
Renata dan Odelia sudah selesai makan bahkan Renata sedang minum obat dari Odelia hanya Paracetamol saja.
"Nanti aku ganti obatmu iya."ucap Renata lembut dan halus.
Odelia tidak menjawab melainkan mengangguk saja.
Renata dan Odelia keluar dari cafe tapi Renata bayar dulu di kasir.
Setelah bayar di kasir Renata membawa Odelia pulang.
Diperjalanan Renata memarkirkan mobilnya di sebuah apotik dan menyuruh Odelia membeli obat nya dan dirinya.
"Ini uangnya, kembaliannya ambil saja buat mu siapa tadi adekmu mau makan."ucap Renata dingin sambil menahan kepalanya yang sakit.
Odelia cuma diam dan mengambil uang sebesar 100rb dari Renata lalu keluar dari mobilnya Renata.
Kepalanya sungguh sakit nya luar biasa tetapi Renata memilih diam dan menahan rasa sakitnya di kepalanya.
Di dalam apotik,Odelia sedang bayar belanjaannya tetapi dirinya sangat khawatir dengan kondisi dari Renata.
Ingin sekali dia gantikan Renata di dalam mobil maksudnya menyetir mobil soalnya Odelia bisa menyetir mobil bahkan sudah mempunyai SIM sebelum pindah ke Jakarta.
Setelah bayar Odelia cepat-cepat bergegas menuju ke parkiran di apotek.
Renata masih tetap dengan posisi yang sama yaitu duduk di setir mobil dengan raut wajahnya yang dinginnya mendarah daging.
Odelia masuk kedalam mobilnya Renata dan menutup kembali pintu mobil itu.
"Ren,ini obatmu."ucap Odelia lembut.
Renata menatap wajah dari Odelia lalu mengambil kantong plastik yang berisi obat dan memasukkannya kedalam tasnya.
"Lia,kamu menyetir mobil ku gak."tanya Renata lembut.
"Aku bisa,Ren."jawab Odelia antusias.
"Kalo bisa tolong bawakan mobil ku dulu,aku gak sanggup nah bawa ini karena kepalaku sakit sekali."kata Renata lembut dan suaranya berat sekali.
"Oke Renata yang cantik jelita."balas Odelia dengan senang hati.
Mereka berdua tukaran tempat duduk,Renata sama seperti yang tadi yaitu menahan kepalanya yang sakit sedangkan Odelia dengan mahir membawa mobilnya Renata.
Mobil sudah sampai di daerah rumahnya Odelia tetapi Renata tertidur pulas didalam mobil itu.
Odelia tidak tega membangunkan Renata yang tertidur pulas seingatnya Renata emang lagi sakit hari ini.
"Tinggalkan aku sendiri saja, pulang lah soalnya kasihan adekmu sendirian di rumah, tenang saja aku sedikit lumayan daripada yang tadi."ucap Renata sedikit lembut dan matanya masih terpejam padahal dirinya sudah bangun.
"Tetap dirimu masih......."kata Odelia dengan khawatir.
"Cepat masuk ke rumahmu sekarang,aku baik' saja kok."ucap Renata dengan cepat memotong perkataan dari Odelia.
__ADS_1
Dengan cepat Odelia keluar dari mobilnya Renata tidak lupa juga dia berterima kasih kepada Renata.
Renata kembali lagi ke posisi semula yaitu duduk di setir mobilnya.
........
Sudah sampai rumah Renata cepat-cepat masuk ke rumahnya.
"Tumben adek lama pulang nya emangnya pekerjaan adek banyak iya."tanya Mona pas berdiri di depan pintu.
"Adek ada jalan sebentar, Mama."jawab Renata jujur.
"Iya sudah adek masuk dulu."ajak Mona lembut dan mengambil tangannya Renata.
🐻🐻🐻🐻.
Pagi hari Renata masih sama kayak kemarin yaitu demam dan kepalanya sakit.
"Ayo Ren,jangan malas kerja iya."batin Renata yang suka memaksa dirinya untuk kerja padahal dirinya lagi gak enak badan.
Renata berjalan seperti biasa tanpa ada yang tahu dirinya sedang sakit namun siapa sangka Agung sudah tahu jika putrinya sedang sakit.
"Lebih baik adek jangan kerja dulu,adek pasti lagi sakit, kemarin papa dapat info dari Roy jika adek hampir pingsan di kantor."ucap Agung tegas.
Renata mendadak diam karena papanya sudah tahu keadaan nya.
"Sarapan dulu baru adek istirahat."kata Mona lembut.
Renata mengambil piring lalu mengisinya dengan nasi dan lauk pauknya.
Dirumah ini hanya ada 3 orang saja karena Jonathan sedang ada perjalanan dinas di luar kota dari kemarin dan Renata lah yang gantikan sementara di kantor.
.......
"Kyle, kamu kenapa kok wajahmu murung gitu."tanya Jun bingung.
"Gue bete weh soalnya aku suka sama Kanaya anak SMP itu loh,adek kandungnya Kak Odelia teman dari Kak Renata itu."jawab Kyle bete.
"Bete kenapa."tanya Jun kepo.
"Dia tolak karena dia masih kecil bilangnya."jawab Kyle kesal.
Jun tertawa terbahak-bahak karena mendengar jawaban dari Kyle sendiri.
"Kasihan kamu nak hahahaha."ucap Kevin dengan julid.
"Kasihan Kyle di ejek mulu sama kalian berdua."kata Danny kasihan dengan Kyle.
"Btw Kak Renata kok gak pernah muncul disini iya,ada apa dengan Kak Renata iya."tanya Travis bingung,dia tahu kalo Renata sering duduk diam seorang diri di taman sekolah.
"Dia demam."jawab Jun tahu karena Jun tanya Renata tadi itu.
__ADS_1
"Oh gitu iya,terus gimana kabar calon kakak iparmu itu siapa sih namanya lupa aku nama kakaknya Kak Renata itu."tanya Kevin kepo kepada Jun.
"Nama kakaknya Renata itu Kak Jonathan kali."jawab Danny ngegas.
"Mana aku tahu kabar dari Kak Jonathan."jawab Jun tidak tahu dengan kabar dari pria dewasa itu.
"Kamu ngapain tanya kayak gitu ke dia."tanya Danny kepada Kevin.
"Aku hanya kepo saja tentang Kak Jonathan hehehe."jawab Kevin cengengesan.
"Terus kenapa kamu tidak jenguk Renata saja katamu dia lagi demam."tanya Danny serius.
"Nanti tunggu dia balas pesan aku soalnya aku gak mau kerumahnya kalo dia lagi sendiri,takutnya nanti kedua orangtua atau kakaknya berpikir kalo aku ini macam-macam kepada Renata,lebih baik kalo ada ayah atau ibunya kan yang ada dirumahnya daripada dia sendiri kalo sama teman ceweknya sih gak papa."jelas Jun dengan pikiran yang tegas.
"Betul juga iya jawaban mu."kata Kyle kagum sekali.
"Bilang saja kamu takut sama Kak Jonathan yang galak itu hahahaha."ledek Travis dengan mulutnya laknat itu kepada Jun.
"Diam lo."teriak Jun ngegas.
"Hahahaha benar banget weh."sambung Kevin ikutan ledek Jun.
"Setan lo berdua."teriak Jun dengan ngegas lagi kepada Travis dan Kevin.
"Mending tanya saja ke Renata,kamu ada dirumah sama siapa,gue yakin dia sama ibunya mana mungkin sama ayahnya,ayahnya saja masih belum pensiun kerja kok,kalo Kak Jonathan iya dia ada perjalanan dinas ke luar kota."saran Danny kepada Jun.
"Ok deh aku tanya dulu ke dia."jawab Jun lembut.
Jun mengirim pesan kepada Renata tetapi Renata tidak membalasnya.
"Tidak di balas nya."ucap Jun sedih.
"Tunggu dulu iya,lagian Kak Renata lagi tidur."balas Travis santai sambil main ponselnya.
Kelima pemuda sibuk di taman sekolah tanpa disadari oleh mereka,Kanaya diam-diam menguping pembicaraan mereka.
Kanaya sebenarnya bingung dengan Kyle yang menyukai dirinya padahal dirinya belum suka dengan Kyle terlebih dia terlalu mengagumi sosok dari kakak dari Renata yaitu Jonathan.
"Semoga Kak Jonathan gak tahu kalo aku suka dengan nya dan semoga Kak Renata gak marah jika aku suka sama kakaknya."batin Kanaya sangat berharga sekali.
🍁🍁🍁🍁.
Renata duduk diam di kamarnya sambil menangis bahkan dirinya masih malas untuk istirahat.
Ponselnya sengaja dia matikan tanpa orang lain tahu dia lagi apa.
Dia ingin kerja bukan malas di kamarnya meskipun dirinya masih demam dan kepalanya masih sakit.
Entah berapa lama dia duduk sambil menangis,dia tak tahu banget.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁.
__ADS_1
Renata ini kenapa iya kemarin dia bilang malas kerja sekarang maunya dia kerja hari ini. Aneh sekali hehe.