
Ini adalah masa lalu dari Jonathan.
7 tahun yang lalu.
Jonathan di restoran yang dia booking khusus buat acara ini bersama Maya.
2 bulan kelulusan SMA mereka berdua, saatnya Jonathan melamar kekasihnya karena gak mau lama-lama berpacaran selama 3 tahun sejak mau SMA.
"Maya,mau kah kamu menikah dengan ku."ucap Jonathan sama berlutut satu kaki dihadapannya Maya.
"Iya aku mau sayang,"jawab Maya dengan raut wajahnya yang bahagia sekali.
Maya sangat beruntung mempunyai seorang kekasih yang baik hati walaupun Jonathan itu sangat dingin tapi hangatnya cuma buat Maya saja.
Awas ada yang bertanya dimana Renata,iya masih SD dan polos pula soal cinta cintaan.
"Betulan, kamu mau jadi ibu dari anak-anakku,Maya!"tanya Jonathan masih tak percaya dengan jawaban dari Maya.
"Iya sayang,emangnya aku bohong apa.aku mau kamu jadi ayah dari anak-anakku iya,Jo."jawab Maya senang.
Jonathan berdiri dihadapan gadis yang bertinggi 161 cm beda dengan dirinya yang bertinggi badan 185cm.
Kalo sama Renata iya,Renata yang kurcaci di sampingnya Jonathan.
Keduanya saling bertatapan dan bertukar cincin lamaran.
1 hari.
Jonathan memberitahu kepada Agung,Mona,Scott dan Azura istri dari Scott serta Renata dirumah.
"Ma,Pa ,kakek dan nenek,aku tadi malam lamar Maya,aku ingin minta restu kepada Mama,Papa dan Kakek,"ucap Jonathan serius.
"Iya papa restui kamu tapi kamu harus serius dengan Maya,jangan sampai kamu menyakiti perasaan dari Maya."kata Agung serius dan memberi restu kepada putra sulungnya.
"Mama setuju dengan mu tapi jika kamu berani menyakiti Maya, Mama tak segan-segan memarahi kamu hingga menyesali perbuatanmu sendiri."ujar Mona serius.
"Kakek harap kamu dan Maya,bahagia selalu hingga maut memisahkan kalian berdua."ucap Scott lebih serius lagi.
"Jo,kamu harus sayang sama Maya iya,awas kamu bikin iseng kepada istrimu,cukup adekmu saja yang kamu isengi."ujar Azura serius dan sedikit mengancam Jonathan.
"Iya Pa Ma,Kek dan Nek."jawab Jonathan senang dapat restu.
Jonathan senang dapat restu dari kedua orangtuanya dan kakek neneknya kecuali Renata karena dia gak tahu soal ini dan dia tahunya kalo Jonathan dan Maya hanya berteman saja.
Dia juga sudah mendapatkan restu dari kedua orangtuanya Maya tadi siang.
"Kak Jo,itu ada Kak Maya dan kedua orangtuanya loh."ucap Renata polos dan lugu.
"Kenapa adek gak suruh dia masuk saja,"tanya Jonathan kesal dengan adeknya yang masih SD.
"Jo,adek kamu itu masih SD, wajarlah dia masih polos dan masih kecil pula."tegur Agung sambil benarkan kaca matanya.
Jonathan bergegas buka pintu utama namun dirinya melihat ada Maya dan kedua orangtuanya.
"Jo,tadi adekmu menyuruh kami tunggu disini."kata Maya senang.
"Oh iya,Om dan Tante ayo masuk kedalam sekarang."ajak Jonathan sedikit gugup di hadapan orang tua dari Maya.
Maya dan kedua orangtuanya mengikuti Jonathan dari belakang. Renata melihat ada Maya dan langsung menyalim kedua tangan dari orang tuanya Maya.
"Jo,adekmu sangat sopan sekali dan imut pula."puji Mira ibu dari Maya.
"Iya Tante."jawab Jonathan malu-malu.
"Berapa usiamu nak."tanya Manuel ayah dari Maya.
"10 tahun,om."jawab Renata dengan jari 10 dihadapan Manuel dan Mira.
"Kelas berapa kamu nak."tanya Mira kepada Renata.
"Naik kelas 5,Tante."kata Renata.
"Pintar dong,dek"puji Mira sambil mengacak-acak rambutnya Renata.
__ADS_1
"Mira dan Manuel,ayo duduk disini."ajak Agung senang dan memeluk sepasang suami istri itu.
Mira dan Mona itu adalah sahabat dari SMA dan tidak disangka kalo Jonathan dan Maya menjadi pasangan kekasih karena ibu mereka itu sudah lama berteman.
"Mona,apa kabarmu cantik."tanya Mira tapi Renata lebih geli dengar kata cantik.
"Aku baik-baik saja cantik,gimana kabarmu."tanya Mona senang.
"Aku juga baik'saja kok cantik."kata Mira.
"Oh iya gimana dengan pernikahan kalian berdua,ayah dan bunda sudah gak sabar mempunyai cucu loh, gimana Agung dan Mona."ucap Mira antusias.
"Aku juga gak sabar pengen punya cucu,."kata Agung senang.
"Gimana 2 minggu kalian berdua persiapkan pernikahan kalian berdua."saran Scott serius.
"Aku setuju tapi Jo gak tahu aku."kata Maya senang.
"Aku lebih setuju lagi,lebih cepat lebih baik."sambung Jonathan serius.
2 minggu kemudian.
Jonathan sedang memakai jas pernikahannya sedangkan Maya masih di sana maksudnya tempat acara pernikahan mereka berdua.
"Jo,gila loe tampan sekali."puji Sean.
"Maya pasti mimisan melihat penampilan kamu yang sangat tampan ini."kata Peter.
"Kamu langkahi aku tapi aku senang karena kamu akan menjadi suami orang."ucap Ezra.
"Thanks semua kecuali adek."kata Jonathan tulus.
"Lah kan adekmu gak ada disini gila ngapain kamu bilang terima kasih ke adekmu."ujar Ezra ngegas.
"Kak Jo,sudah siap kah."tanya Renata tiba tiba datang dari luar dan memberitahu ke Jonathan dan memakai dress berwarna pink pastel.
"Anak kecil ini siapa iya."iseng Sean kepada adek sepupunya yang paling muda.
"Kak Jo,Kak Sean nakal."aduh Renata dengan wajahnya yang polos.
"Gak kok bercanda iya Adek cantik yang manis."kata Sean tulus.
"Kamu sudah siap kah,kasihan Maya sudah menunggu mu disana."ucap Mona datang dan memarahi putranya.
"Sudah siap ma tapi aku gugup."jawab Jonathan.
"Itu wajar nak kalo gugup tapi kamu santai saja nak."balas Mona lembut.
"Anak papa yang tampan ini sudah siap kah."tanya Agung juga datang.
"Sudah siap?Pa."jawab Jonathan serius.
"My son,jadi suaminya yang baik buat Maya,mama berharap kamu bisa memahami sikap dari Maya,nak."ucap Mona sambil mengelus lengan Jonathan.
"Jo,papa harap kamu dan Maya bahagia selalu dan menjadi suami yang baik dan setia buat Maya sampai maut memisahkan kalian berdua."kata Agung dan memeluk putra sulungnya.
"Kak Jo, adek mau peluk."pinta Renata.
"Eh gak boleh karena badan adek pendek."iseng Jonathan kepada Renata.
"Jo,kamu nih malah iseng sama adekmu."tegur Agung gemas dengan tingkah dari putranya.
Renata memiliki tinggi badan 135cm ,wajar sih dia sering di ejek oleh kakak dan kakak sepupunya karena memiliki badan yang pendek tapi ini masih masa pertumbuhan.
"Sini adek."ajak Jonathan.
Mau tak mau Jonathan harus berjongkok dihadapan Renata yang pendek ini dan memeluk adek kesayangannya.
"Sudah siap kah nak."tanya Scott kepada Jonathan.
Renata melepaskan pelukannya dan memeluk sang kakek dan neneknya.
"Sudah siap,Kek."kata Jonathan bangkit dari jongkok.
__ADS_1
"Sudah tampan cucu aku,sudah siap jadi suami orang ini."puji Azura sambil memeluk cucu laki-laki.
"Ayo berangkat sekarang."ujar Scott dengan nada suara yang tegas.
Di aula pernikahan Jonathan datang duluan agar dirinya bisa melihat wajah cantik dari gadis yang akan menjadi istrinya nanti.
Tak lama kemudian Maya datang dengan gaun pengantin putih, wajahnya yang cantik bahkan sangat cantik pada hari ini, senyumnya yang gak pernah lepas darinya dan menatap lurus ke depan.
Renata yang melihat Maya hanya diam tapi di juga terpesona dengan kecantikan dari Maya. Jonathan melihat Maya juga terpesona dengan kecantikan dari Maya begitu juga Maya yang melihat Jonathan juga terpesona dengan ketampanan dari Jonathan.
Maya sudah berdiri disampingnya Jonathan dan dihadapan pemuka agama dengan raut wajahnya yang bahagia.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Jonathan dan Maya resmi jadi pasangan suami-istri yang sah, ucapan demi ucapan yang mereka berdua dengar di telinga.
"Jadi istri yang baik,Maya."ucap Mira haru dan bahagia karena putri semata wayangnya menikah.
"Iya Bunda."kata Maya senang.
"Maya,kamu harus nurut sama suamimu iya."kata Manuel serius dan memeluk putri semata wayangnya.
"Cucu aku sudah menikah iya dan selamat datang di Keluarga Hadikusuma."ucap Azura memeluk Jonathan dan Maya.
"Selamat iya my son dan my daughter in law."ucap Mona juga memeluk anak dan menantunya.
"Anak papa sudah menjadi suami orang iya hehehe."kata Agung sambil bahu putranya.
"Heh kita tunggu keponakan lucu hehehe."ucap Ezra,Peter dan Sean serentak.
"Bikin saja belum ehh malah di tagih kayak tagihan listrik PLN."kata Jonathan kesal.
"Sudah-sudah jangan bikin ribut disini, selamat buat Jonathan dan Maya semoga kalian berdua langgeng sampai nenek kakek."ucap Scott memeluk Jonathan dan Maya secara bergantian.
"Ren,kenapa kamu tidak mengucapkan selamat buat kakak yang julid itu."kata Peter sambil toel pipi imut milik Renata.
"Itu Kakek lagi peluk Kak Jo sama Kak Maya."jawab Renata dengan wajahnya yang polos.
"Iya kah bocah."iseng Sean dan Ezra kepada Renata.
Argi dan Aldo mendengar isengan dari putranya dan langsung menegur mereka berdua.
"Sean,kamu suka betul jail sama Renata, mentang-mentang dia masih bocah."tegur Argi kepada Sean.
"Ini juga Ezra malah iseng kepada Renata."tegur Aldo kepada Ezra.
"Kita cuma bercanda kok sama Renata."kata Sean dan Ezra.
"Terserah kalian berdua saja lah."ucap Sabrina kesal.
"Selamat iya buat Jonathan dan Maya."ucap Laura senang dan tulus.
"Semoga kalian berdua menjadi langgeng sampai maut memisahkan kalian berdua."kata Alan kepada Jonathan dan Maya.
"Selamat buat kalian berdua."ujar Argi senang.
"Selamat buat kalian berdua juga."kata Sabrina.
"Selamat buat kalian berdua, semoga kalian berdua langgeng selamanya."ujar Aldo.
"Selamat Kak Jo dan Kak Maya,adek senang sekali."ucap Renata dengan wajahnya imut dan polos.
"Terimakasih semuanya terutama Kakek,Nenek,Papa,Mama,adekku si Renata yang polos dan lugu, Ayah, Bunda,Kak Ezra,Sean,Peter,Om Alan,Om Argi,Om Aldo,Tante Sabrina dan Tante Laura."ucap Jonathan tulus.
Setelah selesai acara saatnya Jonathan dan Maya pulang ke rumah yang di belikan oleh Manuel sang ayah.
\=\=\=\=\=\=\=\=β\=β β\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
ππππππππππππππππ
Sebenarnya Jonathan sudah menikah dengan Maya tapi hanya bertahan 4 tahun karena Maya meninggal dunia.
Jonathan sudah menjadi duda selama 3 tahun tapi dari luar dia seperti pria yang masih perjaka .
__ADS_1
Nanti saya cerita meninggalnya dari Maya Kusnadi istri dari Jonathan.
πΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπ₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯