Ada Apa

Ada Apa
73


__ADS_3

🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


"Perpisahan ini sangat menyakitkan bahkan aku ingin mengenal mu lebih jauh lagi."Renata Hadikusuma.


"Sebenarnya aku ingin juga mengenal mu lebih jauh lagi tapi aku harus pamit pergi dulu ke tempat yang aku mau, perpisahan bukan keinginan aku iya."Jun Anggawira.


1 bulan kemudian setelah ujian nasional akhirnya semua murid pada lulus SMA.


Renata menjadi peringkat pertama di sekolah nya sedangkan Jun peringkat kedua dan David peringkat ketiga.


Renata cuma berharap jika kedua orangtuanya datang ke acara kelulusan dirinya.


"Mama papa jadikan besok pergi ke acara kelulusan adek."tanya Renata dengan wajah sendu.


"Papa akan usahakan pergi soalnya besok papa ada kedatangan tamu dari luar negeri."jawab Agung serius.


"Mama juga besok sibuk nak karena mama mau syuting iklan."sambung Mona lembut.


Raut wajah Renata berubah menjadi marah karena kedua orangtuanya lebih mementingkan pekerjaan daripada anaknya sendiri.


"Kerja terus sih jadi orang."batin Renata.


Renata langsung pergi ke kamarnya karena kecewa sekali.


Sudah kamar Renata mengunci pintu kamarnya dan lalu duduk di samping ranjang tidurnya sambil menangis.


"Kenapa papa mama tega sekali sih sama aku,gak peduli dengan perasaan aku apa dulu waktu Kak Jo lulus SMA bela-belain datang ke acara kelulusannya sedangkan aku gak."teriak Renata emosi dan menangis.


Kesal,marah dan kecewa menjadi 1 di jiwanya.


"Benci aku jadinya."teriak Renata emosi lagi.


Capek marah dan menangis mata Renata sudah mulai mengantuk dan tertidur pulas di ranjangnya.


🍁🍁🍁🍁


Renata duduk di tempat yang sudah di sediakan oleh pihak sekolah.


Acara kelulusan sudah dimulai tapi diawali dengan berdoa dulu. Setelah berdoa Kepala Sekolah memberikan salam pembuka.


Hati Renata kacau karena kedua orangtuanya tak datang karena sibuk kerja sedangkan kakaknya iya lagi di luar negeri karena ada perjalanan bisnis.


Air mata juga sudah jatuh dari bola matanya yang berwarna hazel ini. Pipi Renata basah karena menangis.


"Aku ingin orang tuaku datang itu saja yang aku mau."batin Renata.


Dipertengahan acara nama Renata dipanggil oleh kepala sekolah karena dia mendapatkan peringkat pertama dalam ujian nasional di sekolah nya.

__ADS_1


"Renata Hadikusuma silahkan untuk naik ke atas panggung."ucap Kepala Sekolah.


Renata berjalan ke depan dengan perasaannya yang kacau lalu naik ke atas panggung.


Renata naik ke podium di panggung tersebut lalu membuka suaranya.


"Terimakasih semuanya termasuk ketua yayasan,kepala sekolah, wakil kepala sekolah,tata usaha,para guru yang saya hormati dan teman-teman disini meskipun saya di jauhi oleh semuanya tapi saya tetap berterimakasih kepada kalian semuanya dan keluarga saya terutama papa mama dan kakak saya yang sudah mendukung saya selama 3 tahun di sekolah ini meskipun saya sering bikin masalah di sekolah,tanpa itu mungkin saya gak bisa begini kan guru BK yang sabar menghadapi saya selama 3 tahun ini,disini saya hanya singkat saja, seharusnya orangtua saya datang tapi sibuk kerja hati saya sangat sedih dan kecewa sekali bagaimana pun saya tetap hormati keputusan dari orang tua saya tapi tidak apa-apa saya berharap ini saya bisa belajar lebih baik lagi,saya bukan menjadi orang baik tapi saya ingin menjadi lebih baik daripada hari kemarin, untuk orang tua saya,saya sayang sekali karena orang tua saya adalah pahlawan yang sesungguhnya. Ibu saya adalah malaikat bagi anaknya karena ibu saya adalah surga telapak kaki ibu meskipun saya sering bikin ibu saya kecewa dan marah tapi saya tetap menyayangi dan menghormati ibu saya karena ibu saya sudah berjuang hamil 9 bulan 10 hari dan melahirkan saya diantara hidup dan matinya sedangkan ayah saya adalah cinta pertama bagi anak perempuannya karena ayah adalah orang pertama yang kenal dengan putrinya waktu saya baru lahir dan ayah saya pahlawan bagi saya karena ayah rela melakukan apa saja jika putrinya di sakiti oleh orang lain,saya selalu menghormati dan menghargai ayah saya karena tanpa ayah saya mungkin saya tak ada disini dan ayah saya sudah berjuang keras untuk membiayai sekolah buat kakak saya dan saya,saya sayang kepada orang tua,i love you my parents,itu saja saya sampai maaf jika salah kata saya minta maaf dan terimakasih."ucap Renata panjang lebar.


Semua murid,guru,ketua yayasan , kepala sekolah dan orang tua lainnya pada terharu dengan pidato yang Renata ucapkan.


Bahkan tanpa sadar air mata juga membanjiri pipi yang lain termasuk Odelia.


Odelia sedih karena orang tuanya sudah meninggal dunia karena kecelakaan bahkan hanya dia seorang diri ketika menghadiri acara kelulusan.


Tanpa sadar Mona dan Agung di balik pintu aula sekolah juga menetes air matanya karena ucapan dari sang putri nya.


Agung sengaja datang lebih lambat agar putrinya mendapatkan suprise dari dia dan Mona.


Sebenarnya Agung dan Mona tidak sibuk kerja melainkan sengaja bikin surprise ke putrinya karena ide gila dari Scott.


Agung dan Mona dengan pedenya masuk ke dalam aula dan menatap putrinya di atas panggung lalu tersenyum bangga ke putrinya.


Sontak semuanya pada kaget dan terkejut dengan kehadiran dari Agung dan Mona.


Renata kaget saat melihat ada kedua orangtuanya datang katanya sibuk kerja.


"Papa Mama."panggil Renata masih kaget karena keduanya benar-benar datang ke acara kelulusan nya.


Renata meninggalkan panggung lalu turun dari panggung dan duduk disamping kedua orangtuanya.


"Adek sudah melakukan yang terbaik."bisik Mona ketelinga Renata.


"Papa Mama sejak kapan ada disini bukannya Mama dan Papa sibuk kerja."tanya Renata serius.


"Iya Papa sama mamamu bikin kejutan buat adek, maaf iya kalo papa dan mamamu bohongi adek sebenarnya papa dan mama gak sibuk kerja kok."jawab Agung lembut sambil mengusap puncak kepalanya Renata.


"Kenapa mesti bohong ke adek, kesal deh."balas Renata bete.


"Jangan bete dong dek."kata Mona sambil menyelipkan anak rambut ke telinga putrinya yang berantakan.


Setelah selesai acara kelulusan sekolah Renata dan kedua orangtuanya foto bersama tapi tiba-tiba Jonathan datang dari bandara tanpa peduli dirinya lelah atau tidak.


"Kakak cepat pulang ya."tanya Renata ceria.


"Iya aku datang hanya untuk menghadiri kelulusan adek."jawab Jonathan dengan wajahnya yang lelah tapi tampan kan.


Jonathan ikut foto bersama dengan adek dan kedua orangtuanya,dulu dia pernah foto beginian ketika dia lulus SMA waktu itu Renata masih SD.

__ADS_1


Foto ini seperti foto keluarga bahagia bukan. Setelah selesai berfoto bersama kakak dan kedua orangtuanya,Renata meminta ijin sebentar ke kedua orangtuanya.


Setelah mendapat ijin Renata bergegas ke taman sekolah karena dia ada janjian dengan Jun meskipun dirinya abaikan foto bareng dengan David.


"Jun."panggil Renata saat Jun memunggunginya.


"Ada apa."tanya Jun langsung berbalik ke arah Renata.


"Ada apa kamu panggil aku."tanya Renata bingung dan suaranya juga biasa saja tidak dingin seperti biasa.


"Ada yang aku sampaikan ke kamu,mulai hari aku mau pergi ke luar negeri atas permintaan om ku dan kamu jangan bilang kesiapa termasuk David,Danny dan Jaden."ucap Jun serius membuat Renata kaget.


"Kamu mau pergi kemana dulu."tanya Renata serius.


"Aku ke Belanda, Ren tapi jangan bilang siapa-siapa."jawab Jun serius.


Air mata mulai menetes lagi di pipinya Renata, jujur dia kaget sekaligus sedih dan sakit hati.


"Ini surat buatmu tapi bacanya di rumah saja."kata Jun saat dirinya menyodorkan surat ke Renata.


Renata langsung menerima surat dari Jun dan menyimpannya di dalam kantong roknya.


Kedua manusia ini sedang menangis bahkan Jun juga di panggil oleh ayah dan ibunya yang sudah bersiap siap ke luar negeri.


"Jun, jangan pergi."teriak Renata tak terima dan menangis.


"Ren,ini jam penerbangan ku,aku minta maaf iya."jawab Jun dingin.


"Ijinkan aku memeluk mu sebentar saja."ucap Renata lembut dan Jun langsung mengkerut dahinya karena tak percaya.


Ada rasa aneh di benaknya Jun tapi Renata tidak mau menyerah.


Jun langsung memeluk Renata dengan hangat, jujur baru pertama kali dia memeluk Renata dengan sepenuh hati,bahkan Renata gak mau lepas dari peluknya.


"Pelukan ini sangat hangat selain pelukan papa,mama,kakak dan kakek."batin Renata.


Dengan cepat Jun langsung melepaskan pelukannya karena dirinya di panggil oleh Daddy nya.


"Ren,aku pergi dulu."pamit Jun.


Seakan tak rela pas pelukannya di lepas namun Renata mengerti karena Jun harus mengejar mimpi nya.


"Hati-hati dijalan."jawab Renata dengan wajahnya yang sendu.


Jun pergi lalu Renata juga pergi karena kedua orangtuanya menyuruh dirinya untuk pulang.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚

__ADS_1


Sejujurnya kurang sih perpisahan mereka karena Jun juga buru-buru ke Belanda.


Jujur saya mengetik ini menangis.


__ADS_2