Ada Apa

Ada Apa
43


__ADS_3

Renata sudah sampai di sekolah tapi lagi-lagi sekolah masih karena ini jam 06.10 pagi sebenarnya badannya Renata kurang fit apa dia jangkit dari Jonathan.


"Sepi terus kesal deh malah aku yang di temani oleh angin sepoi-sepoi dan para pohon-pohon plus bunga melati kesukaannya kuntilanak."batin Renata.


Seorang adek kelas yang tak sengaja menabrak dirinya seperti biasa Renata selalu cuek dan sangat dingin.


Bahkan dirinya juga gak mau berbicara apapun dan memilih pergi ke kelas.


"Gila dingin banget tuh cewek,benar kata Kak Danny dan Kak Jun dia benar-benar kayak orang bisu."batin Kevin.


Renata di kenal murid yang paling dingin, paling di takuti dan paling cantik pokoknya di sekolah karena banyak murid cowok yang suka kepadanya,dia juga bisa mengalah paras dinginnya daripada laki-laki.


"Gila gue galau nah."aduh Jonathan kepada Ezra di cafe milik Ezra.


"Galau kenapa."tanya Ezra bingung.


"Gak tahu kenapa tapi adek gue."jawab Jonathan.


"Ceritakan lah,kenapa kamu cuek sama adekmu."ucap Ezra kesal.


"Gue cueki adek dari sore hingga hari ini padahal ini gak ada hubungannya dengan adek gue,iya gue cuma kangen sama anak gue,kalo ingat si adek waktu bayi aku jadi teringat dengan anakku."aduh Jonathan sedih dan Ezra tak bisa berbuat apa-apa selain kesedihan.


Pria bertindik hidung emang lagi galau dan berakhir cuek kepada adeknya.


"Aku tahu kamu pasti kangen sama anakmu tapi iya jangan kamu cueki Renata dong,dia juga yang rawat kamu sakit kemarin dengan sabarnya."kata Ezra serius.


Apa yang di katakan oleh Ezra ada benarnya karena kemarin Renata yang merawat dirinya yang sedang sakit.


"Btw tumben sekali kamu kesini, emangnya Pak Agung Hadikusuma sudah berangkat ke London kah."tanya Ezra.


"Suka-suka gue lah,oh itu Papa gue sudah berangkat dari tadi malam."jawab Jonathan santai.


"Tapi kenapa Pak Agung curiga banget sama Pak Alan."tanya Ezra bingung.


"Mana gue tahu,tanya sendiri sana sama orangnya."jawab Jonathan malas.


"Kan kamu anaknya Pak Agung kali."balas Ezra ngegas dan Jonathan malas tanggapinya.


Makan siang ini membuat Jonathan gak nafsu makan padahal dirinya lagi lapar.


"Ibu,saya mengundurkan diri."ucap Renata dengan suara parau seperti orang sakit.


"Kenapa nak."tanya Bomi bingung.


"Saya tak enak badan."jawab Renata jujur.


"Iya sudah ibu tidak memaksa kamu tapi saya perhatikan wajah kamu pucat sekali,kamu istirahat saja iya biar cepat sembuh."balas Bomi gak tega melihat wajah pucat dari Renata.


Renata pamit pulang ke rumahnya dan menunggu jemputan. Renata tetap menunggu Jonathan walaupun Jonathan cuek dengan dirinya.


Yang datang malah Mona iya sudah Renata pulang sama Mona.


"Adek wajah pucat sekali, astaga adek demam lagi."ucap Mona panik saat melihat wajah dari putrinya.


"Adek gak enak badan?mama,."jawab Renata lemas.


"Iya sudah Mama antarkan adek ke dokter terus besok mama yang kasih surat sakit adek buat di sekolah."ucap Mona lembut.


Mona membawa putrinya ke dokter untuk di periksa saja lah.


"Jo, biasanya kamu jemput Renata pas pulang sekolah."tanya Ezra.

__ADS_1


"Mama yang jemput adek, barusan gue dapat pesan dari Mama."kata Jonathan sambil bermain ponselnya.


"Gak balik ke kantor."tanya Ezra.


"Nanti dulu."jawab Jonathan seadanya.


Renata cuma demam biasa dan dirinya 3 hari gak turun sekolah hanya dirumah saja.


Bosan dirumah iya dia bersih-bersih rumah lah karena dia gak suka berantakan.


"Adek istirahat sekarang bukan bersihkan rumah."larang Mona namun tangan Renata yang suka gatal saat melihat ada yang berantakan.


"Cuma rapikan ini saja kok Ma."jawab Renata masih kekeh rapikan barang yang berantakan.


Sudah di larang juga gak akan mau Renata berhenti.


"Kenapa sih kok pada gila kerja begini."batin Mona sendirinya juga gila kerja padahal kehidupannya juga sudah kaya dari kecil.


Di jam segini 22.40 malam penghuni rumah sudah tidur pada tapi tidak dengan Jonathan,dia masih betah di ruang kerjanya.


Selesai pekerjaannya saatnya Jonathan kembali ke kamarnya.


Melangkah kakinya ke kamarnya namun dia melihat pintu kamar Renata terbuka lebar.


Renata emang suka lupa menutup pintu kamarnya.


Jonathan melihat Renata tertidur pulas di kursi belajar,dia tahu kalo bocah labil ini lagi kerjakan tugas sekolahnya.


"Ini bocah tidurnya kayak apa sih."batin Jonathan saat mendekat Renata.


Merasa ada yang masuk ke kamarnya mata Renata sedikit terbuka.


"Kak Jo,ada apa."tanya Renata bingung dan suaranya kayak orang lagi sakit.


"Gak papa pintu kamar mu terbuka."jawab Jonathan dingin.


"Kak Jo jangan dekat sama adek,adek lagi demam."kata Renata namun Jonathan justru memeluk adeknya.


"Maaf iya buat adek seperti ini dan aku juga minta maaf karena sudah cuekin adek sebenarnya aku hanya kangen sama anak dan istriku."ucap Jonathan membuat Renata lebih sedih.


Jonathan membelai rambut hitam nan lebat milik Renata kemudian membelai punggung nya Renata.


"Kak Jo jangan sedih iya nanti gantengnya hilang loh."ucap Renata dengan polosnya membuat Jonathan tersenyum.


"Aku emang ganteng iya dari Papa Agung."jawab Jonathan dengan pedenya.


"Kak Jo tidur sudah besok kan Kak Jo harus kerja."ucap Renata masih tenggelam di dalam pelukan hangat dari kakaknya.


"Aku belum ngantuk dek,adek tidur lagi iya biar cepat sembuh."kata Jonathan lembut.


"Adek ingat sekali jika Kak Maya selalu memeluk adek ketika adek lagi sedih dan Kak Maya juga sering dengar curhatan adek."ucap Renata mendadak menangis jika teringat kejadian masa lalu.


Jonathan ikut menangis ketika mengingat kebaikan dari Maya,Maya emang orangnya sabar walaupun dirinya manja sekali.


Tidak ada suara tangisan dari Renata tandanya gadis ini tertidur pulas di pelukan kakaknya


"Sudah tidur pulanya si bocah labil ini."batin Jonathan.


Jonathan melepaskan pelukannya dan juga melepaskan kacamata adeknya lalu meletakkan di atas meja belajar.


Tak lupa juga dia menggendong adeknya lalu membawanya ke ranjang tidur, saat membawa adeknya ke ranjang tiba-tiba Mona datang.

__ADS_1


"Kau sedang apa, Jonathan."tanya Mona heran dan bingung.


"Iya cuma taroh bocah ini di ranjang doang."jawab Jonathan enteng.


"Kenapa kamu bisa ada disini, bukannya kamu masih ada kerjaan di ruanganmu."tanya Mona dengan tatapan curiga.


"Mama sendiri ngapain kesini."tanya Jonathan alih-alih menjawab pertanyaan dari Mona.


"Iya Mama mau ke dapur karena haus eh malah lihat pintu kamar adek terbuka terus kamu juga berpelukkan dengan adekmu btw jawab dulu pertanyaan dari mama sekarang."kata Mona.


"Oh itu juga karena pintu terbuka."jawab Jonathan santai.


"Awas iya kamu macam-macam sama adek kamu, ingat itu adek kandungmu bukan orang lain."ancam Mona lalu bergegas ke dapur.


Jonathan tak menganggapi ancaman dari Mona dan tetap melanjutkan aktivitasnya.


Namanya dia pasti tak lengkap untuk mengerjai adeknya, Jonathan senang kasih selimut dari ujung kepala sampai ujung kaki habis dia tinggalkan adeknya yang berselimut penuh biar Renata pengap nafasnya.


Agung mendapatkan kabar jika putrinya sakit karena terjangkit dari Jonathan.


"Cobaan lagi."batin Agung.


Agung tetap menunggu Alan pas pulang dari kantor di depan mansion milik Alan.


Jadi Alan dan Laura tinggal di mansion elit di kota London.


"Kemana sih nih bocah labil yang berkedok pria tua yang sudah ada cucunya ini,lagi ngigau atau lagi gila."batin Agung sangat bosan disini.


Tak lama kemudian Alan datang seorang diri dan kaget ada Agung dan Roy di depan pagar mansion.


"Kak Agung dan Roy ngapain kesini."tanya Alan bingung.


"Mau ketemu kamu lah gila."jawab Agung ngegas.


"Oh gitu."balas Alan malas.


"Kenapa kamu sambut aku kayak orang gila."tanya Agung kesal.


"Aku capek Kak Agung."jawab Alan.


"Capek apa,lebih capek gue kali disini hanya untuk bertemu dengan adek gue yang sudah tua tapi kelakuan kayak Renata waktu remaja."ucap Agung.


"Iya sudah ayo masuk Kak Agung dan Roy."kata Alan malas dan menyuruh Agung dan Roy untuk masuk kedalam mansion.


Agung baru kali ini menginjak kakinya di mansion milik adeknya biasanya dia memilih tinggal di hotel karena jadwal cuma 4 atau 5 hari saja disini.


"Heh putramu gak ditinggal disini menantu dan cucumu."tanya Agung santai.


"Belum soalnya mereka berdua masih ada urusan."jawab Alan.


"Kak Agung mau tinggal disini."tanya Alan serius.


"Iya lah,apa kamu mau usir kakakmu yang tampan nan awet muda walaupun sudah punya 2 anak dan usia 50an ini."rajuk Agung bete.


"Gak lah Kak Agung."kata Alan kepada Agung.


Kakak beradik ini emang suka ribut iya walaupun usia mereka tak muda lagi.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Aku kembali lagi.

__ADS_1


__ADS_2