Ada Apa

Ada Apa
82


__ADS_3

Jonathan mengetuk pintu rumah milik Lira ibu dari Salsa(ada di eps 44 dimana Renata menelpon ibu ini tapi gak siapa nama anaknya).


Lira merasa ada yang mengetuk pintu tersebut dan langsung membuka pintu itu.


Lira terkejut dengan kehadiran dari Jonathan tapi dia tak tahu siapa pria di depannya yang sebenarnya.


"Selamat siang Ibu Lira Wirasa."sapa Jonathan dengan sopan namun wajahnya sangat datar.


"Anda ini siapa."tanya Lira tak tahu siapa Jonathan.


"Nama saya Jonathan Hadikusuma."ucap Jonathan dingin.


"Hadikusuma, bukan kah itu nama marga yang paling terhormat, sebentar apakah pria ini ada hubungannya gadis itu."batin Lira.


"Oh Tuan Jonathan,saya tidak mengenal anda."kata Lira sombong.


"Cik sombong banget jadi orang,berasa paling cantik jadi orang tapi orangnya jelek banget sumpah ."batin Jonathan.


"Saya sibuk dan lebih baik anda pulang saja."kata Lira ketus dan langsung pintu rumahnya tapi Jonathan langsung menghalanginya.


"Saya ingin bicara dengan anda, seperti itu kah anda kepada tamu iya."sindir Jonathan dengan tatapan matanya yang tajam sekali.


"Saya bilang saya sibuk."ketus Lira kesal dengan pria satu ini dan bersikap sombong.


"Saya tidak minta kehormatan karena saya tidak gila hormat seperti anda tapi saya serius ini bicara dengan anda, apakah itu tidak boleh."ucap Jonathan dingin.


"Ini orang kok mulutnya kayak sepanjang tol iya bicaranya."batin Lira.


"Dasar nenek lampir gak tahu diri, selalu minta hormat mulu,dia pikir dia pejabat apa."batin Jonathan.


Kedua manusia ini saling sindiran tapi dalam hati.


"Ok, langsung ke poinnya saja."kata Lira mengalah.


Jonathan langsung mengeluarkan foto Renata di ponselnya dan menunjukkan foto itu ke Lira.


"Anda kenal gadis ini kan."ucap Jonathan membuat Lira keringat dingin karena dirinya takut ketahuan.


"Saya tidak kenal gadis ini."bohong Lira karena gak mau mengakuinya.


"Yakin tidak kenal gadis ini padahal gadis ini sekarang terkenal banget berkat anda."sindir Jonathan dan Lira tersambar petir karena gadis itu sekarang menjadi buah bibir saat ini.


Lira tak mampu berbicara apa-apa setelah pria ini menyindir dirinya.


Jonathan langsung instruksikan anak buahnya untuk menangkap wanita paruh baya ini meskipun dirinya gak sopan dengan orang yang lebih tua tetapi ini demi kebaikan adek kesayangannya.


Lira ditangkap oleh anak buahnya Jonathan ke tempat yang jauh sedangkan Jonathan langsung ke rumah sakit lagi.


🍁🍁🍁🍁


"Kamu darimana nak."tanya Mona khawatir karena Jonathan tidak memberitahu ke mamanya.


"Aku ada urusan ma,mama pulang saja iya biar aku yang urus adek."kata Jonathan lembut.


"Mama gak akan tenang nak,mama mau disini sampai adekmu buka mata."tolak Mona sambil menangis.


Jonathan paling benci jika melihat ibunya menangis,dia gak tega melihatnya.


Jun dan Danny disuruh pulang oleh Mona takutnya mereka berdua di cari oleh kedua orangtuanya.


Lidah Jonathan tak mampu berbicara karena dia belum sanggup memberitahu siapa pelakunya yang berani menusuk perut Renata.


Jonathan masih menyelidiki apa hubungannya Lira dan Renata di masa lalu.


🍁🍁🍁🍁.


Sudah 10 hari lamanya Renata belum sadar dari komanya,Davin hanya memandang wajah pucat dari Renata.


David sengaja datang sendiri karena siapa tahu dirinya orang pertama yang melihat Renata pas buka matanya.


Namun Jonathan dan Ezra datang lalu menatap aneh ke David.


"Kau sedang apa David Jumantara."tanya Jonathan bingung.


"Cuma melihat Renata saja ,Kak Jonathan dan Kak Ezra."jawab David santai.


"Jo, kamu sudah ketemu belum pelakunya sampai sekarang media selalu mengejar kamu,Ibu Mona dan Pak Agung tentang berita adekmu."tanya Ezra serius.


Iya selama 10 hari Renata selalu jadi bahan pemberitaan media massa atau berita di televisi karena korban penusukan itu.


Namun Agung,Mona dan Jonathan selalu menutup mulut mereka ketika para wartawan menanyakan kondisi dari Renata Hadikusuma karena mereka gak mau Renata terus-terusan jadi pembicaraan saat ini lagi pula gak baik juga jika Renata di bicarakan terus dan mereka tahu Renata orangnya gak mau disorot oleh siapapun.


Jonathan tak menanggapi hal itu dan mengelus wajah dari Renata yang pucat sekali seperti mayat hidup.

__ADS_1


"Dek, cepat bangun dari tidur mu ,adek mau kalo diluar sana mengejar beritamu, ayo cepat bangun dek, cepat kembali ke rumah adek,aku kangen bawelan,polosmu, lebay mu,gaya centil kamu,dan sikap manja dari mu dek."batin Jonathan saat air mata mulai menetes dari bola mata berwarna hazel dan mengelus punggung tangannya Renata yang masih tertanam jarum infus.


"Jonathan,kita berbicara di luar iya."panggil Agung pas dirinya di ambang pintu.


Jonathan buru buru menghapus air matanya dan menoleh ke arah Agung.


"Iya."jawab Jonathan singkat dan dingin.


"Ezra dan David tolong jaga putriku dulu iya."pesan Agung pada Ezra dan David.


"Baik Pak."jawab David dan Ezra.


Ayah dan anak ini sudah di taman rumah sakit.


"Sudah ketemu apa motif nenek lampir dan adek dimasa lalu."tanya Agung serius.


"Belum Pa, soalnya ini sulit di lacak kecuali kalo adek sendiri yang ceritakan semuanya apalagi nenek lampir itu gak mau mengakuinya,Pa."kata Jonathan frustasi.


"Pa,aku menemukan faktanya kalo nenek lampir itu adalah ibu dari selingkuhan dari Om Alan."kata Jonathan lagi.


Agung menganga mulutnya karena dia baru tahu fakta itu.


Agung menelpon Alan untuk menyuruhnya kesini.


"Kamu Dimana Alan Hadikusuma."tanya Agung dingin.


"Di kantor Kak Agung."jawab Alan enteng.


"Gue mau loe kesini sekarang,gak ada bantahan atau tapi-tapian, Sekarang."ucap Agung dengan emosi.


Agung memutuskan telponnya dan menatap wajah dari putranya yang lagi frustasi.


Namun Aldo datang dengan wajah kalutnya.


"Kak Agung, Renata....."kata Aldo ngos-ngosan nafasnya.


"Ada apa Aldo Hadikusuma."kata Agung marah.


"Di ekg tiba-tiba bunyi gitu dan kondisinya semakin parah, sekarang dia ditangani oleh tenaga medis."ucap Aldo serius tapi wajahnya benar-benar kalut sekali.


Agung dan Jonathan langsung bergegas ketempat Renata tadi.


Mona menangis karena kondisi dari putrinya,Ezra,David,Danny dan Jun menenangkan pikiran dari Mona.


"Tante sabar iya, Tuhan pasti menyelamatkan nyawanya Renata,Tante."ucap Jun lembut.


Agung dan Jonathan, melihat Mona sedang menangis,gak sanggup lagi Jonathan melihat ibunya menangis.


"Mama."panggil Jonathan lembut.


"Kenapa nak."tanya Mona bingung.


"Mama jangan menangis ma,aku gak suka mama sedang menangis."ucap Jonathan sedih lalu dirinya berlutut dihadapan mamanya yang sedang dan memegang tangan Mona dengan lembut.


Tiba-tiba Alan dan Aldo datang dan Agung langsung membawa Alan ke taman namun Aldo menahan tangannya Agung.


"Kak Agung,kita bicara disini saja."ucap Aldo dingin.


"Tidak bisa, gue mau bicara ditaman saja."tolak Agung dingin dan marah.


"Disini saja Kak Agung."marah Aldo.


"Diam."teriak Argi marah kepada Aldo dan Agung saat dirinya datang bersama Scott.


Alan daritadi cuma diam saja bahkan jadi penonton pertengkaran Agung dan kembarannya yaitu Aldo.


Baru kali ini semuanya pada melihat marahnya Argi biasanya Argi tak pernah marah dengan siapapun bahkan tak pernah marahi putra tunggalnya.


Bahkan Argi jauh lebih mengerikan jika dia marah sampai Agung,Alan dan Aldo pada ketakutan.


"Apaan ini kayak bocah masih TK saja,gak malu tuh sama orang,."tegur Argi marah.


"Seharusnya berdoa supaya putrimu cepat sembuh,kalo begini putrimu semakin parah kondisinya bahkan mau tuh malaikat menjemput nyawanya."marah Argi kepada Agung.


"Kak Agung gak kasihan kah sama Renata Hadikusuma,anakmu sendiri loh bukan anak gue,gue saja yang bukan Daddy nya saja sakit melihat nya terbaring lemah di ranjang lengkap dengan alat medis,lah ini papa nya malah asyik marah saja sama saudara nya,ini juga si kembar ngapain adu mulut dengan Kak Agung,kalo gak ada niat punya anak iya gak usah bikin lah."ucap Argi marah membuat Agung tersambar petir di hatinya dan badannya terdiam kaku dengar ucapan dari Agung.


"Kenapa Kak Agung cuma diam saja,buka suara Kak Agung dan punya mulut gak sih."kata Argi lagi dengan memojokkan Agung.


"Argi, jangan gitu sama kakakmu."tegur Scott tapi Argi gak mau tahu,dia harus beri pelajaran buat Agung.


"Aku gak mau tahu sampai Kak Agung kena mental dari aku."marah Argi lagi.


Agung kena mental mulu dari adek bungsunya namun apa yang dikatakan oleh Argi itu benar.

__ADS_1


Jonathan dan Mona langsung menoleh ke Agung yang kena omelan dari Argi.


Sean dan Clara datang karena ada suara keributan dari Argi.


"Daddy,sudah pang ini tempat umum, bukan saatnya Daddy marahi om Agung."ucap Sean tenang.


"Diam, Daddy beri pelajaran buat Kak Agung dan jangan belain Kak Agung."teriak Argi marah.


Sama seperti yang lainnya,Sean dan Clara baru pertama kali melihat Argi marah biasanya Argi tak pernah marah.


"Ini juga sama Kak Alan dan Kak Aldo ngapain kesini kalo Kak Agung mau marah dengan kalian."marah Argi ke Alan dan Aldo.


"Kak Alan itu biang masalah disini,coba kalo Renata tidak di tusuk perut nya sampai ususnya terobek,mungkin Renata liburan habis kelulusan sekolah nya,dan Kak Aldo juga gak becus jaga kembarannya."marah Argi lagi.


Alan dan Aldo hanya diam saja karena membiarkan Argi marah sepuasnya.


"Dek,jangan marah dong,aku gak mau kamu seperti ini sama aku,Dek."ucap Agung saat ingin berbicara dengan adeknya dengan lembut.


"Merenungkan kesalahan kakak sendiri."kata Argi marah dan pulang ke rumah dengan perasaannya yang kecewa.


"Kalian bertiga,maafkan sikap dari keluarga kami iya."ucap Scott meminta maaf kepada David,Danny dan Jun.


"Gak papa, Kek."jawab Jun sopan.


"Sean, tolong dong suruh Daddy kesini sebentar,om mau bicara dengannya."ucap Agung memohon kepada Sean.


"Maaf om,Daddy perasaannya hari ini lagi kacau balau tapi nanti aku usahakan ngomong ke Daddy."kata Sean lembut.


"Om mohon iya kepadamu."ujar Agung sedih.


"Pasti itu Om,tenang saja Om lebih baik fokus saja ke Renata, siapa tahu Renata butuh papanya pas dirinya sudah sadar dari komanya."jawab Sean tulus membuat hati Agung tersentuh.


"Om,aku minta maaf atas sikap dari Daddy ku."maaf Sean ke Agung.


"Tidak apa-apa, Daddymu benar kok, Om bukan ayah yang baik buat Jonathan dan Renata."kata Agung galau.


"Om gak boleh bicara seperti itu,om tetap jadi ayah yang baik buat Kak Jonathan dan dek Renata."ucap Clara lembut.


Sabrina keluar dari ruang ICU dan memberitahu kepada Agung,Mona dan Jonathan.


"Kak Mona,Kak Agung dan Jonathan, selamat Renata sudah sadar dan sekarang kalian bisa melihatnya, Renata bilang dia kangen sama kalian bertiga."ucap Sabrina lembut.


Yang masuk duluan adalah Agung,Mona dan Jonathan.


Renata sudah sadar dari komanya namun ada rasa perih di perutnya.


"Kakak."panggil Renata lesu.


"Apa dek."tanya Jonathan duduk di samping ranjang itu.


"Adek,kangen sama kakak,papa dan mama."kata Renata sedih.


"Iya papa,mama dan kakakmu kangen sama adek,."jawab Agung lembut.


"Adek minta apa ke papa."tawar Agung lembut.


"Adek mau liburan kah,papa kasih adek cuti 2 bulan kerja dah,mau gak adek."ucap Agung lagi.


"2 bulan, liburan kemana Pa."tanya Renata bingung.


"Kemana adek mau lah."jawab Agung santai.


"Mau ke candi Prambanan sama candi Borobudur hehehe."balas Renata polos.


"Ada lagi dek."tanya Agung gak puas.


"Itu saja sih sisanya iya kerja lagi,adek cuma minta 2 Minggu saja kok."jawab Renata tegas.


"Kok cuma 2 Minggu doang dek, kurang lama itu dek."kata Jonathan bingung.


"Suka-suka adek lah,"jawab Renata ngegas.


"Sudah ikuti saja kemauannya adek."balas Mona tak mau berdebat hal yang gak penting.


"Kenapa wajah papa hari ini, seperti habis dimarahi iya sama mama,kakek atau Om Argi."kata Renata dengan tebakan nya.


"Iya itu om kamu marah-marah dia sama papa,."jawab Agung lesu.


"Apa om Argi iya, Om Argi gak pernah marah tuh."tanya Renata tak percaya.


"Iya, bahkan yang juga gak percaya dengan marahnya Argi."kata Mona santai.


Renata mulai berpikir orang yang menusuk perutnya.

__ADS_1


"Tunggu pembalasanmu hari ini,besok atau nanti."batin Renata.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


__ADS_2