
Kembali lagi ke sekarang.
Agung sudah pulang tapi belum juga ketemu batang hidung dari kedua anaknya apalagi Mona khawatir dengan putrinya.
"Sayang bagaimana kalo adek di culik."kata Mona khawatir.
"Yang culik dia juga pada takut dengan adek,jadi mama tenang dulu lah."ucap Agung.
"Emangnya aku bisa tenang apa, biasanya adek pulang sekolah selalu tepat waktu kok tapi kok hari ini adek tumben lama sekali sih."marah Mona dan Agung hanya diam saja karena takut.
"Mama dan Papa,adek pulang."ucap Renata baru pulang dari sekolah.
"Adek kok lama banget sih di sekolah, emangnya kakakmu itu gak jemput kamu apa."tanya Agung serius.
"Maaf aku lambat jemput adek karena aku lama tak bertemu dengan mertua ku dulu,."jawab Jonathan santai dan memilih ke kamarnya.
"Adek apa benar kamu bikin masalah lagi."tanya Agung marah.
"Iya tapi mereka bilang kalo adek tidurnya sama laki-laki tua, emangnya adek pernah pergi ke tempat aneh apa."jawab Renata jujur.
Agung dan Mona tahu jika putrinya emang gak pernah ke tempat hiburan malam apalagi Renata orangnya lebih suka di rumah.
Tapi hati Agung semakin sakit karena gak bisa jaga perasaan dari putrinya.
"Aku lagi-lagi bukan ayah yang baik buat kedua anakku."batin Agung.
Di benua yang berbeda ini ada seorang pria yang berusia 50an ini mencari seorang wanita mungkin usianya sama kayak anaknya.
"Sayang sudah aku menunggumu dari tadi."ucap Wanita itu dengan manja.
Wanita itu memakai lingerie seksi bahkan transparan hal itu membuat pria tua bangka itu tergoda.
"Aku kangen denganmu, bolehkah kita bermain bersama hingga pagi."goda pria itu.
Wanita itu membawa pria itu ke dalam apartemennya dan hanya mereka berdua saja yang tahu.
Renata tiba-tiba terbangun dari tidurnya karena mimpi buruk.
"Apa itu,kok mirip wanita angkuh dan Om itu."batin Renata.
Jam sudah menunjukkan pukul 04.30 pagi waktunya dia harus berangkat sekolah tapi dia harus mandi dulu.
Tidak seperti biasanya Jonathan lambat bangun, apa dia ada pikiran atau tidak.
"Jam berapa sih."kata Jonathan saat mencari ponselnya buat lihat jam.
"Apa sudah jam 05.30 pagi."batin Jonathan kaget dan langsung bangkit dari ranjangnya.
Saat mau bangkit dari ranjangnya tiba-tiba badannya Jonathan demam dan kepalanya pusing.
Mau tak mau dirinya harus berdiam diri dikamar.
"Sial."batin Jonathan kesal.
Sudah 1 jam Renata ada di kamar saatnya dia keluar dari kamarnya.
Namun bukan ke ruang makan melainkan ke kamarnya Jonathan.
Pintu tidak dikunci dan Renata masuk ke dalam.
"Kak Jo, bangun."teriak Renata.
"Apa adek."tanya Jonathan dengan suara orang yang sakit.
"Muka Kak Jo pucat sekali."kata Renata panik dan langsung memegang dahinya Jonathan.
"Astaga panas sekali,adek ke bawah iya dan tunggu disini jangan kemana mana dulu."lanjut Renata dengan penuh perhatian.
__ADS_1
Renata keluar dari kamarnya Jonathan dan Jonathan hanya menatap punggung dari adeknya.
Jonathan paling benci jika dirinya lagi sakit karena dia gak mau merepotkan orang lain termasuk adek dan kedua orangtuanya.
Renata paling sabar merawat dirinya jika dia sedang sakit dan gak pernah mengeluh.
"Mama,Kak Jo sakit."kata Renata memberitahu ke mamanya yang sedang menyiapkan makanan.
"Iya kah,iya sudah kamu sarapan dulu dan biar mama saja yang urus kakakmu."ucap Mona kembali lagi ke dapur hanya untuk membuat bubur.
"Dimana Jonathan Hadikusuma."tanya Agung baru saja datang dari lantai 2.
"Kak Jo sakit?Pa."jawab Renata polos.
"Apa dia sakit,iya sudah biar papa saja yang ke kantor."balas Agung kaget.
"Papa lebih baik sarapan saja biar Mama yang urus Jonathan."teriak Mona dari dapur.
"Adek ayo sarapan sekarang."perintah Agung tapi Renata sudah duluan sarapan.
Renata tak menjawab malahan asyik makan.
Di sekolah Renata dan Mona sudah sampai di ruangan kepala sekolah.
Jonathan sudah gede jadi memilih istirahat dirumah saja hehehe.
"Kalo begitu saya minta maaf atas sikap dan kelakuan putri saya, Kepala Sekolah."maaf Mona.
"Iya terima maafnya tetapi Renata Hadikusuma ini sebentar lagi mau ujian nasional jadi saya harapkan Renata belajar lebih giat lagi."kata Kepala Sekolah serius.
"Baik Kepala Sekolah."jawab Renata sopan.
"Saya dan putri saya pamit dulu kepala sekolah."pamit Mona saat membawa putrinya pulang ke rumah.
Mona sengaja datang di jam pulang sekolah karena hari ini dia gak ada jadwal syuting.
Di rumah hanya Jonathan seorang diri karena papanya lagi di kantor dan mamanya lagi ada urusan di sekolah adeknya karena bikin masalah.
Bukan berarti dirinya malas melainkan dia lagi sibuk dengan berkas di kamar.
Bukan fokus ke berkas melainkan ada foto USG anaknya yang terselip di berkas.
Foto USG itu adalah anaknya dengan Maya,dia selalu menyimpannya karena dia juga merindukan putrinya.
"Gimana kabarmu nak, apa kamu bahagia sama mami di surga."batin Jonathan tanpa sadar air mata jatuh dipipinya.
"Papi kangen sama kamu nak,kalo kamu hidup sudah menjadi seorang gadis yang cantik seperti mamimu,tantemu dan omamu nak."batin Jonathan.
Tanpa dia sadari Sean dan Ezra diam-diam melihat Jonathan sedang menatap foto USG anaknya dulu.
Mereka berdua emang suka masuk tanpa ijin sama pemilik rumah bahkan mereka berdua juga pernah dimarahi oleh Agung om mereka sendiri.
"Kak Sean dan Kak Ezra lagi ngapain tuh."kata Renata sengaja kagetkan 2 pria dewasa itu.
Sean dan Ezra kaget ada Renata datang lengkap dengan baju seragam sekolahnya.
"Eh bocah ngapain loe kageti gue."ucap Sean gak santai dan ngegas.
"Kak Sean ngapain juga kesini tanpa ijin pula."sindir Renata membuat mereka berdua malu.
Jonathan awalnya sedang sedih malah mendengar kegaduhan di luar kamar nya.
Emang sengaja dia menutup pintu dengan setengah karena dia malas memakai AC.
Jonathan bangkit dari ranjangnya dan keluar.
"Adek sudah pulang kah."tanya Jonathan bukan bertanya kepada Sean dan Ezra.
__ADS_1
"Adek sudah pulang Kak Jo,Kak Jo masih sakit kah."kata Renata polos.
"Gak kayak tadi pagi."jawab Jonathan malas.
"Mama mana,Dek."tanya Jonathan.
"Mama di bawah nonton TV."jawab Renata.
"Kemarin aku melihat kamu loh,Ren."kata Ezra membuat Renata bingung.
"Dimana."tanya Renata ketus.
"Di sekolah kamu lah."jawab Ezra.
Renata tak meresponnya dan memilih masuk ke kamarnya.
"Gitu deh kelakuan adekmu itu Jo,gak sopan sama yang lebih tua."protes Ezra kayak anak kecil.
"Kamu marahnya sama dia lah , emangnya aku ini Renata Hadikusuma apa."kata Jonathan kesal.
"Kamu sampaikan ke adekmu saja lah, orang itu adek kamu kok."ujar Ezra ngegas.
"Bocah labil."sambung Sean.
"Ngapain mereka berdua kesini."tanya Jonathan kesal.
"Iya ganggu adek kesayangan kamu lah."jawab Sean santainya.
"Gak usah ganggu dia,dia mau ujian kelulusan sekolah."jawab Jonathan.
"Emangnya umur Renata berapa."tanya Sean lupa dengan umur dari Renata.
"Mau 18 tahun."jawab Jonathan memilih ke lantai 1.
Sean baru sadar jika Renata sudah mau dewasa di kira mau remaja.
"Awet muda tuh bocah."batin Sean.
Agung sedang menelpon Alan tetapi Alan tidak mengangkat telpon darinya.
"Kemana tuh bocah,masa baru jadi kakek malah balik ke Inggris sih, emangnya dia sesibuk itu apa."batin Agung kesal.
Alan mendapatkan telpon dari Agung tetapi tidak menjawabnya malahan asyik apa lah.
"Loh kok gak diangkat telponnya."tanya Wanita manja itu kepada Alan.
"Malas aku sama kakakku super julid itu,sama kayak anaknya."jawab Alan malas.
Iya yang diapartemen itu adalah Alan dan selingkuhannya.
Wanita angkuh itu adalah selingkuhan Alan selama 7 tahun lamanya dan nama wanita itu adalah Salsa.
Jadi bukan pergi mengurusi kantor di Inggris melainkan dirinya ingin bertemu dengan selingkuhannya.
Laura gak tahu jika suaminya yang setia dengannya ini mempunyai kekasih gelap selama mereka berdua tinggal di Inggris 7 tahun belakangan,karena Laura jauh lebih polos daripada Renata bahkan dirinya gak curiga sama sekali karena Alan bilangnya ada masalah di kantor atau mau menemui para kliennya.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Sudah punya cucu malah asyik selingkuh.
Jadi pria tua bangka itu adalah Alan dan wanita angkuh yang pernah di lihati oleh Jonathan dan Renata itu adalah Salsa selingkuh dari Ala.
Jadi Salsa gak ada hubungannya dengan Agung.
Btw kenapa Agung mendadak telpon Alan iya.
Jadi mimpi si Renata iya itu adalah Alan dan Salsa.
__ADS_1