Ada Apa

Ada Apa
31


__ADS_3

Jonathan dan Sean puas tertawakan Renata saatnya mereka berlima harus nyekar makam Azura yang dari hanya jadi saksi julid mereka berdua.


Di bandara.


Mereka bertiga menunggu jam penerbangan pesawat.


Di Paris.


2 hari mereka bertiga berkumpul dengan Mona di apartemen.


"Ma, sudah selesai syutingnya."tanya Renata sambil menatap wajah ibunya.


"Sudah adek."kata Mona lembut.


"Gak bosan apa mondar-mandir di layar televisi mulu."tanya Renata dingin.


Renata tak pernah menonton drama atau film ibunya jika tayang di televisi atau di bioskop karena dirinya cepat bosan beda lagi kalo dia sedang menonton drama Korea, rasa mengantuk menghilang.


"Adek,ini gak jelas banget bertanya seperti itu."ucap Jonathan kesal.


"Kan adek cuma tanya doang kok."kata Renata kesal kepada Jonathan.


"Mama belum mau pensiun?adek."jawab Mona lembut.


"Oh gitu, rasanya aneh kalo jadi artis."ucap Renata dengan wajahnya yang aneh.


"Iya karena adek introvert,Renata Hadikusuma."jawab Jonathan ngegas.


"Emangnya adek jadi apa."tanya Mona kepada anak bungsunya.


"Iya mau jadi jaksa sih tapi pasti gak didukung apalagi adek malah disuruh meneruskan perusahaan kakek."kata Renata merasa tertekan batinnya.


Dengar jawaban dari Renata,Mona dan Jonathan bingung mau jawab apa, apalagi dari suara saja dia pasti tertekan. Coba kalo sampai ke telinganya Agung secara langsung sudah pasti Renata di marahi habis-habisan tapi untungnya Agung lagi tidur siang.


"Ah bete banget sumpah,adek mau makan dulu."kata Renata bergegas ke dapur.


2 jam yang lalu Renata sudah makan tetapi perutnya tiba-tiba lapar lagi,ini anak ternyata di turun oleh Aldo alias ayah dari Ezra.


"Badannya kurus kering tapi makannya seember."ejek Jonathan hanya melihat punggung dari adeknya.


"Masa pertumbuhan itu,Jo."kata Mona lembut.


"Tinggi badannya saja 175cm, setinggi Ezra dia mah tapi cuma beda 2 cm."jawab Jonathan.


Mona menatap wajah putranya sambil membaca novel di ruang keluarga.

__ADS_1


Ezra lagi galau karena Jonathan dan Renata ternyata ke Paris bersama Agung.


"Heh,kenapa mukamu kayak orang lagi galau saja."tanya Peter.


"Jo dan Reren ke Paris tahu bersama Om Agung dan Tante Mona."kata Ezra.


"Nyusul mereka berempat."saran Sean.


"Malas gue ke Paris, tunggu mereka pulang dari Paris saja lah soalnya kan nanti si Reren mau masuk sekolah."ucap Ezra.


"Oh iya gue lupa kalo si Reren masih sekolah."kata Sean lupa emang.


"Makanya diingat kembali."sindir Peter.


"Tau aii kamu pintar tapi masih pintaran Renata sih, soalnya kamu gak bisa bahasa Mandarin,harus telpon Renata dulu biar Renata yang terjemahkan bahasanya."sindir Ezra kepada Peter.


Peter dan Renata saingan soal IQ nya, keduanya pintar tapi masih pintaran Renata.


"Emangnya kamu bisa bahasa Mandarin,"tanya Sean kepada Ezra. Ezra menggeleng kepalanya karena gak bisa bahasa Mandarin.


"Kamu sendiri bisa gak,kamu juga gak bisa bahasa Mandarin sampai suruh Bobby juga tetap gak bisa sampai panggil Sandra lagi."tanya Ezra tak terima juga.


Sean juga menggeleng kepalanya karena dia juga gak bisa padahal Daddy bisa.


"Jo juga gak bisa sampai dia harus menelpon adeknya sendiri padahal tuh Reren masih ada pelajaran tahu."ucap Peter masih mengingat dirinya menelpon Renata saat masih di sekolah waktu Renata masih kelas 2 SMA.


"Iya sih ,dia mah enak karena ada si Reren yang ajarkan bahasa itu ke Jonathan tapi Reren juga gak bisa bahasa Jepang."ujar Sean.


"Reren masih belajar katanya tapi malas."jawab Ezra.


"Kapan dia bilang gitu."tanya Sean dan Peter dengan bersamaan.


"3 bulan yang lalu tepat di hari ulangtahunnya,dia bilang sendiri katanya bosan dan mengantuk jika belajar bahasa itu."jawab Ezra tahu sifat bosan dari Renata. Keduanya cuma dengar saja.


"Adek masih ada niat gak sih belajar bahasa Jepang."tanya Jonathan sambil berkacak pinggangnya.


"Malas tahu Kak Jo,adek ngantuk banget kalo belajar bahasa Jepang apalagi gurunya suara lembut banget sampai mau tertidur."jawab Renata jujur.


"Itu mah adek kali yang malas."balas Jonathan kesal dan masih berkacak pinggangnya.


"Iya Kak Jo."kata Renata jujur lagi.


"Kak Jo,kenapa tidak ajarkan bahasa Mandarin kepada Kak Ezra,Kak Sean dan Kak Peter."tanya Renata polos.


"Malas aku walaupun aku bisa sama kayak kamu tetap saja aku malas ajarkan mereka bertiga itu. adek saja iya yang ajarkan mereka itu selesai ujian nasional."kata Jonathan malas. Malasnya karena mereka pasti mengantuk jika dirinya yang mengajar.

__ADS_1


"Adek gak mau Kak Jo,"tolak Renata malas.


"Tapi adek lebih jago daripada aku."kata Jonathan serius.


"Adek gak juga iya."jawab Renata santai.


"Adek,aku pergi dulu mau pergi sebentar saja dan kamu jaga papa dan mama iya."pamit Jonathan mau pergi kemana dia.


Renata tak menjawab karena asyik bermain ponselnya.


Jonathan ternyata pergi ke club malam tapi bukan untuk bersenang senang dengan wanita lain melainkan menemui seseorang.


"Mr Hadikusuma."sapa Mr Lin dalam bahasa Inggris.


"Halo Mr Lin."sapa Jonathan balik dalam bahasa Inggris.


"Apa kabar anda sekarang saat ini."tanya Mr Lin dalam bahasa Inggris.


"Aku baik-baik saja Mr Lin."jawab Jonathan dalam bahasa Inggris.


Setelah keduanya mengobrol saatnya Jonathan harus pulang karena matanya sudah mengantuk.


Jun dan David sedang duduk gak jelas di teras rumah milik Jumantara. Ngapain iya main game hehehe.


"Katanya gue dengar gosip kalo si Ara mau bertunangan sama Kak Peter sepupunya Renata."tanya Jun dengan mulut keponya.


"Iya soalnya Pak Arsen dan Pak Alan itu sudah berteman."jawab David.


"Bukannya Pak Alan itu sibuk banget iya di Inggris bersama istrinya."tanya Jun.


"Iya tapi karena ini ada acara tunangan saja sih,"kata David.


"Enaknya jadi keluarga Hadikusuma,."kata David santai.


"Biasa saja sih soalnya Keluarga Hadikusuma itu orangnya pekerja keras."ucap Jun.


"Biasa saja tapi kamu suka sama Renata kan, hati-hati loh Kak Jonathan itu galak loh kalo ada yang berani mengganggu adek kesayangannya,mana peduli Kak Jonathan sama orang berkuasa termasuk bapakmu anggota DPRD provinsi."kata David serius.


"Iya sih"jawab Jun singkat.


Jun masih memikirkan dirinya pantaskah ada di dalam Keluarga Hadikusuma dan apakah ayahnya setuju tentang itu.


Renata melamunkan seseorang yaitu Jun,aneh sekali dia memikirkan cowok yang suka banyak bicara itu.


"Aneh banget iya tapi sebenarnya dia juga ganteng sih bahkan wajahnya juga menarik."batin Renata.

__ADS_1


Daripada dia memikirkan seseorang lebih dia tidur saja besok dia mau jalan-jalan bersama ayah,ibu dan kakaknya.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


__ADS_2