
Renata sedang makan yang dia pesan tadi tanpa peduli ada siapa saja di dekatnya termasuk Jonathan dan mamanya sendiri.
"Ini bocah kenapa malah abaikan aku."aduh Sean bete kepada Renata.
"Dia lagi makan tahu,lihat tuh mukanya kayak orang yang belum makan sama sekali."ledek Peter tapi dirinya dapat tatapan tajam dari Jonathan.
"Sorry bro."maaf Peter cengengesan.
Mona menatap putrinya yang sedang makan lalu menatap ke putranya yang sibuk dengan dunianya sendiri.
"Adek makannya pelan-pelan dong."kata Mona peringatkan kepada Renata.
Renata hanya mengangguk saja dan melanjutkan makan siangnya.
"Tante, Renata itu dirumah emang di panggil adek iya, perasaan dulu dia dipanggil Reren."tanya Bobby kepo banget.
"Dirumah Renata emang di panggil adek dari bayi tapi bukan Tante sama om saja yang panggil dia adek seluruh keluarga panggil dia adek karena Renata anggota paling muda di keluarga, sekarang posisinya di gantikan oleh anaknya Peter tapi tetap Tante dan Om panggil dia adek,kalo Reren itu Jonathan sering panggil adeknya itu Reren waktu Renata masih bayi tapi Ezra, Sean dan Peter malah ikut-ikutan."jelas Mona panjang lebar.
Ada 4 wanita dengan gayanya santai dan ceria siapa lagi kalo bukan geng hitam merah jambu.
"Itu Tante Mona weh."ucap Rossa heboh.
"Mana weh."tanya Sandra heboh.
"Itu sama anaknya, keponakannya, Bobby dan suaminya Lisa."jawab Clara ngegas.
"Ayo kita kesana sebelum Tante Mona pulang."kata Lisa semangat untuk bertemu dengan idolanya.
4 wanita itu berjalan lalu menyapa Mona dengan sopan.
"Halo Tante."sapa Lisa santai sebenarnya dia gugup.
"Kamu Lisa iya."tanya Mona lembut.
"Iya Tante."jawab Lisa senang.
"Tante bolehkah kita foto bareng sama Tante."ijin Rossa kepada Mona.
"Ayo."kata Mona dengan senang hati.
Sandra dan Lisa malah rebutan ingin berfoto bareng dengan Mona.
Renata sudah selesai makan dan melihat Sandra dan Lisa seperti orang mau berkelahi.
"Heh kamu gak malu kah sama anaknya weh."tegur Rudy kepada Sandra dan Lisa.
Renata menatap Rudy dan kemudian dia menatap lagi ke ibunya.
"Iya nih kamu seharusnya malu dong sama Kak Jonathan dan Renata."tegur Bobby kepada Sandra dan Lisa.
"Maaf Tante atas kelakuan kita berdua ini."maaf Sandra dan Lisa dengan tulus.
"Gak papa nak."ucap Mona santai.
"Sayang pegangkan ponselku dong."pinta Lisa kepada Rudy.
Tapi pas Lisa menyodorkan ponselnya kepada suaminya tiba-tiba tangannya Renata malah menyambutnya.
"Biar adek saja yang pegangkan ponselnya kakak."ucap Renata lembut dan tulus.
4 wanita itu pada kaget dan terkejut dengar suara lembut dari Renata.
Renata dengan santainya memegang ponsel milik Lisa dan memotret foto.
"Lihat dong hasilnya."ucap Lisa kepada Renata.
Lisa,Sandra,Clara dan Rossa sangat takjub melihat hasil foto yang Renata pegang tadi. Ternyata Renata ada bakat di bidang potografi.
"Heh kamu dulu seorang model kah."tanya Lisa merasa pernah melihat wajah Renata tapi dimana iya.
"Gak ,aku tak pernah menjadi model manapun."jawab Renata menggeleng kepalanya.
"Oh maaf aku salah melihatnya."balas Lisa malu.
Renata menatap lagi ke ibunya lalu ke kakaknya sepertinya dia mau pulang ke rumah.
"Adek mau pulang kah."tanya Jonathan lembut.
"Tidak."jawab Renata dengan singkat.
"Katanya kamu lagi hamil iya."tanya Mona kepada Lisa.
"Iya Tante."jawab Lisa santai.
"Ren, kucing aku kangen sama kamu dek."ucap Sean santai.
Raut wajah Renata menjadi sedih karena dirinya juga alergi kucing, gadis ini lebih banyak penyakit alerginya.
__ADS_1
"Maaf adek alergi kucing."jawab Renata sedih.
"Banyak banget sih penyakit alergimu,iya alergi anjing,kucing,make up,debu,semua jenis bunga,parfum,burung,kelinci, kupu-kupu,tawon dan lotion."tanya Sean bingung.
"Adek juga gak tahu kenapa tapi adek tidak alergi makanan."jawab Renata.
Tapi beruntung Renata tidak alergi terhadap makanan apapun kecuali daun kemangi dan daun kelor dia hanya alergi terhadap benda hidup dan benda mati
Padahal ayah,ibu dan kakaknya tidak ada penyakit alergi,Ezra alergi kucing tapi tetap melihara kucing.
Mona dan Agung juga bingung kenapa putrinya banyak penyakit alergi iya bahkan dari bayi dia sudah di diagnosa penyakit alergi tertentu.
"Anjing gue saja adek alergi apalagi kucingmu."kata Jonathan santai.
"Iya sudah Renata melihara ular saja kan tidak alergi toh."saran Peter tapi iya Renata lagi-lagi alergi ular.
"Adek juga alergi ular tahu."kata Renata membuat semua pada melongo apalagi 4 wanita itu.
"Buset banyak banget penyakit alergimu,sama kayak adek gue si John, persis dah kayak kamu."ucap Rossa santai.
"Pantas saja Renata gak mau ke kebun binatang, ternyata semua hewan kamu alergian"kata Bobby heran.
"Kok jadi bahas alerginya Renata sih."tanya Ezra bingung.
"Mana gue tahu."kata Peter tak tahu.
"Ren,selain alergi itu kamu ada alergi apalagi."tanya Sean kepo.
"Adek alergi obat antibiotik,daun kemangi dan daun kelor."jawab Renata polos.
Sungguh Sean, Peter, Bobby, Rudy,Ezra dan Jonathan bingung bagaimana caranya Renata hidup dengan banyaknya penyakit alerginya ini.
"Tante,gak bingung kan pas tahu Renata ada banyaknya penyakit alerginya ini."tanya Ezra serius.
"Tante dan Om jauh lebih bingung dan pusing,adek diagnosis penyakit alergi tertentu dari bayi."jawab Mona pusing.
Ezra tak sengaja melihat ada Odelia berjalan dengan adeknya, Ezra merapikan rambutnya dan bergegas ke tempat duduk yang Odelia dan adeknya duduk.
"Kak Ezra mau kemana."tanya Renata bingung.
Ezra tidak menjawab pertanyaan dari Renata malah melaju langkahnya.
"Gini nih kalo ada gadis yang dia sukai."kata Jonathan juga melihat ada Odelia dan adeknya.
"Heh kayak pernah melihat tuh adeknya tapi dimana iya."lanjut Jonathan baru ingat jika ada gadis yang pernah dia temui.
"Oh itu pantas aku pernah melihatnya."balas Jonathan.
"Ngeri iya mangsanya Ezra,anak gadis pula maka usianya sama kayak Renata."ucap Peter merinding.
"Hai Odel dan Naya."sapa Ezra sok akrab.
"Hai Kak Ezra."sapa Odelia dan Kanaya sopan.
"Kakak Odelia itu ada Kak Renata dan Kak Jonathan eh ada artis si Tante Mona."kata Kanaya kaget ada Mona,Renata dan Jonathan.
Odelia melihat ada Mona sudah beberapa kali dia melihat Mona secara langsung tapi dirinya masih kaget dengan awet mudanya dari Mona.
"Tante Mona cantik banget pantas Renata juga cantik,wong itu ibunya dia."ucap Odelia memuji kecantikan dari Mona.
"Jadi Tante Mona itu ibunya Kak Jonathan dan Kak Renata, iya kah Kak Odelia dan Kak Ezra."tanya Kanaya gak tau siapa ibu dari Jonathan dan Renata.
"Iya itu ibunya mereka berdua."jawab Ezra lembut.
Kanaya langsung melihat wajah dari Mona dan kaget melihat kecantikan dari Mona yang awet muda itu.
"Ya ampun Tante Mona cantik banget bahkan lebih cantik secara langsung daripada di televisi."puji Kanaya kepada Mona.
Sisi lain.
Agung malah beli topi dinosaurus buat siapa iya buat dia lah karena Agung penggemar dinosaurus dari kecil hingga usianya tak muda lagi.
"Ganteng juga aku iya kalo pakai ginian."ucap Agung sendiri.
Agung sekarang ada didalam jet pribadi miliknya karena dirinya sudah kangen sama istrinya dan kedua anaknya.
Kembali lagi.
"Tante, terimakasih atas fotonya,Tante."ucap Lisa,Rossa,Clara dan Sandra.
"Sama-sama nak."jawab Mona lembut.
"Tante kami pamit pulang dulu."pamit 4 wanita itu.
"Hati-hati dijalan."jawab Renata bukan Mona.
4 wanita itu pada pulangan dan Ezra dia malah sibuk dengan Odelia dan adeknya.
__ADS_1
"Adek mau pulang sama mama kah."tanya Mona serius.
"Tidak."jawab Renata menolak pulang bersama mamanya.
"Besok kan adek harus ke sekolah."kata Mona.
"Besok libur ma."jawab Renata ngegas.
"Iya kah,libur kenapa."tanya Mona tak tahu besok libur.
"Libur tanggal merah,Tante."jawab Bobby.
"Astaga Tante gak tahu soalnya Tante malas lihat kalendar."balas Mona malas melihat kalender.
Tanpa disadari oleh Ezra manapun Odelia dan adeknya,Ara melihatnya dari kejauhan tetapi dirinya malah jatuh hati kepada Ezra walaupun dirinya pernah sakit hati gara-gara cucu dari Keluarga Hadikusuma.
"Aku akan menyingkirkan gadis gembel itu."batin Ara licik.
Renata juga melihat ada Ara di luar sana dengan matanya yang tajam.
"Mau ngapain tuh orang gila itu."batin Renata tak suka dengan Ara.
"Ma,adek gak pulang."kata Renata serius.
"Kenapa gak pulang."tanya Mona bingung.
"Iya Adek bosan dirumah."jawab Renata santai.
Mona menghela nafasnya yang kasar lalu menatap lagi ke putrinya.
"Aku pamit dulu ke kantor."pamit Rudy.
"Hati-hati dijalan Kak Rudy."jawab Renata senang.
"Sama-sama Renata Hadikusuma."balas Rudy senang.
"Renata mau foto bareng sama aku kah."tawar Rudy kepada Renata.
Renata selama ini tidak memakai ponselnya sejak masuk sekolah semester genap karena dirinya mau mengurangi bermain ponselnya dan fokus belajar.
"Maaf aku tak bisa karena aku mengurangi pemakaian ponsel dan fokus belajar buat ujian nasional nanti."tolak Renata secara halus.
"Maksudnya pakai ponsel aku saja."kata Rudy mengerti jika gadis ini emang tak memakai ponselnya.
"Gak bisa nanti Kak Lisa marah dengan ku,dikira Kak Rudy punya selingkuhan,cukup tanda tangan saja aku sudah senang kok."tolak Renata lagi-lagi secara halus dan tersenyum tulus.
Rudy senang jika gadis ini pemikirannya sangat bagus dan dewasa.
Semuanya juga pada salut dengan pemikiran dari Renata terlebih lagi Mona dan Jonathan.
"Aku salut dengan mu?Renata Hadikusuma,dimana orang gak bisa lepas dari ponselnya tapi kamu beda banget malahan,bisa bertahan hidup walaupun tidak memakai ponsel."ucap Rudy tulus.
"Kalo aku jadi Renata iya bosan lah gak pakai ponsel."timpal Bobby.
"Setiap orang itu beda-beda, Bobby,kamu bosan aku pun juga bosan jika tidak memakai ponsel."sambung Peter.
"Pantas aku menelpon kamu gak diangkat malahan tidak aktif lagi ternyata itu penyebab nya."kata Sean kepada Renata.
Lah tadi bagaimana dia memberitahu kepada mamanya kan tadi dia bilang tidak memakai ponsel,jadi Renata pinjam ponselnya Rayson untuk menelpon mamanya jadi iya mamanya iya tahu jika Renata tidak pulang dan memilih ke kantor.
Rudy harus kembali ke kantornya karena ada masalah teknis.
"Oh iya Tante pulang dulu iya,adek yakin gak mau pulang sama mama."pamit Mona sekaligus bertanya kepada putrinya.
Renata menggeleng kepalanya karena dirinya mau ikut Jonathan ke kantor, mungkin Renata mau bantu kakaknya lagi kesulitan.
"Ma,adek bantu aku di kantor karena Yohan sakit."kata Jonathan dengan lembut.
"Iya sudah tapi adek jangan nakal dan menyusahkan kakakmu disana."ucap Mona lembut.
"Siap Mama,adek gak nakal kok."kata Renata yakin.
Mona hanya mengangguk dan pulang ke rumahnya dengan menyetir mobilnya sendiri.
Mona paling gak suka pakai supir pribadi soalnya dia lebih suka menyetir mobil sendiri.
"Gue dan adek gue pamit dulu."pamit Jonathan dingin.
"Heh kok cepat banget mau pergi barusan kita mau main sama adekmu."kata Sean tak ikhlas jika Renata akan pergi.
"Gue ada kerjaan,adek gue yang bantu gue."ucap Jonathan dengan matanya yang tajam.
2 saudara itu sudah pergi tinggal Sean,Peter dan Bobby masih disini kalo Ezra lebih sibuk dengan Odelia dan Kanaya.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Banyak banget iya penyakit alergi dari Renata jadi kasihan saya sama dia.
__ADS_1
Pak Agung kok random sekali iya pemirsa, pantasan kedua anaknya pada random, bapaknya saja random hehehe.