
Jonathan baru saja mendengar suara tembakan terus dia juga mengintip dari kejauhan.
Kakek tua sialan itu mengincar adeknya,dia saja berani menembak kakinya Danang.
"Apa tujuan anda kesini."tanya Jonathan marah dan keras.
Renata dan Jun menoleh ke arah Jonathan bahkan Jonathan siap memegang pistol di tangannya.
Jonathan menatap Renata dan Jun secara bersamaan.
"Adek, masuk kedalam iya,temani mama iya adek,mama lagi nangis adek,adek kan masih sakit kan."ucap Jonathan lembut.
"Jun, tolong bawa adek ke dalam sekarang tapi jangan ke kamarnya,kamu temani mama dan adekku sekarang."perintah Jonathan dengan tegas dan galak.
"Baik Kak Jonathan."jawab Jun takut sama Jonathan.
"Kak Jo,."ucap Renata lirih.
Deon melihat drama aneh dari 2 saudara ini.
"Drama yang sangat menarik sekali,iya. Ini pasti kakak dari gadis cantik dan imut ini,iya kan."kata Deon meremehkan orang Jonathan yang sangat galak dan mengerikan.
"Jika iya emangnya kenapa pria gila dan tua bangka kayak cucumu yang gak jelas itu,pasti kamu kakek dari selingkuhan Om Alan kan."ucap Jonathan dingin.
Ucapan itu membuat Deon tersinggung.
"Berani sekali anda menghina cucu aku."marah Deon bahkan dirinya masih dicekek oleh Agung.
Jun membawa Renata ke ruang keluarga sedangkan Deon dengan siap menembak kakinya Jun dan Renata tetapi meleset ke guci antik dan mahal milik Agung yang kena tembakan.
Agung bersyukur sekali karena kaki putrinya dan Jun tidak kena karena mereka berdua dengan cepat berlari ke arah ruang keluarga.
"Apa tujuan mu yang sebenarnya."tanya Agung marah.
"Aku suka sama ibumu di masa lalu tetapi ayahmu lah merebut Azura di masa lalu tetapi sekarang Azura sudah meninggal dunia dan aku baru tahu jika gadis itu yang bernama Renata Hadikusuma adalah cucu dari Azura dan Scott,dan aku juga baru mengetahui bahwa Renata itu putri kamu kan hahahaha, sekarang aku suka putri kamu yang cantik itu, mungkin aku siap menantumu iya kan Bapak Agung Hadikusuma saya terhormati."jawab Deon santai.
"Heh setan gue gak sudi anda jadi saudara ipar gue,anda sangat menjijikkan sekali."marah Jonathan bahkan menembak Deon di bagian kakinya.
"Kurang ajar kamu,saya juga gak sudi jika kamu berani menyentuh putri saya walaupun di ujung kukunya."teriak Agung marah dan menghajar pria tua bangka di hadapannya.
Di ruang keluarga,Renata menangis didalam pelukan ibunya,Mona takut jika suami dan putranya ada apa-apa di ruang tamu bahkan dia sudah menelepon Azura dan Scott.
Mona juga menyuruh Jun untuk menelpon polisi,Jun nurut saja perkataan dari Mona.
"Tante,aku sudah menelpon polisi."ucap Jun sopan.
"Terimakasih nak,apa kamu baik' saja,tadi Tante dengar kamu dan putriku di tembak oleh orang itu."kata Mona lembut.
"Aku baik' saja Tante,yang kena itu guci di ruang tamu."jawab Jun lembut.
"Apa itu orang yang pernah menculik anak Tante dulu."tanya Jun penasaran.
"Iya nak."jawab Mona lembut.
__ADS_1
"Tante kenapa tidak menelpon Om Alan,Om Aldo dan Om Argi."tanya Jun serius.
"Astaga Tante lupa kalo ayahnya mereka berdua punya saudara, Tante telpon dulu iya."jawab Mona lupa karena terlalu panik dan khawatir sekali.
"Biar aku Tante yang menelpon Om Alan,Om Aldo dan Om Argi."tawar Jun tetap Mona menolak nya.
"Tidak usah,kamu kan gak ada nomornya."tolak Mona secara halus.
Mona sibuk menelepon ketiga adeknya Agung dan Jun masih diam disini hanya jaga Renata dan Mona doang.
Kebetulan juga ada Argi datang bukan karena di telpon oleh Mona melainkan ada firasat aneh.
"Heh jangan ganggu kakak gue,setan."teriak Argi kepada Deon.
Deon menatap wajah dari Argi yang benar-benar mirip dengan Scott.
"Dek, ngapain kamu kesini."tanya Agung kaget melihat adek bungsunya kesini.
"Bodoh aku kesini mau selamatkan kakak lah,."jawab Argi ngegas.
"Kamu siapa sih suka banget ganggu keluarga aku."tanya Argi marah.
"Kamu sendiri siapa."tanya Deon tak kalah marahnya dengan Argi.
"Heh gue ini anak bungsu dari Scott Hadikusuma dan Azura Dirgantara,gue juga adek bungsu dari Kak Agung."jawab Argi dingin.
"Pantas saja mirip sama ayahmu yang sialan itu."balas Deon sinis.
"Kamu boleh menghina aku tetapi jangan pernah menghina ayah dan ibuku,dosa tahu."ucap Argi tak terima jika orang tua nya dihina.
"Iya tujuan aku adalah mengincar Renata dan membunuh kedua kakak beradik itu."jawab Deon santai.
Jonathan benar' marah dan emosi langsung menonjok perutnya Deon.
"Sampai kapanpun jika ada yang berani menyakiti adekku,aku siap membunuh mu sekarang juga."ancam Jonathan yang masih baku hantam Deon.
"Kak Agung dimana Kak Mona dan adek."tanya Argi panik.
"Di dalam Dek bersama temannya adek."jawab Agung lesu.
"Sudah kah Kak Agung menelpon mama dan papa."tanya Argi serius.
"Aku tak sempat dek,kamu saja dek yang telpon mama papa."jawab Agung pusing kepala nya.
"Kak Agung biar aku saja yang tangani kasus ini,Kak Agung fokus sana Kak Mona dan adek disana."ucap Argi tegas.
"Tidak mau aku gak bisa aku mau melindungi istri dan putri ku."tolak Agung gak mau.
Tiba-tiba Scott datang bersama Aldo, raut wajahnya Scott berubah drastis.
"Jonathan,kamu urus mama dan adekmu sekarang."ucap Scott kepada cucu keduanya.
"Tapi kek aku........"kata Jonathan tapi dipotong oleh Scott.
__ADS_1
"Pergi jaga mama dan adekmu sana karena kamu adalah laki-laki yang kuat."bentak Scott ke Jonathan.
"Pergi lah Jo, ikuti omongan kakek mu sana sebelum kakekmu mengamuk."kata Agung lembut.
Ketika Jonathan mau pergi tiba-tiba ada Alan datang bersama Azura. Deon dan Scott menoleh ke arah Azura. Scott seakan tak percaya jika itu wajah milik istrinya.
"Hentikan Deon, jangan pernah ganggu keluarga ku terutama suami dan cucu perempuan ku."teriak Azura ke Deon.
"Kamu pasti menyamar istriku kan."tanya Scott marah.
"Tidak,ini aku mas, istri sah kamu."jawab Azura tenang.
"Pa,ini mama kita papa."ucap Alan ikut sambung.
"Tidak mungkin istri aku sudah meninggal dunia tetap di hari ulangtahun si adek yang ke 12 tahun."kata Scott marah dan tak percaya.
"Mas,aku akan ceritakan semuanya tetapi selesai dulu masalah ini, Jonathan tolong jaga mama dan adekmu sekarang, takut nya mereka berdua........."perintah Azura tetapi tiba-tiba ada suara tembakan dari sana.
Iya Deon menembak Jonathan karena dirinya tak terima cucunya dihina oleh Jonathan.
"Scott Hadikusuma,lihat cucumu pingsan karena aku hahaha, mungkin putra kesayangan kamu bakal mati iya Agung Hadikusuma."kata Deon meremehkan ayah dan anak itu.
"Kurang ajar kamu,berani sekali kamu bunuh putraku."bentak Agung tak terima jika putranya di tembak.
"Alan,Aldo atau Argi tolong bawakan putraku ke rumah sakit sekarang."perintah Agung marah.
"Aku saja yang bawa,Kak Agung."jawab Argi dengan sigap membawa keponakannya ke rumah sakit.
Renata sedang tak tenang dia iseng mengintip dari jauh tetapi dirinya kaget melihat kakaknya di tembak.
Bahkan dia berlari ke arah ruang tamu dan Jun lagi-lagi ikutin Renata dari belakang.
"Kak Jo,bangun hiks hiks."kata Renata sambil menangis dan memeluk kakaknya yang tergeletak di lantai dengan darah mengalir bekas tembakan.
Mona juga menyusul ke ruang tamu melihat putranya pingsan karena ditembak.
"Kak Jo,bangun yuk,jangan tinggalkan adek,papa dan mama."kata Renata masih memeluk Jonathan.
"Sialan siapa yang berani menembak putra aku."teriak Mona tak terima.
"Oh ternyata kamu ibu dari dua anak ini iya."tanya Deon kepada Mona.
"Brengsek iya kamu,tega sekali kamu menembak putra ku sudah berani menculik putriku waktu 2 bulan yang lalu,apa maumu, setan."umpat Mona marah.
Argi ,Alan,Agung dan Jun mengangkat tubuhnya Jonathan kedalam mobilnya Argi sedangkan Renata ikut menyusulnya.
Tiba-tiba ada polisi datang dan menangkap Deon,Deon ditangkap karena sudah menembak putra sulung dari Agung dan Mona.
Setelah mobil Argi pergi,Polisi meminta Agung dan Mona ke kantor polisi untuk keterangan secara langsung.
Aldo mau pergi ke rumah sakit sekarang,dia harus menangani orang yang mau operasi sedangkan Alan di minta untuk jaga rumah nya Agung dan Mona.
Scott juga ingin ke kantor polisi,Azura diam-diam mengikuti sang suaminya.
__ADS_1
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁.
Motif dendam Deon kepada Keluarga Hadikusuma akan berlanjut ke bab berikutnya.