Ada Apa

Ada Apa
89


__ADS_3

Jonathan terbangun di jam 7 pagi, terlalu nyenyak tidurnya,dia juga berterima kasih kepada adeknya karena dirinya bisa tidur sepuasnya.


"Kakak sudah bangun,ayo sarapan sama-sama,papa mama sudah menunggu kakak loh."ucap Renata lembut.


"Iya adek,aku sudah bangun kok, makasih iya Adek sudah memberikan kesempatan buat aku karena aku bisa tidur sepuasnya,capek tahu jadi gila kerja itu.kadang otak aku tak mampu kerja dek,"kata Jonathan lembut lalu menatap wajah polos dan ayu dari adeknya.


"Adek hanya kasihan sama kakak, kakak terlalu gila kerja jadi adek inisiatif saja ajak kakak jalan-jalan,kakak mau jalan-jalan kah sama adek siang nanti."jawab Renata lembut.


"Iya aku mau,tapi aku mandi dulu iya adekku yang cantik dan ayu ini."jawab Jonathan sambil merapikan rambut hitam panjang milik Renata.


Jonathan turun dari ranjang itu lalu berjalan ke kamar mandi sedangkan Renata cuma menatap punggung mulus dari Jonathan yang ada tatonya itu, Jonathan emang terbiasa tidur dengan bertelanjang dada dan hanya celana pendek saja yang dia pakai saat tidur.


Tapi Renata risih sekali melihatnya tapi dia sangat beruntung banget melihat tubuh atletis milik Jonathan apalagi Maya yang lebih beruntung melihat nya secara keseluruhan.


Lupakan saja bahas tubuh si Abang.


Skip.


"Tidur mu nyenyak iya anakku sayang."ucap Mona pas melihat Jonathan keluar dari kamar mandi.


"Iya Ma,"jawab Jonathan seadanya.


"Kamu jangan terlalu gila kerja nak, tidur yang cukup itu membuat mu tenang dalam pekerjaan mu."balas Mona lembut.


"Kalo kamu lagi capek tidur lah sepuasmu."kata Mona.


"Hari ini adek ajak aku jalan-jalan,ma..mama pacaran saja sama papa sepuasnya."jawab Jonathan dengan tenang.


"Terserah kalian saja."balas Mona lembut.


Skip.


"Dek,aku tahu adek lagi sedih kan."kata Jonathan membuat Renata bingung.

__ADS_1


"Sedih apa Kak Jo."tanya Renata bingung.


"Aku diam-diam mendengar suara percakapan adek dan Jun di cafe itu, jujur aku kaget tapi kasihan dengan Jun yang berjuang keras untuk penyakit nya,, dengar itu membuat aku teringat kembali dengan Maya, istriku yang sedang hamil anak yang cantik seperti maminya harus pergi meninggalkan aku sendirian di dunia nyata ini karena penyakit sialan itu,andai saja Maya dan anakku hidup adek mempunyai keponakan baru lagi dan anakku iya bakal jadi seorang kakak karena Maya hamil adek buat Anna."cerita Jonathan panjang lebar dan sedang bersedia karena mengingat kepada mantan istrinya yang sudah meninggal dunia 4 tahun yang bersama anaknya.


Renata lagi-lagi merenungkan penyakit dari Jun, seperti ini kah kutukan bagi kakak beradik ini.


"Kakak."lirih Renata.


"Iya adekku sayang."tanya Jonathan.


"Adek juga kangen sama Kak Maya."jawab Renata dengan tangisan yang dia tahan itu.


"Adek pernah iri dengan Kak Maya waktu itu karena gak ada yang peduli dengan adek yang kena air bekas pel itu,tapi adek menyesal karena telah bersikap seperti itu."sambung Renata lagi karena menangis lagi.


"Memikirkan penyakit orang lain tapi penyakit adek sendiri juga belum sembuh juga."kata Renata lagi.


Penyakit itu membuat Jonathan langsung berpikir lagi, penyakit itu juga membuat dirinya bersalah kepada Renata di masa lalu karena tak peduli waktu dirinya hampir di lecehkan oleh kakak kelasnya dulu banget.


Kedua kembali diam satu sama lain di jalanan trotoar.


"Aku gak tahu sih,coba tanya saja sama adek cantiknya itu."saran Peter.


Clara menelpon Renata namun sayangnya Renata tidak mengangkat telpon darinya.


"Gak diangkat nya sama adek."jawab Clara lesu.


Ezra dan Odelia datang kerumahnya Sean dan Clara.


"Kamu tahu gak Jonathan ada dimana."tanya Peter serius.


"Liburan lah,sama adek,Pak Agung dan Ibu Mona lah,dia pergi ke candi Borobudur,"jawab Ezra membuat ketiga manusia ini lega.


"Tapi kita gak di ajak nya sama dia."kata Sean bete.

__ADS_1


"Yang punya ide,Renata Kak soalnya Renata mau jalan-jalan sama kedua orangtua dan kakaknya."jawab Odelia tenang.


Malam hari.


Renata sedang mengirim pesan ke Odelia dan Marian di taman seorang diri.


Dingin itu yang di rasakan saat ini. Besok dia harus kembali ke Jakarta... kemudian dia kembali ke hotel takutnya kedua orangtuanya mencari dirinya.


Pagi hari.


Renata matanya masih mengantuk karena tidak tidur tadi malam.


"Dek,mandi sana, hari ini kita harus pulang."ucap Jonathan lembut.


"Masih mengantuk Kak Jo."jawab Renata dengan enteng.


"Adek."teriak Jonathan dengan jailnya,hal itu membuat Renata terkejut lalu bergegas ke kamar mandi walaupun kondisi nya masih mengantuk.


"Kebiasaan kamu tuh kalo bangunkan adekmu itu,suka begitu terus."tegur Agung tapi dirinya juga di sindir oleh putranya sendiri.


"Papa ngaca dulu sana,dulu papa juga suka jail sama adiknya sendiri,nenek sendiri yang cerita ke aku tentang masa lalunya papa,jangan salahkan aku dong pa,ini keturunan loh."sindir Jonathan tapi Agung malah cengengesan.


Di Leiden.


Jun juga tak bisa tidur karena memikirkan gadis dingin itu, jujur dia juga kangen sama Renata.


"Apa dia kangen dengan ku."batin Jun.


David sedang kecewa dengan Renata, kenapa dia kecewa karena Renata masih memikirkan Jun di Belanda.


Apa kurangnya dia ini sampai Renata segitunya kepada dirinya.


"Aku gak bisa gitukan."batin David.

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


__ADS_2