Ada Apa

Ada Apa
101


__ADS_3

🍁🍁🍁🍁🍂🍁🍁🍂🍂🍁🍂🍁🍂🍁🍂


Renata menatap wajahnya Agung dengan lemas, Agung harus di rawat inap pas ke rumah sakit Agung ternyata pingsan karena kelelahan berserta demam berdarah.


"Papa,adek disini sama Kak Jo dan Mama, papa kok gak buka matanya sih,papa gak sayang kah sama adek,adek takut papa gak buka matanya,adek janji adek gak nakal lagi dan nurut sama papa."ucap Renata sedih sambil menangis.


Agung sampai sekarang belum juga sadarkan diri.


"Argi,kenapa suami aku bisa pingsan."tanya Mona dengan wajahnya yang khawatir.


"Kak Agung pingsan karena kelelahan pas Kak Agung di periksa oleh dokter, Kak Agung juga pingsan karena demam berdarah,Kak Mona."jawab Argi dengan polosnya.


"Kenapa wajah kamu menunjukkan wajah polos bukan wajah khawatir dengan kakakmu sendiri,aku benar-benar shock dan khawatir pas kamu telpon tadi."tanya Mona marah.


"Kan aku aslinya emang polos sama kayak adek."jawab Argi dengan polos lagi.


"Tidak usah di sangkutkan dengan anak saya,."balas Mona marah.


"Kak Mona marah, Kak Mona lagi datang bulan."kata Argi dengan kesal sekali.


"Tutup mulut kamu,jangan bikin aku marah lagi."marah Mona yang sangat mengerikan.


Argi memilih tutup mulut nya daripada membicarakan kakak iparnya.


Alan datang untuk menjenguk kakaknya, biasanya dia malas jenguk saudaranya jika lagi sakit kecuali ayah atau ibunya.


"Argi, kenapa Kak Agung bisa pingsan,aku dapat info dari Sabrina dan Aldo."tanya Alan serius tapi menatap sendu ke Renata.


"Alan, kalo mau bicara dengannya harus lihat wajah dia bukan wajah orang lain."tegur Mona marah.


"Iya maaf Kak Mona."maaf Alan sendu.


Renata langsung keluar dari kamar itu karena malas melihat ada omnya disini.


Renata berjalan menuju lapangan voli di dekat rumah sakit walaupun dirinya tak bisa main voli tetapi dirinya hanya memandang para pemain voli di lapangan.


"Kau kesini ngapain."tanya Juan ketika melihat ada Renata sendirian di lapangan voli.


"Hanya melihat kakak sedang main voli."jawab Renata dengan polosnya.


"Aku tidak suka main voli dan hanya kebetulan lewat saja."balas Juan enteng.


"Oh aku tidak tahu hehehe."ucap Renata dengan cengengesan.


Melihat wajah dari Renata yang polos dan ceria membuat Juan tersenyum namun hanya sedetik saja.


"Gimana kabar kakak hari ini,sudah lama kita tak bertemu."tanya Renata dengan wajahnya yang lugu.


"Aku baik' saja tapi suka sama wajah ceria mu,baru pertama kalinya aku melihatmu seperti ini, sangat cantik sekali."jawab Juan membuat Renata salah tingkah.


"Kakak bisa saja, aslinya aku emang begini tapi diluar emang beda."balas Renata berusaha menutupi rasa salah tingkah nya.


"Kau bisa main voli, tidak."tanya Juan lembut.


"Tidak Kak."jawab Renata cepat.


"Lalu."tanya Juan.


"Main basket dan main sepeda itu saja yang aku bisa."jawab Renata.

__ADS_1


"Dulu aku pernah jadi kapten basket selama 5 tahun hehehe dari kelas 8 SMP sampai kelas 12 SMA."lanjut Renata dengan santai.


"Oh gitu tapi aku tak p huernah melihat mu waktu kamu SMP, emangnya kamu SMP mana."tanya Juan penasaran.


"Aku SMP disitu juga cuma lebih sering di kelas,di kantin SMP dan didekat asrama bersama sahabat ku."jawab Renata santai.


"Oh gitu."balas Juan singkat.


"Kamu kuliah dimana, Renata."tanya Juan lembut.


"Aku tidak kuliah dan kerja di kantor ayahku."jawab Renata santai.


"Aku dan Jonathan 1 SMA lo, yang aku tahu Jonathan anaknya suka bandel dan suka bolos ke kelas tapi di sekolah dia sangat terkenal karena dia murid paling tampan lah,gak ada satupun para gadis berhasil menaklukkan hati nya karena kakakmu itu orangnya dingin dan cuek,ada seorang gadis yang berhasil menaklukkan hati nya Jonathan yaitu Maya Kusnadi, Jonathan sangat menyukai Maya waktu pertama kali masuk sekolah,dia selalu salah tingkah ketika Maya bersama gengnya ke kantin atau berpapasan di lingkungan sekolah, kebetulan aku 1 geng dengan Jonathan, Jonathan selalu minta bagaimana caranya menyatakan cinta kepada seorang gadis,aku dan salah satu teman gengku yang kasih saran ke Jonathan, akhirnya Jonathan berhasil menyatakan cinta nya kepada Maya,biar pun Jonathan orang nya kayak gitu tetapi dirinya sangat lembut kepada Maya disekolah, Maya juga menyukai Jonathan sejak pertama kali mereka bertemu di sekolah."cerita Juan saat mengenang masa SMA nya dulu bersama Jonathan.


"Kak Jo gak pernah cerita itu ke aku, setiap kali aku ingin bertanya malah disuruh belajar di kamar."jawab Renata bete.


"Dia malas kali cerita denganmu,apa lagi Jonathan sering bilang kalo kamu itu polos banget."balas Juan santai.


"Kak,aku harus balik dulu iya kasihan ayahku lagi sakit."ucap Renata.


"Baiklah semoga ayahmu cepat sembuh."jawab Juan.


"Terimakasih atas doanya,Kak."balas Renata tulus


Renata kembali lagi ke rumah sakit sedangkan Juan masih betah di lapangan voli.


🍁🍁🍁.


Renata berjalan di lorong rumah sakit tanpa dia ketahui ada Travis,Kyle dan John berpapasan dengan Renata.


"Hai Kak Renata."sapa John ceria.


"Hai juga Kyle,Travis dan John."balas Renata lembut.


"Lagi apa Kak Renata kesini."tanya Kyle bingung.


Ketiganya tak tahu jika Jun dan David ada masalah karena Renata sendiri soalnya Danny tak mau bercerita tentang itu.


"Ayahku sakit dek."jawab Renata sedih.


"Kak Renata bolehkah kita ayahnya kakak."ucap Travis kepada Renata.


"Hhmm boleh."jawab Renata dengan senyum tulus.


Ketiganya baru pertama kalinya melihat senyum tulus dari Renata bahkan ini jauh lebih cantik daripada dia menampilkan wajah dinginnya.


"Kak Renata sangat cantik jika tersenyum."puji Kyle kepada Renata.


"Iya Kak Renata benaran aku gak bohong, Kak Renata sangat cantik sekali jika tersenyum."puji Travis terpesona dengan senyum dari Renata.


Kalo John dia gak bisa komentar karena bingung merangkai kata-kata yang pas buat Renata.


Renata jadi salah tingkah ketika di puji bahkan pipinya merah merona sekali.


"Sebentar Kak Renata kita pergi beli makanan buat ayahnya Kakak."ucap John polos.


"Gak usah gin,."tolak Renata secara halus.


"Gak papa Kakak,kita juga menghormati orang yang lebih tua Kak Renata."sahut Travis tegas.

__ADS_1


Skip mereka beli makanan dulu.


🍁🍁🍁🍁.


"Gi,aku dimana."ucap Agung dengan suaranya yang berat.


"Kakak lagi dirumah sakit tadi itu Kakak itu pingsan kebanyakan kerja sih jadi orang."jawab Argi ngegas.


"Astaga gak tahu lo."balas Agung ketika dirinya mau duduk di ranjang rawat inap.


"Papa sudah sadar iya."tanya Mona setia menunggu suaminya sadar dari pingsannya.


"Iya,dimana Jo dan adek, sayang."tanya Agung tidak melihat sosok kedua anaknya.


"Jo itu lagi tidur di sofa sedangkan adek iya pergi entah kemana pas Alan kesini."jawab Mona santai.


Renata,John,Travis dan Kyle datang dengan membawa makanan,Ketiga remaja laki-laki itu pada terkejut melihat wajah awet muda milik Mona, seperti kakak beradik.


"Kak Renata itu ibunya kakak iya,ya ampun cantik banget kalo melihat secara langsung, secara aku cuma melihat nya di televisi."tanya Travis saat melihat ada Mona.


Jonathan tiba-tiba terbangun dari tidurnya dan melihat ada remaja laki-laki disini.


"Iya itu ibuku,Travis."jawab Renata lembut.


"Adek mereka itu siapa."tanya Agung sedikit penasaran dengan hubungan ketiga remaja ini kepada putrinya.


"Ini adek kelasnya adek Pa Ma di sekolah,yang ini kelas 11 SMA,ini kelas 9 SMP dan kelas 8 SMP,kita berempat satu lingkungan sekolah Pa Ma."jawab Renata polos.


"Oh gitu,."balas Agung malas.


"Apa kabar Om dan Tante.


"Tante baik' saja nak,."jawab Mona lembut.


"Om lagi sakit nak dan terima kasih sudah jenguk om."jawab Agung lembut.


"Tante ini kami bertiga bawakan makanan buat om dan tante."ucap John dengan gugup.


"Ya ampun gak usah repot-repot nak,."kata Mona kaget melihat ada makanan yang bawakan oleh ketiga remaja tersebut.


"Gak papa Tante,kita bertiga ikhlas dari lahir batin."ucap Travis dan Kyle bersamaan.


"Heh gue gak sebutin kah."protes Jonathan karena dirinya gak sebutin namanya.


"Kak Jonathan kah ini,maaf kami tidak tahu."jawab Travis dengan polosnya.


"Kak Jonathan makin hari makin ganteng saja iya."puji John membuat Jonathan langsung pede.


"Iya dong, gue emang ganteng dari lahir."ucap Jonathan dengan narsis nya.


Renata menatap wajah dari Jonathan dengan pedenya dia lalu menatap wajah lesu milik Agung sang ayah.


"Papa, jangan pingsan lagi iya,adek takut sekali."ucap Renata lembut lalu memegang punggung tangannya Agung yang masih tertanam jarum infus nya.


"Papa gak pingsan lagi dek."jawab Agung lembut.


Entah kenapa ketiga remaja laki-laki ok ini sangat iri dengan Renata karena Agung sangat lembut kepada putrinya.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁.

__ADS_1


Saya kembali lagi


__ADS_2