
Subuh hari di Paris,Renata harus membangunkan kakaknya biasanya Jonathan yang bangunkan dirinya ketika mau sekolah tapi ini kebalikannya.
"Kak Jo, bangun."teriak Renata sambil membangunkan kakaknya yang masih tertidur lelap.
Mata terbuka sedikit dan melihat ada adeknya di kamarnya. Malas bangkit dari tidur jadinya.
"Aduh gue mengantuk?gila."kata Jonathan dengan suara habis bangun tidur.
"Kak Jo,bangun katanya mau ikut sama Papa dan Mama jalan."ucap Renata sedikit kesal karena kakaknya lagi-lagi masih berbaring walaupun matanya sudah terbuka.
"Dek, ambilkan air putih dong buat aku, sekarang."perintah Jonathan.
Renata keluar dari kamar Jonathan dan bergegas ke dapur untuk mengambil air putih buat Jonathan.
Renata kembali lagi dan menyodorkan gelas ke Jonathan. Jonathan mengambil gelas dari adeknya dan meminumnya.
Sadar jika Jonathan hanya bertelanjang dada saat tertidur , Renata langsung buang mukanya bukan malu tapi bosan kali.
"Heh kenapa adek buang muka."tanya Jonathan dengan mata elangnya.
"Kak Jo,gak pakai baju sih."jawab Renata dengan polosnya.
Astaga dirinya lupa memakai baju tidurnya karena pas pulangan dia langsung mandi, selesai mandi dirinya ketiduran sebelum memakai baju tidur.
"Adek keluar sana, gak baik anak gadis melihat tubuh polos dari pria dewasa sih,kecuali adek sudah menikah baru adek bisa lihat tubuh suamimu,"usir Jonathan galak.
Tanpa disuruh juga Renata langsung keluar dari kamarnya Jonathan.
"Gila dia mah."batin Renata kesal.
"Tuh bocah kok belum nongol iya batang hidungnya."ucap Agung bosan menunggu Jonathan karena sudah lapar dari tadi.
"Sabar yang,nanti dia keluar juga kok."kata Mona lembut.
"Adek, panggil kakakmu sana."perintah Agung sedikit berteriak.
"Iya Papa."kata Renata patuh pada Agung.
"Kenapa kalo disini adek cepat bangun dan bangunkan si Jonathan,coba kalo di Indonesia, jelas si Jonathan yang bangunkan adek bahkan tuh anak gadis kok susah banget dibangunin sih,gila nih mah."ucap Agung.
"Mama juga bingung,Pa."kata Mona.
"Masa anak gadis kok suka kebo sih"ujar Agung.
"Anak gadis itu juga anak kamu,Gung."jawab Mona gemas dengan suaminya.
"Anak gadis itu juga anak kamu,Mona."balas Agung dengan mengulang kata-kata dari istrinya.
"Kak Jo,ayo sarapan yuk,adek sudah lapar nih."rengek Renata kesal banget.
Jonathan sibuk menelpon seseorang tanpa peduli ada Renata disitu.
Selesai menelpon seseorang Jonathan balik ke belakang dan kaget ada Renata datang dari mana lah.
"Adek itu kayak hantu saja,"kata Jonathan hampir saja jantungnya copot gara-gara Renata.
"Kak Jo, ayo sarapan, papa ngambek tahu gara-gara Kak Jo lama sekali."aduh Renata.
"Ayo adekku sayang."ucap Jonathan dengan suara yang lembut.
Kedua bergegas ke ruang makan karena Agung dan Mona sudah menunggu mereka berdua terutama Jonathan.
"Sekian lama papa menunggu,Jo. Apa yang kamu lakukan dikamar sampai lama begini."tanya Agung agak kesal dengan anaknya.
__ADS_1
"Tidur lagi dan mandi lah habis itu pakai baju."jawab Jonathan enteng.
"Sebulan lagi kamu mau ulang tahun tapi kelakuan kayak anak kecil,adek jangan ikut-ikutan kakakmu iya."ucap Agung serius.
"Iya"jawab Renata seadanya.
"Iya doang"kata Agung kesal juga sama anak satu ini.
"Emangnya mau jawab apa selain iya."tanya Renata dengan mode polos.
"Sudah pang, Papa. Katanya tadi lapar kok malah marahi 2 anakmu sih."kata Mona menghentikan kegiatan debat yang gak penting diantara suami dan kedua anaknya.
"Iya sayang"jawab Agung takut dengan istrinya.
"Papa takut mama hahahaha."batin Jonathan mau tertawa puas tapi gak jadi karena takut dimarahin sama Agung.
Di Indonesia.
"Argi,"panggil Alan sedikit keras.
"Apa bang Alan."tanya Argi masih santai sambil membaca koran.
"Kapan Kak Agung ke Paris."tanya Alan serius.
"4 hari yang lalu Bang Alan, emangnya kenapa."tanya Argi lebih kepo.
"Aku ingin percepatan acara pertunangan anakku dan Ara,kalo gak ada Agung iya gak lengkap keles."jawab Alan.
"Telpon coba ke Kak Agung,kenapa tanya mesti ke aku sih."kata Argi kesal.
"Oh iya aku telpon saja lah."ujar Alan sambil mengambil ponselnya.
Alan mencoba menelpon Agung tapi sayangnya Agung tak mengangkat telpon darinya.
"Kenapa Bang."tanya Argi.
"Coba aku telpon Kak Agung."kata Argi sambil menelpon sang kakak yang paling tua.
Sama seperti Alan, Agung juga tak mengangkat telpon dari Argi.
"Mungkin Kak Agung mau berduaan sama sang Istrinya, apalagi Kak Mona itu orangnya galak sama Agung."ucap Argi santai.
"Bisa jadi tapi bagaimana dengan Jonathan dan Renata."tanya Alan bingung.
Aldo datang dan menghampiri Alan dan Argi sambil menjawab pertanyaan dari Alan.
"Jonathan sudah berpelangaman dan Renata masih perawan, polos dan lugu."jawab Aldo dengan santainya.
"Gila kamu nih,kalo Kak Agung dengar itu langsung di bantainya kamu tuh sama Kak Agung,Aldo Hadikusuma."kata Alan dengan suara ngegas.
"Kan Kak Agung takut sama Kak Mona,jadi tenang saja lah."ujar Argi santai.
"Oh iya iya,benar juga adekku satu ini.jawab Aldo senang.
"Gue gitu loh hehehe."balas Argi cengengesan.
Agung melihat banyak panggilan tak terjawab dari Alan dan Argi di ponselnya tetapi dirinya malas menelpon balik.
Renata iseng mengechat Jun di ponselnya. Apakah dia balas atau tidak,terus kenapa Renata bisa mendapatkan nomornya Jun karena Jun dulu pernah kasih nomor handphonenya ke Renata waktu kelas 2 dulu tetapi Renata tidak menyimpan nomornya Jun.
Renata:hai ini aku Renata Hadikusuma.
Tak disangka Jun membalasnya dengan respon yang cepat.
__ADS_1
Jun:hai juga Renata,btw kamu dimana kok kamu gak ada di Indonesia.
Karena Renata sangat bingung karena dirinya tak terbiasa mengirim pesan kepada cowok lain selain ayah, Jonathan dan 3 kakak sepupunya.
"Kayak apa nih aku mau balasnya."batin Renata masih bingung.
Jonathan daritadi memperhatikan Renata yang sedang bingung sambil pegang ponsel di sampingnya.
"Apa yang dia lakukan tuh bocah labil."batin Jonathan dengan mata elangnya.
"Ren,kamu lagi apa kayak orang lagi bingung saja."tanya Jonathan kepo.
"Adek, bingung mau jawab apa soalnya baru kali ini Adek mengirim pesan kepada seorang cowok selain Kak Jo,Papa,Kak Ezra,Kak Sean dan Kak Peter."jawab Renata jujur.
Jadi sebenarnya Renata itu tak pernah mengirim pesan kepada orang lain, Rayson itu karena kebetulan saja dia bertemu setelah dia sembuh karena ketiduran di dekat kolam renang dan Chandra setiap hari dia bertemu di Sekolah tapi itu dulu.
"Siapa nama cowok itu."tanya Jonathan penasaran.
"Namanya Jun Anggawira."jawab Renata santai. Jonathan merasa pernah dengar nama belakang dari Jun tersebut.
"Bapaknya dia itu anggota dewan iya."batin Jonathan.
"Adek tahu siapa nama bapaknya."tanya Jonathan serius tetapi Renata menggeleng kepalanya karena tak tahu siapa ayahnya Jun tersebut.
"Betulan adek gak tahu siapa bapaknya yang sebenarnya."tanya Jonathan sekali lagi. Tetap saja Renata menggeleng kepalanya.
"Nama ayahnya itu Pak Michael Anggawira seorang anggota DPRD provinsi, sudah tahu kah Renata Hadikusuma."kata Jonathan.
Renata baru mengerti apa yang di maksud oleh Jonathan.
"Loh kok adek gak dilanjutkan mengirim pesan kepada orang itu."kata Jonathan serius.
"Kak Jo saja yang menjawabnya."jawab Renata malas.
"Malas juga aku,nanti dia kira aku ini adek padahal itu akal-akalan adek."balas Jonathan malas.
"Iya sudah adek balas seadanya saja."kata Renata sedikit kecewa.
Lanjut chat.
Renata:oh aku di luar negeri!puas kamu?Jun.
Tetapi Jun tidak membalas pesan dari Renata bahkan cuma centang 1 saja.
Di sisi lain.
Jun merasa kecewa karena Renata jawabnya dengan kata-kata dingin,dia biarkan saja tidak chat tersebut.
"Sedingin itu kah dia."batin Jun kecewa sekali.
Ara sudah tak sabar lagi dengan acara pertunangan dirinya dan calon tunangannya.
"Sayang, nanti kamu harus tampil cantik iya,jangan mau kalah sama anaknya Pak Agung dan Ibu Mona,siapa itu si Renata Hadikusuma,kamu harus mengalahkan Renata biar kamu jadi pusat perhatian di keluarga Hadikusuma nanti."kata Chintya lembut tapi kata-katanya mengandung sesuatu yang jahat.
"Iya Ma,Ara juga gak suka sama gadis kulkas berjalan itu,berasa dia yang paling cantik padahal dia mah jelek."jawab Ara.
"Mama juga gak suka sama Renata,"balas Chintya.
Tanpa disadari oleh Chintya dan Ara,Peter dan Ezra diam-diam menguping pembicaraan ibu dan anak di cafe milik Ezra.
"Parah tuh emaknya,kamu harus batalkan acara gila itu."saran Ezra juga gak suka dengan Ara dan Chintya.
"Nanti Kak Ezra apa yang aku lakukan itu di acara nanti."jawab Peter dengan senyum yang licik.
__ADS_1
Ezra sudah juga gak sabar menunggu malunya Ara di acara pertunangan nanti.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁