
Kembali lagi yang sekarang.
Ingatan Jonathan terus bertambah karena dia terlalu merindukan sosok Istrinya alias Maya di kamarnya.
Ada foto dia dan Maya berpacaran hingga dia menikah dengan gadis yang puja. Tapi ini semuanya hanya tinggal kenangan saja.
Renata tak bisa tidur karena malunya cerita tentang datang bulan di acara tadi.
"Kak Ezra,sialan."batin Renata kesal.
Malunya Renata karena ada 5 pria tadi gara-gara Ezra. Emang mulut Ezra jauh lebih parah daripada kakaknya sendiri alias Jonathan.
Pagi hari, Agung sedang duduk bersama Jonathan dan Renata di ruang makan karena sarapan pagi.
"Sejujurnya papa sangat curiga dengan Peter, Papa dulu tak sengaja mendengar katanya Peter mempunyai anak dari gadis lain iya, kemarin papa gak sengaja melihat mobilnya Bobby di pagar rumah gadis itu tak lama kemudian ada Jonathan keluar dari rumah gadis itu, sebenarnya Peter emang menghamili gadis itu iya."kata Agung serius.
Jonathan dan Renata mendadak terdiam karena Agung ingin tahu tentang itu. Iya karena sifatnya Agung yang sebenarnya adalah suka kepo banget tapi di tutupi dengan wajahnya yang dingin pantasan Jonathan dan Renata mewarisi wajah dingin dari Agung.
"Kok diam saja sih,kalian berdua ini."kata Agung dengan suaranya yang sedikit meninggi.
"Iya Pa,kami berdua pernah bertemu dengan wanita yang hamili Peter di masa lalu."jawab Jonathan dingin.
"Papa hanya kasihan dengan gadis itu,papa sudah tahu kejadian dia dan gadis itu dimasa lalu,papa lebih bingung bagaimana nanti Alan dan Laura tahu kelakuan anaknya nanti,bisa gila ini."kata Agung bingung dan pusing.
"Bicara secara perlahan saja,Pa tapi ini gak mudah sih buat kita."saran Renata.
"Iya betul tapi ini sulit sekali."sambung Jonathan setuju dengan saran dari adeknya.
"Betul kamu,Dek."jawab Agung.
"Seharusnya aku yang memberikan cicit pertama di Keluarga Hadikusuma tapi sayangnya Maya pergi selama-lamanya."ucap Jonathan sedih mengingat istrinya.
"Ini sudah takdir,Jo. Kita gak bisa menghidupkan kembali si Maya."jawab Agung kasihan karena putranya harus menjadi duda di usia sebelum 25 tahun.
Flashback on.
Jonathan dan Maya pergi jenguk Edward sepupunya Maya di rumah sakit karena istrinya melahirkan anak.
"Kak Edward,ini bayinya laki-laki atau perempuan."tanya Maya dengan polos.
"Perempuan,dek."kata Della istri dari Edward.
"Sayang, bayinya cantik iya seperti ibunya."kata Maya manja kepada sang suami.
Sudah 2 tahun mereka berdua menikah tapi Maya belum hamil dan berharap ingin mempunyai seorang anak.
"Iya sayang,"jawab Jonathan menatap wajah istrinya yang lagi ceria dan sedang menggendong bayi perempuan itu.
"Aku berharap kamu hadir di rahim mamimu,nak."batin Jonathan.
Sebenarnya Jonathan juga ingin mempunyai anak agar Maya tidak kesepian di rumah sendirian ketika dia pergi kerja untuk masa depannya nanti.
__ADS_1
Flashback off.
Dengan raut wajahnya yang sedih karena Maya benar-benar ingin hamil anak dirinya tapi takdir yang memisahkan mereka berdua.
Renata menatap wajah Jonathan yang sedih tetapi dia tak bisa berbuat apa-apa selain kesedihan.
Sebelum berangkat ke bandara,Renata meminta Roy untuk berziarah ke makam Neneknya. Azura Dirgantara.
"Paman Roy,bisa gak."tanya Renata serius.
"Bisa Non."kata Roy.
"Namaku bukan Nona,namaku Renata."ucap Renata tak suka dipanggil Nona.
"Iya deh."kata Roy sedikit ngegas.
"Gak jelas nih orang."sindir Renata.
Roy hanya bisa mengelus dadanya karena anak bosnya ini sangat dingin tapi ucapannya sangat pedas dan tajam.
"Roy,kamu mau kemana sama anak aku."tanya Agung dengan mata elangnya.
"Renata mau ke makam Nyonya Azura."kata Roy jujur.
Wajah Agung mendadak berubah menjadi sedih karena dia merindukan sosok mamanya.
"Mama,aku kangen sama Mama."batin Agung.
"Papa,aku ikut juga lah."ucap Jonathan datang dari kamarnya.
Roy menunggu di mobil sedangkan mereka bertiga sudah sampai di kuburan tetapi Jonathan pergi sebentar ke makam Maya dulu baru ke makam neneknya.
Tetapi seseorang yang memanggil Renata dari belakang siapa kah itu.
"Renata Hadikusuma."panggil Jaden.
Jaden sengaja ke makam kedua orangtuanya bersama Leticia karena kakaknya lagi-lagi harus di pindahkan ke Jerman.
"Jaden dan Dokter Cia iya."kata Renata sambil menatap wajahnya Leticia yang mirip dengan mantan kakak iparnya.
"Iya, jangan panggil dokter kalo bukan di rumah sakit, panggil saja Kak Cia."ucap Leticia santai.
"Baik Dok eh salah Kak Cia."jawab Renata hampir keceplosan.
"Santai saja,Ren. Oh iya aku dan adekku pamit dulu iya soalnya takut ketinggalan pesawat."pamit Leticia. Renata hanya mengangguk kecil dan kakak beradik itu pergi meninggalkan kuburan.
Agung merasa Leticia sangat mirip dengan mantan menantunya tetapi kenapa dia baru sadar sekarang.
Sifat kedua wanita itu sangat berbeda sekali,Maya itu manja sedangkan Leticia itu mandiri.
Ada lagi yang memanggil Renata siapa lagi sih ini, ternyata Argi dan Sean tapi Argi tidak memanggil kakak sulungnya.
__ADS_1
"Kak Sean dan Om Argi lagi apa."tanya Renata senang.
"Heh Argi kenapa kamu tidak menyapa aku."protes Agung ke adek bungsunya.
"Oh ada Kak Agung ternyata maaf adek lupa hehehehe."jawab Argi sambil cengengesan.
"Lagi nyekar makam nenek sama Mommy,Ren."kata Sean santai.
"Oh gitu,terus kok gak ke makam Tante sih."tanya Renata dengan wajahnya yang polos.
Walaupun wajahnya Renata sangat dingin dan sikapnya juga dingin tetapi Renata hanya gadis polos,lugu ,imut dan satu lagi dia itu gadis yang hangat dan baik.
"Sudah,Ren."jawab Argi yang menjawab.
"Kak Agung mau kemana, sepertinya mau liburan."tanya Argi melihat penampilan santainya Agung dan Renata.
Tak lama Jonathan dengan berpakaian santainya seperti orang mau liburan.
"Ini juga mau liburan kah."tanya Argi lagi tapi ke Jonathan.
"Oh iya kita bertiga mau liburan tapi ke Paris."jawab Agung.
"Oh gitu."balas Argi.
Mata elang Agung melihat ada sosok wanita bersama putra dan putrinya yang mirip dengan keponakannya yaitu Peter. Bukan cuma Agung yang melihat tetapi Argi juga melihat wanita bersama anak kembar yang beda jenis kelamin.
"Bukan kah itu wanita kemarin."batin Sean juga melihat Rani.
"Kak Agung, wajah kedua bocah itu mirip siapa,aku merasa dia mirip dengan Kak Alan dan Peter."tanya Argi kepada Agung.
"Itu anaknya Peter dengan wanita itu."jawab Agung dengan santainya dia menjawab tetapi mata Argi terbelalak dan tak percaya dengan jawaban dari Agung.
"Apaan sih yang dibahas."kata Renata dingin tapi kesal,suatu saat dia ada saingan karena Rafael dan Regina bakal disayang oleh Scott,karena musuh terbesar cucu bungsu adalah cicit pertama.
"Adek,ada saingannya iya."ledek Jonathan sambil mencubit hidung mancung adeknya.
"Saingan apa."tanya Renata polos.
"Saingan rebut kasih sayang dari kakek hahahaha."ikut nyambung si Sean sambil meledek adek sepupunya.
"Gak jelas Kak Jo dan Kak Sean."kesal Renata kepada kakak dan kakak sepupunya yang laknat.
Bukannya marah Jonathan dan Sean malah asyik tertawa ngakak gara-gara kesalnya Renata. Argi dan Agung sudah terbiasa melihat Renata sering di jahili oleh Ezra, Jonathan,Sean dan Peter.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Parah Pak Agung sudah tahu masa lalunya Rani dan Peter.
Renata ada saingan iya karena ada Rafael dan Regina walaupun nanti Peter bakal umumkan Rafael dan Regina di hadapan keluarga Hadikusuma nanti.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
__ADS_1