
Sejak kejadian di taman sekolah,Jun merasa curiga dengan David apakah David dan Renata pernah 1 sekolah sebelumnya.
"Kenapa Renata selalu hangat dengan David."batin Jun.
Renata masuk kedalam rumahnya dan Agung menyambut putrinya.
"Kenapa hidung di gitukan dan kenapa baju sekolah adek banyak darah."tanya Agung dengan tatapan serius.
"Hidung adek kena bola basket pa."jawab Renata dengan wajahnya yang takut.
"Adek istirahat dulu kan lagi capek kan di sekolah."balas Agung santai dan lembut.
Bersyukur dirinya tidak dimarahi oleh papanya dan bergegas ke kamarnya.
Renata bergegas mengganti bajunya dengan baju santainya dia tidak memilih tidur siang melainkan duduk di kursi belajar.
Diatas meja ada kotak musik dari hadiah ulangtahun yang ke 17 tahun,masih bagus tapi Renata tak pernah memakainya.
Hadiah yang sederhana tapi ada maknanya. Karena waktu dirinya berulang tahun ke 17 tahun,Agung dan Mona menawarkan merayakan sweet 17 tetapi Renata tak mau dan hanya ingin merayakan dirumah saja.
Flashback on.
"Dek,mama dan papa mau tanya apa adek mau merayakan ulang tahun yang ke 17 secara meriah."usul Mona dengan menatap wajah putri bungsunya.
"Tidak mau,jelek sekali kalo di rayakan secara rame-rame."tolak Renata benar' tak suka.
"Jadi bagaimana adek."tanya Agung penasaran.
"Adek cuma merayakan di rumah saja sama undang Kak Ezra, Kak Sean, Kak Peter,kakek dan Om sama Tante,eh lupa adek mau ajak teman adek iya."jawab Renata lembut sambil bermain dengan Lily walaupun dirinya lagi alergi.
"Iya sudah papa sama Mama tidak maksa kok."balas Agung lembut.
Flashback off.
Keesokan harinya Renata sudah siap untuk pergi ke acara pernikahan Sean dan Clara tapi dia bosan menunggu mamanya lagi berdandan.
"Lawas banget sih."batin Renata kesal dan marah.
"Ma,cepati dong nanti kita telat loh."ucap Agung dengan gagahnya dia memakai jas hitam.
"Iya sabar dulu sayang,."kata Mona masih memakai bedak diwajahnya.
"Gini nih kalo emak-emak sudah berdandan pasti lama sekali."batin Agung kesal.
Jonathan masih didalam kamarnya sambil memakai jam tangan di pergelangan tangan kirinya.
Sama seperti adeknya dia juga bosan menunggu mamanya yang lagi dandan makanya dia balik lagi ke kamarnya.
"Ribet amat jadi perempuan,sudah dandannya lama,belanjanya juga lama apa-apa lama semuanya."batin Jonathan.
Jonathan keluar dari kamarnya dan berjalan ke kamar orangtuanya.
"Ma Pa aku boleh masuk gak."teriak Jonathan sambil mengetuk pintu.
"Masuk saja."ucap Mona dari dalam. Jonathan masuk ke kamar kedua orangtuanya.
__ADS_1
"Mama cepati dong, ini mau telat nah."kata Jonathan kesal.
"Iya ini sudah selesai."ucap Mona sambil memasang lipstick di bibirnya.
"Mama ini selalu begitu dulu Maya juga kayak gitu juga."ujar Jonathan dengan suara agak cempreng tapi dingin.
"Namanya juga perempuan Jo, selalu lama kalo dandan, Jo suruh adekmu siap-siap sana sekarang."jawab Agung dan menyuruh putranya untuk adeknya.
Jonathan keluar kamar orangtuanya dan bergegas ke kamar adeknya.
"Adek ayo kita berangkat sekarang."panggil Jonathan sambil mengetuk pintu kamar gadis ayu.
Tak ada suara dari pemilik kamar ini dan Jonathan membuka pintu kamar Renata karena tidak kunci.
Ternyata pemilik kamar ini tidak ada orangnya.
"Dimana tuh bocah."batin Jonathan bingung.
Jonathan kembali lagi menutup pintu kamarnya Renata dan bergegas ke lantai bawah.
Agung dan Mona juga keluar dari kamarnya dan juga bergegas ke lantai bawah.
Ada suara dari kotak musik di ruang tamu tapi itu punya siapa.
Jonathan melangkah kakinya ke ruang tamu dan ternyata Renata sudah siap dari tadi sambil menunggu mamanya selesai berdandan dengan temani oleh kotak musik dan otte.
"Sudah siap kah daritadi adek."tanya Jonathan dengan mukanya yang dingin.
"Sudah 1 jam adek disini bosan mama lama banget dandannya,adek sudah siap daritadi malahan."jawab Renata polos.
Agung dan Mona sudah siap dan mau berangkat.
"Mama mau cantik dek biar papamu gak diambil oleh perempuan muda."ucap Mona pede.
"Adek daritadi emang sudah disini kah."tanya Agung.
"Iya."jawab Renata singkat.
"Pantas mama dan papa tadi cariin adek di kamar kok gak ada sekalinya disini toh rupanya."balas Agung lembut.
"Ayo berangkat sekarang yuk."ajak Mona sambil bergandengan tangan dengan suaminya.
Skip.
Acara pernikahan ini sangat meriah,Renata hanya diam saja bahkan dirinya gak menunjukkan senyum kepada siapapun dan menampilkan wajah dingin dan ayu.
"Adek kok diam saja sih."tanya Agung disamping putrinya.
Renata tak menjawab bahkan dirinya fokus ke depan.
"Kesal dah sama nih bocah."aduh Agung ke istrinya.
"Diam pang ini masih ada acara."tegur Mona dan mencubit lengan kekar milik Agung sehingga Agung meringis kesakitan saat lengannya di cubit.
Acara pernikahan sudah selesai,Sean dan Clara resmi menjadi pasangan suami-istri.
__ADS_1
Disisi lain Elina sudah di surga bahkan tidak menyaksikan pernikahan putra dan menantunya.
"Selamat buat Kak Sean dan Kak Clara semoga langgeng hingga maut memisahkan kalian berdua."ucap Renata ceria.
"Terimakasih Ren."jawab Sean tulus.
"Ren,kapan kamu nyusul."tanya Ezra bikin Renata kesal.
"Kakak sendiri kapan nyusul nya."sindir Renata membuat Ezra skamat dan malu di sindir oleh Renata.
Jonathan,Clara dan Sean tertawa gara-gara sindiran Renata buat Ezra.
"Dek,masa aku dibilang gitu juga sama dia."aduh Jonathan panas panasin suasana.
"Suruh diam lah."saran Renata dengan wajah polos.
"Gak kakak gak adek sama saja."kata Ezra kesal.
"Bedanya si adek pure innocent sedangkan kakaknya sok innocent."sambung Peter membuat kakak beradik kesal.
"Makanya itu."jawab Ezra santai.
"Sudah pang jangan ribut coba,Renata, Jonathan,Peter dan Ezra."tegur Scott marah lalu dirinya ingin memeluk cucu ketiganya dengan cucu mantunya.
"Andai saja Mommy ada disini mungkin hari ini jauh lebih bahagia lagi."batin Sean.
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Renata tertidur pulas di mobil karena kecapekan sedangkan bahu Jonathan sudah sakit karena Renata menyandarkan kepalanya ke bahunya.
"Kebo banget tuh bocah."batin Jonathan.
"Adek tidur kah,Jo."tanya Mona lembut.
"Iya Ma."jawab Jonathan hangat.
"Kebiasaan tuh anak gadis mu selalu tertidur kalo habis pulang ke kondangan."ucap Mona bete.
"Mau gimana lagi emang itu kebiasaannya si adek kok,dulu aku masih muda aku selalu tertidur pulas setelah pulang dari kondangan,"jawab Agung santai sambil menyetir mobilnya.
"Pantas saja adek selalu tertidur setelah pulang dari undangan, ternyata kamu toh penyebabnya."balas Mona.
"Iya mau gimana lagi."ucap Agung.
🥀🥀🥀🥀🥀🥀
"David kemarin kenapa wajahmu kayak habis babak belur"tanya Jaden penasaran.
"Biasa lah berkelahi."jawab Arthur hanya menebak kalo Jun dan David berkelahi.
"Pasti si Michelle penyebabnya."tebak Danny.
Jun dan David saling bertatapan dengan tajam sebenarnya mereka berdua berkelahi bukan Michelle melainkan Renata.
Mereka bertiga tidak tahu apa penyebabnya mereka berdua berkelahi pas kemarin.
__ADS_1
John tidak memberitahu penyebab kakaknya dan Jun berkelahi hanya bisa diam saja.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁