Ada Apa

Ada Apa
114


__ADS_3

2 hari lamanya Renata tinggal dirumahnya Odelia, saatnya Renata pamit kepada Odelia dan Kanaya.


Renata juga meminta pesan agar mereka berdua tidak memberi tahu dia tinggal disini meskipun Renata tak memberitahu kemana dia pergi.


"Aku pergi dulu,jangan pernah memberitahu jika aku disini dan tutup mulut kalian."kata Renata serius.


Kedua saudara itu hanya bisa diam saja tanpa banyak bicara.


🍁🍁🍁🍁🍁.


"Apa adek pergi, pergi kemana adek, cepat cari adek sekarang juga."perintah Scott mengetahui cucunya kabur begitu saja dan memerintahkan anak buahnya.


"Agung,kamu bukan ayah yang baik buat anak kamu sendiri."marah Scott kepada Agung tapi Agung tak ada disini.


Berita hilangnya Renata sampai ke telinganya David, jujur David baru tahu jika Renata menghilang saat ini selama dirinya lagi isolasi mandiri di kamarnya.


"Kemana dia pergi,aku mencarinya sampai dapat jangan sampai di mulut julid itu yang dapat duluan."batin David mau bersiap-siap dirinya.


Sama seperti David,Jun juga baru mendengar berita hilangnya Renata saat ini, meskipun Renata pernah bilang jangan mencari dirinya ketika dia pergi namun dirinya tak tenang saat ini.


"Kemana kamu pergi,Ren,gue khawatir sama kamu disana."batin Jun khawatir.


🍂🍂🍂🍂.


"Apa dek."tanya Jonathan ketika dirinya sedang bertelponan dengan Renata.


"Kak kesini dong,adek takut sekali dan alamatnya di xxxxxx."jawab Renata takut diseberang sana.


"Ok aku kesana iya."balas Jonathan lembut lalu mematikan telpon.


"Yohan,tolong kosongkan jadwal ku hari ini dan besok."perintah Jonathan sambil buru buru pergi ke tempat Renata sembunyi.


.....


Renata tak kenapa dirinya sampai dirumahnya orang asing sekali.


Bahkan Renata merasa aneh dengan wajah wanita tua itu.

__ADS_1


"Kenapa wajahnya mirip seseorang yang aku kenal."batin Renata.


"Adek, jangan takut sama nenek nak."ucap nenek tua itu secara lembut meskipun Renata sangat takut sekali.


"Nenek gak sengaja melihat adek pingsan dijalanan,iya sudah tolong adek deh."lanjut nenek itu tetapi Renata tetap diam dan takut.


Nenek tua itu tetap perhatian kepada Renata meskipun Renata dingin dan cuek.


"Kenapa adek sangat cuek dan dingin sekali sama seperti putraku."batin nenek itu.


"Jun kamu kenapa kok wajahmu asem sekali."tanya Danny bingung.


"Kak Renata hilang woy makanya dia galau dan asem wajahnya."ucap Sam ngegas.


Jun langsung jitak kepalanya Sam karena ngegas dan bikin orang kesal.


"Sakit woy kenapa kamu tidak mencari Kak Renata saja, emangnya Kak Renata di culik atau gimana nih."kata Sam sambil mengelus kepalanya yang habis dijitak oleh Jun.


"Iya lebih baik kamu mencari informasi tentang Renata saat ini,dimana dia pergi nya."saran Danny dan Jun mulai berpikir.


"Iya sudah kamu ikut aku lah daripada mulut kamu yang bacotnya kebangetan terus menelusuri di telinga gue."kata Jun kesal dan ngegas.


Agung sedang berhadapan dengan ayahnya di rumah Scott saat ini.


"Agung Hadikusuma,kau gak becus jaga anak gadis kamu, gimana nanti adek di lecehkan atau di bunuh oleh musuh kita,papa bisa gila kayak gini."bentak Scott marah ke Agung.


"Aku sudah melarang adek,Pa..ini ide gila dari Ezra dan Peter,Pa."marah Agung ke ayahnya karena tak terima dimarahi.


"Tolong suruh Ezra dan Peter kesini sekarang."perintah Scott marah ke anak buahnya.


Ezra dan Peter datang kerumah kakeknya dengan perasaan yang sangat takut.


"Panjang umur kalian datang kesini, langsung ke intinya saja,kalian berdua kan yang punya ide gila ini,kalian berdua gak mikir gimana adek sepupu kamu di lecehkan atau di culik hah,kalian juga gak mikir perasaan orangtuanya saat ini,hah."bentak Scott lagi ke Peter dan Ezra.


Peter dan Ezra hanya bisa diam saja karena marahnya Scott saat ini.


"Kalian emang jaga diri karena kalian berdua laki-laki sedangkan adek itu perempuan, apalagi para wanita saat ini sering jadi korban pelecehan seksual terhadap laki-laki gak gak jelas."marah Scott lagi ke Agung,Ezra dan Peter.

__ADS_1


"Btw dimana Jonathan, Agung."tanya Scott ke Agung.


"Dia lagi di kantor."jawab Agung santai tapi dirinya tak tahu jika putra sulungnya gak ada di kantor.


"Suruh dia kesini, sekarang."kata Scott marah.


"Astaga marah mulu nih papa,kalo bukan papaku sudah gue jitak kepalanya."batin Agung.


Agung menelpon putranya namun sayangnya Jonathan tak mengangkat telpon nya.


Agung pusing sekali di kepalanya karena habis dimarahi ayahnya, putrinya pergi entah kemana dan putranya juga gak tahu kemana perginya.


"Gak diangkat,Pa."ucap Agung polos.


"Ini juga putra kamu selalu menyusahkan orang lain saja."jawab Scott marah.


"Sudah lah kek,jangan marah terus."kata Peter tapi dimarahi lagi sama kakeknya.


"Diam kamu, cepat cari adek sekarang."bentak Scott marah membuat ketiga pria tersebut terkejut.


Di perjalanan Jonathan sudah ada firasat aneh kepada adeknya,entah apa yang dia pikirkan dan dia bingung dengan tempat asing ini.


"Aku baru pertama kali kesini dan tempat apa ini."batin Jonathan masih fokus menyetir mobilnya sendiri.


Meskipun asing baginya tetapi Jonathan tetap pergi ke tempat itu sebelum adeknya di siksa atau di bunuh oleh orang itu.


David menyuruh anak buahnya untuk mencari keberadaan dari Renata namun sayangnya tak ada jawabannya.


"Sialan,awas saja dia dapat Renata duluan,gue injak harga dirinya nanti."batin David marah.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁.


Siapa kah nenek tua itu dan kenapa nenek tua itu merasa ada yang aneh dengan suara batinnya.


Btw Renata di culik atau di tinggal disitu bersama nenek tua itu.


David bukan di isolasi mandiri karena covid iya melainkan gak mau keluar dari kamarnya selama beberapa hari ini.

__ADS_1


__ADS_2