Ada Apa

Ada Apa
37


__ADS_3

Sudah 8 hari lamanya Agung dan Jonathan di Belanda.


Sejujurnya Agung sangat rindu kepada istri dan putrinya disana,hati Agung sakit mengetahui bahwa putri kecilnya di jauhi oleh semua murid karena Agung diam-diam menyuruh anak buahnya untuk mengawasi istri dan putrinya.


Agung ingin percepatan kepulangannya agar bisa melindungi putrinya. Walaupun Renata tidak menceritakan semuanya.


"Aku bukan ayah yang baik buat adek."batin Agung bersalah kepada Renata.


"Jo, cepat kita pulang sekarang."perintah Agung.


"Kok cepat sekali sih Pa,"tanya Jonathan bingung.


"Adek kamu itu di jauhi dan dihina tahu,gimana hati papa gak sakit kalo si adek digitukan sama orang lain."jawab Agung serius.


Hati Jonathan juga sakit mengetahui adeknya digitukan oleh orang lain.


"Ok kita pulang sekarang."balas Jonathan serius.


Di sekolah.


"Tau gak Renata itu pembawa sial, keluarga nya juga pembawa sial."ejek Jessica sinis kepada Renata.


"Mentang-mentang dia berasal dari keluarga kaya,dia dan keluarganya seenaknya saja."sindir Sera.


"Gue benci banget sama orang kayak gitu."kata Christy.


"Ren,kamu jangan dengarkan kata kata mereka,mereka sirik sama kamu,"kata Belinda sambil mengelus punggung Renata.


"Iya Ren,mereka cuma iri sama kamu,Kalo Kak Jonathan tahu bisa ngamuk dia sama 3 cewek gila itu."ujar Marian.


"Orang gila mah itu trio macan."ejek Odelia kesal sama geng 3 centil.


Renata cuma menangis daritadi dan dirinya juga belum menyentuh makanannya sama sekali padahal dirinya juga lapar sekali karena belum sarapan.


"Papa dan Kak Jo kapan pulangnya sih."batin Renata.


Jam pulangan sekolah,Jun menghampiri Renata yang masih menyusun bukunya.


"Ren, pulang sama aku yuk."ajak Jun tapi Renata menolaknya.


"Ada apa denganmu dan apa mau mu"tanya Renata sangat dingin.


Hati Jun sangat sakit saat mendengar pertanyaan dingin dari Renata.


Renata selalu bersikap dingin kepadanya. Jun memutuskan meninggalkan Renata sendirian di kelas dan memilih pulang ke rumah.


Jun memutuskan tak berhubungan dengan Renata lagi meskipun dirinya dan Renata satu kelas.


"Semoga kamu cepat sadar dan menyesal dibelakang hari."batin Jun kecewa.


Renata bodoh amatan dengan Jun dan memilih pulang. Jun cuma melindungi Renata dari hinaan dan peduli tetapi Renata gak mau tahu tentang dirinya.

__ADS_1


"Benar kata Danny,mentang mentang dia berasal dari Keluarga Hadikusuma,dia seenaknya begitu, biarkan saja dia jauhi oleh semuanya,aku gak peduli lagi dengan nya."batin Jun sakit hati.


Sejak ada berita tentang keluarganya dia itu, Renata jadi sasaran di ejek dan dihina oleh semua murid.iya Renata dijauhi oleh semua murid dan hanya Marian,Belinda dan Odelia saja yang mau berteman dengan dirinya.


2 hari kemudian.


"Kak Jo,adek takut."kata Renata sambil menangis.


"Takut kenapa adek."tanya Jonathan sambil menghapus air mata di pipi adeknya.


"Mereka jauhi adek karena mereka bilang kalo keluarga adek itu keluarga sialan apalagi gara-gara berita tentang batalnya pertunangan itu."tutur Renata sedih.


Sean datang dan ingin menghampiri Jonathan yang baru saja pulang dari Belanda tetapi dirinya malah mendengar tangisan dari Renata.


"Reren kenapa kamu menangis."tanya Sean kaget.


"Sean, diam saja kamu,"kata Jonathan serius dan menarik tubuhnya Renata ke dalam pelukannya.


Jonathan membiarkan bajunya basah karena air mata dari adeknya dan menangis sepuasnya.


"Jonathan jadi kakak yang baik buat Renata,jadi iri gue, pingin punya Abang kayak Jonathan."batin Sean.


"Kamu kah yang bikin adekmu menangis."tanya Ezra datang juga ini orang tanpa permisi masuk rumah orang.


"Bisa diam gak sih,bukan aku yang bikin dia menangis,dia lagi curhat tahu,aku biarkan saja dia menangis sampai dia capek sendiri."kata Jonathan menatap tajam ke arah Ezra.


Ezra gak takut tuh sama tatapan tajam dari Jonathan.


"Heh Jo, kenapa adek kamu menangis."tanya Ezra serius.


"Ya ampun tega banget iya tuh orang,siapa yang ganggu kamu,Ren."sahut Sean kesal.


"Heh dia lagi masih menangis gila,."ujar Ezra galak.


"Jo, kamu apakan adek kamu."tegur Mona datang karena ada suara tangisan dari putrinya.


"Aku gak apa-apakan adek,Ma., betulan Ma aku gak bohong"kata Jonathan jujur sekali.


"Terus kenapa adekmu menangis."tanya Mona sekali lagi.


Jonathan,Ezra dan Sean saling bertatapan lalu menatap wajah dari Mona.


"Ya ampun punya mulut gak sih kalian bertiga ini."bentak Mona marah. Membuat 3 laki-laki dewasa ini pada takut dengan Mona


Renata yang mendengar suara bentakan dari ibunya langsung melepaskan pelukannya dari Jonathan dan mengatakan yang sebenarnya.


"Mama jangan marahi Kak Jo,Kak Sean dan Kak Ezra,mereka gak salah Ma tapi adek yang akan cerita ke Mama, sebenarnya adek takut karena semuanya pada jauhi adek gara-gara berita tentang keluarga kita,Ma? Mama gak pernah tahu rasanya jadi adek seperti apa, semuanya juga gak pernah tahu bagaimana rasanya jadi adek seperti apa,capek tahu jika adek selalu imbas melulu pas jeleknya berita tentang keluarga kita, apa-apa adek yang jadi sasarannya padahal bukan adek yang salah."marah Renata sambil menangis.


Semuanya pada terdiam karena marahnya Renata, Agung diam-diam mendengar marahnya dari Renata juga mendadak terdiam dan terkaku di tubuhnya.


"Sakit hati adek tahu."sambung Renata masih menangis dan menghapus air matanya dengan kasar.

__ADS_1


"Dulu ada rumornya Papa dan Mama mau bercerai waktu 3 tahun yang lalu, lagi-lagi adek dijauhi oleh semuanya,dulu ada temannya adek yang setia denganku malah menjadi musuhnya adek,salah adek apa sih sampai segitunya."teriak Renata.


Mereka hanya bisa diam dan mendengarkan unek-unek dari hatinya Renata yang sakit.


Peter dan Rani juga datang tapi mendengar marahnya Renata yang membuat mereka bersalah kepada Renata.


Iya Renata gak salah tapi dirinya yang selalu kena imbasnya.


Kaki Renata gak sanggup untuk berdiri dan mendadak jatuh ke lantai dan kepalanya mendadak pusing.


"Jangan tolong adek,"teriak Renata gak mau di tolong dan ingin mencoba bangkit berdiri tapi kakinya gak mampu berdiri.


Sekali lagi Renata mencoba untuk bangkit berdiri akhirnya dia berdiri lagi.


"Adek mau kemana."tanya Agung datang dan melihat putrinya pergi.


"Mau makan,adek lapar habis lapar."jawab Renata dengan polosnya dan masih sempat memikirkan dirinya lagi lapar.


"Bisa-bisanya tuh anak memikirkan makanan padahal dia menangis loh."batin Agung heran.


Semuanya pada bingung dan heran dengan Renata,dia lagi sedih dan menangis tapi memikirkan dia lagi lapar.


"Adek di meja makan gak ada makanan."teriak Jonathan.


"Gimana perut adek lapar tahu."rengek Renata masih menangis.


"Iya sudah adek masak sendiri sana."kata Jonathan tapi dirinya yang ditegur oleh Agung.


"Jo,Kamu ini keterlaluan sama adek kamu sendiri, sudah tahu adek kamu makannya seember walaupun kurus kering."tegur Agung kesal.


"Iya Papa,aku ajak dia makan kemana kah yang dia mau."balas Jonathan pasrah.


"Gak usah biar adek saja yang masak."tolak Renata gak mau.


Mau tak mau Renata harus memasak buat siapa saja yang mau makan bukan cuma dirinya saja hehehe.


\=\=\=\=\=\=\=🍂🍂🍂🍂🍂\=\=\=\=\=\=


Alan sedang mengirim pesan kepada seseorang dan dirinya harus kembali lagi ke London karena ada mendadak tetapi Laura tidak ikut karena dia ingin akrab dengan kedua cucunya.


Alan tidak tahu jika keponakan perempuannya jadi sasaran empuk disekolah karena ulah dia,Laura dan putranya.


Jun lebih baik saat ini karena dirinya tidak memikirkan Renata gadis yang dia sukai saat ini.


"Jadi kamu gak mau bahas tentang gadis dingin itu."tanya Jaden kepada Jun.


"Biarkan saja dia menikmati karmanya."jawab Jun malas.


Baru kali ini Jun tidak seperti biasanya, biasanya dia selalu ngoceh tanpa henti sekarang iya dia hanya dia saja hehehe.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


Maaf iya kalo momen Renata dan Jun cuma sedikit saja karena Renata orangnya gak suka banyak bicara.


Kasihan juga iya Renata hidupnya.


__ADS_2