Ada Apa

Ada Apa
44


__ADS_3

Renata bangun dari tidurnya dan melihat selimutnya ditutupi seluruh badan,dia tahu itu pasti kerjaannya Jonathan.


"Punya kakak gini amat sih."batin Renata kesal.


Badannya malah tambah panas gara-gara drama selimut itu.


"Tapi kalo dirumah juga bosan iya, daripada bosan lebih baik aku bersih-bersih rumah."batin Renata saat merapikan tempat tidurnya.


"Adek ayo sarapan sekarang habis itu minum obat."perintah Mona sibuk menyiapkan makanan buat dirinya dan kedua anaknya.


"Gak usah pikirkan siapa yang antarkan surat sakitmu,mama yang antarkan nanti."ucap Mona saat melihat wajah pucat dari putrinya.


Renata cuma diam saja tapi dirinya belum juga menyentuh makanannya.


"Mama adek boleh bertanya sesuatu."tanya Renata serius.


"Apa itu."kata Mona bingung.


"Sebenarnya kenapa papa curiga dengan Om Alan."tanya Renata serius.


Mona juga tak berpikir kenapa dirinya juga baru ingat jika suaminya curiga dengan Alan.


"Mama gak tahu dek,nanti kamu tanya sendiri sama papamu pas pulangan nanti."jawab Mona.


"Sepertinya papa sudah muak merawat Om Alan soalnya papa dulu setengah mati menjaga Om Alan waktu masih remaja dulu,adek tahu sifat Om Alan sangat bandel,papa sampai menangis gara-gara kelakuan Om Alan tapi papa tetap menganggap Om Alan itu adeknya meskipun kelakuannya bikin papa,nenek dan kakek sakit hati,Om Aldo dan Om Argi sudah tak sanggup merawat Om Alan."jelas Renata panjang lebar.


Mona pernah dengar cerita kalo suaminya dulu harus menahan malunya karena tingkah dari adeknya, Agung itu orangnya sabar walaupun dirinya juga bikin ulah waktu muda dulu.


"Mama pernah dengar cerita itu, Mama kasihan sama papamu,tanpa dia mungkin Alan bertingkah seenaknya,papamu juga yang kena imbasnya."kata Mona.


Keimbasan Renata ternyata di turunkan oleh Agung sendiri sang papa.


"Lagi cerita apa."tanya Jonathan datang dan duduk disampingnya Renata.


"Masa lalu om Alan."jawab Mona.


"Oh gitu."balas Jonathan malas.


"Kakak kenapa tadi malam iseng sama adek."tanya Renata.


"Habisnya kamu enak di kerjain hahaha."jawab Jonathan enteng.


"Sudah dewasa kelakuan kayak bocah."batin Mona.


"Mama nanti mau kemana."tanya Jonathan.


"Mau ke sekolah adekmu saja habis itu pulang."jawab Mona.


"Kenapa gak sekalian titip ke aku."kata Jonathan.


"Nanti murid-murid cewek pada pingsan lihat wajah tampan mu itu."ujar Mona.


"Salah sendiri mereka pingsan."ucap Jonathan santai.


"Pesona dari duda tampan ini gak bisa ditolak?Ma."ucap Jonathan dengan pedenya.


"Terserah kamu saja lah tapi mama akui kalo kamu tampan seperti papamu masih muda."kata Mona.


Mereka bertiga memilih sarapan daripada melanjutkan julidnya.


David kecewa karena Renata mengundurkan diri dari drama cerita rakyat tetapi dirinya gak bisa paksa Renata untuk gabung lagi karena Renata gak enak badan.


Jun berjalan menuju ke gerbang sekolah tetapi dirinya ditahan oleh Jonathan.


"Heh tolong ini surat sakit adek gue kasih ke gurunya."ucap Jonathan buru-buru dan langsung pergi begitu saja setelah kasih surat sakit Renata.


Jun menerima surat itu dan langkah kembali ke gerbang akibat ditahan oleh Jonathan.


Pria bertindik hidung emang mirip dengan sang adeknya yaitu Renata bagi Jun sih.


"Kakaknya sama kayak adeknya, sama-sama dingin."batin Jun.


Jonathan sudah sampai di kantor tapi dirinya juga belum keluar dari mobilnya.


Apa yang dia pikirkan dia juga gak tahu atau kangen sama Maya dan anaknya bisa jadi.


Manuel sudah tahu siapa nama gadis dan adeknya itu tapi yang bikin dia kaget adalah ibu dari gadis dan adeknya itu merupakan orang terdekatnya.


"Dia."kata Manuel saat melihat foto wanita itu.


Manuel masih bingung dengan keberadaan ibu dari 2 anak itu dan akan mencarinya hingga tuntas.


Seorang wanita yang berusia 50an sedang menunggu hasil pemeriksaan medis di Jepang.


Hasil pemeriksaan itu di nyatakan bahwa dirinya sudah sembuh dari penyakitnya dan kembali ke Indonesia untuk bertemu anak dan suaminya sudah 18 tahun dirinya meninggalkan Indonesia hanya untuk menyembuhkan penyakitnya.


"Semoga dia dan anakku tidak lupa dengan aku."batin wanita itu yang berprofesi sebagai dokter.


Jaden dan David sedang bercanda ria di kelas sedangkan Jun daritadi cuma diam saja atau dia galau karena gak ada Renata di sekolah.

__ADS_1


Danny gak masuk karena sakit dan Odelia juga gak masuk karena ada urusan untuk pendaftaran kuliah nanti.


Renata mencoba kotak-katik tombol telpon rumah dan menelpon seseorang entah siapa yang dia telpon.


"Halo ini dengan siapa."ucap seseorang diseberang sana.


"Anda gak perlu tahu siapa saya dan katakan ke saya dengan sejujurnya,apa maumu dengan keluarga aku."tanya Renata marah dan serius.


"Kenapa marah sama saya."kata wanita itu marah.


"Saya yang marah dengan anda kenapa anda yang marah sama saya hah,anda siapanya saya,asal Anda tahu saya akan bongkar kebusukan anda di depan umum nanti dan penjarakan anda dengan seumur hidup jika anda berani dengan keluarga saya."ancam Renata membuat wanita ketakutan setengah mati.


Wanita itu juga gak bisa melawan Renata dan memilih menutup telponnya.


Sukses membuat wanita itu ketakutan, Renata menutup kembali telpon rumah dan melanjutkan bersihkan rumah.


Wajah dari wanita itu mendadak pucat bisa saja gadis itu sudah berani mengancamnya dan penjarakan dirinya.


"Bagaimana ini."batin Wanita itu dengan ketakutan.


Jonathan sedang menatap wanita seksi itu di hadapannya dengan tatapan tajam, wanita itu selalu menggodanya tetapi Jonathan selalu cuek dan dingin kepada wanita itu.


"Hai ganteng,kenapa kamu cuek terus ke aku."rajuk wanita itu membuat Jonathan mual.


"Pak Satpam usir wanita ini,kalo bisa pak satpam tiduri saja wanita ini."perintah Jonathan dan satpam pasti kesenangan karena mendapat wanita cantik dan seksi.


Wanita seksi itu kesal dengan Jonathan dan memilih pergi meninggalkan Jonathan sendirian di lounge bar,lounge itu bukanya 24 jam nonstop kecuali hari Minggu.


Jonathan sedang menunggu Sean di lounge tapi dirinya malah didatangi oleh manusia jelmaan kuntilanak.


"Ternyata kuntilanak jauh lebih sopan daripada wanita itu walaupun wajahnya kuntilanak sangat menakutkan dan suaranya bikin orang takut."batin Jonathan.


Adek is calling tapi pakai telpon rumah.


Jonathan mengangkat telpon dari Renata dan menjawabnya.


"Kak Jo."ucap Renata dengan suara yang centil dan ceria diseberang sana.


"Ada apa dek."tanya Jonathan santai.


"Adek cuma minta nanti kalo Kak Jo mau pulang belikan adek martabak telur dan manis rasa coklat dan keju iya."jawab Renata senang.


"Aku akan belikan buat adekku yang cantik,sudah iya aku kerja dulu."balas Jonathan lembut.


"Semangat kerja iya Kak Jo."ucap Renata.


Telpon sudah dimatikan oleh Renata dan Jonathan kaget ada Sean muncul secara tiba-tiba.


"Habis telponan sama siapa,sama cewek baru iya."kata Sean.


"Mana ada,adek gue yang telpon kali."jawab Jonathan ngegas


"Aku kira cewek baru ternyata Renata toh, bukannya Renata jam segini masih di sekolah kenapa dia menelponmu,kalo dia telpon pasti ada jam kosong tapi tumben banget adekmu telpon jam segini."tanya Sean bingung.


"Adek gue sakit,puas kamu."jawab Jonathan dengan simpel.


"Kenapa kamu gak bilang daritadi kalo Renata lagi sakit,siapa tahu aku bawakan makanan buat dia karena aku tahu porsi makan Renata sangat jumbo padahal badannya ceking dan kurus kering."balas Sean.


"Adek ada dirumah sama Mama."ucap Jonathan.


"Oh gitu,oh Om Agung sudah pulang kah."tanya Sean.


"Belum emangnya kenapa,kangen kah sama papa gue,heh itu papa gue bukan Daddy loe."ucap Jonathan.


"Tau ai papa loe,aku kan cuma tanya doang."kata Sean ngegas.


"Kamu gak ada niatan cari penggantinya Maya."tanya Sean.


"Aku ada niatan cari penggantinya Maya tapi aku belum bisa melupakan Maya, apalagi hatiku masih berharap Maya kembali kepadaku namun kenyataannya mustahil."ucap Jonathan sendu.


"Kamu emang bucin banget sama Maya."kata Sean.


"Biarkan saja aku bucin dengan Maya,yang penting aku gak selingkuh dari Maya,kamu kira gampang menaklukkan hatinya Maya, susah tahu apalagi Om Manuel yang terkenal tegas dan galak, pernah itu wajahku di siram air dingin karena bikin Maya menangis waktu aku minta maaf kepada Maya karena salah paham eh malah aku yang disiram air sama ayahnya."cerita Jonathan.


"Kasian banget kamu tandanya kamu itu pria sejati buktinya di siram dengan air dingin tetap saja kamu perjuangkan cintamu kepada Maya hingga maut memisahkan kalian berdua."ucap Sean.


Sebenarnya ada benarnya juga dari ucapannya Sean.


"Pusing aku jadinya."ucap Jonathan pusing kepalanya.


Clara datang dan menemui Sean, Jonathan disuruh pergi tapi dia gak mau karena mager.


"Yang, tanggung jawab."ucap Clara serius.


"Tanggung jawab apa sayang."tanya Sean bingung.


"Tanggung jawab bikin gue klepek klepek pas tadi malam, gara-gara kamu aku sampai gak bisa tidur tahu."jawab Clara serius.


Jonathan bingung dengan jawaban dari Clara sedangkan Sean malah tersenyum.

__ADS_1


"Ini maksudnya apa sih."tanya Jonathan bingung.


"Tadi malam Kak Sean lamar aku dan aku akan menikah dengan Kak Sean makanya aku baper dan gak bisa tidur."jawab Clara membuat Jonathan kaget dan tak percaya.


"Serius kalian berdua mau menikah."tanya Jonathan.


"Iya lah."jawab Clara dan Sean.


"Kapan weh."tanya Jonathan penasaran.


"3 Minggu lagi iya."kata Sean santai.


"Sudah jadi pasangan suami-istri nanti iya."ucap Jonathan masih tak percaya.


"Gue gak mau lama-lama berpacaran weh sama seperti dirimu dan Maya."kata Sean.


"Kalo adek gue yang dengar ini,pasti dia lebih heboh daripada gue."ucap Jonathan.


"Sama saja kalian berdua sama-sama heboh."sindir Sean.


"Om Argi tahu gak."tanya Jonathan penasaran.


"Sudah tahu tadi malam pas gue kasih tahu."jawab Sean.


"Aku turut bahagia weh."kata Jonathan.


"Sama-sama."jawab Clara dan Sean.


Renata sudah selesai membersihkan saatnya dirinya makan siang buat minum obat.


Mona sudah melarangnya untuk bersihkan rumah tapi anak gadisnya ini gak mau berhenti justru dirinya malah asyik bersihkan rumah dibandingkan istirahat.


Di benua yang berbeda Agung sedang bertemu dengan kliennya sedangkan Alan malah sibuk dengan dunianya sendiri.


Waktunya dia mau pulang bukan pulang ke rumahnya melainkan pulang ke Indonesia tapi dirinya mau bertanya kepada Alan.


Agung mencoba menelpon Alan tetapi tidak di angkat, Agung tidak menyerah untuk menelpon Alan hingga Alan mau mengangkat telponnya.


Alan yang masih bergelut di ranjang bersama Salsa malah dapat telpon dari Agung.


"Itu daritadi bunyi mulu."ucap Salsa.


Alan mengambil ponselnya dengan terpaksa dirinya mengangkat telpon dari Agung.


"Halo Kak Agung."ucap Alan.


"Heh kenapa suara kamu kayak habis bercinta."tanya Agung di seberang sana dan Alan kaget dan bingung mau menjawabnya.


Bisa saja dia ketahuan oleh Agung karena ketahuan selingkuh.


"Itu perasaan Kak Agung saja."alasan Alan.


"Gak percaya aku."ucap Agung.


"Mati gue kalo Kak Agung tahu."batin Alan mulai panik.


"Ok kalo kamu gak ngaku gak papa,nanti juga ketahuan kalo kamu lagi main belakang dari Laura."ancam Agung marah dan mematikan telponnya.


Alan menyudahi permainannya dan merapikan pakaiannya yang dia lempar di lantai.


Salsa kesal karena laki-laki itu menyudahi permainannya padahal dia lagi enak-enaknya karena telpon dari Agung.


Agung sangat kecewa dan curiga bagaimana bisa adeknya memilih bersenang-senang dengan dunianya sendiri sedangkan dirinya di abaikan oleh Alan sendiri, Aldo atau Argi tak pernah mengabaikan dirinya tapi Alan selalu mengabaikan dirinya.


My Love is calling.


"Halo suamiku."ucap Mona di seberang sana.


"Apa sayangku."tanya Agung lembut.


"Kamu mau pulang kah,tuh tadi si Argi ada ke sini bilangnya Sean dan Clara mau menikah."kata Mona.


"Oh iya aku mau pulang nanti kalo aku pulang aku suruh Argi ke rumah."jawab Agung.


"Kenapa suaramu seperti orang lagi marah."tanya Mona bingung.


"Itu nah si kampret malah abaikan aku,sedih aku hiks hiks."aduh Agung sedih.


"Iya sudah pulang ke rumahnya gak ada yang abaikan papa,Jo dan adek mana berani abaikan papa,heh kamu gak kangen kah sama kedua anakmu di saat berjulid ria."ucap Mona santai.


"Ini aku mau pulang sayang,nanti saja aku julidnya,aku tutup dulu telponnya."kata Agung dan mematikan telponnya.


Agung akan pulang ke Indonesia tetapi dirinya akan menyelidiki Alan hingga rasa curiganya tuntas.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Siapa wanita tua itu.


Ayo tebak siapa orang yang di maksud oleh Manuel.

__ADS_1


Terus siapa wanita yang di telpon oleh Renata iya.


__ADS_2