Ada Apa

Ada Apa
87


__ADS_3

2 hari ini setelah kepulangan dari Belanda,Renata pergi ketempat dimana Lira di sekap oleh kakaknya.


Gadis dingin itu melihat kesengsaraan dari Lira.


"Renata, cepat keluarkan aku dari sini sekarang."teriak Lira marah.


Renata tetap diam lalu menatap wajah dari Lira dengan penuh kebencian.


Renata langsung keluar dari tempat ini lalu pergi ke rumahnya Sean dan Clara.


Jonathan langsung menceritakan tentang Renata di Belanda itu kepada Sean dan Clara.


"Gila omnya itu, kasihan si adek mulai jatuh cinta dengan cowok itu eh malah di suruh cari cowok lain, gila betul."ucap Sean kesal karena adek sepupunya di gitukan.


"Gue yang dengar saja loh sedih sekali,"kata Jonathan sambil memijit pelipisnya yang sakit.


Danny,Travis,Kyle dan Justin tak sengaja mendengar percakapan Jonathan dan Sean di rumahnya Sean dan Clara.


"Jadi Kak Renata suka sama Kak Jun."ucap Kyle heboh.


Ketiga manusia ini langsung menoleh ke 4 laki-laki ini.


"Kak Renata yang mana sih,aku jadi penasaran deh."tanya Justin ingin tahu.


"Maka kamu sering melihatnya di lapangan basket di sekolah, gimana sih kamu."kata Travis kesal.


"Tapi yang mana dulu."tanya Justin kesal.


"Yang paling cantik dan paling imut di sekolahan eh satu lagi dia paling pintar di sekolah ,iya kan Kak Jonathan."jawab Danny ngegas.


"Banyak yang paling cantik di sekolah tapi yang mana dulu orangnya."ucap Justin ngegas.


"Woy ngapain kalian ributkan adek gue."ucap Jonathan kesal.


Jonathan kasihan dengan Justin yang mati penasaran dengan adeknya lalu membuka ponselnya dan mencari galeri foto,ada 1 foto Renata yang sedang duduk bersama Otte dan Lily pas lagi ulang tahun yang ke 17 dulu,hanya foto ini yang paling cantik yang lain foto dirinya lah.


"Katanya penasaran dengan adekku,ini foto adek gue."ucap Jonathan saat menunjukkan foto Renata di ponselnya.


"Wow cantik sekali wajah nya Kak Renata,pantas Kak David dan Kak Jun suka padanya,orangnya cantik banget,aku mau dong sama Kak Renata hehehe."ucap Justin dengan santai nya.


"Kak Renata tak mau sama anak SMP kayak kamu hahahaha."ledek Kyle ke Justin.


"Aku pakai pelet saja biar Kak Renata terta........"kata Justin tapi di potong oleh Renata.


"Pakai pelet dukun maksudmu."ucap Renata dingin dan alisnya naik sebelah.


Travis dan Justin terpesona dengan kecantikan dari Renata yang bercampur dingin dan ayu ini.


"Gila dia cantik banget pas melihat nya secara langsung."batin Travis.


"Dia lebih cantik jika melihatnya secara langsung."batin Justin.


"Heh kenapa cuma diam saja."kata Renata bingung.


"Woy Justin dan Travis kenapa kalian melamun saja sih,woy woy."teriak Renata membuat Travis dan Justin sadar dengan melamunnya.

__ADS_1


"Gak Kak Renata.,gimana dengan kabarnya Kakak hari ini,apa masih sakit perutnya kakak karena habis ditusuk dengan pisau waktu Tempo dulu."tanya Justin sok akrab.


"Aku baik baik saja."jawab Renata lembut.


"Kakak kesini mau ngapain."tanya Justin lagi.


"Mau ceramahi kamu."jawab Renata kesal.


"Kok aku sih Kak Renata."kata Justin bingung.


"Kau mau pelet dukun iya supaya aku tertarik kepadamu, sayangnya iman aku sangat kuat, Tuhan selalu memberikan aku yang terbaik untuk diriku,kau tak perlu ke sana dan cari lah gadis seusiamu,aku lebih tua dari mu,usiaku mau menginjak 18 tahun di tanggal 28 September dan usia kamu,saya tidak tahu iya."ucap Renata serius.


Dengar ucapan dari Renata membuat Justin sadar jika gadis ini emang pada dasarnya emang super dingin.


"Dengar kah Justin yang paling ganteng di sekolah."kata Renata lembut.


"Dengar Kak Renata."jawab Justin kaget.


"Kau bisa main basket kan,kalo bisa kita main di lapangan basket dekat sini,."ajak Renata dengan lembut.


"Aku jelas bisa lah,kan aku pemain basket di sekolah."jawab Justin bangga.


"Ajak lah temanmu yang itu lah."kata Renata dingin.


"Ok Kak Renata yang paling cantik."ucap Justin tapi Renata sangat risih di telinganya.


"Menjijikkan sekali iya kata-katanya,aku tak pernah bilang bahwa aku cantik di hadapan orang lain termasuk keluarga ku sendiri ."kata Renata dingin.


"Tapi kakak emang cantik benaran iya kan Kak Jonathan."kata Justin serius.


"Iya adek emang cantik dari bayi."ucap Jonathan lembut.


"Kamu suka sama Renata tapi Renata gak mau sama kamu."ledek Sean ke Justin.


"Aku akan menjadi saingan nya Kak Jun dan Kak David."jawab Justin bangga.


Travis,Danny dan Kyle geleng-geleng kepalanya karena ucapan alay dari Justin.


"Kak Jo,ayo main basket yuk sama adek,kakak kan dulu kapten basket di sekolah dulu."ajak Renata manja ke Jonathan.


"Main basket,adek ajak sama papa."tolak Jonathan dengan malas.


"Papa sudah tua Kakak..kakak masih muda dan tampan lagi,,masa malas begitu sih."kata Renata masih membujuk kakaknya.


"Iya deh,aku ikut, dasar bocah labil."kata Jonathan mengalah dengan Renata dan suaranya mendadak ngegas.


"Aku boleh ikut iya ,dek."kata Sean ke Renata.


"Boleh."jawab Renata dengan ceria.


"Gak usah pakai wajah begituan dek, nanti dia gila loh."kata Jonathan.


"Emang kenapa kalo adek pasang wajah gini ke Kak Sean,jangan bilang kakak iri iya sama Kak Sean."tebak Renata.


"Sok tahu."bantah Jonathan.

__ADS_1


Tanpa sadari bahwa oleh Renata, diam-diam David menguping pembicaraan Justin yang menggoda Renata.


Mata David mendadak merah dan langsung menuju Justin lalu menarik kerah kemeja milik Justin.


"Sialan loh,Justin."teriak David.


Renata melihat David yang lagi marah ke Justin langsung menghalanginya.


"David, jangan."ucap Renata lembut.


Dengar ucapan Renata , tangan David langsung melepaskan Justin hingga dirinya jatuh.


"David,ini di rumah kakakku,jangan berbuat gegabah di rumah orang."ucap Renata serius.


"Kau kenapa seperti itu ke Justin atau Jun,aku sudah lama kenal dengan mu bahkan 6 tahun lamanya kita 1 sekolah tapi hatimu malah lalu lintas di hatinya Jun,aku jauh lebih baik Ren daripada Justin dan Jun,asal kamu tahu aku suka sama kamu sudah lama banget."ucap David membuat Renata terkejut lalu menangis.


"Aku tak pernah menyukai mu,Vid,aku cuma menganggap mu hanya teman saja."kata Renata dan David mendadak emosi.


"Teman,teman itu apa bagimu Ren,kamu gak pernah tahu rasa di hatiku seperti apa."ucap David marah.


"Kamu juga gak pernah tahu isi di hatiku, cari gadis yang lebih baik daripada aku."kata Renata sedih.


"Ren,aku gak peduli dengan masa lalumu,aku mohon jadilah pacarku,Ren."ucap David pas mengambil tangan dari Renata tapi sayangnya Renata langsung menepisnya.


"Diam lah kamu,aku sudah bilang bahwa aku tak pernah menyukai mu,kamu tahu apa tentang masa lalu ku."teriak Renata marah dan emosi.


Semuanya pada terkejut dengar teriakan dari Renata.


"Karena kita dulu pernah 1 SMP, Ren."jawab David enteng.


"Kalo kamu tahu kenapa kamu tidak menolong ku di masa lalu ketika aku hampir di lecehkan oleh kakak kelas."tanya Renata marah.


David terdiam sejenak lalu menatap wajah sedih dari Renata.


"Vid,aku bukan gadis yang baik buatmu,pergi dan cari lah gadis yang lebih baik dari aku.,aku mohon."kata Renata.


David tetap diam karena gadis ini menyuruhnya untuk mencari gadis lain.


Renata keluar dari rumah ini dan David juga ikut menyusul Renata di jalan.


Iya gak jadi main basket nih.


Di rumah Renata cuma menangis dan menangis kerjaannya.


Mona melihat Renata sedang menangis lalu memeluk putrinya.


"Adek kenapa."tanya Mona lembut.


"Adek sedih ma,adek cinta sama Jun tapi keluarga nya tak kasih restu ma dan David selalu mengejar adek terus."jawab Renata jujur.


Mona kasihan dengan kisah cinta dari Renata yang menyedihkan ini,


"Mama yakin kalian berdua pasti bersatu tapi nanti di waktu iya tepat."kata Mona dan Renata sekarang sedikit tenang.


Renata melepaskan pelukannya lalu pergi ke kamarnya karena sudah mengantuk nih.

__ADS_1


__ADS_2