Ada Apa

Ada Apa
103


__ADS_3

🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁.


"Maafkan aku jika kalian berdua bermusuhan karena aku, sungguh aku tak mau persahabatan kalian hancur karena aku."Renata Hadikusuma.


"Aku hanya ingin kamu,gadis dingin dan ayu seperti kamu susah di cari tapi aku ada saingan nya yaitu sahabatku sendiri."David Jumantara.


"Aku benci karena dia diam-diam menyukai kamu sejak lama tapi aku juga sudah tahu kalian berdua pernah 1 sekolah selama 3 tahun sebelum ketemu aku,ini gila sekali karena dia adalah sahabat gue sendiri."Jun Anggawira.


🍁🍁🍁🍁🍂🍁🍁🍂🍂🍁🍂🍁🍂🍁🍂


Renata datang bersama Jun ke tempat ruang inapnya Agung.


Agung sedang berbicara dengan Argi dan Aldo tetapi ketika melihat ada Jun raut wajahnya Agung mendadak kecewa.


"Kak Agung ada apa dengan raut wajah kakak."tanya Argi bingung namun Agung tak menjawabnya.


"Mau apa kamu kesini."tanya Agung tak suka.


"Papa jangan begitu dengan dia,dia baik sama adek."ucap Renata saat membela Jun.


"Bukan dia tapi ommu ada di belakang kalian."kata Agung marah.


Ternyata Agung tak suka dengan kehadiran dari Alan sendiri bukan karena Jun.


"Maafkan om karena sudah membuatmu salah paham."maaf Agung dengan tulus.


"Gak papa om, semoga om cepat sembuh."ucap Jun dengan tulus.


"Terimakasih nak dan terimakasih juga sudah jaga putri saya ketika dia lagi sendiri."kata Agung tulus.


Jun mengira kalo Agung tak suka dengan dirinya karena pernah membuat kesalahan di rumah nya waktu itu ternyata Agung orangnya baik dan tulus.


"Adek keluar sebentar iya sama dia,papa mau bicara serius dengan ommu iya dek."perintah Agung kepada putri bungsunya.


"Baik papa,kalo ada apa-apa cepat kasih tahu ke adek,adek sayang sama papa."jawab Renata dengan lembut.


Renata keluar dari kamar tersebut bersama Jun lalu pergi ke tempat makan di sekitar lokasi ini.


🍂.......🍂


Renata menatap lurus ke arah lapangan basket yang sepi sekali.


Flashback


Selesai makan Jun memutuskan untuk pulang kerumahnya dan berpamitan dengan Renata.


"Ren,aku pamit pulang dulu iya."pamit Jun ke Renata.


"Iya hati-hati dijalan."jawab Renata dengan suara yang berat.


Jun meninggalkan Renata sendirian di pintu tersebut,Renata berjalan menuju ke kamar ayahnya.


Setelah sampai di depan pintu kamar tersebut,Renata mendengar suara ayahnya dan omnya di dalam dengan suara yang keras dan emosi.


Renata langsung pergi begitu saja tanpa dia sadar air mata sudah mulai muncul di bola matanya.


Flashback end.


Renata berteriak sekeras mungkin tanpa peduli orang yang melihatnya.


"Gila gila gila gila gila."teriak Renata dengan nyaring dan keras.


Kali ini Renata seperti orang gila tapi dia tak peduli banget malahan.


"Sudahkah kamu berteriak kayak orang gila."kata Danny muncul di belakangnya Renata.


"Belum."jawab Renata marah.

__ADS_1


"Lalu kamu berteriak lagi sampai kamu bisu gitu iya kah Renata Hadikusuma yang paling cantik sedunia."kata Danny dengan kesal dengar teriakan dari Renata.


"Buat apa kamu peduli dengan aku."tanya Renata ketus.


"Gue cuma kasih tahu ke kamu jangan berteriak kayak orang gila itu saja kok gak ada yang lain."jawab Danny polos.


"Itu saja ya sudah kamu pergi dari sini sana jangan ganggu aku."balas Renata ngegas dan kesal.


"Gue mau curhat sama kamu, boleh gak daripada kamu berteriak gak jelas kayak tadi."ucap Danny dengan tulus.


Renata menatap aneh ke arah Danny namun kemudian dia melihat ada wajah ketulusan dari Danny.


"Boleh."jawab Renata dengan wajahnya yang tulus.


"Gue galau Ren, Joanne ada penyakit yang serius gue disuruh cari cewek lain jika dia meninggal dunia tapi aku gak mau,Ren,, Ren,gue harus bagaimana Ren."cerita Danny frustasi.


"Dia sakit apa."tanya Renata penasaran.


"Dia penderita kanker darah,Ren."jawab Danny lesu dan Renata langsung terkejut.


"Apa,betulan,Danny."kata Renata dengan nyaring.


"Kecilin volume suaramu,Ren."balas Danny ngegas.


"Iya maafkan aku lah karena aku kaget weh."maaf Renata dengan malu sendiri.


"Terus kenapa kamu sedih."tanya Renata polos.


"Aku sedih karena aku cinta dengan dia secara tulus."jawab Danny mulai sedih.


Renata cuma diam tapi dia tak balas jawaban dari Danny karena Renata tak tahu kisah cinta dari Danny.


Tanpa mereka sadari ada seseorang yang menguping percakapan mereka berdua yaitu Ara, Ara kesempatan untuk mengerjai Renata lalu mengirim pesan kepada Joanne bahwa Renata mengambil kekasihnya dan entah dari mana Ara bisa mendapatkan nomor nya Joanne.


"Tunggu pembalasan gue, Renata Hadikusuma."batin Ara dengan licik.


Raut wajahnya Joanne mendadak terkejut melihat foto itu,iya foto adalah Renata dan Danny di lapangan basket.


Joanne tak menyuruhnya untuk mencari cewek lain jika dia masih melainkan ketika dia meninggal dunia nanti baru dia menyuruh Danny mencari penggantinya.


"Cewek itu ambil cowok kamu, hati hati lo cewek itu seorang pelakor."isi pesan itu membuat Joanne marah.


"Renata,sialan, tunggu gue bakal siksa kamu sampai sepuasnya."batin Joanne marah.


🍁🍁🍁.


Keesokan harinya.


Renata sedang mengerjakan pekerjaan di kantor, Agung hari ini masih di rumah sakit sedangkan Jonathan sedang mengawasi Renata.


"Kalo adek gak fokus lagi,aku gak segan-segan memberikan adek hukuman lagi,masa segitunya gak fokus pada pekerjaan sih, makanya jangan melamun jika aku jelaskan,apa sih yang membuat adek gak fokus,pasti 2 laki-laki gak jelas itu kan,iya kan adek."marah Jonathan kepada Renata, layaknya bos marahi karyawan nya.


Iya Renata hari ini membuat kesalahan lagi hal itu membuat Jonathan marah besar kepadanya.


Renata juga takut melihat wajah galak dan menyeramkan milik Jonathan.


"Jawab adek,jangan diam saja."marah Jonathan karena kesabarannya sudah habis gara-gara Renata.


"Iya Kak,adek tidak mengulangi kesalahan lagi."jawab Renata dengan takutnya.


"Cepat kerjakan sekarang."perintah Jonathan dengan galak.


Renata kalang kabut karena habis dimarahi oleh kakaknya gara-gara kesalahan kecil saja.


🍂🍂🍂.


"Eh kenapa dengan raut wajah kamu,Jo."tanya Peter kepo.

__ADS_1


"Gak papa."jawab Jonathan dengan malasnya.


"Mana si adek,kok gak keliatan sih batang hidungnya."tanya Peter dengan kepo lagi.


"Ada tapi cari saja sendiri sana orangnya."jawab Jonathan dengan seadanya.


"Gak jadi malas aku carinya."balas Peter dengan malas.


"Iya sudah jangan tanya dia lagi."kata Jonathan kesal.


.....


Renata sudah selesai pekerjaannya sampai jam pukul 17.50 sore, sungguh tega sekali Jonathan memberikan hukuman untuknya.


Alhasil Renata harus pulang sendirian tanpa di temani siapa-siapa.


"Semoga aku gak dimarahi lagi."batin Renata saat membereskan barang-barang yang ada di meja yang sangat berantakan.


Sedangkan kakaknya iya sudah pulang dari jam 16.20 sore.


Renata langsung pulang ke rumahnya lalu bergegas ke rumah sakit untuk jenguk ayahnya yang lagi sakit.


🍂🍂🍂


Mona hendak mencari Renata karena belum pulang namun Renata sudah didepannya.


"Mama lagi apa."tanya Renata lembut.


"Mama khawatir sama adek soalnya adek belum pulang dari tadi, emangnya kerjaannya adek banyak iya dek."jawab Mona dengan wajahnya yang khawatir.


"Iya adek banyak kerjaan ma,yang penting adek sudah pulang."balas Renata lembut.


"Adek mandi dulu iya,nanti kita sama-sama jenguk papamu."kata Mona lembut dan Renata hanya mengangguk saja.


Ditempat rumah David,David hanya diam bahkan tidak keluar dari kamarnya karena dirinya belum bisa melupakan sosok Renata yang selalu menghiasi di hidupnya.


"David,mami boleh masuk tidak."kata Irena pas mengetuk pintu kamar putranya.


"Masuk saja mami,aku disini."jawab David lesu.


Irena masuk kedalam kamarnya David dan melihat putranya yang lagi galau.


"My son ada apa denganmu."tanya Irena lembut.


"Mami,aku boleh cerita gak."kata David ke maminya.


"Boleh nak."jawab Irena lembut.


"Mami,aku suka banget sama Renata tapi Renata gak menyukai aku karena Jun,aku benci sama Jun,mi,aku sudah lama banget suka sama Renata."cerita David dengan lesu dan sedih.


Irena semakin sedih melihat putranya yang lagi galau karena Renata lagi.


"Cinta gak bisa di paksa nak, Renata kan suka sama yang lain jadi kamu harus melupakan dia dan mencari yang lebih baik dari pada Renata,hati ini gak bisa di paksa juga my son."nasihat Irena kepada putranya.


David semakin galau dan dilema karena nasihat dari maminya.


Karina menatap wajah dari putranya yang lagi lesu.


"Nak kamu kenapa,pasti karena Renata lagi kan."tebak Karina kali tak salah lagi.


"Iya Mom."jawab Jun galau.


"Mommy tahu kamu sudah lama banget suka sama Renata tapi sayangnya latar belakang kita beda sama dia, keluarga dia pengusaha sukses sedangkan keluarga kita adalah keluarga politik,beda banget kan nak,tapi mommy setuju sama kamu sama dia tapi Daddymu,mommy tak tahu,nanti kamu minta saja sama Daddymu nanti."kata Karina dengan lembut dan Jun semakin semangat untuk membujuk Daddynya agar Daddynya mau dirinya bersama Renata.


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂.


Maafkan aku karena baru update.

__ADS_1


Selamat Hari Natal bagi yang merayakan termasuk saya juga walaupun telat sehari saja mengucapkannya


__ADS_2