
Renata sedang menunggu Marian di lapangan basket dekat rumah nya lagi.
Entah kenapa dirinya belum berani ke rumah nya sendiri karena kejadian yang membuat dirinya trauma sekali.
"Renata,i'm coming."teriak Marian dengan heboh dan lebay.
Renata menyambut Marian dengan kesal karena suara teriak alay dan lebay
"Temani aku ke rumah sakit iya,aku mau lihat kakakku nih."ucap Renata dengan suara berat.
"Ok kita kesana sekarang yuk."jawab Marian dengan senang hati.
Kedua gadis itu pergi ke rumah sakit sedangkan Irena mengikuti jejak dari Renata dan Marian.
Apa yang dia lakukan terhadap Renata dan Marian nanti ada kelanjutannya.
........
Mobil yang ditumpangi oleh Marian dan Renata tiba-tiba mogok ketika menuju ke rumah sakit.
Tak sengaja pula ada Bobby dilokasi tempat dimana mobil Marian mogok.
"Permisi, apakah ada orang didalam."ucap Bobby sembari mengetuk jendela mobil.
Irena terus mengawasi Bobby,Marian dan Renata dari belakang, sejujurnya Irena tak menyukai Bobby karena suka genit kepada putri sulungnya yaitu Sandra.
Marian membuka jendela mobil lalu melihat ada Bobby disini.
"Anda siapa iya,maaf saya tidak tahu."tanya Marian bingung dan tak tahu siapa Bobby.
Bobby sangat terkejut melihat wajah dari Marian yang jauh lebih muda daripada Sandra bahkan lebih cantik pula hehehe.
"Mobil kamu ada masalah iya."tanya Bobby balik ke Marian bukan menjawab pertanyaan dari Marian.
Renata hanya melihat adegan kedua manusia yang berbeda usia dan jenis kelamin bahkan dirinya juga tak membuka suara apapun.
"Iya Kak, mobil saya mogok."jawab Marian polos dan jujur.
"Ayo ikut gue saja eh gue baru tahu ada Renata disini."kata Bobby baru menyadari ada Renata di sampingnya Marian.
Marian sangat terkejut sekali karena pria ini mengenal sosok dari Renata sendiri.
__ADS_1
"Iya Kak Bobby,oh iya ini sahabat ku,cantik kan dia nya."jawab Renata santai.
Bobby tersenyum kepada Marian tetapi Marian sangat canggung kepada Bobby karena gak saling kenal.
Bobby menghubungi nomor bengkel langganan nya sedangkan Marian dan Renata turun dari mobil itu dan mengikuti Bobby dari belakang.
Mobilnya sudah di bawa oleh pihak dari langganan Bobby sedangkan Irena benar benar senang karena Bobby tidak lagi mengincar putri sulungnya yaitu Sandra,dia gak suka Bobby karena genit, kurang tampan dan kurang kaya baginya padahal Bobby termasuk keluarga kaya dan terpandang di negeri ini.
...........
"Gimana kabar dari Kak Jonathan,Sean."tanya Bobby kepada Sean yang masih betah jaga Jonathan disini.
Sean terkejut melihat ada Bobby membawa 2 gadis tersebut tetapi dirinya tak kenal dengan Marian meskipun dirinya sering melihat Marian paling dekat dengan adek sepupu yang paling muda di Keluarga Hadikusuma ini.
"Kak Sean pulang saja iya biar adek yang jaga Kak Jo, kasihan lo Kak Clara sendirian dirumah."ucap Renata kasihan kepada Sean.
"Clara jalan sama nenek, Ren."jawab Sean dingin.
"Kamu yang seharusnya pulang Ren karena kamu masih sakit lo."kata Sean lagi.
Renata gak mau pulang karena takut dan memilih jaga kakaknya disini.
Marian tak enak disini karena disini ada jajaran keluarga terpandang disini,Marian juga tahu diri banget karena dirinya bukan keluarga terpandang seperti Belinda atau Renata ,ayahnya seorang dokter spesialis jantung dirumah sakit milik Keluarga Hadikusuma, ibunya seorang ibu rumah tangga dan kakak dan kakak iparnya seorang dokter umum.
"Ayahmu seorang dokter disini iya nak."tanya Azura datang bersama Ezra dan Peter,dia bertanya kepada Marian.
Marian kaget lagi dengar pertanyaan ini dari Azura.
"Iya Nek."jawab Marian malu.
"Dokter Kenan Yuwana itu nama ayahmu kan."tanya Azura lembut.
"Iya Nek."jawab Marian singkat.
"Nama kakakmu itu Narsila Yuwana,dia juga dokter disini kan."tanya Azura lembut.
"Iya Nek."jawab Marian.
Ezra dan Peter bingung kenapa Bobby bisa bersama gadis ini iya.
"Bobby kenapa kamu bisa bersama gadis ini iya."tanya Peter penasaran.
__ADS_1
"Mobil dia mogok jadi iya aku suruh saja dia dan Renata ikut sama aku,simpel kan."jawab Bobby santai.
"Jadi kamu sudah lupakan Sandra iya, cepat banget iya."tanya Ezra nyeletuk ke Bobby tetapi Marian lagi-lagi merasa tidak nyaman sekali.
"Ezra,jangan bikin orang gak nyaman iya itu gak sopan."tegur Azura kepada Ezra.
"Maaf nek,aku keceplosan hehehe."jawab Ezra malu.
"Kalo di pikir lagi kamu lebih cantik lo dari pada Sandra karena kamu orangnya hebat bisa membuat adek sepupu aku yang super dingin dan gak mau banyak bicara sampai di bilangin oleh orang pun menjadi orang yang lebih banyak bergaul,tidak pemalu, pede depan umum,banyak bicara dan tidak kaku lagi, hebat aku sama orang kayak kamu."puji Peter kepada Marian.
Pujian itu membuat Marian sedikit lega tetapi dirinya tetap saja tidak nyaman disini.
"Sandra itu siapa sih."tanya Marian kepo.
"Oh Sandra itu anaknya Om Patrick dan Tante Irena, kakaknya David teman sekolah mu dulu."jawab Ezra dan Marian baru tahu malahan.
"Oh gitu iya,saya tak tahu,saya tahunya Renata itu adeknya Kak Jonathan itu saja gak ada yang lain."balas Marian polos.
"Berarti kamu orangnya kuno sama kayak Renata hahahaha."ledek Ezra tapi tatap tajam oleh sang nenek.
Ezra pun tak jadi ketawa hehe.
"Bobby,kamu kesini ada urusan sama Sean atau sama adek."tanya Azura lembut.
"Gak ada urusan apa-apa hanya membawa Renata dan gadis ini."jawab Bobby santai.
"Eh nama kamu siapa sih,aku lupa bertanya nih."tanya Bobby kepada Marian.
"Namaku Marian."jawab Marian singkat.
"Namaku Bobby,besok mobil kamu bisa di ambil iya di bengkel xxxxx."kata Bobby santai lalu pergi karena ada urusan tetapi dirinya ijin pulang dulu kepada Azura dan Marian tapi tidak dengan Ezra dan Peter.
........
Renata daritadi hanya diam dan menjaga kakaknya disini sambil ketiduran di sofa,Sean tak tega melihat nasib kakak beradik ini.
Bahkan Renata juga lupa dengan demamnya hari ini.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁.
Saya kembali lagi dengan sekian lama saya tidak mengetik cerita ini.
__ADS_1
Seperti nya ada bumbu romantis dari Marian dan Bobby.
Selamat merayakan Jum'at Agung bagi yang merayakan.