
Hari ini Renata sengaja mengantarkan Jun ke bandara di subuh hari, benar Renata rela bangun di jam 02.30 subuh sekarang ini jam 04.10 subuh itu pun kedua orangtua ,Jonathan dan Ezra tak tahu jika Renata pergi sepagi ini.
"Ren, gue pergi dulu iya, jaga dirimu baik-baik kalo kangen tinggal tinggal video call saja."ucap Jun sebenarnya kagak rela meninggalkan Renata sendirian.
"Iya kamu juga jaga dirimu baik-baik disana, jika nanti aku ada waktu nanti aku kesana sendirian."kata Renata lembut tetapi dirinya sendiri terlihat sedih.
"Ren, sebenarnya ada yang aku bicara ini, sebenarnya aku mau bilang mau kah kamu jadi pacar aku."ucap Jun lembut tapi dirinya takut jika Renata menolaknya.
Renata tidak kaget lalu dia menjawabnya"Iya aku mau jadi pacaran karena kedua orangtua aku menyukai mu."jawab Renata dengan spontan dan tersenyum tulus.
"Ok aku berangkat dulu, Ren."kata Jun lembut.
"Ok hati-hati dijalanan, ingat perjalanan ke Belanda sangat lah jauh."jawab Renata lembut.
Kedua saling ketawa bahkan hari ini adalah bahagia karena mereka berdua resmi jadi pasangan kekasih tinggal menunggu mereka menikah saja hehehe.
Disisi lain,Ezra mencari Renata karena biasanya gadis itu bangun tidurnya paling terakhir.
"Kak Ezra."sapa Renata pas banget mau ke kamarnya.
"Darimana, dek."tanya Ezra kaget ada Renata disini.
"Dari bawah lah."jawab Renata santai.
"Heh ingat hari ini apa."tanya Ezra serius.
"Kan hari minggu,gimana sih jadi orang."jawab Renata kesal.
"Nanti di jam 10 pagi Peter dan Rani ada acara buat Keira, apa kamu lupa iya tadi malam aku memberitahu mu,cepat mandi dan pakai pakaian yang cantik eh jangan lupa kamu harus dandan yang cantik iya."ucap Ezra serius.
Sungguh hari ini Renata baru ingat jika Ezra tadi malam ada memberitahunya tapi dia cuma dengar sekilas karena dirinya sangat mengantuk.
"Baik Kak Ezra,Kak Ezra ada lihat Kak Jo gak dari kemarin Kak Jo sampai sekarang Kak Jo gak ada dirumah."tanya Renata sedih.
"Nah itu aku juga gak tahu kakakmu ada dimana."jawab Ezra juga tak tahu jika Jonathan gak ada dirumah.
Ternyata Jonathan menginap di rumah kakek neneknya,dia sudah memberitahu ke orang tuanya tetapi lupa memberitahu kepada Renata dan Ezra.
"Jadi kakek jangan harap menjodohkan aku dengan teman cucu kakek itu karena aku sudah dapat Andin, kakek juga jangan pernah meremehkan latar belakangnya karena aku tidak suka dan menghalangi perjalanan cinta ku."ucap Jonathan serius.
"Kakek cuma bilang sama kamu, selamat berbahagia sama Andin tapi jangan pernah menyakiti perasaannya sama seperti kamu menyakiti perasaan Maya dan adekmu, jika suatu saat nanti Andin tak bahagia karena kamu kakek akan sembunyikan Andin ke tempat yang tidak bisa kamu akses bahkan adek pun tak tahu."kata Scott serius.
"Cucu nenek ini sudah punya pacar iya, siapa namanya."tanya Azura datang membawa teh hijau dan susu buat suami dan cucunya.
"Bukan pacar sih, nenek? hehehehe m,namanya Andin Kuswoyo sahabat nya adek"jawab Jonathan lembut.
"Oh Andin itu,iya nenek senang saja sama Andin, dia gadis yang baik, terus dia setia sama adek karena dulu pernah membela adek di masa lalu walaupun orang tuamu pernah marahinya, sampai sekarang adek belum bisa melupakan jasa dari Andin karena Andin terlalu baik pokoknya."balas Azura.
__ADS_1
"Oh iya maafkan nenek iya suruh kamu menginap disini karena harus urus kakekmu yang lagi sakit."ujar Azura sedikit bersalah dengan Jonathan.
"Gak masalah nenek."jawab Jonathan.
"Gimana keadaan adikmu,kakek baru tahu jika adek di santet oleh Rossa terus adek kesurupan bahkan muntah darah di kantor."tanya Scott penasaran dan mulai air mata muncul.
"Baik saja kakek nenek hanya saja adek sangat trauma gara-gara perempuan sialan itu, untung saja ada aku,Ezra dan papa mama walaupun aku dan Ezra pernah kena pukulan sadis ketika adek kesurupan. Jujur aku juga trauma ketika adek muntah darah bahkan aku pingsan di ruangku untung saja ada paman Roy dan Yohan yang bantu. Peter juga bilang pas mau kembali ke kantor dia juga pingsan."jawab Jonathan jujur dia sangat trauma.
"Tapi ada yang aku bingung kepada adek bisa tahu jika perempuan setan itu hamil bahkan 3 kali gugurkan kandungan nya."tanya Jonathan penasaran.
"Tanya sama adekmu lah pas ada acaranya Keira tapi jangan lupa bawa Andin iya."jawab Scott santai.
"Iya deh."balas Jonathan malas.
Di rumah Alan dan Laura ada acaranya Keira Hadikusuma meskipun Alan dan Laura resmi bercerai tetapi keduanya gak boleh egois.
Ezra,Aldo,Sabrina,Agung dan Mona baru saja datang ke acara tersebut sedangkan Renata sudah datang duluan bersama Andin, Odelia dan Kanaya.
"Kak Rani masih ingat gadis gak,dia lo yang bawa Kak Rani ke rumah sakit bersama Rafael dan Regina."tanya Renata ke Rani
"Tunggu aku masih ingat hehehe."jawab Rani lembut.
"Renata ini pemalas orang nya masa orang minta tolong malah dia yang pingsan,."kata Andin yang meniru gaya pingsannya Renata.
"Eh kamu habis kerumah sakit kamu malah makan di rumah gue sebagai imbalan."balas Renata malah membahas yang aneh.
Jonathan juga datang bersama Azura dan Scott namun mata emang gak bisa bohong iya,dia melihat Andin yang hari ini begitu cantik hari ini walaupun pakaian nya sederhana. Biasa nya kalo ada cewek cantik dan seksi dia tak tertarik bahkan pernah ada cewek itu bertelanjang bulat didepan nya waktu di club malam, dia langsung muntah bahkan mengabaikan cewek itu tanpa bicara apapun sedangkan Andin, kenapa dia bisa tergila-gila.
Karena di otak nya kebanyakan bayangan wajah polos dan lugu plus masih muda milik Andin,satu di benaknya apakah Andin mau menerima kenyataan jika dulunya dia pernah menikah,terus apakah Andin mau menerima nya apa adanya karena dia seorang duda.
"Semoga Andin tidak menolak aku ,ya Tuhan."batin Jonathan masih ragu dengan kenyataan.
"Kak Jonathan hari ini sangat tampan sekali."sapa Andin ketika melihat ada Jonathan kesini.
"Kemarin nya aku tidak tampan gitu."tanya Jonathan pura-pura sedih.
"Yang kemarin tampan tapi hari ini emang Kak Jonathan lebih tampan lagi pokoknya."jawab Andin jujur.
"Oh gitu."balas Jonathan sebenarnya dia ingin memuji Andin tapi gengsi.
Jonathan pergi karena ini bukan areanya ralat sebenarnya dia itu salah tingkah dengan Andin makanya dia memilih kabur.
Acara sudah dimulai. Renata kepalanya pusing karena suara tangisan dari Regina.
"Hei kenapa kamu menangis, adek cantik."tanya Renata khawatir.
"Kakiku sakit karena bibi injak kakiku."jawab Regina polos sambil menangis .Renata tak sadar jika dia menginjak kakinya Regina.
__ADS_1
"Sorry aku gak sengaja injak kaki adek."balas Renata langsung menggendong Regina sambil menenangkan bocah gadis itu.
Andin sebenarnya tidak nyaman disini bukan karena dia malu melainkan Jonathan terus melihat dirinya. Jonathan emang sengaja duduk disampingnya Andin dia takut Andin diambil orang.
"Kenapa kamu tidak nyaman disampingku."tanya Jonathan menyadari jika Andin tak nyaman disampingnya.
"Diam lah,ini masih ada acara."jawab Andin dengan suara pelan.
"Gue lebih tua daripada kamu, jadi berbicaralah dengan sopan di depan keluarga ku kecuali kita berdua dan Renata."balas Jonathan dingin dan marah.
"Maafkan saya,Kak Jonathan."kata Andin sedikit bersalah karena membuat Jonathan marah.
Jonathan memilih diam lalu pergi ke tempat duduknya Ezra,Kanaya dan Odelia,dia emang sengaja meninggalkan Andin bersama Renata dan Regina disini.
Renata langsung menenangkan Andin,dia tahu kenapa Andin seperti ini karena dia tak nyaman dengan Jonathan.
"Sudahlah Kak Jo orang nya gampang baperan, nanti dia balik lagi."ucap Renata lembut dan Andin mengangguk saja bahkan air matanya mulai jatuh dipipinya dan hatinya sangat sakit sekali.
Acara sudah selesai Andin langsung mau pulang tetapi di tahan oleh Jonathan.
"Kita belakang sebentar saja."ucap Jonathan menyesal karena membuat Andin sakit hati.
"Maaf,Kak Jonathan?saya harus pulang karena keponakan saya lagi sakit di rumah"kata Andin serius dan dingin.
"Sakit apa keponakan mu."tanya Jonathan serius dan dingin.
"Demam."jawab Andin singkat.
"Aku boleh ikut kerumah mu."ucap Jonathan lembut.
"Saya mau ke pulang sekarang."jawab Andin.
Renata datang dan membuat dua orang ini menoleh ke arah Renata.
"Aku boleh jenguk keponakan mu."tanya Renata meminta mohon ke Andin.
"Boleh Ren."jawab Andin lembut.
"Tapi aku boleh ikut kah, masa cuma Renata doang yang ikut sih."kata Jonathan yang juga meminta mohon kepada Andin.
"Renata itu sahabat saya dan Kak Jonathan itu hanyalah bos saya di kantor."jawab Andin dingin.
"Renata itu adek kandung saya, dan kamu adalah calon istri saya."balas Jonathan tak mau kalah dengan Andin,mulutnya sangat keceplosan sekali.
Andin dan Renata tak mengerti apa yang dimaksud oleh Jonathan, Jonathan menyadari kebodohan nya. Iya cuma mereka bertiga saja disini jika ada Ezra,Peter dan Sean mungkin harga dirinya Jonathan hilang di telan bumi.
"Lupakan saja, gue mau pulang."ucap Jonathan dingin.
__ADS_1