
Renata sedang menunggu 3 gadis di rumahnya btw dia sudah pulang dari apartemen karena takut sendirian.
"Lagi menunggu siapa,Eneng."tanya Danang lembut dan halus namun Renata hanya diam saja.
Renata bukan hanya diam tetapi dirinya juga menunjukkan wajah dinginnya. Ciri khasnya dirinya.
"Iya Tuhan dingin banget nih orang."batin Danang lalu bergegas ke tempat posnya.
Sudah 1 jam lamanya Renata berdiri dekat gerbang rumah.
"Apa benaran Michelle bunuh diri oleh kedua orangtuanya mau bercerai."ucap Danny dan Jun kaget dan langsung shock mendengar berita meninggalnya Michelle Herlanda.
"Iya tapi aku kasihan kepadanya,dia ada kasih surat ke kamu dan Renata tapi sayangnya aku gak ketemu Renata karena aku gak tahu alamat rumahnya."jawab Jaden jujur.
"Gue tahu alamat rumahnya,dia tinggal di perumahan jalan cempaka putih tapi aku sudah lama tahu karena pernah 1 kelompok waktu kelas 2 SMA sama David dulu iya."balas Danny santai.
Jun teringat dengan Renata gimana kabar dari dia iya.
"Dasar pria pembohong kamu,pergi kamu dari sini.,aku muak dengan kamu,kamu tega banget sama aku selama 26 tahun lamanya aku disini dan aku tak butuh omong kosong mu lagi."bentak Laura marah pas Alan membujuk Laura untuk mencabut gugatan cerai nya.
Laura juga menampar wajah dari Alan dan pergi meninggalkan tempat kerjanya Agung dan Jonathan.
Agung,Aldo,Argi dan Jonathan hanya menatap punggung dari Laura yang sudah di ambang pintu.
"Itu semuanya kesalahan dari kamu sendiri,lihat tuh putri aku di culik itu karena orang dalam dari selingkuhan kamu,kamu kan punya cucu perempuan bagaimana nanti cucu perempuan kamu kena karma dari kakeknya sendiri"bentak Agung ke Alan.
"Kamu tahu gimana perasaan anakku saat ini, sebagai ayah aku gak terima jika anakku di lecehkan oleh orang lain,anakku sangat trauma sejak perutnya ditusuk dan diculik bahkan anak-anakku kena penyakit mental, satunya belum sembuh dan satunya lagi belum sembuh juga di tambah lagi penyakit alerginya juga belum sembuh bahkan lebih parah daripada yang kemarin."ucap Agung marah tapi sambil menangis.
"Kalian gak akan tahu jika anakku pernah di lecehkan, sering di bully bahkan 1 sekolah pun gak ada mau teman dengannya meskipun ada tapi hanya 3 orang saja yang tulus kepadanya,adek tak pernah cerita ke aku,ibunya atau Jonathan,jika di paksa baru adek cerita, parahnya lagi adek di jauhi 1 sekolah,aku dan Mona gak bisa jadi orang tua yang baik buat kedua anakku, apalagi urus anak perempuan kayak adek jauh lebih sulit daripada anak laki-laki karena kalian bertiga gak punya anak perempuan masalahnya"bentak Agung marah lagi namun Argi langsung memarahi Agung.
"Iya aku tahu jika kakak mempunyai anak perempuan tapi kakak sendiri gak bisa jaga anak gadismu sendiri sampai penderita penyakit mental,sama juga kakak memaksa otak Jonathan untuk kerja di kantor pas masih sekolah padahal otak Jonathan belum mampu banget untuk kerjakan ini bahkan kakak sendiri gak tahu jika putramu sering menangis kalo bersama Sean pas lagi cerita karena dia gak mau cerita dengan kakak."marah Argi kepada Agung.
Agung langsung tersindir dengan perkataan dari Argi.
🍁🍁🍁🍁🍁.
"Kenapa kamu,Ren."tanya Andin pas melihat Renata sedang diam di ruang tamu.
Renata masih terdiam saat ini dia belum buka suaranya, tiba-tiba badan Renata mendadak demam tinggi.
Fanny dan Marian baru sadar jika wajahnya Renata sangat pucat seperti orang yang lagi sakit.
"Ren,kamu kenapa."tanya Fanny bingung.
Fanny mencoba memegang pipinya Renata yang panas.
"Astaga badan kamu panas sekali,Ren."ucap Fanny khawatir.
Kepalanya Renata juga sakit sekali dan pusing.
"Telpon kan Kak Jo dong, tolong tapi pakai ponsel aku iya."pinta Renata memohon kepada diantara 3 gadis tersebut.
Andin mengambil ponselnya Renata dan mencari nomor kontak Jonathan di ponselnya Renata.
Andin mencoba menelpon Jonathan namun sayangnya Jonathan tak angkat telpon.
"Ren,Kak Jonathan gak angkat telpon nya."ucap Andin.
__ADS_1
"Coba telpon lagi dong,siapa tahu kakak mau angkat telpon nya."ucap Renata dengan suaranya yang berat.
Andin mencoba menelpon Jonathan lagi tapi hasilnya tetap sama yaitu tidak di angkat.
"Kamu sudah makan kah,Renata."tanya Fanny serius.
"Aku sudah makan."bohong Renata padahal dirinya gak memiliki selera makan hari ini.
"Ren,kamu lebih baik istirahat saja daripada kayak gini,kita pasti jaga kamu pas lagi sakit apalagi ini kamu seorang diri dirumah yang besar ini."saran Marian ke Renata.
Renata bergegas ke kamarnya karena tubuhnya sangat panas di akibatkan oleh demam tinggi.
Andin dan Marian emang gak bisa diam untuk memesan makanan buat mereka berempat lah soalnya Renata ada kasih uang kepada Andin atau Marian sedangkan Fanny sibuk urus Renata di kamar.
"Siapa sih yang telpon aku disaat aku lagi sibuk banget."ucap Jonathan risih dengan suara dering telepon di ponselnya.
Jonathan mengecek ponselnya siapa yang menelpon dirinya,banyak panggilan tak terjawab dari Adek(nama kontak Renata di ponselnya Jonathan).
"Banyak banget dia telpon."batin Jonathan.
Namun Jonathan tidak menelpon balik ke Renata karena malas.
🍂🍂🍂🍂🍂.
Belinda dan Odelia sedang pergi ke rumah duka di rumahnya Michelle,Renata dan Marian tak tahu tentang kematian dari Michelle.
"Renata tahu gak iya."tanya Belinda pada Odelia.
"Gak tahu sih."jawab Odelia enteng.
"Kita kasihnya pas pulangan saja."saran Odelia.
"Ok deh kalo begitu."ucap Belinda.
Sisi lain.
"Ren,kamu tuh kenapa sih kayak orang gelisah saja."tanya Andin penasaran.
"Gue gak tahu nah."jawab Renata polos dan enteng.
"Enteng banget jawaban kamu,Ren."balas Marian ngegas.
"Kakakmu itu kenapa gak telpon balik ke kamu."tanya Fanny curiga.
"Astaga gue lupa kalo Kak Jo lagi kerja,pantas dia gak mau angkat telpon gue."ucap Renata lupa.
"Ya ampun,kamu ingat gak dulu kita habis-habisan dimarahi oleh kakakmu gara-gara ganggu dia kerja, astaga Renata,."kata Fanny kesal dengan Renata.
"Iya maaf aku lupa weh, emangnya kalian saja yang di marahi,aku juga dimarahin sampai 1 jam dengan mulutnya yang kayak emak-emak lagi datang bulan,merdu dah suara marahnya kalah dah penyanyi terkenal dengan suaranya."balas Renata ngegas.
"Kamu sih suka menantang kakakmu untuk berkelahi."kata Marian kesal.
"Wajar lah kalo kakak adik suka adu mulut, kalian bertiga pasti kayak gitu,iya kan."ujar Renata sedikit menyindir Andin,Fanny dan Marian.
"Sebentar makananmu sudah datang,kamu makan iya Renata Hadikusuma."ucap Andin lembut.
"Iya."jawab Renata dengan malasnya dia makan.
__ADS_1
Andin dan Marian turun ke bawah untuk mengambil pesanan sedangkan Fanny masih geleng-geleng kepalanya gara-gara sikap santainya dari Renata.
Andin dan Marian kembali lagi ke kamarnya Renata sambil membawa makanan, sejujurnya Renata sangat lapar sejak pagi tadi.
"Ini makanannya,maaf ini cuma nasi padang saja,Ren."ucap Marian senang dan Renata langsung tersenyum lalu pergi ke kamar mandi buat cuci tangan.
Syukurlah Renata mau di ajak makan siang bersama meskipun menu makanan ini sederhana.
Setelah selesai makan siang, Renata ingin cerita kepada 3 gadis tersebut.
"Sejujurnya aku sangat trauma sejak kelas 8 SMP."ucap Renata sedih.
"Trauma kenapa?Ren."tanya Andin,Fanny dan Marian penasaran.
Renata bercerita tentang masa lalunya meskipun dirinya belum siap saat ini.
"Dulu gue pernah di lecehkan oleh kakak kelas kita,sakit sekali di hatiku bahkan aku pernah di siram pakai air bekas pel, mereka bahkan menuduh aku yang melakukannya padahal aku yang korban yang sebenarnya, orangtuaku gak peduli dengan ku dan kakakku lebih bersikap dingin kepadaku, Kakakku memilih perhatian mantan istrinya,aku ingin cerita ini yang sebenarnya kepada orang tuaku dan kakakku tapi aku takut jika cerita ku itu bohong,kalian pikir aku bahagia selama ini jawaban ku tidak,aku juga penderita penyakit mental bahkan di usia 15 tahun aku juga penderita pcos tapi aku tak pernah cerita kepada siapapun,kalian bertiga orang yang pertama tahu rahasia tentang itu,aku stres dan depresi,di tambah lagi penyakit alergiku semakin bertambah, batinku aku selalu tersiksa jika teringat tentang itu."cerita Renata membuat ketiga gadis ini terkejut dan tiba-tiba menangis.
Renata langsung menangis karena harus cerita masa lalu yang menyakitkan.
"Ya ampun aku tak tahu isi hatimu kamu bahkan terlihat biasa-biasa saja dan selalu menunjukkan wajah dinginmu,."ucap Andin saat memeluk Renata yang sedang menangis.
"Aku sengaja menunjukkan wajah dingin dan bersikap dingin kepada siapapun karena aku gak mau mereka melihat aku sedang sedih atau ada luka di hatiku,aku gak mau di cap cengeng tapi nyatanya aku sering menangis di kamar mandi."jawab Renata masih menangis.
Marian dan Fanny juga memeluk Renata dengan erat sambil menangis.
"Aku tak pernah bahagia selama ini,aku benci dengan diriku sendiri,aku......aku ......aku..... Tak sanggup hidup di dunia.............hiks hiks hiks."ucap Renata dengan suara tangisnya dan nafasnya ngos-ngosan.
"Renata, jangan bicara seperti itu,masa depan kamu masih panjang,aku yakin kamu pasti bisa melewati masa-masa yang sulit dengan dukungan keluarga mu dan kita disini juga,jangan pernah menyerah dengan hidup mu, Ren,karena hidup ini emang gak mudah untuk di jalani."ucap Andin lembut dan menatap wajah sendu milik Renata.
"Aku takut nah."jawab Renata sedih.
"Jangan terlalu memikirkan masa lalu,kamu itu penerusnya Pak Agung di masa depan,Ren,papa kamu pasti menginginkan putrinya sukses di dalam pekerjaan, bukannya kamu akan menjadi kandidat sebagai CEO di perusahaan kakekmu,Ren."kata Marian serius dan Renata langsung menghapus air matanya yang sudah banjir di pipinya lalu menatap lembut kepada Marian.
"Iya tapi aku belum siap karena masih belajar sejauh ini."jawab Renata jujur.
"Aku mau cerita tapi ini lebih terkejut lagi say."ucap Renata lembut dan membuat ketiga gadis ini pada penasaran.
"Boleh Ren,kita siap kok dengar cerita dari kamu."kata Fanny lembut.
"Ada 3 laki-laki yang menyukaiku tapi hanya 1 yang aku sukai yaitu Jun,2 laki-laki itu adalah Rayson dan David."ucap Renata sedih dan Ketiga gadis ini terkejut.
"Apa David Jumantara si laki laki sok imut dan kepedean itu."ucap Fanny heboh.
Renata hanya mengangguk saja dan Andin langsung bertanya langsung kepada Renata.
"David itu sebenarnya maunya apa sih,dulu dia suka bersikap biasa saja kepadamu waktu SMP dulu,dia itu bucinnya gadis yang namanya siapa iya gue lupa namanya yang mukanya kayak bidadari itu tapi di mataku biasa saja,dia juga gak rasa sukanya kepadamu,Ren."tanya Andin penasaran.
"Aku gak tahu,Din? soalnya David baru saja mengatakan itu kepadaku."jawab Renata tak tahu.
"Gila kamu di rebuti 3 cowok ganteng,."balas Marian.
Renata bingung dengan perkataan dirinya sendiri.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍂🍁🍂🍂🍁🍂🍂🍁🍂
Pcos(Polycystic ovary syndrome) adalahkelainan hormonal yang sering terjadi pada remaja putri,Penyakit ini dapat menimbulkan gejala berupa gangguan menstruasi di masa pubertas(saya dapat sumber dari alodokter).
__ADS_1