
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Sejak kejadian di rumahnya Renata,David menangis dan menyesal karena telah membuat kegaduhan dengan sahabatnya.
"Gue benci dengan dia,dia merebut Renata dari aku"batin David.
Renata menangis sambil menunggu kakaknya yang belum pulang dari jam sore tadi, sejujurnya dia ingin cerita kepada kakaknya namun Jonathan belum juga pulang.
Jonathan pulang di jam 11 malam bukan ke tempat club malam melainkan ada masalah di kantor.
Dia melihat adeknya di ruang keluarga dengan mata yang sembab habis menangis.
"Adek lagi menunggu siapa."tanya Jonathan bingung dan duduk disampingnya Renata.
"Adek lagi tunggu kakak saja."jawab Renata jujur dan polos.
"Di jauh malam ini,adek menunggu aku. Dek,aku capek dan mau istirahat,adek istirahat saja besok aku temani adek dirumah saja."balas Jonathan lembut dan bangkit dari tempat duduknya.
Ada rasa kecewa di hatinya Renata namun Renata sadar jika Jonathan lelah karena menghabiskan waktunya di kantor.
"Adek tidur sudah,ini sudah malam adek,."kata Jonathan lembut.
Renata diam dan bangkit dari tempat duduk lalu pergi ke kamar.
Air mata jatuh lagi tanpa permisi,Renata menangis tapi tanpa suara. Banyak tekanan di hidupnya saat ini.
####.
Pagi hari Renata sedang sarapan pagi dan badannya masih demam tinggi dengan mukanya yang pucat dan tak bersemangat.
"Tadi malam salah satu karyawan ada yang berani mengambil uang dari kantor dan melakukan korupsi besar-besaran, jumlah uangnya hampir 500 juta yang diambil, maaf aku tadi malam pulang terlambat karena masalah itu."ucap Jonathan serius.
Agung menghentikan kegiatan makannya dan menatap wajah dari putranya yang lagi serius.
"Terimakasih sudah kasih tahu, nanti papa akan ekskusi karyawan itu,kamu harus ikut Jo untuk hari ini."kata Agung serius.
"Pa,adek gak ada teman di rumah pa,aku tak tega melihat adek sendirian dirumah dan adek juga lagi demam pa,aku tak bisa ikut,aku minta maaf."balas Jonathan tulus.
"Benar sayang yang Papa bilang itu kamu harus ikut ke kantor nak,biar papa tahu kejadian tadi malam kemarin,."ujar Mona lembut.
"Gak papa kalo kamu gak pergi ke kantor,kamu benar adek sangat takut sendirian dirumah, lebih baik temani adekmu saja,Jo, papa bisa tangani masalah di kantor sendiri."ucap Agung lembut.
Renata dari tadi hanya sibuk makan, jujur dia ingin memberitahu masalahnya saat ini.
.........
"Selamat siang adekku sayang."ucap Peter pas datang bersama Rafa,Gina dan Rani pastinya ke rumahnya Renata.
Jonathan menatap aneh ke Peter karena dirinya di sapa olehnya.
"Bibi."ucap Rafa dan Gina saat berlari ke arah Renata yang masih berdiri di depan pintu.
"Kenapa, kangen sama bibi iya,jangan peluk bibi iya,bibi lagi demam,bibi takut nya kalian ketular dari bibi."kata Renata sedih.
"Jadi peluk siapa,bibi."tanya Rafa polos.
"Sama paman saja iya, ganteng."jawab Jonathan dengan pede tapi Rafa menolak nya.
"Aku maunya sama bibi Ata saja."tolak Rafa.
"Rafa,kamu gak boleh sama pamanmu, bibi Ata lagi sakit sayang."tegur Rani dengan lembut.
"Paman Jo,adek boleh peluk soalnya bibi Ata lagi sakit."ucap Gina dan Jonathan langsung memeluk bocah gadis yang berusia 3 tahun lalu menggendong seperti anaknya sendiri.
"Kamu berat banget adek."ledek Jonathan.
"Adek gak berat iya,ayah,Paman Ezra,Paman Sean dan bibi Ara(Clara bukan Ara Hanendra) gak ada bilang berat ke adek."protes Regina polos membuat semua orang tertawa.
"Renata,tadi malam aku ngechat kamu tapi gak dibalas sih,apa dengan masalah mu kemarin,katanya Odelia kemarin kamu pingsan karena David dan Jun kemarin berkelahi di depan gerbang rumah mu."tanya Peter serius.
"Kemarin mereka berkelahi karena adek, parahnya lagi mereka berdua berkelahi di depan papaku."jawab Renata sedih dan air mata sudah mulai berkaca-kaca.
"Parah banget mereka berdua,adek gak papa kemarin."kata Peter lembut dan Renata hanya mengangguk saja.
"Aduh gak tega melihat adek lagi menangis,kamu jadi ikutan menangis juga."ucap Peter mulai menangis karena Renata.
"Dasar cengeng lo,udah tua tapi kelakuan anak kecil."ledek Jonathan ke Peter.
"Kamu nih suka banget ngolok aku cengeng."protes Peter tak terima.
"Emang kenyataan kayak gitu ye wlek.,aku undang dulu iya Ezra dan Sean sekarang."ujar Jonathan santai dan mengirim pesan ke Ezra dan Sean.
"Yang,kamu gak malu apa sama anakmu sendiri,lihat ayahnya sedang menangis."ledek Rani ke suaminya.
"Tuh gue dukung kamu ledek suamimu sendiri."sambung Jonathan panas' panasin suasana di antara pasangan suami-istri.
"Gak bini gak sepupu, laknat tapi aku sayang sama bini aku gak sama Jonathan."ucap Peter manja ke ibu hamil yang mau menginjak 6 bulan kehamilannya.
__ADS_1
"Btw tuh anakmu jenis kelamin apa weh."tanya Jonathan kepo pas melihat perut buncit dari Rani.
"Perempuan,gue sudah dapat namanya."jawab Peter santai.
"Boleh tahu gak siapa nama anakmu."tanya Jonathan dengan kepo banget.
"Rahasia, nanti tunggu dia melahirkan baru kamu tahu siapa nama gue."jawab Peter bete.
"Dasar pelit jadi bocah."balas Jonathan bete.
30 menit kemudian,Ezra dan Odelia datang kerumahnya Renata.
"Cie ada yang lagi pacaran nih yei."goda Jonathan ke Ezra dan Odelia.
"Lia, jangan dengar suara dari julidnya itu.iya sayang."pesan Ezra ke Odelia.
"Iya Kak."jawab Odelia lembut.
"Ren,ini ada surat dari Michelle, kemarin aku mau ajak kamu pergi tapi kamu lagi dirumah."ucap Odelia lembut dan memberikan surat ke Renata.
Renata hanya diam dan membuka surat tanpa bertanya dulu tapi dia pergi ke kamarnya dulu soalnya dia gak suka membaca surat didepan orang lain.
Setelah di kamarnya Renata langsung membacanya dengan serius.
Untuk Renata Hadikusuma.
Hai Gimana kabarmu cantik,pasti kamu bahagia selalu. Begitu aku.
Aku minta maaf karena telah menuduh dan menampar wajah mu didepan kakakmu, jujur sebenarnya aku lebih iri dengan kamu karena kamu mempunyai seorang kakak yang baik dan perhatian kepadamu sedangkan aku gak ada yang perhatian kepadaku, kakakmu sangat jahat ke aku dan aku juga iri dengan mu karena orang tuamu pasti sayang banget sama kamu ,aku apa orang tuaku sering bertengkar dan adu mulut yang tak penting di telinga aku.
Semoga kamu bahagia selalu tanpa ada aku,aku hanya gadis yang tidak baik,aku harap kamu bisa jaga Jun dengan baik,karena aku tahu Jun lebih menyukai kamu daripada aku, walaupun aku pernah jahat sama dia,aku bahkan tega selingkuh darinya.
Dari Michelle Herlanda.
Renata membacanya sampai menangis,dia bingung kenapa Michelle menulis surat ini kepadanya,dia ingin membuka chat grup di kelasnya.
Betapa terkejutnya dirinya baru tahu jika Michelle bunuh diri karena orang tuanya mau bercerai.
Renata menangis sejadi jadinya karena menyesal dengan Michelle di sekolah dulu.
Tak hanya Michelle, Renata juga teringat dengan David dan Jun kemarin.
"Maafkan aku tapi aku gak mau kalian bermusuhan."batin Renata.
........
"Adek disini Kak."ucap Renata lesu.
"Gak siap-siap kah,nanti malam loh berangkat ke sana."ujar Ezra serius dan Renata baru ingat jika Ezra mengajaknya ke kota Palembang.
"Maafkan adek Kak,badan adek lagi demam,adek minta maaf iya."maaf Renata dengan menyesal.
"Kamu istirahat saja,aku tetap pergi walaupun seorang diri."jawab Ezra lembut.
"Aku kok gak ajak sih,kan aku juga adeknya kamu, Ezra."rengek Jonathan.
"Gue cuma ajak Renata doang."kata Ezra kesal.
"Dasar pelit lo."balas Jonathan bete.
Rafa menatap wajah dari Renata yang pucat pasi kemudian dia berjalan ke arah dapur.
Di dapur ada Mona yang sibuk dengan pekerjaan dapur bersama Rani dan Odelia,Mona sudah pulang dari syutingnya.
"Nenek,ada air putih tidak."tanya Rafa sopan dan polos.
"Eh ada Rafa disini,oh iya nenek ada air putih, emangnya Rafa lagi haus iya."tanya Mona lembut.
"Aku tidak haus tapi aku kasihan sama bibi Ata, bibi Ata lagi sakit dan mukanya putih sekali nenek,bibi Ata pasti haus sekali."jawab Rafa sopan.
Mona terkagum dengan kepedulian dari Rafa ke Renata,lalu dirinya tersenyum bangga kepada Rafael.
"Rafael, orangnya peduli tante,siapa saja tanpa peduli dia itu siapa, sering kali Peter selalu memuji Rafa,aku sangat bangga dengan Rafa Tante."ucap Rani lembut.
"Itu semua didikan dari kamu,kamu hebat mendidik mereka berdua dengan baik."puji Mona lembut.
Mona mengambil gelas dan mengisi air putih ke dalam gelas,Mona memberikan gelas ke Rafa dengan hati-hati, Rafa membawa gelas itu dengan pelan dan hati-hati.
Gina sibuk bermain boneka dengan Ezra di keluarga. Scott juga hadir di ruang keluarga.
"Kakek, kesini iya,aku kangen sama kakek."ucap Jonathan senang.
"Kakek kesini juga kangen sama cucu-cucu kakek dan cicit buyut juga."kata Scott lembut lalu menatap wajah polos dari Regina.
Renata hanya diam saja tanpa banyak bicara,duduk disampingnya Jonathan yang sibuk mengoceh dengan Kakeknya.
"Sudah pang ngocehnya,aku juga mau ngoceh sama kakek."kata Sean kesal.
__ADS_1
"Ngoceh sana sekarang."jawab Jonathan santai.
"Kakek,anak gue cowok kek, ganteng kayak Daddynya hehe."ucap Sean manja ke Scott.
"Rafa ada temannya nih, hehehe."jawab Scott.
Renata membuka suaranya dan berpindah ke tempat duduk yang ada Scott dan Sean.
"Cucu kakek yang cantik ini,kenapa adek."tanya Scott lembut.
"Adek kangen sama kakek."jawab Renata sedih.
"Kangen kok wajah adek sedih sih,ada apa dengan adek."tanya Scott bingung.
"Adek gak papa kek."jawab Renata bohong padahal dirinya tidak baik baik saja.
Rafa membawa gelas untuk Renata, Renata bingung kenapa Rafa membawa gelas untuk dirinya.
"Rafa,ini buat siapa nak."tanya Scott.
"Ini buat bibi Ata,buyut,bibi Ata lagi sakit nanti aku bawakan minum buat buyut iya."jawab Rafa sopan dan menaruh gelas di atas meja.
Semuanya pada terkagum dengan kepedulian dari Rafa, termasuk Renata sendiri kecuali Peter.
"Buyut bangga kepadamu nak,."puji Scott saat mengacak puncak kepalanya Rafa.
Renata tiba-tiba memeluk Rafa seperti anaknya sendiri ralat keponakannya.
Rafa sangat senang jika dipeluk oleh Renata,dia tak pernah mau di peluk oleh siapapun kecuali bunda,ayah,kembarnya,kakek neneknya dan buyut sedangkan Ezra, Jonathan,Sean dan Clara tidak mau di peluk.
"Aku senang deh kalo bibi yang peluk aku."ucap Rafa polos.
"Tapi kamu harus peluk yang lain dong masa pamanmu kamu gak mau sih."jawab Renata lembut dan masih memeluk keponakannya.
"Iya bibi."balas Rafa pasrah.
"Bibi,adek juga mau di peluk."teriak Gina pas melihat kakak kembarnya di peluk oleh Renata.
"Sini sini adek,kita berpelukan sama-sama."ucap Rafa mengisyaratkan tangannya untuk menyuruh adek kembarnya kesini.
Gina berlari ke arah Renata dan Rafa,tangan Renata menarik tubuh Regina agar Regina bisa memeluknya dirinya dengan erat.
"Ya ampun adek gendut banget iya."ledek Renata.
"Bibi."ucap Regina tak terima di bilang gendut.
Semuanya pada tertawa karena ucapan lucu dari Regina.
"Tapi Gina emang gendut lo,heh Peter kamu makan apa ke Gina sampai gendut gini."tanya Ezra sambil memegang boneka milik Regina.
"Adek makannya banget sampai 3 porsi,belum lagi papi selalu manjakan adek dan Rafa meskipun papi dan mami mau bercerai."jawab Peter santai dalam hatinya sedih.
"Ayah."protes Regina kesal.
"Dulu adek juga makannya sampai 3 porsi waktu kecil tapi kenapa sekarang adek badannya justru kurus kering."ucap Scott ke Renata.
"Adek kah atau siapa, buyut."tanya Rafa kepo.
"Itu bibimu yang meluk kamu."jawab Jonathan ngegas.
"Bibi dulu gendut iya.,iya kan Paman Jo."tanya Rafa kepo.
"Bibimu itu gak gendut waktu kecil tapi kalo makan iya kuat banget sampai sekarang,sampai di kamarnya banyak camilan apa segala."jawab Jonathan santai.
"Badan bibi panas banget kayak air rebusan."ucap Rafa dan Gina dengan polos dan lugu.
Renata langsung melepaskan pelukannya dengan paksa lalu menatap wajah polos dari saudara kembar itu.
"Maaf."ucap Renata dengan suara parau dan hampir habis suaranya.
Tanpa sadar air mata mulai muncul di bola matanya, Renata berusaha agar dirinya tak bersuara jika dia menangis.
"Adek."panggil Mona dari dapur.
Tanpa aba-aba Renata langsung bergegas ke dapur dengan sikap dingin dari dirinya yang sudah mendarah daging.
"Adekmu jauh lebih dingin daripada lo."sindir Ezra ke Jonathan tapi Jonathan langsung menatap tajam ke Ezra.
"Gak usah bilang gak kakak gak adek sama saja,."ucap Jonathan dingin.
"Emang iya kok hehehe."sambung Peter tapi Jonathan jitak kepalanya Peter hingga kepala Peter kesakitan.
"Aduh kepala aku sakit,kakek, Jonathan jahat sama aku."aduh Peter ke Scott sambil mengelus kepalanya yang habis di jitak oleh Jonathan.
"Kalian berdua sama saja nakalnya."kata Scott dengan tegas.
Jonathan dan Peter cuma diam saja karena di katakan nakal oleh kakeknya.
__ADS_1
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁