
Renata merasakan ada yang sakit di punggung tangannya dan bangun dari tidurnya.
Jonathan,Ezra dan Mona melihat Renata sudah sadar dari komanya dan Mona langsung menghampiri anak bungsunya
"Aduh sakit sekali tangan adek"ucap Renata dengan suara serak dan sakit sambil melihat tangan nya di infus.
"Sabar iya dek,adek pasti sembuh kok"balas Mona sambil mengelus rambut anaknya sedangkan Jonathan dan Ezra masih memandang wajah pucat dari Renata.
Renata benar benar otaknya tak bisa di cerna dan apa maksud dari kata-kata.
"Apa yang kalian sembunyikan dari adek,jawab "tanya Renata dengan marah sambil menahan air mata.
Mereka bertiga bingung mau bicara apa kepada Renata, jujur Mona tak bisa melihat anak bungsunya sedang marah dan menangis , Jonathan hanya diam saja dan Ezra lagi lagi otaknya gak sampai ke intinya.
"Kenapa kalian cuma diam saja hiks hiks hiks"marah Renata dengan suara berat sambil menangis kencang.
Renata malas melihat ini dan langsung tidur menghadap ke jendela sambil menangis tanpa peduli rasa sakit di tangan nya yang di infus.
"Ma dan Ezra lebih baik keluar dulu biar aku yang bicara dengan adek"ucap Jonathan serius dan yakin.
"My son,mama percaya dengan mu ,kamu kakak yang baik meski kamu masih suka banyak bicara"balas Mona sambil menatap wajah sendu dari anak sulungnya. sedangkan Ezra hanya diam saja.
Mona dan Ezra keluar sebentar dari bangsal anaknya dan memilih ke taman sebentar.
Jonathan memberanikan untuk membuka pembicaraan nya dan beritahu yang sebenarnya.
"Dek?tenang lah dulu"ucap Jonathan dengan suara parau dan berat.
Renata gak mau balik ke arah Kakaknya dan dia masih menangis saat ini. bagaimana dia bisa tenang jika tak ada yang mau beritahu ke dia.
"Bagaimana adek bisa tenang jika kalian tak memberitahu adek yang sebenarnya hiks hiks hiks"ucap Renata sakit hati sambil menangis.
"Dek tenang aku ingin memberitahumu yang sebenarnya,apa sering berkeringat di malam hari dan aku sering melihat adek garuk garuk kulitmu yang gatal"ucap Jonathan dengan suara parau sambil melihat punggung dari adeknya.
Di luar sana Agung,Sean,Argi dan Scott di depan pintu bangsal Renata tiba tiba ada Ezra dan Mona datang dari taman sebentar.
"Kamu dari mana sayang,aku mencari mu tadi"tanya Agung dengan penasaran.
"Aku pergi ke taman sebentar karena Ezra ingin bertanya sesuatu "balas Mona dengan jujur.
"Papa ingin ke dalam sebentar",ucap Agung dengan serius dan masuk ke bangsal Renata.
Mona juga ikut masuk ke bangsal anaknya dan berdiri di samping suaminya.
Sedangkan mereka berempat masih berdiam di luar bangsal Renata.
"Dek?adek sakit kanker getah bening"ucap Agung dengan jujur , tiba-tiba Renata langsung membalik tubuh nya ke arah ayah,ibu dan kakaknya , jujur Renata sangat kaget mendengar ini dan pantas saja dia sering garuk-garuk dikulitnya, berkeringat di malam hari dan tubuh nya mendadak turun drastis.
Renata menangis sejadi-jadinya saat mendengar kenyataan yang ada ,Mona langsung mengelus punggung Renata dengan lembut sambil menenangkan Renata.
__ADS_1
Agung hanya melihat kesedihan dari Renata , jujur Agung sangat takut jika Renata akan menyusul ibunya ke surga karena ibunya dulu meninggal dunia karena penyakit ini. sedangkan Jonathan hanya diam saja karena dia lagi pusing dengan penyakit adeknya.
"Papa,aku harus meminta surat ijin adek dulu biar aku besok mengantarnya langsung ke sekolah"ucap Jonathan dengan serius.
"Iya nak"balas Agung dan Mona.
Jonathan keluar dari kamar bangsal dan bergegas ke ruangan Dokter Leticia tadi ,dia melihat ada kakek,om,Sean dan Ezra disitu dan menyuruh mereka berempat masuk kedalam kamar bangsal tersebut.
"Jo?kamu dimana"tanya Sean dengan kepo.
"Aku pergi sebentar"balas Jonathan dengan dingin dan bergegas mencari Dokter Leticia.
Jonathan tak sengaja melihat Dokter Leticia berbicara dengan ayah nya di pintu ruangan ayahnya ,Leticia melihat Jonathan dan bertanya sesuatu kepada Jonathan.
"Bisa ke ruangan saya sebentar"ucap Leticia dengan sopan.
"Bisa"balas Jonathan dengan dingin sambil memandang tak suka kepada Leticia.
Leticia dan Jonathan masuk ke ruangan yang bertulisan Dokter spesialis kanker beserta nama Leticia disitu.
Leticia menyuruh duduk disitu dan Leticia juga duduk di kursi kerjanya ,mereka berdua saling berhadapan.
Jujur jantungnya Jonathan mendadak deg degan karena di depan nya ada Leticia disitu,beda sekali saat pertama kali dia bertemu dengan Maya yang gadis pemalu dan sedikit manja sedangkan Leticia ini lebih ke dingin,tegas ,kaku dan mandiri daripada Maya sendiri walaupun wajah mereka sangat mirip tapi kepribadian mereka sangat berbeda 180 derajat.jauh berbeda sekali iya permisi.
"Kenapa sih aku malah bandingkan mereka berdua sih,jelas Maya selalu dihatiku bukan wanita kulkas berjalan itu"batin Jonathan.
Jonathan kamu gak boleh kayak gitu dong sama Leticia,nanti kamu menyesal loh jika Leticia pergi ke suatu tempat nanti.
"Dia sadar dari komanya,dan kesini ingin surat ijin buat besok karena aku mau mengantar langsung ke sekolah,"balas Jonathan dengan dingin sambil menatap tajam ke Leticia .
"Walaupun dia sangat mirip dengan Maya,tetap aku tak tertarik dengan dia ,tak ada bisa menggantikan posisi di hatiku hanya Maya saja yang selalu di hatiku"batin Jonathan.
"Astaga nih orang kenapa sih sangat dingin dan kejam sekali"batin Leticia sambil mengelus dadanya .
"Baiklah saya akan membuat surat ijin adekmu,"ucap Leticia dengan lembut sambil menulis surat ijin tersebut.
"Dimana adekmu bersekolah"tanya Leticia dengan kepo.
"Itu bukan urusan mu,"balas Jonathan dengan dingin.
"Baiklah ,dan ini surat ijin buat adekmu "ujar Leticia dengan sabar sambil menyerahkan surat ijin ke Jonathan .
"Terimakasih"balas Jonathan bangkit dari tempat duduknya dan berjalan keluar dari ruangan ini.
"Sama sama"jawab Leticia dengan suara sedikit berat.
"Dia sangat dingin sekali"batin Leticia.
Di malam hari sebelum Leticia balik ke rumah nya dia memeriksa kondisi dari Renata.dan memberitahu kepada kedua orangtuanya itu.
__ADS_1
Leticia bilang jika operasi bisa di laksanakan besok tapi Renata meminta di hari lusa saja dan Leticia hanya mengangguk kepala saja.
Leticia keluar dari kamar bangsal dari Renata dan langsung bergegas ke depan pintu masuk rumah sakit.
Disitu ada ayahnya yang sudah didalam mobil sebenarnya ayahnya sudah pulang di jam 4 sore tadi karena ada anaknya iya sudah menjemput anak sulungnya itu.
Leticia masuk ke dalam mobil ayahnya dan mobil meninggalkan halaman di rumah sakit tersebut.
Jonathan sedang mendengarkan apa kata yang katakan oleh Yohan di ruang kerjanya ,dan Jonathan merasa bersalah kepada Leticia karena dia tadi sangat dingin dan kasar kepada Leticia dan juga baru tau jika ibunya sudah meninggal sejak adeknya lahir secara prematur dan meninggal pas melahirkan.
"Sekarang dimana adeknya bersekolah "tanya Jonathan tanpa menoleh ke Yohan.
"Dia bersekolah di SMA Santo Dominikus ,dan 1 kelas dengan Renata "tutur Yohan .
"Oh?kamu bisa pergi dari ruangan saya"ucap Jonathan sambil mengusir dari ruangan nya.
Yohan keluar dari ruangan bosnya dan Jonathan masih setia duduk di kursi kebanggaan nya itu.
Disini Jonathan benar benar gila kerja iya pemirsa .
Jun menatap ke langit di jendela sambil melamun karena tak tau kenapa selama ini ada yang aneh dari Renata sendiri daripada dia pusing sendiri lebih dia tidur saja lah,karena besok dia mau harus bersekolah.
Di Pagi yang sedikit mendung ini banyak siswa siswa dari SMA Santo Dominikus dan SMP Santo Dominikus ada lingkungan sekolah tersebut. Jonathan datang ke sekolah itu meski dirinya bukan alumni sekolah ini dan bertanya langsung kepada murid SMA itu dan ternyata murid SMA itu adalah Jun dan Danny sendiri. .
Jonathan melihat raut wajah dari Jun dan Daniel di balik kacamata hitam nya tersebut sedangkan banyak murid cewek cewek langsung histeris heboh karena ketampanannya dari Jonathan sendiri. gak peduli dari SMP dan SMA yang penting mereka langsung heboh melihat Jonathan sendiri. sedangkan Jonathan sangat risih dengan murid murid cewek itu seharusnya dia memakai masker saja tadi tuh ,tapi toh dia orangnya pelupa. tiba-tiba ada seorang bruder yang datang menghampiri Jonathan,Jun dan Danny itu dan langsung bertanya kepada Jonathan.
Bruder itu kepala sekolah dari SMA Santo Dominikus pemirsa.
"Maaf anda ingin mencari siapa "tanya Bruder itu dengan sopan .
"Saya ingin mencari Kepala Sekolah"balas Jonathan dengan sopan.
"Baik ikut lah keruangan saya"jawab Bruder dengan lembut.
Bruder dan Jonathan bergegas ke ruangan kepala sekolah sedangkan Jun dan Danny memilih masuk ke kelas karena ada Bu Celine Hantoro yang galak dan tegas. mereka berdua gak mau kena amukan dari Bu Celine sendiri yang kedua kalinya,dulu mereka berempat pernah dihukum karena terlambat gara-gara makan di kantin dan mereka berempat di hukum sapu di halaman upacara dan lapangan olahraga.
Sampai ke kelas Danny dan Jun langsung duduk bangku tersebut dan mereka selamat karena Bu Celine belum datang.
Sedangkan Jonathan menjelaskan apa yang terjadi kepada adeknya itu kepada Bruder ,dan Bruder hanya mendoakan agar murid cepat sembuh dari penyakitnya.
Dan Jonathan pamit ke Bruder dan bergegas ke kantor nya tersebut.
Tak sengaja ada seorang murid laki-laki yang bernama David ,dan David heran kepada Jonathan tersebut , tiba-tiba Jonathan surat ijin adeknya ke David.
"Ini surat ijin adekku dan kamu langsung kasih ke guru yang sedang mengajar "ucap Jonathan dengan dingin dan serius sambil menyerahkan surat ijin ke David.
David menerima surat tersebut bergegas ke kelas karena dia takut jika terlambat sedangkan Jonathan langsung jalan saja .
Sampai pintu kelas David dan Bu Celine masuk bersamaan ,Bu Celine duduk di kursi guru , David kasih surat ijin seseorang ke Bu Celine dan Bu Celine menyuruh David duduk di bangkunya sendiri.
__ADS_1
🍈🍈🍈🍈🍈🍈🍈🍈🍈🍈🍈🍈🍈🍈🍈🍈
Maaf ceritanya tanggung lagi. nanti saya melanjutkan cerita ini .