
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Dasar gila tuh Alan, selalu begitu mulu sama gue."batin Agung kesal.
Agung ada rasa curiga dengan Alan apa itu baginya. Dia juga gak tahu sih
"Mama."panggil Jonathan,Mona malah sibuk baca majalah di ruang keluarga.
"Apa."tanya Mona masih sibuk baca.
"Gimana dengan tadi itu."tanya Jonathan bukan menjawab pertanyaan dari Mona.
"Yang tadi itu apa my son."tanya Mona bingung.
"Iya di sekolah adek,Ma."kata Jonathan.
"Biasa saja."jawab Mona malas.
"Mama."rengek Jonathan manja.
"Apa."tanya Mona bingung saat melihat pria dewasa ini sangat manja kepada ibunya.
Jonathan paling manja sama Mona dari bayi hingga dewasa.
"Mama pingin punya cucu kah,Ma."tanya Jonathan membuat Mona tambah bingung.
"Cucu?emangnya kenapa my son."tanya Mona bingung.
"Iya aku kangen sama anak aku!Ma, seharusnya anak aku tuh hidup dong sama maminya tapi malah pergi tinggalkan aku sendirian."kata Jonathan mengeluarkan isi hatinya kepada Mona.
Mona menatap wajah dari putranya,sakit sekali menjadi Jonathan,dia harus terima kenyataan yang lebih pahit.
"Kak Jo mana,Kak Sean dan Kak Ezra."tanya Renata saat mencari kakaknya di kamar.
"Itu sama mamamu nah,adek."jawab Sean santai.
"Kak Sean boleh minta tolong gak, antarkan adek ke sekolah dong, soalnya Kak Jo masih sakit."ucap Renata meminta kepada Sean.
"Emangnya ada urusan apa di sekolah mu."tanya Sean bingung.
"Aduh cerita panjang deh,nanti adek jelaskan kok."kata Renata.
Ketiga manusia ini pada turun ke bawah.
"Adek mau kemana."tanya Jonathan saat melihat adeknya dengan berpakaian rapi.
"Mau ke sekolah, soalnya di sekolah ada acara ulangtahun gitu dan adek disuruh jadi pemeran utama dalam drama cerita rakyat."jelas Renata.
Gak biasanya Renata ikut drama gituan di sekolah dia hanya sekali saja ikut habis itu malas.
"Emangnya adek bisa gituan, disuruh akting saja malah ketawa duluan."kata Jonathan membuat Renata malu bukan main.
"Jangan cerita gituan,adek malu tahu."ucap Renata sambil memukul lengan Jonathan.
Jonathan gak merasakan rasa sakit di lengannya karena Renata cuma pukul dengan pelan saja.
"Jo,kamu suka betul bikin adekmu gituan, kebiasaan kamu tuh."tegur Mona marah membuat Jonathan malah santai dan manja kepada ibunya.
__ADS_1
"Suka suka aku lah,Ma."jawab Jonathan sangat santai.
Mona,Ezra dan Sean geleng-geleng kepala gara-gara jawaban santai dari Jonathan.
"Mama dan Kak Jo,adek pergi dulu."pamit Renata.
"Hati-hati dijalan adek,Sean atau Ezra tolong antarkan adek iya ke sekolah,Tante minta tolong iya."kata Mona lembut.
"Aku saja Tante yang antarkan adek."ujar Sean.
"Terimakasih Sean,maaf merepotkan kamu nak."jawab Mona lembut.
Sejujurnya Sean belum pernah merasakan kasih sayang dari Mommy nya karena mommy nya meninggal dunia pas dirinya lahir tetapi beruntung sekali dia memiliki 3 Tante yang baik yaitu Mona,Laura dan Sabrina.
"Gak papa kok Tante,cepati Reren nanti ada yang menunggu kamu disana."ucap Sean.
"Ok siap."kata Renata dengan wajahnya ceria dan centil.
Bisa centil juga iya si Renata.
"Jo,sudah tua tapi masih manja sama mamamu."sindir Ezra.
"Suka suka aku lah,kan ini mama gue,ini milik papa gue Pak Agung Hadikusuma yang bad boy tapi setia sama istrinya."jawab Jonathan santai banget tuh anak.
Mona gak tahu lagi dengan putranya ini, mulut julidnya benar-benar keturunan Agung banget, sama-sama julidnya.
"Tante marahi dong si Jonathan."aduh Ezra tapi Mona malah pusing dengan 2 laki-laki dewasa ini.
"Tante gak bisa marahin dia malahan dia kumat lagi julidnya."kata Mona pusing.
"Diluar adek dingin dan tak mau berbicara dengan siapapun tapi kalo sudah sama papanya dan Jonathan aduh pusing dah Tante,banyak bicara, bicara gosip lah atau apalah."kata Mona santai.
Agung pulang dari kantor dan duduk disampingnya Mona.
"Papa kok cepat pulang sih."tanya Mona kaget.
"Papa cepat pulang karena papa curiga dengan Alan,si fuckboy itu."kata Agung kesal membuat Jonathan dan Ezra bingung.
"Curiga kenapa Pa."tanya Jonathan penasaran.
"Gak tahu papa tuh btw dimana adek, biasanya adek minta titip beli jajan kalo papa pulang."tanya Agung tidak melihat putrinya dirumah.
"Adek ke sekolah karena sekolah adek ada acara ulangtahun."jawab Mona santai.
"Oh gitu."balas Agung seadanya.
"Jadi bagaimana Om."tanya Ezra bingung.
"Mau tak mau aku harus ke Inggris untuk menuntaskan rasa curiga gue."jawab Agung lebih santai dan pakai bahasa sedikit gaul.
"Kapan Pa."tanya Jonathan penasaran.
"2 hari lagi."kata Agung santai.
Di sekolah Sean sengaja tidak pulang hanya untuk melihat gladi resik dari adek sepupunya.
"Hai Sean Hadikusuma."sapa Celine dan Sean balik ke belakang.
__ADS_1
"Hai juga Kak Celine."sapa Sean balik.
"Kamu mau ngapain kesini."tanya Celine curiga.
"Aku kesini melihat adek ku."jawab Sean santai.
Celine tahu jika Sean adalah anak tunggal dan ayahnya mana mau menikah lagi.
"Kamu kan anak tunggal,masa kamu punya adek tiri sih."kata Celine serius.
"Bukan adek tiri lebih tepatnya adek sepupu aku,aku punya adek sepupu perempuan dan dia satu-satunya cucu perempuan di keluarga Hadikusuma."jawab Sean panjang lebar.
"Siapa nam......"tanya Celine tapi di potong oleh Renata.
"Kak Sean,ayo pulang sekarang"kata Renata gak sadar jika ada wali kelasnya disampingnya Sean.
Renata menatap Celine dengan kaget.
"Maaf Bu Celine,saya gak tahu kalo ada ibu disini."maaf Renata dengan tulus.
"Gak papa nak,"jawab Celine santai.
"Jadi siapa namanya,Sean Hadikusuma."tanya Celine penasaran.
"Iya itu orangnya."kata Sean tunjuk ke arah Renata.
"Oh jadi ini adek sepupu kamu, pantas nama belakangnya sama, ternyata kalian berdua keluarga iya."jawab Celine kaget karena baru Renata dan Sean keluarga kandung.
Keluarga Hadikusuma selalu memanggil Renata itu dengan sebutan adek karena dia cucu paling muda.
"Ibu Celine saya mau pulang dulu iya."pamit Renata sopan.
"Hati-hati dijalan nak."kata Celine.
Sean mengajak Renata pulang ke rumahnya.
Peter dan Rani masih ada urusan di catatan sipil karena mau mengganti nama Rafael dan Regina.
"Ran,gue dapet pesan dari adek bilangnya datang ke rumahnya sekalian ajak mereka berdua."lapor Peter kepada istrinya.
"Boleh kita ke sana tapi aku sedikit takut dengan Kak Jonathan dan Renata,kakak beradik itu."jawab Rani tidak yakin dengan dirinya sendiri.
"Mereka berdua itu gak galak kok cuma tampangnya saja yang dingin tapi mulut mereka berdua banyak bacot dan banyak julidnya persis kayak Om Agung bapaknya mereka berdua."jelas Peter santai.
Rani menghela nafasnya dan kembali diam sejenak.
"Kesal aku kenapa si David yang jadi pemeran utamanya, emangnya gak ada lain apa,dasar orang milih pemainnya ini."batin Renata kesal.
Pasalnya Renata selalu dapat peran tapi lawannya itu David,dulu waktu ada fashion hari Kartini lagi-lagi Renata harus berpasangan dengan David.
Jonathan yang melihat adegan itu langsung bilang cie cie hal itu membuat Renata malu setengah mati di sekolah gara-gara Jonathan yang ingin melihat adeknya berjalan seperti model profesional.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Ngeri kalo Agung yang membongkar rahasia busuk adeknya sendiri.
Pak Agung benar' gak mau kalah sama anak muda termasuk kedua anaknya.
__ADS_1