
π·π·π·π·π·π·π·π·π·πΏπΏπΏπΏπΏπΏ
"Senyum kamu sangat langka sekali"Rayson Gentala.
"Maaf aku tak tau kehidupan mu diluar sana"Renata Hadikusuma.
Renata sedang duduk di taman dengan raut wajahnya yang dingin namun memiliki wajah yang cantik,bahkan dinginnya bisa mengalahkan para lelaki.
Siapa yang dia tunggu di taman iya saya juga gak tahu hanya Renata saja yang tahu.
"Kenapa kita pergi ke taman si Sean"tanya Bobby kesal.
"Aku juga bosan di kantor weh makanya kita kesini saja siapa ada cewek cantik buatmu"ucap Sean santai.
"Daritadi cuma nenek-nenek dan kakek-kakek doang disini"keluh Bobby.
"Jalani saja yang ada"kata Sean santai.
Matanya Bobby melihat ada Renata di bangku taman sendirian lagi.
"Hey Sean itu bukannya adek sepupumu yang dingin itu kah"tanya Bobby sambil tunjuk ke arah Renata.
"Iya emangnya kenapa,loe suka iya sama Renata"tebak Sean kepada sahabat nya.
"Mana ada yang ada aku yang tertekan dengan sikap dinginnya"bantah Bobby.
"Terus si Sandra Jumantara bagaimana itu"tanya Sean kepada Bobby.
"Tante Irena dan Om Patrick belum restui gue kalo gue gak bawakan donat atau makanan buat adek bungsunya itu"jawab Bobby pusing dengan porsi makannya calon adek iparnya.
"Masih mending makanan daripada berlian dan sebagainya"balas Sean masih santai.
"Iya sih tapi porsinya kayak kuli bangunan tahu"ujar Bobby ngegas.
"Iya kah astaga tekor dong duitmu nanti"kata Sean iseng.
Bobby menggaruk kepalanya yang gatal karena bingung bagaimana caranya dia meluluhkan hatinya kedua orangtuanya Sandra.
Rayson mencari Renata di taman dan akhirnya ketemu juga.
"Kamu mau apa Ren"tanya Rayson tanpa basa basi.
"Aku minta maaf atas sikap dinginku"maaf Renata tulus.
"Iya Maafkan kamu tapi apa alasanmu menyuruh aku ke sini"tanya Rayson penasaran.
"Aku ingin......."ucap Renata tapi di gantung.
"Jangan membuang waktu Ren,"marah Rayson kepada Renata.
"Ajak aku jalan-jalan dong"ucap Renata.
"Ayo"ujar Rayson sedikit malas.
3 jam kemudian Renata dan Rayson duduk di lapangan basket jadi Renata dan Rayson selesai bermain basket iya.
"Rayson, terimakasih"ucap Renata tulus dan menampilkan senyum tulusnya.
Baru kali ini Rayson melihat Renata tersenyum kepadanya sebelumnya Renata emang tak pernah menunjukkan senyumnya, Rayson semakin salah tingkah melihat senyum dari Renata.
"Rayson kenapa kamu tidak membalasnya"tanya Renata heran melihat Rayson masih terdiam kaku.
"Iya sama-sama,aku baru pertama kali melihat kamu tersenyum"jawab Rayson jujur.
Renata jadi salah tingkah gara-gara Rayson menjawab dengan jujur.
"Kamu membuatku salah tingkah Ren"ucap Rayson jujur lagi.
__ADS_1
"Kamu juga sama"jawab Renata santai.
"Oh aku minta maaf karena dulu aku pernah menampar wajah mu 4 bulan yang lalu"maaf Renata kepada Rayson.
"Biarkan saja ini toh cuma masa lalu doang"ucap Rayson santai.
"Kamu mau memaafkan aku"tanya Renata tak yakin.
"Sudah memaafkan kamu tapi aku mohon jangan mengungkit masa lalu lagi"ucap Rayson lembut.
"Ray,aku boleh bertanya sesuatu gak"tanya Renata serius.
"Apa itu"tanya Rayson penasaran.
"Aku sering melihatmu menyendiri kalo di sekolah,apa kamu tak memiliki seorang teman disekolah"tanya Renata sedikit berhati-hati jika bertanya ke Rayson.
"Aku tak butuh teman yang aku butuh kasih sayang dari kedua orangtuaku"jawab Rayson.
"Orang tua kamu kemana"tanya Renata.
"Ayah dan bunda sudah bercerai karena bunda tega meninggalkan ku dan ayah di masa ayahku bangkrut,ayahku dulu miskin dan tak punya apa-apa dibandingkan bundaku dulu, sekarang ayahku menjadi seorang jaksa agung yang terkenal"jelas Rayson tiba-tiba mengeluarkan air matanya.
"Ibumu itu sosialita iya"tanya Renata kepada Rayson.
"Iya tapi sekarang bunda menikah dengan pria kaya"jawab Rayson sedih.
"Aku hanya ingin bundaku mengakui bahwa aku ini adalah putra kandungnya tapi bunda tak mau mengakuinya"sambung Rayson.
"Aku tak beruntung dari kamu,Ren"lirih Rayson kepada Renata.
Renata tak tahu jika Rayson ternyata anak dari broken home dan mengetahui kalo Rayson lebih sering menyendiri daripada mempunyai teman.
"Maaf iya bikin kamu sedih"maaf Renata menyesal.
"Ini rahasia aku yang tak pernah ku kasih tau ke orang lain dan kamu adalah orang yang pertama yang tahu tentang masa lalu ku"ucap Rayson tulus.
"Untuk apa"tanya Renata bingung.
"Sudah mendengar curhatan aku"jawab Rayson santai.
"Iya"balas Renata singkat.
Tanpa disadari oleh Renata dan Rayson,Jun dan Danny melihat adegan tak penting di lapangan basket apalagi si Rayson pria sombong itu dan Jun kesal karena dia masih cemburu dengan Renata dekat cowok yang notabene nya itu musuh terbesar nya.
"Ren,aku antarkan kamu pulang iya"tawar Rayson kepada Renata.
"Gak usah Ray,aku bisa pulang sendiri"tolak Renata secara halus.
"Gak papa kok,aku tak membawamu tempat yang aneh kok"ucap Rayson tulus.
Renata mengalah dan ikut pulang bersama Rayson.
Renata sudah pulang ke rumahnya dia tak menginap di rumah kakeknya karena om dan tantenya yang juga.
Sepi sekali di rumah besar ini tanpa pembantu dan hanya dirinya sendiri di rumah tanpa mama,papa dan kakak karena ketiganya sibuk bekerja.
Renata naik ke atas karena badannya sudah bau keringat habis bermain basket bersama Rayson.
Rayson duduk di balkon di kamar nya sambil bermain ponselnya, Rayson tak menyangka dengan senyuman tulus dari Renata.
"Sebenarnya kamu cantik tapi sayangnya kamu sangat dingin sekali"batin Rayson sambil membayangkan senyum dari Renata.
Jonathan pulang sambil membuka dasinya yang membuat dirinya sesak nafas.
"Sepi sekali rumah ini"batin Jonathan melihat isi rumahnya yang sepi.
"Mama sibuk syuting film dan papa sibuk ke luar negeri karena ada kantor bermasalah, tinggal aku dan adek saja di rumah"batin Jonathan.
__ADS_1
"Adek"teriak Jonathan keras.
Renata sudah mandi dan mendengarkan suara teriak dari kakaknya,Renata bergegas keluar dari kamarnya dan turun ke bawah.
"Apa Kak Jo, teriak-teriak gak jelas"tanya Renata kesal.
"Aku pikir adek tak ada makanya aku panggil adek dengan berteriak"ucap Jonathan menjatuhkan bokong nya ke sofa yang empuk.
"Adek ada Kak"jawab Renata santai.
"Kakak haus iya,biar adek yang ambilkan minum buat Kakak,mau gak Kak"tawar Renata kepada Jonathan.
"Aku gak haus, adek"tolak Jonathan sambil memijit pelipisnya.
"Kakak,adek boleh minta ijin buat malam ini"ucap Renata kepada Jonathan.
"Ijin kemana"tanya Jonathan serius.
"Nanti malam ada festival buku,adek sudah lama tak kesana,boleh Kak Jo adek kesana"ujar Renata dengan semangat.
"Tak boleh"jawab Jonathan dingin.
Raut wajahnya Renata mendadak marah dan kecewa karena dia tak dapat ijin dari kakaknya.
"Kenapa Kak Jo"tanya Renata sedih.
"Karena adek tidak mengajak aku kesana makanya aku tak mengijinkan kamu"ucap Jonathan sedikit mengancam adeknya.
"Oh itu alasannya,kalo Kak Jo mau ikut ayo kita pergi sama-sama"ucap Renata senang.
"Benarkah,kalo begitu aku mandi dulu baru kita kesana,ok adekku yang cantik"jawab Jonathan senang dan mengacak rambutnya Renata yang masih basah.
Bobby ingin mengajak Sandra ke festival buku tapi sayangnya Sandra memilih berjalan bersama kedua adek laki-laki nya yaitu David dan John.
"Sialan, ternyata aku telat lagi"batin Bobby.
Sisi lain
Jun dan Carissa sedang berjalan-jalan ke festival buku di mall terbesar. Carissa senang karena Jun mengajaknya ke festival buku.
Jonathan sudah siap dari tadi dan menyalakan mesin mobilnya, Renata duduk disampingnya Jonathan.
Tanpa sadar Jonathan menatap wajah dari adeknya yang cantik seperti ibunya.
"Kenapa gue seperti orang yang lagi jatuh cinta dia iya padahal adek itu adek kandung gue,adek sih terlalu cantik buat aku"batin Jonathan diam-diam menatap wajah cantik dari adek semata wayangnya.
"Kak Jo,kok gak jalan sih mobilnya"tanya Renata bingung.
"Ini mau jalan,dek"jawab Jonathan ngegas.
Mobil itu meninggalkan garasi mobil dan berjalan ke jalan raya.
ππππππππππππππππ
Ayo pilih saja yang ini
Rayson dan Renata.
Juan dan Renata.
Jun dan Renata.
Atau
Chandra dan Renata.
Saya tegaskan Jonathan dan Renata itu saudara kandung bukan saudara tiri ya tapi yang saya takutkan itu Jonathan jatuh cinta dengan adek kandungnya sendiri karena wajahnya Renata sangat cantik tapi dominan dinginnya.
__ADS_1
Ternyata Rayson anak broken home makanya dia sangat pendiam dan tak punya teman.