
Celine dengan asyik mengabsen siswa siswi nya itu , sampai di nama Renata ,Celine memanggil nama murid tetapi tak ada sahutan dari murid.David langsung bilang ke Celine.
"Maaf Bu ,tadi Kakak nya kasih surat ijin ke saya dan saya sudah kasih ke ibu barusan tadi"ucap David dengan berhati hati kepada Bu Celine.
"Untung anda sudah mengingatkan saya tadi dan saya berterimakasih kepada anda"balas Celine dengan tulus sambil membuka surat ijin tersebut dan menulis nya dengan sakit.
Jun, Jaden dan Danny merasa bingung karena Renata tidak turun hari ini dan bertanya tanya kemana Renata ingin apa dia bolos atau kemana lah sedangkan David sudah tahu Renata gak turun hari ini karena ada Kakaknya menitipkan surat ijin sakit.
Bu Celine menjelaskan materi minggu lalu , Rayson sangat bosan dengan penjelasan dari Bu Celine dan diam diam tidur di kelas.
Odelia kesepian karena Renata tidak masuk hari ini ,jadi dia sendiri lagi.
Di rumah sakit Mona sedang menyuap makanan ke Renata. Renata hanya diam saja dan melihat makanan.
"Sudah kenyang kah ?adek"tanya Mona sambil menatap wajah pucat dari Renata.
"Sudah ma"balas Renata dengan suara parau.
"Baik"jawab Mona dengan singkat sambil membereskan makanan dan kemudian ada petugas makanan membawa piring kotor tersebut.
"Ma?hari ini adek siap di operasi"tanya Renata dengan raut wajah sendu.
"Iya ,tapi papamu ingin menyetujui nya"balas Mona dengan lembut sambil duduk di sofa.
"Baik lah ?ma"ujar Renata dengan dingin dan baring ke ranjang nya.
Mona tiba tiba teringat wajah dari Leticia itu dan Mona merasa wanita itu sepertinya reinkarnasi dari Maya.
"Kenapa wajah wanita mirip dengan Maya , wanita yang berhasil merebut hati anakku. "batin Mona.
Celine selalu berkeliling didalam kelas hanya untuk melihat apakah muridnya ini niat belajar atau tidak, Celine tak sengaja melihat Rayson tengah asyik di kelas dan langsung membangunkan keras. Raut wajah dari Black Moon alias gengnya Danny dkk tersenyum bahagia saat musuhnya di marahi oleh Bu Celine tapi mereka sembunyikan senyum nya karena takut ketahuan Bu Celine sendiri.
"Bagus iya ,tidur pas saya lagi mengajar"teriak keras Celine dan semua murid disitu pada kaget semua termasuk Rayson sendiri.
Jujur Rayson bangun dengan nyawa separuh dan melihat Bu Celine yang galak ini.
"Rayson Gentala sekarang kamu ikut saya ke ruang guru"ucap Celine dengan tegas dan marah.
Sudah berapa kali Rayson selalu melanggar aturan di sekolah dan bahkan dia tidak kapok melakukan lagi.
Dengan raut wajah kesal dan pasrah Rayson pun pergi ke ruangan guru dan Bu Celine menyuruh ketua kelas untuk mengerjakan tugas yang ada dibuku dan dikumpul besok.
Rayson sudah di ruang guru ,duduk dihadapan Bu Celine dan Bu Linda selaku guru BK.
__ADS_1
Mereka berdua langsung interogasi ke Rayson sendiri dan Rayson di skors 3 hari karena dia melanggar peraturan lagi di sekolah.
Diruang pertemuan Jonathan sedang ada pertemuan dengan Tuan Aditama yaitu Devan Aditama.
Selesai pertemuan Devan langsung pamit dan bergegas ke kantornya sedangkan Jonathan masih di ruang pertemuan karena masih memikirkan wajah dari Maya dan Leticia.
Meskipun wajah mereka sama bukan berarti Maya dan Leticia itu sifatnya,Maya memiliki sifat ceria dan polos sedangkan Leticia lebih dewasa, mandiri dan dingin walaupun usianya lebih muda Maya dan dirinya.
Namun yang bikin Jonathan kagum adalah Leticia hidup tetap tegar dan kuat meskipun ibunya sudah lama meninggal dunia, sedangkan Maya orang tuanya masih hidup tapi orang tuanya lebih mementingkan pekerjaan nya daripada anaknya. Leticia bisa hidup mandiri walaupun cuma ayahnya saja yang mendidik anaknya dengan baik. mengingat kisah hidupnya Leticia ini , Jonathan kembali dengan Sean sepupunya dia, nasibnya sama dengan Leticia dan adeknya,Sean juga mandiri meskipun cuma ayahnya saja yang mendidik.
"Why the hell am I even comparing them Mulu "thought Jonathan.
Tak lama Jonathan pun meninggalkan ruangan pertemuan dan balik ke ruangannya.
Clara sedang duduk bersama ayahnya di restoran dan menunggu seseorang. tak lama kemudian Sean dan Argi datang ke restoran.
"Halo Tuan Sudarinata ,apa kabar"tanya Argi dengan santai.
"Saya baik Tuan Hadikusuma"balas Kenneth dengan santai.
"Mari duduk "tawar Kenneth ke Argi dan Sean. mereka berdua pun duduk dihadapannya Kenneth dan Clara.
Mereka berdua membahas pertunangan antara Sean dan Clara karena dari dulu Kenneth dan Argi sudah menjodohkan anak mereka bahkan sejak bayi lagi.
Sejujurnya hatinya Sean belum bisa move on karena dia masih ada rasa bersalah kepada Celine sedangkan Clara masih berharap jika akan menjadi istrinya Sean di masa depan nanti.
"Hei kenapa surat sakit nya Renata bisa sama kamu"tanya Jun dengan kepo ke David.
"Kakaknya yang ngasih tadi ,iya sudah aku terima saja"balas David dengan santai.
"Kemarin kakakku periksa kondisi nya Renata kemarin pas aku minta kunci kemarin dan aku juga tak sengaja bertemu keluarga Hadikusuma di rumah sakit"cerita Jaden dengan panjang lebar.
Danny, David dan Jun benar benar kaget saat mendengar kata dari Jaden sendiri.
"Emangnya dia sakit apa"tanya Daniel dengan penasaran.
"Dia sakit kanker getah bening stadium 1"balas Jaden dengan sedikit sendu.
Mereka bertiga kaget lagi saat mendengar jawaban dari Jaden.
"Nanti kita jenguk dia pas pulangan nanti"ujar Jun dengan santai.
"Ok"balas Danny, David dan Jaden.
__ADS_1
Agung sudah kamar anaknya bersama istri dan ayahnya karena Agung sudah menyetujui jadwal operasi saat ini.
Renata di bawa ruang operasi untuk di keluarkan benjolan di belakang lehernya dan mereka bertiga berharap operasi nya berjalan lancar.
Sudah 2 jam berlalu operasi berjalan berjalan dengan lancar dan dokter bedah dan Leticia mengucapkan selamat kepada Agung,Mona dan Scott.
Renata dibawa kembali ke kamar bangsal nya karena dia masih belum sadarkan diri. Agung harus balik ke kantornya sedangkan Scott dan Mona sedang berbincang bincang sambil menunggu Renata sadar dari bangunnya.
Geng Black Moon yaitu Danny, David, Jaden dan Jun sedang menjenguk Renata yang sedang sakit. tak sengaja Jaden bertemu dengan kakaknya disitu kamarnya Renata karena dia sedang memeriksa kondisi dari Renata.
Leticia menyapa adek bungsunya itu dan bertanya kepada Jaden dan kawan kawannya.
"Kalian lagi ngapain kesini "tanya Leticia dengan kepo.
"Mau jenguk teman kami"balas Jaden dengan canggung.
"Oh,? silahkan"jawab Leticia meninggalkan kamar pasien.
Tinggallah Jaden dan kawan kawan nya di kamar pasien sedangkan Mona masih bingung dengan 4 anak remaja laki-laki ini dan Scott sudah pulang dari tadi.
"Kalian siapa "tanya Mona dengan curiga.
"Kami teman sekelasnya anak Tante"balas Danny dengan canggung.
"Iya Tante"balas mereka berempat dengan bersamaan.
Jujur suasana di kamar benar benar canggung apalagi mereka berempat bertemu dengan seorang artis terkenal di negeri ini dan mereka berempat pun secara langsung melihat wajah dari artis terkenal yaitu ibunya Renata sendiri , emang Mona hari ini tidak jadwal syuting hari ini tapi dia ingin memanfaatkan waktu yang ada.
"Oh gitu tapi anakku belum sadar dari bangunnya"jawab Mona dengan lembut.
"Baik Tante"balas Jun dengan canggung lagi.
"Kenapa kalian berempat ini sangat canggung sekali"tanya Mona dengan penasaran.
"Kami merasa kaget dengan Tante apalagi Tante kan sering di televisi jadi kami berempat pun canggung dan takut"jawab David dengan takut.
"Tidak usah takut dan canggung dengan saya ,santai saja sama saya "balas Mona dengan lembut.
Jujur mereka berempat merasa lega karena ibunya Renata sangat baik dengan mereka berempat,mereka pikir Bu Mona itu galak dan sombong tapi nyatanya dia sangat ramah.
"Renata kita kesini ingin menjenguk mu"ucap Jun dengan santai meskipun Renata belum sadarkan diri.
"Iya Ren,aku juga ingin menjenguk mu"ujar Jaden sambil menatap wajah Renata yang pucat.
__ADS_1
"Kami juga Ren"balas Danny and David dengan bersamaan.
Selama 15 menit mereka berempat pun pulang ke rumah masing-masing karena Mona menyuruh mereka pulang dan pasti mereka berempat di tanyakan oleh orangtuanya mereka. dan mereka berempat pun pulang kerumahnya.