
Renata sedang ada di ruang makan sepertinya dia tak sadar dirinya kesurupan tadi malam yang dia tahu adalah dirinya sedang sapu di dapur dan minum susu buatan ibunya.
"Kenapa papa, Kak Jo dan Kak Ezra menatap adek seperti ini."tanya Renata dan polos.
"Apa kamu tidak ingat apa yang kau lakukan kepada wajah dan hidungku ini tadi malam."tanya Ezra marah.
"Emang ada apa dengan wajah dan hidung Kak Ezra."tanya Renata tak tahu kejadian tadi malam.
Jonathan langsung jitak kepalanya Ezra karena kesal kenapa Ezra berani bertanya seperti itu ke adeknya.
"Orang kesurupan mana ada ingat pasti lupa ingatan,makanya kamu tak pernah kesurupan."kata Jonathan kesal dan membela adeknya.
Mendengar kata kesurupan otak Renata semakin buntu dan Agung cuma diam saja tanpa bicara apapun.
"Sudahlah ayo kita sarapan sekarang."ajak Mona sambil membawa makanan yang sudah masak dari dapur.
Renata dan Andin sedang ada di rooftop kantor di jam istirahat,Renata bercerita tadi malam dirinya kesurupan kepada Andin. Andin menatap wajah Renata yang sendu.
"Aku yakin ini pasti ada orang yang tidak suka denganmu, tapi gak tahu siapa."kata Andin ke Renata.
"Maybe."jawab Renata singkat.
"Nanti jam 7 malam,Marian undang kita, Din.. Kamu mau ikut gak,nanti aku jemput kamu."kata Renata lembut.
"Ok Ren."jawab Andin dengan senang hati.
"Ayo kita ke ruangan kita sekarang nanti Kak Jo marah loh."ucap Renata sambil membawa Andin keluar dari rooftop.
__ADS_1
Entah tenggorokan Renata sangat gatal sekali ketika dirinya dan Andin menuju ke lift itu bahkan dirinya tiba-tiba batuk keras yang membuat orang lain tak nyaman mendengar nya,tak lama kemudian Renata mendadak muntah darah dari mulutnya.
Andin melihat sahabat nya langsung panik dan membawanya ke rumah sakit padahal Renata tidak sakit dan mukanya segar plus tidak pucat tetapi Renata tak mau kerumah sakit.
Bunyi lift tandanya pintu terbuka tetapi tanpa henti Renata memuntahkan kembali sama seperti tadi yaitu muntah darah. Jonathan dan Peter tak sengaja melihat ada darah di lantai,mana mungkin ada acara pembunuhan disini.
"Banyak banget darah disini."tanya Peter sangat jijik melihat ada darah dilantai.
Bunyi suara muntah kembali lagi tetapi Jonathan dan Peter mendengar nya dengan jelas. Andin tak sengaja melihat ada Jonathan dan Peter,dirinya langsung memberitahu ke Jonathan.
"Permisi Pak Jonathan, Renata tiba-tiba muntah darah,ketika saya mau membawanya ke rumah sakit,Renata langsung menolaknya ,dia bilang dirinya sehat-sehat bahkan wajahnya gak pucat seperti orang lagi sakit, awalnya Renata bilang kalo tenggorokan nya sangat terus batuk dengan keras dan langsung muntah darah gitu, ini sudah 3 kali Renata kembali muntah darah lagi."cerita Andin saat menjelaskan apa yang terjadi kepada Renata.
Jonathan dan Peter terkejut sekali mendengar cerita dari Andin tapi kepala Jonathan pusing lagi.
"Baiklah Andin,kamu bisa kembali keruangmu,biar saya saja yang urus Renata tapi tenang saja Renata akan membawamu ke tempat acara ulang tahunnya sahabat kalian,Tetimakasih sudah menceritakan apa yang terjadi kepada Renata."jawab Jonathan dengan nada yang lembut tetapi raut wajahnya dingin dan datar.
Jonathan dan Peter menghampiri Renata yang terus mengeluarkan cairan darah dari muntah.
"Jo, ada apa dengan Renata."tanya Peter penasaran.
"Ceritanya panjang woy,"jawab Jonathan berjongkok di samping nya Renata.
"Adek, gak papa."tanya Jonathan sangat khawatir sama Renata.
"Gak papa, Kak Jo."jawab Renata sambil tersenyum meskipun giginya banyak darah seperti minum darah ala vampir.
" Ke rumah sakit yok biar aku yang bawa."tawar Peter ke Renata.
__ADS_1
"Adek gak sakit tahu.,tidak mau ke rumah sakit."jawab Renata gak mau dan menolak tawaran tersebut sambil menangis.
"Peter lebih baik kamu kembali saja ke kantor mu, kasihan adek tahu atau kamu tanya saja ke Ezra soal tadi malam."ucap Jonathan dengan suara yang berat.
"Baiklah gue balik lagi, cepat sembuh adikku yang cantik jelita."kata Peter sambil memberi semangat kepada Renata padahal Renata gak sakit pula.
"Kak Peter tolong salamkan ke adek Keira iya, bilang adek kangen sama Keira, Regina dan Rafael."jawab Renata lembut.
"Ok."balas Peter singkat saja.
Pria itu sudah pergi sedangkan Jonathan harus mengurus adeknya saat ini,tak lupa juga dia menyuruh cleaning servis untuk membersihkan bekas muntahan darah di lantai.
"Ezra kenapa kok diam saja sih."tanya Mona ke Ezra yang baru saja datang karena dia membawa pakaian nya ke rumah sepupunya.
"Aku rasa Renata di guna-guna tante,aku tahu dulu tetangga ku pernah mengalami hal yang sama dengan adek tapi parahnya orangnya langsung meninggal dunia ditempat pula."jawab Ezra serius.
Mendengar jawaban dari Ezra membuat Mona sangat khawatir sama putrinya,dia semakin panik sejak tadi malam.
"Jangan bicara seperti itu lagi."bentak Mona ke Ezra.
Ezra hanya mengelus dadanya karena habis dibentak oleh tantenya.
Jam 7 malam Renata dan Andin belum sampai ke rumahnya Marian, Andin menyuruh Renata untuk mengikuti mobil hitam yang mewah dan mahal ini meskipun Renata jengkel dan kesal dengan Andin tapi Renata ikuti apa yang di instruksi kan dari Andin.
"Emang dia itu siapa nya kamu sih sampai kamu ikuti mobil nya dia sih."marah Renata sambil menyetir mobil nya.
"Sudah ikuti saja mobil itu,Ren."jawab Andin sudah tak sabaran jadi orang.
__ADS_1
Renata tambah laju mobil nya karena hampir kehilangan jejak dari mobil didepan nya.