pulang sekolah dan mengeluarkan isi hatinya yaitu curahan hatinya.
Di situ juga ada Jonathan yang datang dari Bandung hanya ingin berziarah ke makam Maya dan Neneknya tapi dia malah bertemu dengan adeknya.
"Kak Jo,sudah pulang"tanya Renata kaget dan menghapus air matanya dengan kasar.
"Iya"jawab Jonathan singkat dan menaruh bunga diatas batu nisan neneknya.
"Nenek,aku kangen sama nenek.semoga nenek tenang di surga"ucap Jonathan sambil memegang batu nisan.
"Kak Jo,gak ke makam Kak Maya kah"tanya Renata dingin.
"Sudah dan adek gak usah sebut nama dia di hadapanku lagi"ujar Jonathan tak kalah dingin dengan adeknya.
Renata tak melanjutkan pembicaraan dengan Jonathan karena kakaknya tak pernah mau dengar cerita yang tak penting baginya.
Jonathan tak mau membawa adeknya pulang sama-sama karena dia mau menginap di apartemennya.
Tinggal Renata sendiri di kuburan dengan air mata yang jatuh dipipinya.
5 tahun sang nenek meninggal dunia tak ada lagi dia mencurahkan isi hatinya kepada sang nenek karena Renata tidak mempunyai saudara perempuan atau sepupu perempuan.
Jonathan balik lagi ke kuburan karena ada adeknya disitu.
"Dek, ayo kita pulang sama-sama"ajak Jonathan.
__ADS_1
Renata memeluk kakaknya dengan erat sambil menangis. Jonathan hanya membalas pelukan dari adeknya.
"Sudah Adek jangan menangis"ucap Jonathan sambil mengelus punggung adeknya.
"Kak Jo,adek takut tinggal sendirian,Mama belum pulang dari kota Paris sedangkan Papa belum pulang juga dari Kota Shanghai"aduh Renata masih menangis.
"Kenapa adek tidak ke rumah kakek atau ke rumah Ezra,Sean dan Peter"tanya Jonathan.
"Adek maunya Kak Jo yang pulang"jawab Renata.
"Dek, kakak harus kerja juga demi masa depan dek dan adek juga sudah 17 tahun kan masa masih takut sendirian sih"ucap Jonathan.
Renata melepaskan pelukannya dan menatap tajam ke Jonathan.
"Adek mau pulang karena mata adek sudah mengantuk"kata Renata dengan lesu.
Tanpa banyak bicara Jonathan membawa adeknya pulang ke apartemennya yang belum dia pakai sejak 3 tahun yang lalu.
"Tidur di kamar ini saja? Ren"ucap Jonathan dingin.
Renata langsung baring di ranjang tanpa mempedulikan ada Jonathan disitu sambil bermain game di ponselnya.
Kesal diabaikan oleh adeknya, Jonathan memilih keluar dari kamar itu dan bergegas ke kamarnya.
Sejujurnya dia belum bisa menjual apartemen ini karena banyak kenangannya tapi gak tahu apa kenangan tersebut.
"Maya"batin Jonathan.
Hanya satu nama yang mampu membuat dirinya tergila-gila sekarang cuma tinggal kenangan saja.
Ara sedang bermanja ria dengan Peter tapi Peter sangat risih melihat tingkah dari Ara.
"Kenapa sih kalo sama calon tunangan kok kamu marah denganku sedangkan sama Renata kamu malah lembut dengannya"marah Ara tak terima di tegur.
"Ara, Renata itu adek sepupu aku dan aku sudah menganggapnya dia seperti adekku sendiri"ujar Peter.
"Iya Ara tahu tapi bisakah kamu lembut dengan aku"ucap Ara dengan manja.
Peter malas meladeni sikap dari Ara dan dia masih memikirkan nasib dari Rani dan kedua anaknya.
"Gila nih bocah manjanya bukan main"batin Peter kesal.
"Kak Jo,adek minta uang."rengek Renata manja.
"Buat apa Adek"tanya Jonathan dengan tatapan matanya yang tajam.
"Buat beli pembalut,adek lupa beli pembalut pas mau pulang tadi"ujar Renata dengan santainya.
"Kenapa adek gak bilang daritadi"ucap Jonathan ngegas dan mengeluarkan isi dompetnya.
"Nih uangnya dan habiskan semuanya"ucap Jonathan.
"Makasih Kak Jo"kata Renata senang dan memeluk kakaknya hingga Jonathan sesak nafas.
"Sudah adek,nanti aku sesak nafas loh"ucap Jonathan sambil melepaskan tubuh adeknya di badannya.
"Pergi beli sana nanti bocor loh itumu."ucap Jonathan.
"Baiklah adek pergi dulu"pamit Renata.
__ADS_1
"Punya adek super laknat tapi manjanya bukan main"batin Jonathan.
Renata sedang menunggu pintu lift terbuka sambil membawa belanjaannya.
Pintu lift terbuka dan Renata masuk ke dalam lift,Renata memencet tombol lantai 35 karena itu adalah lantai paling eksklusif.
π\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=π
Malam hari
Renata bosan di apartemen kakaknya dan memilih pergi mencari udara segar di luar.
Lagi-lagi Renata ditinggal sendirian sama Jonathan gara-gara Jonathan pergi ke acara resmi milik teman bisnisnya.
"Aish di kunci lagi pintunya bagaimana aku mau pergi."kesal Renata.
Ternyata kunci apartemen di kunci oleh Jonathan sendiri. Astaga tega banget iya Jonathan.
Renata duduk di sofa sambil melamun gak jelas dan menunggu kakaknya pulang.
Di acara.
Jonathan sedang berbicara dengan Rudy sedangkan Lisa sedang bersama gengnya di acara tersebut.
"Gimana kabarmu hari ini."tanya Rudy kepada Jonathan.
"Aku baik-baik saja dan gimana kabarmu dan istrimu"tanya Jonathan sibuk dengan penampilannya.
"Aku baik-baik saja dan istriku sedang hamil 2 bulan."jawab Rudy santai.
"Selamat buat istrimu dan kamu akan menjadi ayah nanti."ucap Jonathan.
"Thanks Jo"kata Rudy dan pergi mencari istrinya.
Jonathan bergegas pergi ke bandara karena ayahnya hari ini mau pulang dari Kota Shanghai.
Di perjalanan Jonathan baru ingat kalo dia tadi itu mengunci apartemennya dari luar dan dia baru ingat di apartemen ada Renata.
"Adek pasti mengamuk ini"batin Jonathan lupa.
"Gue bujuk saja dia martabak manis pasti dia tergoda dengan martabat manis"batin Jonathan.
Di tempat lain.
Pasangan suami-istri mendapatkan informasi tentang wajah dari gadis itu.
"Jadi dia siapa."tanya pria tua ke asistennya.
"Dia itu seorang dokter tapi dia baru saja dinas disini kabarnya kedua orangtuanya sudah meninggal dunia."ucap asisten itu.
"Kamu selidiki lagi tentang gadis itu? sekarang."perintah pria itu.
Asisten itu pergi meninggalkan rumah bosnya dan menjalankan misinya sedangkan pria itu hanya memijit pelipisnya dan Istrinya sibuk membaca novel sambil minum teh di ruang keluarga.
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Siapa pasangan suami-istri itu iya.
Saya kembali lagi.
__ADS_1