
Renata sedang membimbing Andin di departemen IT, banyak karyawan yang memuji kecerdasan dari Renata.
"Din, akhirnya gue ada teman lagi di kantor, kebanyakan sih di atas 20an lah."kata Renata santai.
"Iya dong, ayo kerja nanti kita dimarahi sama kakakmu lo."jawab Andin dengan suara pelan sambil melihat takut Jonathan muncul dihadapan mereka berdua.
Agung menatap tajam ke arah Patrick ketika Patrick datang kerumahnya,ada rasa marah karena kelakuan istrinya yang berani ganggu putrinya. Kebetulan juga Mona tak ada jadwal syuting hari ini dan menghabiskan waktu nya di rumah bersama sang suami.
"Ngapain kamu kesini."tanya Agung tak suka kehadiran dari Patrick.
"Saya kesini mau minta maaf atas kelakuan istri saya 9 hari yang lalu, saya tahu saya bukan suami yang baik buat Irena tetapi saya juga malu karena istri saya tega kepada Renata Hadikusuma, saya tahu putri anda sangat baik dan tulus bahkan putri anda tak pernah ganggu keluarga saya, saya juga minta ataa kelakuan putri saya yang pernah menampar wajahnya dan menjambak rambut Renata."ucap Patrick dengan penuh penyesalan.
"Suruh istri dan putri kamu minta maaf kepada putri saya secara langsung bukan pakai acara perantara."kata Agung dingin.
"Lebih baik kamu pergi dari rumah saya,kedatangan kamu itu mengganggu saya dan istriku."ancam Agung dengan mengusir Patrick.
Patrick terpaksa harus pulang ke rumahnya sedangkan Agung menelpon seseorang entah lah Mona gak tahu siapa yang di telpon oleh suaminya.
"Jo, tolong awasi si gila dan putrinya sekarang,papa ingin tahu seberapa besar 2 wanita licik mengganggu adekmu, papa minta tolong kepadamu?Jo."ucap Agung serius.
"Kenapa, Pa."tanya Jonathan kurang paham apa yang di ucapkan oleh ayahnya.
Agung diam sejenak karena kepala nya juga pusing dan menunggu putranya berbicara lagi.
"Maksudnya Om Patrick datang ke rumah kita iya, Pa.?aku sudah mengerti apa yang papa maksud,iya sudah aku awasi 2 orgil itu sekarang,baiklah aku kerja dulu."kata Jonathan serius dan Agung langsung matikan telponnya.
"Papa telpon siapa."tanya Mona penasaran.
"Telpon Jo, sayang."jawab Agung lembut.
"Tadi malam mama malu banget sama adek di konser jazz."cerita Mona mengadu ke suaminya dan Agung penasaran apa yang di cerita oleh istrinya.
__ADS_1
"Malu kenapa,sayang."tanya Agung penasaran.
"Adek tuh ketawa nya nyaring banget terus orang disana yang sibuk nonton konser malah fokus sama ketawanya adek,gak biasanya adek ketawanya nyaring banget di depan umum itu semuanya karena Andin."jawab Mona sambil ketawa.
Agung malah ketawa sendiri gara-gara anaknya tapi heran banget sama putrinya kenapa bisa seperti itu iya.
Makan siang ini Renata dan Andin pergi ke restoran padang pastinya. Sudah lama Renata tidak makan nasi padang.
"Hari ini aku yang traktir karena aku banyak uang hehehehe."ucap Renata dengan gayanya.
"Ok deh hehehe."jawab Andin yang senang ditraktir oleh sahabat nya.
Keduanya masuk kedalam restoran tersebut setelah duduk mereka berdua memesan menu makanan tersebut. Azura tak sengaja melihat cucu perempuan nya ada di restoran tersebut di jendela kaca dan menghampiri Andin dan Renata. Renata tak sadar jika ada neneknya duduk disampingnya sedangkan Andin malah terkejut lagi.
"Serius banget adek ini sampai gak tahu jika ada neneknya disini."ucap Azura pura-pura sedih terus Renata terkejut ada neneknya di samping nya.
"Nenek kok ada disini."tanya Renata yang masih kaget lah.
"Namamu siapa nak,."tanya Azura ke Andin.
"Nama saya Andin Kuswoyo, sahabat Renata dari SMP, nenek."jawab Andin sopan.
"Cantik sekali kamu nak, apa kamu 1 kerja dengan cucu nenek iya."tanya Azura lembut.
"Iya Nek."jawab Andin lembut.
"Nenek mau makan iya, biar adek saja yang bayar nanti."kata Renata lembut.
"Tidak usah adek, ditabung saja uangnya dek biar nenek saja yang bayarkan kalian berdua, ayo makan nenek juga lapar daritadi."jawab Azura dan Renata langsung tersenyum ke arah neneknya.
"Terimakasih nenek, habis makan siang nanti, adek dan Andin langsung kembali lagi ke kantor takutnya Kak Jo marah nanti."kata Renata serius.
__ADS_1
"Iya Adek."jawab Azura lembut.
Rossa sangat kesal karena dirinya kena omelan dari sang papinya, Patrick sangat marah kepada Rossa dan Irena sedangkan Sandra harus di kirim kan ke Spanyol karena harus teruskan usaha dari Patrick dan tidak boleh kembali selama 5 tahun lamanya di Spanyol.
"Ini semuanya ulah si gila itu, dasar cewek sinting tunggu pembalasan gue."teriak Rossa sambil hamburkan barang mewah dan mahal di kamarnya, dia berteriak seperti orang gila.
Irena juga di masukan ke rumah sakit jiwa karena kejiwaannya terganggu lagi, sama seperti Rossa,Irena juga berteriak seperti orang gila tapi dirinya emang sudah gila dari dulu.
Lisa dan Clara mengelus dadanya karena teriak dari Rossa di kamar Rossa.
"Ros, sudah lah jangan berteriak seperti itu dan gak ada gunanya kamu berteriak seperti ini,Renata kan gak ada salah denganmu, kenapa kamu malah marah dengannya, aku berbicara seperti ini bukan membela Renata iya."kata Lisa kesal.
"Gara-gara putri kesayangan nya Pak Agung itu. Gue terpaksa harus tinggal di desa dan harus hidup sederhana lagi, gue kan gak mau hidup seperti orang kampungan."ucap Rossa sangat kesal.
"Ros, yang salah itu David bukan kamu, seharusnya kamu dan mamimu gak usah ikut campur dalam urusan nya David, tapi masalahnya David tak bertanggung jawab atas perbuatannya sendiri."bentak Clara marah dan Rossa langsung terdiam karena tak mampu berbicara tapi apa yang di bilang oleh Clara ada benarnya.
"Adek sialan kamu iya,David Jumantara."batin Rossa marah.
"Kenapa diam saja,apa bentak ku ada benarnya gitu sampai kamu terdiam gitu."tanya Clara melihat diamnya Rossa saat ini.
"Pergi lah kalian berdua dari sini,gue mau sendirian disini."usir Rossa ke Lisa dan Clara.
Lisa dan Clara memilih pulang le rumahnya Rossa dan meninggalkan Rossa sendirian dengan keadaannya yang sangat kacau sekali.
Renata sedang merapikan barang yang berantakan di atas meja kerjanya sedangkan Andin sudah pulang ke rumahnya. Renata orangnya tidak suka berantakan dimanapun berada termasuk dirumahnya.
Dia juga pernah membersihkan apartemen nya Sean,saking berantakan nya di seluruh apartemennya seperti kapal pecah, Sean dimarahi habis-habisan oleh Renata,Sean malah cengengesan ke Renata,merasa di kerjain Renata langsung marah karena dirinya tak di hargai membereskan dan membersihkan apartemen nya. Pada akhirnya Sean langsung sadar jika Renata sangat tulus karena membersihkan apartemen nya dan Sean membayar uang sekolah bulanan Renata dari awal semester 2 hingga kenaikan kelas 11,waktu itu dirinya kelas 10 SMA sebagai tanda berterima kasih kepada Renata,awalnya Renata menolak keras dirinya tak mau bayar apapun,dia melakukan itu dengan ikhlas dan tulus dari hati,tetapi Sean tetap gak mau dibantah dan pada akhirnya Renata hanya bisa mengalah saja walaupun Jonathan mampu membiayakan sekolah adiknya hingga kuliah nanti meskipun Jonathan hanya lulusan SMA.
"Sudah selesai kah, adek."tanya Jonathan lembut
"Sudah Kak Jo."jawab Renata dengan senyum semangat.
__ADS_1
"Ayo pulang sekarang."balas Jonathan dengam dingin.