
Kanaya sedang menunggu seseorang entah itu siapa yang dia tunggu.
Akhirnya ada pemilik rumah yang sudah datang hari ini tapi seseorang itu bukan dia harapkan saat ini.
Paijo membuka pintu gerbang rumah majikannya dan mobil itu melaju ke garasi rumah yang mewah tersebut.
Orang itu pun turun dari mobil dan menyuruh Paijo masuk ke dalam posnya.
Lalu orang itu menghampiri Kanaya dengan penampilan yang super menarik.
Kanaya melihat wajah tampan milik Jonathan, sejujurnya dia terpesona dengan paras tampan milik Jonathan tapi sayangnya usia Jonathan sangat tua untuknya.
"Cari siapa gadis cantik."tanya Jonathan lembut.
"Aku cari Kak Renata tapi Kak Renata gak angkat telpon aku,Kak Jonathan."jawab Kanaya dengan wajahnya yang sangat polos sekali.
Jonathan langsung merapikan rambutnya Kanaya yang sangat berantakan karena angin.
"Jelek sekali jika rambut mu berantakan, maaf aku lancang merapikan rambutmu."ucap Jonathan lembut.
Kanaya benar-benar gak karuan di hatinya,baru kali ini ada seorang pria yang merapikan rambutnya setelah ayahnya.
"Kak Jonathan ternyata jauh lebih tampan daripada Kak Ezra,gimana tak tampan ibunya saja cantik sekali dan ayahnya juga tampan sekali apalagi Kak Renata juga cantik banget,aku mau banget jadi pacarnya Kak Jonathan tapi usia Kak Jonathan jauh sekali dengan aku."batin Kanaya mengagumi sosok tampan dan dingin milik Jonathan.
"Ayo masuk kedalam,adekku ada didalam."ucap Jonathan lembut lagi dan mengandeng tangannya Kanaya.
Baru kali dia mengandeng tangan seorang gadis bahkan masih labil pula biasanya dia selalu gandeng tangan Maya dan Renata doang.
Renata ternyata ketiduran di ruang keluarga dan mengambil ponselnya lalu melihat ada panggilan tak terjawab dari Kanaya, astaga dia lupa kalo dia menyuruh Kanaya kesini.
"Kau sudah datang iya, maaf aku ketiduran,duduk disini dan aku siapkan minum buat mu."ucap Renata lembut.
Kanaya duduk di sofa empuk ruang keluarga, sejujurnya rumahnya lebih ke istana dan besar sekali sama seperti rumah nya Ezra waktu dia datangi bersama Odelia.
Jonathan langsung naik ke lantai dua meninggalkan gadis tersebut.
10 menit sudah Renata membawa minuman dan camilan buat dirinya dan Kanaya.
"Kakak sendiri saja disini daritadi."tanya Kanaya polos.
"Iya aku sendirian disini soalnya orang tua ku ke rumah kakek ku."jawab Renata lembut.
"Maafkan aku Kak Renata, soalnya ini aku bingung dengan soal ini, matematika nya sulit sekali bahkan aku kurang paham soal materi pelajaran matematika ini, Kak Renata bisa bantu gak."tanya Kanaya ketika dirinya mengambil sebuah buku pelajaran matematika dan Renata mengambil buku tersebut itu.
Sekarang anak sekolah sudah pada masuk sekolah 2 Minggu yang lalu dan Kanaya sudah kelas 3 SMP.
Renata melihat isi materi pelajaran matematika tersebut baginya ini gampang sekali hehe karena dirinya sangat pintar semua pelajaran tersebut.
"Sini aku ajari kamu sampai bisa, dengarkan baik-baik iya."ucap Renata lembut.
Kanaya serius memperhatikan apa yang Renata jelaskan materi tersebut pasalnya Renata juga pernah menjadi murid SMP kan mana mungkin dia langsung loncat dari SD ke SMA.
"Sudah kah kamu mengerti apa yang aku jelaskan tadi."tanya Renata lembut.
"Sudah Kak Renata, ternyata ini jauh lebih lo daripada bapak itu di kelas."jawab Kanaya polos dan lugu.
"Bapak itu siapa."tanya Renata bingung.
"Pak Ary,Kak Renata."jawab Kanaya santai tapi Renata langsung tersedak dan batuk-batuk.
"Pak Ary,ya ampun itu guru paling killer banget di antara guru lain, dulu bapak itu pernah jadi wali kelas waktu kelas 9 SMP,gila parah banget galak dan seram mukanya,aku saja yang dingin bisa takut dengan dia apalagi yang lain,aku dulu pernah di hukum sama bapak itu, gilanya lagi aku disuruh pulang ke rumah terus cuma ambil prku yang ketinggalan dirumah, sudah sampai di sekolah malah di hukum lagi, keliling lapangan basket sebanyak 10 kali sampai pingsan aku,ini lebih parah lagi orang tua ku di panggil lagi gara-gara ketinggalan pr doang tapi waktu itu orang tua lagi di luar negeri mau tak mau Kak Jo yang wakilkan aku,Kak Jo benar' takut melihat wajah dari Pak Ary tapi untungnya aku gak dimarahi sama Kak Jo dan kedua orangtuaku karena ketinggalan pr doang,aku ceritakan pengalaman aku ke kamu agar hati-hati jika ketinggalan pr pas pelajaran Pak Ary kalo gak begini nasibnya,tapi semua murid gitu juga gak aku saja lo."cerita Renata pas mengingat drama konyol dan menyebalkan waktu ketinggalan pr waktu SMP dulu saking kesalnya dengan wali kelasnya sendiri.
"Iya Kak Renata,aku berterimakasih kepada Kak Renata karena sudah membantu aku gak paham dengan pelajaran matematika ini."ucap Kanaya dengan tulus.
"Iya sama-sama tapi jangan bilang aku yang kasih ini iya maksudnya jangan cerita ke siapa-siapa cukup aku dan kamu saja yang tahu."jawab Renata lembut.
"Siap Kak Renata,aku pulang dulu iya."pamit Kanaya namun Renata menahan tangannya Kanaya.
"Aku yang antar iya sekalian cari segar."ucap Renata sangat lembut.
Skip.
Renata baru sampai di rumah seseorang setelah mengantar Kanaya pulang.
Hari ini dia senyum-senyum sendiri tetapi senyum itu berubah menjadi takut karena ayah dari lelaki itu menghampiri dirinya.
"Kamu siapa dan sedang mencari siapa."tanya Michael ke Renata.
Takut dan gugup itu menjadi satu di tubuhnya Renata tetapi Renata tetap tenang meskipun dirinya masih takut.
"Saya Renata Hadikusuma, om dan saya sedang mencari putranya om."jawab Renata sopan.
"Hadikusuma, sepertinya aku pernah melihat wajah gadis ini tapi dimana dan dia ini mirip siapa iya."batin Michael merasa aneh dengan wajah milik Renata.
"Lebih baik kamu pulang saja,saya tak mau ada gadis yang berani kesini di malam hari."usir Michael ke Renata.
Dengan perasaan yang sakit dan kecewa lagi-lagi Renata harus pulang ke rumahnya.
__ADS_1
"Jangan bilang dia anaknya Alan Hadikusuma."batin Michael lagi.
Michael langsung masuk kerumahnya dan mencari informasi tentang Renata Hadikusuma.
Besok pagi.
Renata menatap aneh di langit ini ditambah lagi macet dijalanan.
"Aduh kenapa bisa macet begini."keluh Renata dengan berbicara sendiri pula.
Ya Renata menyetir mobil sedangkan Jonathan duduk di sebelah mengemudi.
"Ya ampun kenapa hari apes banget macet pula,benci adek jadinya pingin balik ke rumah saja."marah Renata sendiri sambil menekan tombol klakson dengan kuat.
"Dek, berhenti marahnya iya kita tak tahu apa yang terjadi dijalanan ini,kita harus sabar dulu,kita siap terlambat dek dan kita juga siap dimarahi sama papa,adek."ucap Jonathan dengan tenang.
"Tapi adek mau kita harus memberikan contoh yang baik buat karyawan saja,Kak Jo."jawab Renata mendadak lesu dan galau.
"Iya tapi gimana ini jalanan nya macet sekali,kita sabar saja dulu,nanti aku kasih adek pulang jam 3 sore saja biar adek istirahat atau bertemu dengan ayahnya Jun, tenang saja aku temani adek nanti."balas Jonathan lembut dan Renata hanya diam dan senang tapi dalam hatinya.
Michael benar-benar shock saat mengetahui ayah dari Renata yang sebenarnya.
"Astaga ternyata adalah putrinya Agung dan Mona, gimana kabar dari Agung sekarang."batin Michael ketika melihat data pribadinya Renata Hadikusuma.
.....
Agung sedang menunggu kedua anaknya di kantor, sejujurnya dia bingung kenapa kedua anaknya bisa terlambat masuk kerja biasanya iya lebih cepat daripada karyawan yang lain.
"Roy,dimana kedua anakku sekarang."tanya Agung dengan dingin dan menghadap jendela luar sana tanpa menoleh kearah Roy.
"Anak anda terjebak macet karena ada kecelakaan di depan sekolah nya Nona Renata dulu."cerita Roy tegas.
"Siapa yang kecelakaan."tanya Agung tapi tiba-tiba ada suara telepon dari ponsel milik Agung.
Agung melihat siapa yang menelepon dirinya lalu dia menekan tombol hijau dan mengangkat telpon tersebut.
"Papa hiks hiks hiks."ucap Renata sambil menangis di seberang sana.
"Adek kenapa."tanya Agung khawatir karena suara tangisan sang putri kecilnya.
"Papa papa papa, Om Argi sama Kakek kecelakaan di depan gerbang sekolah nya adek dulu,adek,Kak Jo dan Kak Sean lagi di rumah sakit."jawab Renata lagi menangis.
Agung langsung mematikan telpon dari putrinya lalu menyuruh Roy mengantarkan dirinya ke rumah sakit, sebagai kakak sakit sekali ketika adeknya lagi sakit.
Di rumah sakit.
Sean lagi sedih dan galau karena ayah dan kakeknya kecelakaan untung saja ada Renata dan Jonathan yang memberitahu ke dirinya tetapi Clara belum bisa di kasih tahu karena hamil 6 bulan.
Tetapi Renata lah yang menangis seakan Argi adalah ayahnya bukan Sean yang menangis.
"Hiks hiks hiks hiks, Om Argi dan kakek jangan tinggalkan adek sendirian dong nanti adek kayak apa nah."rengek Renata daritadi hanya menangis.
Sean dan Jonathan daritadi cuma mendengar suara tangisan dari Renata yang seperti anak kecil.
"Adek, berhenti menangis iya."kata Sean berusaha tenang di depan Renata.
Renata langsung memeluk tubuh Sean yang banyak tatonya sambil menangis lagi.
"Dek,sudah iya jangan menangis nanti Jo marah lo sama adek, seharusnya aku yang menangis tapi adek duluan yang menangis."ucap Sean lembut sambil mengelus punggung Renata.
"Jo,itu bukti kalo adekmu lebih peduli kepada siapa saja tanpa peduli dia itu siapa,ingat itu Jo."kata Ezra ketika datang bersama Odelia.
Tak lama ada Agung datang seorang diri sedangkan Roy kembali lagi ke kantor.
Renata langsung melepaskan pelukannya lalu menghapus air matanya dengan kasar dan menghampiri ayahnya yang baru saja datang.
"Daddy dan kakek kalian dimana."tanya Agung khawatir dan panik.
"Didalam Om."jawab Sean lesu.
"Biar om saja yang urus Daddymu, kasihan istrimu lagi hamil anakmu, percaya sama om,nak."ucap Agung lembut lalu memegang bahunya Sean.
"Benar itu kata Pak Agung,lebih baik kamu urus Clara saja kasihan dia apalagi dia belum berita tentang Daddy saat ini."saran Ezra ke Sean.
"Apa Clara tahu tentang berita ini."tanya Peter yang datang kesini seorang diri.
"Belum,aku takut dia tahu apalagi lebih aku jika calon anakku kenapa-kenapa."jawab Sean sedih.
"Itulah om membantu kamu agar kamu bisa mengurus istrimu,jangan berpikir bahwa kamu adalah anak durhaka,itu salah nak, Daddy mu sangat perhatian kepada siapa saja waktu om sakit dia rela gak masuk kerja hanya jaga om saja, waktu nenek kalian menjelang kematiannya dia juga rela tak makan atau pergi ke kantor hanya jaga nenek kalian saja, waktu mommy mu hamil kamu dia lah yang urus mommy mu yang sakit, sebenarnya kamu dulu mau di gugurkan oleh dokter tapi kedua orangtuamu gak mau dan terus pertahanan kamu didalam rahim mu mommy mu sampai mommy mu meninggal dunia karena harus mengeluarkan bayi yaitu kamu,kamu tahu tak Daddy mu berusaha keras untuk menjaga, merawat, mengurusi kamu sampai sekolah, kerja, menikah dan mempunyai anak itu semua kesabaran dari Daddy mu, Daddy mu sampai sekarang tak pernah menikah dengan wanita manapun sejak mommy mu meninggal dunia dan fokus jaga kamu saja,kakek dan nenek kalian pun juga mengurus kamu dari bayi hingga sekarang,kamu baik' iya sama Daddymu iya."kata Agung dan semuanya orang pun pada terharu, Renata langsung menangis lagi tapi lebih keras lagi.
"Om itu anaknya om menangis mulu loh."kata Sean sambil meledek Renata yang cengeng dari tadi.
"Adek sudah iya jangan menangis."tegur Agung tegas.
Renata langsung berhenti menangis karena ditegur oleh ayahnya.
"Ren,gak malu kah sama teman mu ini,dia saja bingung melihat kamu dari tadi menangis mulu."ledek Sean membuat Renata malu.
__ADS_1
"Kak Sean jahat sama adek."kata Renata ngambek.
"Harus nya malu dong sama dia.,adek ini emang luar aja yang dingin dan galak tapi kenyataanya cengeng banget."sambung Jonathan panasin suasana agar Renata malu lagi.
"Di keadaan duka ini sempat-sempatnya kalian berdua bisa bercanda gak jelas gini,kalo kalian tahu adek itu cengeng biarkan adek menangis,adek menangis karena ada rasa peduli terhadap siapapun."tegur Agung galak kepada Jonathan dan Sean.
Jonathan dan Sean terdiam gara-gara teguran dari Agung yang galak banget.
🍁🍁🍁.
Renata sudah didepan rumah nya Jun bersama Jonathan.
Kemudian ada Karina datang bersama Carissa, Carissa langsung memeluk tubuh kekar milik Jonathan.
"Kak Jonathan datang lagi iya."ucap Carissa ceria.
Senyum Jonathan tak lepas karena gadis yang berusia 3 tahun sangat ceria sekali.
Jonathan juga menggendong adik dari Jun kalo dilihat Jonathan seperti ayahnya Carissa karena jarak usianya sangat jauh sekali namun kenyataannya iya bukan,kayak kakak dan adek pastinya.
"Cari siapa nak."tanya Karina lembut.
"Cari Jun, Tante."jawab Renata sedikit cengengesan.
"Oh Jun, dia lagi bersama John,Justin, Travis dan Sam di dalam,Ayo masuk nak."balas Karina lembut.
Skip.
Justin,Jun,John, Travis dan Sam terkejut saat melihat ada Renata dan Jonathan tetapi Renata lah membuat mereka heboh.
"Kak Renata."kata John, Justin dan Travis barengan.
"Kenapa aku tidak disebutkan namaku."protes Jonathan yang sibuk menggendong Carissa.
"Eh ada Kak Jonathan,Kak Jonathan gak capek apa gendong adekku."tanya Jun khawatir jika Jonathan kecapean karena menggendong adeknya.
"Tidak,jika aku gendong anak kecil dengan tulus maka rasa capek itu hilang, percaya lah kepadaku."jawab Jonathan lembut.
"Kak Jonathan coba gendong aku dong."pinta John manja tapi Jonathan langsung menatap tajam ke arah John.
"Kamu itu kayak sapi tahu, berat banget tahu gak sanggup aku gendong nya."tolak Jonathan malas.
"Bilang saja kakak malas."kata John bete.
"Emang iya hahahaha."jawab Jonathan dengan jail.
Visual John adalah Junghwan Treasure dan Visual Travis adalah Haruto Treasure.
Renata langsung meledak tawanya baru kali dia bisa ketawa yang lebih gila lagi.
"Kak Renata,katanya aku pernah dengar kalo Kak Renata itu waktu SMP pernah jadi cheers leader iya."tanya Travis kepo.
"Tidak."jawab Renata singkat.
"Kapten basket iya."tebak Jun dan Renata mengangguk karena tebakan benar.
"Kenapa Kak Renata tidak jadi atlet basket saja ,kan aku sering melihat Kak Renata sangat hebat bermain basket lo waktu kakak selalu sendirian di lapangan basket."ucap Justin tanpa sadar dia mengatakan Renata bahwa Renata adalah gadis yang super dingin dan susah didekati.
Namun Renata malah biasa saja dan bersikap santai saja.
"Malas, cukup jadi kapten basket itu sudah membuat ku bahagia."jawab Renata tulus.
"Aku pernah dengar kalo Kak Jonathan dulunya pernah jadi kapten basket iya."tanya Travis lagi tapi ke Jonathan.
"Iya,kami berdua mengikuti jejak ayahku di masa lalu."jawab lembut.
"Pantas Kak Jonathan hebat sekali waktu hari Minggu itu bermain basketnya."kata Jun heboh.
"Aku tak sehebat kalian tapi kalian juga hebat mainnya."ucap Jonathan menggeleng kepalanya.
"Ren,gimana dengan kaki saat ini."tanya Jun kepo.
"Kakiku sudah sembuh kok hehehe."jawab Renata dengan wajahnya yang cengengesan.
"Ren,kamu bisa main PS gak."tanya Jun tapi Renata langsung menggeleng kepalanya dengan cepat.
"Aku gak bisa, coba tawarkan ke kakakku pasti Kak Jo senang."kata Renata lembut.
"Kak Jonathan bisa...."tanya Jun tapi Jonathan memotong nya.
"Kita main PS sama-sama."jawab Jonathan lembut lalu menurunkan tubuhnya Carissa dan menyuruh duduk disampingnya Renata.
Jonathan meraih stik PS milik Jun dan duduk disampingnya Jun dan Sam. Lagi-lagi Jonathan seperti anak muda lagi hehehe.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁.
Semoga Argi dan Scott cepat sembuh.
__ADS_1
Apa hubungannya Michael dan Agung di masa lalu iya.