Ada Apa

Ada Apa
68


__ADS_3

🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€


"Cinta gak akan membuatmu seperti ini tetapi hati ini yang membuat mu semakin yakin kepadaku tetapi diriku yang bodoh dan baru menyadari perasaanku untuk dirimu "Renata Hadikusuma.


"Aku ingin dirimu selamanya tapi kamu ragu dengan ku."David Jumantara.


"Mungkin hati aku mulai menerima mu tapi akunya sangat gengsi sekali."Jun Anggawira.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Malam hari Renata sedang melamun gara-gara kejadian kemarin di kamarnya.


Renata menghirup aroma terapi yang dia bikin di diffuser lalu menghela nafasnya dengan kasar.


"Apa dia masih menyukaiku jika iya ijinkan aku mencintaimu dengan sepenuh hati."batin Renata sangat menyesal dengan ulahnya sendiri.


Melamun dan melamun itu saja yang Renata lakukan di malam hari.


Kembali ke hari Senin.


Renata masih duduk sambil menonton drama maling Kundang di sekolah.


Renata menonton dengan temani oleh Marian. Odelia dan Belinda memilih menonton orang bernyanyi di lapangan sekolah.


"Lama juga aku gak nonton drama tradisional."ucap Renata ke Marian.


"Kamu suka menonton drama tradisional di gedung teater."tanya Marian kepo.


"Iya,aku sangat suka menonton drama tradisional selain menonton drama Korea."jawab Renata santai.


"Oh gitu iya."balas Marian sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Gimana dengan hidungmu,Ren."tanya Marian serius.


"Mulai baikan."jawab Renata santai.


2 jam berlalu dramanya sudah selesai waktunya bubar hehehe.


Renata dan Marian kembali ke kelas biasa anak mageran mereka berdua.


Di kelas cuma ada David dan Jun, mereka berdua lagi marah karena Renata.


Renata menghampiri David dan Jun tetapi Jun pergi begitu saja tanpa menghiraukan Renata dihadapannya.


"Vid, maafkan kakakku iya pas di hari Jum'at itu."maaf Renata saat dirinya meminta maaf kepada David dan mewakilkan Jonathan.


"Gak papa Ren wajar sih kakakmu gak terima adeknya direbut kayak gitu."jawab David yakin dan tulus.


Renata sangat malu karena Jonathan marah kepada David dan Jun pas di hari Jum'at itu, seharusnya itu urusan anak remaja tapi karena Renata tahu jika kakaknya tak terima adek kesayangannya di gitukan.


"Vid kenapa Jun kayak gitu iya."tanya Renata penasaran dan tiba-tiba raut wajah dari David berubah menjadi dingin dan datar.

__ADS_1


David tak suka jika Renata bertanya tentang Jun dan ini gak ada hubungannya dengan dirinya.


David juga meninggalkan Renata sendirian di kelas karena marah dengan Renata.


Renata bingung kenapa David marah dan tak mau berbicara dengannya apa dia ada salah dengan nya atau dia salah sebut nama orang di hadapannya.


Renata mengambil tasnya dan memilih pulang ke rumahnya dengan air mata mulai mau jatuh dari bola mata yang berwarna hazel.


Renata berjalan santai tanpa peduli dirinya sedang menangis. Sungguh hari ini dia adalah seorang gadis yang cengeng bukan gadis yang bersikap dingin.


Rayson diam-diam memperhatikan Renata dari kejauhan,dia tahu pasti Renata menangis karena ada hubungannya dengan David dan Jun.


Bagaimana tidak pas Renata kena bola basket di hidungnya rasanya Rayson ingin memukul David dan Jun karena lambat menolongnya tapi Rayson tak bisa menolongnya karena ada kakaknya dan gak jadi.


"Ren,kamu itu gadis kuat Ren"batin Rayson hanya menatap punggung dari Renata.


30 menit kemudian David menyesal karena telah bersikap dingin kepada Renata, sekarang Renata mulai hangat kepada dirinya,David mencari gadis berwajah ayu itu.


David pikir Renata masih di kelas dan David kecewa karena Renata sudah pulang duluan dan kecewa dengan dirinya sendiri.


David tiba-tiba menangis karena ulahnya sendiri dan melamun di kelas.


"Aku kenapa iya."batin David.


Tanpa disadari oleh David,Jun melihat David menangis sendirian di kelas dia gak tahu apa yang penyebab dirinya menangis.


Malam hari Renata tak memiliki selera makan dan hanya makan sedikit saja.


"Mau ke kamar,sudah kenyang."jawab Renata dingin namun dia sembunyikan kesedihannya dari orang tua dan kakaknya.


"Tumben adek kenyang."tanya Mona juga heran.


Tak ada jawaban dari Renata karena Renata jalannya sangat cepat sudah menaikkan anak tangga nih makanya dia gak dengar.


Jonathan langsung menatap punggung dari adeknya dia tahu pasti ini ada hubungannya dengan 2 pria itu.


🍁🍁🍁🍁🍁


Keesokan harinya Renata seperti biasa menghabiskan waktunya di sekolah bersama Marian dan Odelia.


Renata emang sengaja pulang lambat karena Marian mengajak dirinya jalan-jalan dong.


"Ren, Lia kita jalan-jalan yuk biar gak stres pas ujian nanti."ajak Marian.


"Gas yuk."ucap Renata heboh saat Marian mengajak dirinya jalan-jalan.


"Ayu kita pergi sekarang."kata Odelia juga heboh.


3 gadis ini sangat heboh lalu mereka bertiga pergi ke suatu tempat.


Mereka bertiga sudah sampai di sebuah mall terbesar di kota ini.


Renata ingin ke Timezone karena sudah lama dia tak kesana akibat kemagerannya.

__ADS_1


Renata daritadi tak berhenti bermain di Timezone kayak anak kecil saja dianya, sedangkan Marian dan Odelia juga gak mau berhenti nih.


Renata sangat senang karena perasaan sedihnya mulai berkurang hehehe.


2 jam kemudian 3 gadis ini selesai bermain lalu memilih menonton film horor yang baru ditayang di bioskop.


Hati ini sangat gembira bukan bagi Renata sih.


1,5 jam film sudah selesai waktunya mereka bertiga pulang lah ke rumah masing-masing.


πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€


Renata baru saja pulang dengan raut wajah yang bahagia,Renata,Marian dan Odelia cuma ke mall hanya pergi ke Timezone dan bioskop doang.


Tanpa ada beli apa-apa weh biasanya para gadis pasti beli benda lucu dan imut ini tak berlaku dengan Renata.


"Anak mama sudah pulang iya,lagi bahagia iya."ucap Mona lembut dan duduk di sofa ruang keluarga sambil baca novel.


"Iya Ma,adek sudah pulang maaf iya ma kalo adek gak kasih tahu ke mama soalnya adek pergi ke mall sebentar."jawab Renata ceria lalu meminta maaf ke mamanya karena tidak memberitahu ke Mona.


"Lain kali adek kasih tahu iya kalo mau pergi,mama sampai khawatir tahu iya sudah adek istirahat dulu sana."balas Mona lembut.


Renata bergegas ke kamarnya lalu Mona menatap punggung dari putrinya.


"Sungguh dia sangat mirip denganku waktu masih muda,jadi kangen sama masa remaja ku."batin Mona.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Beda lagi dengan David,dia tak memilih ke sekolah dan bantu papinya di kantor karena sekolah masih mengadakan acara ulangtahun.


"Pi,ini sudah selesai."ucap David serius.


"Iya taruh disitu."jawab Patrick sambil menatap wajah dari putranya.


David meletakkan berkas di atas meja lalu menatap wajah dari papinya yang sangat tampan sekali walaupun usia tak muda lagi.


"Ada apa my son."tanya Patrick melihat wajah sendu dari David.


"It's oke aku Pi,tenang saja Pi aku baik-baik saja kok."jawab David berusaha menutupi rasa sedih dan galaunya.


Patrick tahu jika putranya sangat menyukai Renata dari SMP tapi dia hanya diam saja.


"Kisah cinta yang rumit di jaman sekarang."batin Patrick.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Jun sibuk mengurusi untuk persiapan untuk kuliah nanti makanya dia tak masuk sekolah.


Perasaan ini membuat dirinya kesal dan galau,kesal karena David dan galau karena Renata.


"Pusing gue."batin Jun.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


__ADS_2