
3 hari kemudian Renata sudah bersiap siap namun ada David di ruang makan bersama Jonathan, Agung dan Mona.
Raut wajahnya Renata mendadak kusut dan kecewa.
"Pagi cantik."sapa David dengan ramah namun Renata selalu menunjukkan wajah dinginnya.
Renata juga tidak membalas sapaan dari David.
"Mau kemana dek,ini David mau ajak adek jalan-jalan."tanya Mona tapi Renata tetap diam.
Renata ini seperti orang bisu saking tak mau membuka suaranya.
Seharusnya Jun yang ada disini tapi kenapa pria yang Renata tidak harapkan itu malah ada disini.
"Adek pergi dulu."pamit Renata tanpa sarapan dulu karena selera makan nya sudah hilang.
"Mau kemana dulu dek, sarapan dulu adek."tanya Mona serius.
"Mau pergi ke sekolah sebentar,tanya ijazah nya sudah keluar atau belum."jawab Renata dengan wajahnya yang dingin dan untuk menghindari pertanyaan lebih lagi.
"Kenapa tidak sama David saja,dek."ucap Agung serius.
"Tidak perlu,adek bawa mobil sendiri pulang nya adek mau ketemu kakek,adek kangen sama kakek."tolak Renata secara dingin.
Tolakan itu terasa menampar dirinya sendiri, segitu dinginnya Renata sekarang dulu dia hangat kepadanya tapi sejak dia dekat dengan sahabatnya sendiri dia berubah sekali.
"Tunggu saja kamu Ren,aku akan membuat mu menjadi milik ku dan membawamu jauh dari dia."batin David.
"Nak, maafkan sikap dari anak kami iya,si adek emang kayak gitu orangnya tapi adek orangnya baik kok sama orang."kata Mona lembut.
"Tidak apa-apa Tante,aku sudah terbiasa dengan sikap dingin nya,dia emang baik dan tulus kok sama orang."jawab David dengan wajahnya yang tenang.
"Tapi dalam hatimu tidak baik-baik saja kan."kata Jonathan serius dan David terkejut karena Jonathan tahu isi hatinya.
"Aku baik baik saja,Kak Jonathan."jawab David berusaha menutupi rasa sedihnya.
"Oh gitu."balas Jonathan seadanya.
Di perjalanan Renata hanya menyetir mobil dengan perasaan yang kacau.
Renata baru ingat jika minggu ini adalah hari kenaikan kelas,semua sekolah pada liburan.
Renata menjalankan mobilnya ke rumah kakeknya.
"Ren,kamu dimana."tanya Sean saat menelpon gadis dingin dan ayu ini.
"Adek mau ke rumah kakek, emang kenapa."tanya Renata balik bertanya.
"Oh gitu,gue tadi gak lihat kamu dikantor kakakmu,dek."jawab Sean masih di kantor.
Tiba-tiba Renata langsung memutuskan sepihak telepon dari Sean,hal itu membuat Sean kesal dengan Renata.
"Jo, ajari adekmu itu..masa dia langsung putus saja telponnya."aduh Sean ke Jonathan.
__ADS_1
Jonathan malah sibuk makan biskuit yaitu malkist yang diatas krim kelapa dan ada parutan kelapa kering.
"Gue ngomong loe malah makan lagi,heh."kata Sean lebih kesal daripada kesal ke Renata tadi.
"Ini masih banyak loh makanannya,gue ada stok banyak disini.."ucap Jonathan dengan santai sekali.
Sean mengambil camilan yang ada di atas meja kerja Jonathan,dia makan karena kepingin juga.
"Sejak kapan kamu doyan ini."tanya Sean bingung.
"Gak ada kata sejak kapan,gue mau makan ini atau tidak setidaknya lambung aku ada isinya, soalnya gue ada penyakit maag."jawab Jonathan santai.
"Ternyata enak juga iya,gue minta 1 bungkus lagi iya."ucap Sean tapi Jonathan menyuruhnya beli sendiri.
"Beli sendiri sana."kata Jonathan pelit.
"Iya gue beli 100 bungkus dah."jawab Sean ngegas.
Renata sudah sampai di rumah Scott namun dirinya bingung kenapa ada mobilnya Aldo dan Sabrina disini.
Renata tetap masuk ke dalam rumah itu.
"Adek sudah pulang dari liburan iya."tanya Scott pas melihat cucu cantiknya itu.
Scott senang karena cucu perempuan satu-satunya ini bisa merasakan bahagianya sendiri,dia sangat khawatir ketika Renata koma 10 hari di karenakan tusukan perutnya itu.
"Iya adek sudah pulang,adek kangen sama kakek..kakek apa kabar."ucap Renata lembut tak lupa dia salim ke tangan Om dan tantenya.
"Kakek baik'saja adek,adek semakin hari semakin cantik saja,adek persis seperti nenekmu dulu, cantiknya gak berubah dari dulu,nenekmu waktu dulu secantik adek loh, makanya adek cantik sekali."kata Scott pas melihat Renata yang semakin hari semakin cantik.
"Melihat adek ini seperti melihat nenekmu di masa lalu,kakek kangen sekali sama nenekmu"ucap Scott sedih mengingat sang istri tercinta yang sudah pergi ke surga.
"Iya Pa,aku melihat Renata sama seperti mama dulu, sama-sama cantik dan ayu."kata Aldo pas melihat wajah Renata.
Renata tak tahu gimana wajah neneknya waktu remaja dulu,dia ingin minta foto itu tapi selalu lupa terus.
"Ada apa Om dan Tante kesini."tanya Renata penasaran.
"Om,mau ketemu kakek saja kok,kangen juga iya."jawab Aldo santai.
2 jam kemudian Renata bersiap-siap ke kantor,entah ke kantor cuma numpang tidur atau cerita gak jelas sama Jonathan. Sama-sama julid mereka berdua.
Seperti di duga Renata ke kantor hanya bercerita gak jelas kepada Jonathan.
"Adek darimana,kok lama betul kesana."tanya Jonathan serius.
Bukannya menjawab Renata malah mengambil camilan itu diatas meja kerja Jonathan dan memakannya.
"Jawab dulu pertanyaan aku,sini makanan jangan di makan."ucap Jonathan galak tapi Renata tetap melanjutkan makannya.
"Pelit banget jadi kakak,adek mana pernah pelit sama kakak."kata Renata kesal.
"Habiskan itu semuanya,gue ada stok lagi di sini."ucap Jonathan masih kesal dengan adek perempuannya yang asem tapi cantik sih.
__ADS_1
"Adek habis kerumah kakek lah,tadi kan Kak Jo dengar omongan adek pas mau pergi itu."jawab Renata polos.
"Gue lupa dek, maklum aku sudah tua dek."balas Jonathan lupa jika adeknya tadi pergi ke rumahnya Scott.
"Terserah kakak saja,kakak..adek boleh bertanya tidak."tanya Renata serius di matanya.
"Apa itu dek."tanya Jonathan penasaran.
"Kakak pernah melihat wajah nenek waktu remaja tidak di foto,kata Kakek,nenek dulu waktu masih muda sangat cantik bahkan wajah adek seperti nenek di masa lalu,adek jadi penasaran tapi gak jadi karena adek diabaikan sama kakek yang cerita dengan Om Aldo dan Tante Sabrina."cerita Renata tiba-tiba galau.
"Nenek waktu remaja kayak apa iya pasti cantik banget deh,jadi penasaran juga aku."batin Jonathan.
"Aku tak tahu soalnya aku tak pernah melihat fotonya dek."jawab Jonathan enteng.
"Nanti adek tanya saja ke papa."balas Renata bete.
"Dek,aku mau tanya tapi jawabnya serius iya."kata Jonathan lebih serius.
Renata langsung menatap wajah dari Jonathan yang lagi serius ini.
"Kenapa adek benci sama David,apa karena Jun itu."tanya Jonathan serius dan Renata langsung terdiam di kata-kata itu.
10 menit kemudian Renata akhirnya membuka suaranya dengan jujur.
"Adek tak pernah menyukai David tapi David nya ke ge eran,adek juga gak ada perasaan sama sekali ke David,ini bukan karena Jun melainkan murni dari diri adek sendiri."jawab Renata jujur.
Dengar jawaban itu membuat Jonathan berpikir lagi.
"Cinta tak bisa di paksa kalo salah satunya emang tak pernah menyukai apalagi di cintai."sambung Renata lagi.
"Kata-kata itu ada di karmanya adek loh,iya kan Renata Hadikusuma."ucap Jonathan membuat Renata langsung kena mental dari ucapan dari Jonathan.
Ada suara ketukan dari pintu namun Renata tidak tahu siapa orang yang datang itu.
Agung tidak mungkin dia lagi cuti,yang masuk ternyata David dan John.
"David dan John,ada apa."tanya Jonathan pas melihat kakak beradik itu datang.
Seperti biasa Renata selalu menunjukkan sikap yang dingin dan tak menunjukkan senyum manisnya.
"Tadi papiku menyuruh kita untuk mewakili rapat ini,Kak."jawab David tenang tapi fokusnya ke Renata.
David tak menyadari jika Renata tak menoleh ke arah dirinya.
"Kak Renata kok diam saja sih daritadi."tanya John polos.
Mulut dari gadis ini memilih bungkam dan tidak menjawab pertanyaan dari siapapun.
Tetap diam itu ciri khasnya.
Alih-alih menjawab pertanyaan dari John, Renata memilih pergi entah kemana dia pergi hanya dia saja yang tahu tanpa sekata apapun.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
__ADS_1
Camilan yang di makan Jonathan,Sean dan Renata adalah Gery saluut rasa kelapa.