
Jonathan baru saja sampai di rumah yang mirip dengan istana tetapi tempat itu seperti tempat yang sudah lama tidak dihuni bahkan terkesan angker.
Satpam itu menghampiri Jonathan yang masih berdiri di gerbang.
"Maaf Tuan cari siapa."tanya Satpam ke Jonathan.
"Siapa pemilik rumah ini."tanya Jonathan dingin dan mengabaikan pertanyaan dari Satpam.
Satpam itu merasa ada yang aneh dengan wajahnya Jonathan.
"Kenapa wajahnya mirip dengan nyonya iya,bahkan wajahnya juga mirip dengan gadis yang di bawa oleh nyonya, gadis itu juga wajahnya mirip dengan nyonya."batin Satpam.
Jonathan kesal dan langsung masuk kedalam rumah itu tanpa peduli ada satpam itu.
Satpam itu menghalangi Jonathan tetapi Jonathan mendorong tubuhnya satpam itu dengan kuat.
Merasa ada suara keributan nenek itu keluar dari rumah dan melihat wajahnya Jonathan yang dingin.
Jonathan juga melihat wajah dari nenek itu dengan terkejut.
"Jonathan Hadikusuma apa itu kamu nak dan ini nenekmu,Jo."ucap nenek tua itu yang bernama Azura.
"Nenekku sudah meninggal dunia tepat di hari ulangtahun adekku, jangan pernah mengaku menjadi nenekku."marah Jonathan ke Azura.
Hati Azura sakit sekali karena marahnya Jonathan, setahunya Jonathan tak pernah marah kepadanya.
"Ini nenek kamu,Jo,nenek tak pernah menyamar sebagai siapapun."ucap Azura lembut.
Azura menghampiri Jonathan hendak mengelus pipinya Jonathan namun Jonathan langsung menepis tangan dari Azura.
"Singkirkan tangan kotormu sekarang."ucap Jonathan dingin.
Air mata Azura mulai muncul karena Jonathan sekarang mulai bersikap dingin.
"Dimana kamu sembunyikan adekku,jika kamu berani menyakiti atau menyiksa adekku,aku akan membunuhmu."tanya Jonathan dingin sekaligus mengancam Azura.
Jonathan langsung masuk kedalam rumah itu sambil mencari Renata di sudut rumah dan Azura menyusul Jonathan ke dalam rumahnya.
"Adek."panggil Jonathan keras dan nyaring.
"Adek lagi tidur, Jo."jawab Azura lembut tetapi Jonathan mengabaikan jawaban dari Azura.
Renata langsung terbangun karena ada suara dari kakaknya dan bergegas ke ruangan utama.
Renata melihat ada kakaknya datang lalu memanggil kakaknya.
"Kak Jo,adek disini."panggil Renata keras.
"Adek sudah bangun iya."tanya Azura lembut dan sabar tetapi Renata hanya diam saja.
Jonathan langsung menghampiri Renata yang masih berdiri disini tanpa peduli ada Azura disini.
__ADS_1
"Dek,ayo kita pergi dari sini dan gak baik kita tinggal di tempat sialan ini."ucap Jonathan lembut sambil meraih tangan dari Renata.
"Jo dan adek nenek sudah lama tak berbicara dengan kalian."kata Azura lembut.
"Berbicara lah dengan batu nisan itu."bentak Jonathan marah.
"Jo dan adek jangan pergi dulu dari sini dan tinggal lah disini untuk sementara waktu ini saja."ucap Azura memohon kepada kedua cucunya.
Renata sebenarnya tak tega melihat kondisi dari Azura saat ini dan langsung memeluk Azura dengan erat.
"Kak Jo,jangan marahi nenek dong, kasihan nenek."ucap Renata lembut dan Jonathan malah bodoh amat.
Azura merasa tenang dan senang karena Renata sudah menerima dirinya kembali sebagai neneknya sambil memeluk cucu perempuan yang satu-satunya dia miliki.
2 jam kemudian Azura mengajak Jonathan dan Renata ke ruang bawah tanah dan mengatakan yang sebenarnya.
"Nenek minta maaf karena membuat kalian kaget dan terkejut."maaf Azura kepada kedua cucunya.
"Nenek kangen sama kalian lebih bagus bagus lagi kalo ada Ezra,Sean dan Peter."lanjut Azura lagi.
"Nenek kenapa baru muncul sekarang lalu siapa di dalam kuburan itu."tanya Jonathan serius dan dingin.
"Itu saudara kembarnya nenek,yaitu Ayura Dirgantara."jawab Azura membuat kedua saudara itu terkejut.
"Jadi Ayura Dirgantara itu saudara kembar nenek lalu kenapa nenek tega sama saudara kembar nenek."tanya Renata marah.
"Ok nenek akan ceritakan yang sebenarnya, sebenarnya nenek emang sakit kanker tetapi saudara nenek yang gantikan posisi nenek karena kondisi nenek sangat parah dan nenek terpaksa ikuti keinginan nya bahkan Ayura lah memiliki ide gila itu, Ayura tahu bahwa Deon pria tua yang selalu mengganggu nenek bahkan pernah menculik adek waktu itu dia gak suka sama Ayura karena Ayura jauh lebih galak daripada nenek bahkan Ayura tahu keluarga kita jadi sasaran nya itu lah dia mengganti nenek di rumah dengan modal mirip lah,Ayura gak pernah muncul ke kalian karena gak mau identitas nya terbongkar, Ayura waktu sakit parah juga penyakitnya pun jauh lebih parah daripada nenek dan penyakit nenek dan Ayura juga sama sampai akhir hayat nya Ayura,nenek sangat menyesal waktu itu jika tidak mengikuti sarannya nenek gak ada disini."cerita Azura sedih.
Kedua saudara itu hanya bisa diam karena masalah tersebut sudah diketahui oleh neneknya sendiri.
"Oh iya kenapa nenek melarang kalian berdua pergi tadi karena Deon tinggal di sekitar disini, nenek sudah lama mengawasi nya bahkan menyuruh anak buah nenek untuk mengawasi dan ingin tahu apa saja kegiatan dari pria sialan itu, untungnya Deon tak tahu jika nenek masih hidup dan nenek minta maaf karena terpaksa mengasingkan diri nenek sendiri,nenek bahkan tak bisa tenang selama 6 tahun ini,menutupi kematian nenek yang sebenarnya dan nenek minta maaf karena membawa adek kesini karena adek mendadak pingsan di depan sekolah dulu."kata Azura saat memberikan alasan kepada kakak beradik tersebut.
Jonathan menyesal karena sudah kasar dan jahat kepada Azura dan langsung meminta maaf kepada neneknya.
"Nenek,aku minta maaf karena aku tadi bersikap kasar dan jahat sama nenek,nenek tolong maafkan aku nek."maaf Jonathan lalu tiba-tiba bersujud di kaki nya Azura.
"Sudah lah Jo,nenek sudah memaafkan kamu nak."ucap Azura lembut sambil mengelus kepalanya Jonathan dengan lembut.
Ucapan itu membuat Jonathan malah menangis karena hati neneknya tak pernah berubah yaitu tetap tulus dan lembut.
"Nenek adek juga minta maaf karena tak mau berbicara dengan nenek dan takut dengan nenek."maaf Renata kepada sang nenek.
"Nenek tahu jika adek takut dengan nenek karena nenek sudah lancang membawa adek kesini,sudah lah adek tak perlu minta maaf ke nenek,itu salahnya nenek juga sih."jawab Azura lembut tetapi Renata justru menangis lagi.
Pertemuan yang sangat mengharukan ini membuat Azura bersyukur sekali karena kedua cucunya bisa menerima dirinya lagi meskipun Jonathan sudah bersikap kasar kepadanya,Azura ingin sekali jika Ezra,Sean dan Peter juga menerima dirinya.
Sisi lain.
Mobilnya Danny tiba-tiba mendadak mogok didepan rumah markas Azura. Jun kesal sekali dengan Danny.
"Sialan kenapa mobilmu bisa mogok begini."tanya Jun marah.
__ADS_1
"Mana gue tahu setan."jawab Danny ngegas.
Sam tak jadi ikut karena Sam gak bolehi oleh Danny,Sam besoknya harus ke sekolah lagi toh dan gak boleh bolos ke sekolah.
Azura melihat ada mobil asing didepan gerbang itu lalu menghampiri pemilik mobil tersebut.
Danny dan Jun terkejut melihat ada Azura disini bahkan Danny pingsan karena menganggap Azura itu hantu.
"Tolong bawa pemuda ini ke dalam sekarang,saya tak mau jika pemuda ini mati disini karena usianya masih muda dan masa depannya masih panjang."perintah Azura tegas ke anak buahnya.
Anak buahnya Azura membawa Danny ke dalam sedangkan Jun masih tetap disini.
"Ada apa nak."tanya Azura lembut.
"Mobil ini mogok,nek."jawab Jun polos tapi wajahnya takut sekali.
"Iya sudah mobil itu akan diurus dulu,ayo masuk kedalam yuk tenang nenek ini bukan orang jahat."kata Azura lembut.
Jun merasa wajah nenek itu sangat mirip Agung, Jonathan dan Renata pastinya,Jun ikut masuk ke dalam bersama Azura.
Jun melihat isi rumah tersebut seperti istana, astaga ini mah level sultan banget.
"Duduk disini dan saya akan kembali lagi."ucap Azura lembut lalu Jun duduk di sofa yang empuk.
Azura memanggil Renata di belakang rumah nya lebih tepatnya di lapangan basket,Azura sengaja membuat lapangan basket itu karena suatu saat nanti Renata bisa bermain basket sepuasnya.
"Adek,itu ada cowok yang adek suka."panggil Azura tetapi Renata malah asyik bermain basket.
"Adek."panggil Azura keras.
Renata pun langsung berhenti bermain basket lalu bergegas menuju ke dalam rumahnya.
Renata terkejut saat melihat Jun di ruang tamu bagaimana bisa dia kesini.
"Adek,ini cowok yang adek suka kan pada awalnya adek sangat cuek kepadanya dan berakhir penyesalan."ucap Azura tahu masalah dari Renata.
Renata langsung malu di ucapin oleh neneknya sendiri.
"Nenek,jangan gitu dong sama adek,adek malu,nek."kata Renata serius.
"Nenek cuma bicara secara fakta saja kan."jawab Azura polos.
Azura dan Renata duduk di sofa bersama Jun,tak lama kemudian pelayan nya datang dengan membawa minuman dan camilan buat mereka bertiga.
Jonathan malah tidur dikamar neneknya karena dirinya ngantuk sekali.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁.
Jadi nenek tua itu adalah istri sah dari Scott Hadikusuma,ibu dari 4 orang putra,3 orang menantu,5 cucunya,2 cucu menantu dan 2 cicit dan 2 calon cicitnya karena masih didalam perut ibunya.
Azura sebenarnya tidak meninggal dunia melainkan saudara kembarnya yang meninggal dunia.
__ADS_1
Kalo gak suka sama jalan ceritaku jangan dibaca dan bikin cerita sendiri sana soalnya bikin cerita ini tak gampang.