
"Mama."panggil Renata dengan suara yang lemah.
Mona menatap wajah dari putrinya yang sendu dan sedih.
"Iya dek,ada apa."tanya Mona lembut dan mengelus lembut wajah dari Renata.
"Mama tadi panggil adek iya."tanya Renata polos.
"Iya,adek istirahat saja iya nanti mama panggil adek pas makan nanti,adek harus istirahat soalnya adek fisiknya lemah sekali."jawab Mona lembut.
Rani dan Odelia melihat adegan ibu dan anak di ambang pintu tersebut namun hati Odelia sangat sakit karena merindukan sosok ibunya.
"Ibu,kakak kangen sama ibu."batin Odelia.
Renata kembali ke kamarnya sedangkan Mona kembali lagi ke dapur namun matanya melihat Odelia sedang sedih.
"Kamu kenapa nak."tanya Mona pas melihat Odelia yang lagi sedih.
"Saya hanya kangen sama ibu saya,ibu saya meninggal dunia setahun yang lalu karena kecelakaan di Kota Palembang."jawab Odelia jujur.
Mona dan Rani baru tahu jika ibunya Odelia sudah meninggal dunia setahun yang lalu yang heboh di Kota Palembang.
"Jadi di berita televisi itu kecelakaan maut dari orang tua kamu kah."tanya Rani penasaran.
"Iya Kak."jawab Odelia sedih.
"Astaga Tante sering nonton berita itu dan Tante baru tahu jika yang kecelakaan itu kedua orangtuamu,nak, Tante turut berdukacita iya nak walaupun telat."ucap Mona sedih.
Rani memeluk gadis tersebut karena dia juga sedih mendengar berita itu.
"Heh,dimana Renata weh."tanya Ezra heboh.
"Bukannya tadi dia di panggil oleh Tante iya."ucap Sean sedikit dengar pas Mona memanggil Renata.
"Adek disuruh masak kali sama Tante Mona."tebak Peter.
"Adek disuruh istirahat sama mama,jangan sok sotoy(sok tahu) lu jadi bocah."kata Jonathan ngegas.
__ADS_1
🍁🍁🍁🍁🍁🍁.
Malam hari Renata sedang menonton film horor di rumah nya sambil memeluk boneka milik dirinya.
"Kok tumben papa gak takut nonton film horror."tanya Mona iseng.
"Papa gak takut iya."jawab Agung biasa saja dan menyandarkan kepalanya ke bahu Mona dengan manja.
Jonathan risih lihat adegan mesra dari kedua orangtuanya di ruang keluarga.
Namun tiba-tiba Scott ikut menonton film horror di ruang keluarga, Ezra sudah pergi ke Palembang,Peter dan Rani beserta anaknya juga sudah pulang,Sean dan Clara juga sudah pulang dan Odelia sudah pulang pastinya, Tinggal Scott saja yang tak pulang.
"Tumben kamu mau film beginian biasanya takut."tanya Scott bingung.
"Aku tak takut,Pa."jawab Agung bete.
####
Pagi hari Renata sedang menyisir rambutnya sambil menangis.
Sekarang dirinya sudah sembuh dari demamnya,jadi dirinya akan pergi ke kantor.
"Sudah siap Kak."jawab Renata dengan wajahnya yang ceria.
Renata bersiap-siap ke bawah untuk sarapan pagi bersama.
****
Di kantor Renata sedang menyimak pembicaraan dengan serius di ruang rapat bersama Jonathan dan Agung
Dibalik itu semua Renata diam-diam memperhatikan orang itu dengan curiga.
"Saya tahu anda sembunyikan sesuatu dari saya, bisakah anda jujur dengan saya,jika tidak saya akan penjarakan seumur hidup anda."ancam Renata dengan dingin dan marah.
Bagaimana bisa Renata tahu tentang itu sedangkan ayah dan kakaknya saja tak tahu siapa pelakunya yang melakukan korupsi besar-besaran.
Agung dan Jonathan langsung menatap wajah dari karyawan tersebut yang lagi kalut karena ancaman dari Renata.
__ADS_1
"Saya tidak....."ucap Hari Geovani ayah dari Salsa tapi di potong oleh Renata.
"Cukup saya tidak mau mendengar alasan busukmu,anda sudah melakukan korupsi terus hidup enak-enakan bersama selingkuhan dan anak harammu sedangkan istri sahmu mati menderita karena ulah anda, sekarang tak mau mengaku,dimata otak dan mulut anda sekarang,anak harammu sudah enak-enakan bersama om saya sampai istri sahnya menceraikan Om saya,anda tidak tahu bukan, bahkan lebih parahnya lagi anak harammu sudah hamil 3 bulan dari anak om saya,terus mertua Anda juga dengan teganya menculik saya sampai berani mau melecehkan saya, semuanya anda tidak tahu tentang kelicikan dari selingkuhan dan anak harammu itu yang tidak jelas asal-usulnya,jika saya menjadi istri sah dari anda sudah saya bunuh selingkuhan anda dan anda sendiri biarkan saja saya di penjara yang penting rasa amarah ku sudah di bayar lunas."ucap Renata dingin sarkas.
Lagi-lagi Hari harus menahan malu di hadapan gadis itu.
"Jangan sok kegantengan jadi orang muka pas-pasan tapi kelakuan kayak anak labil."sindir Renata dengan wajahnya yang santai tapi mengerikan.
Agung langsung menyuruh Roy untuk menyelidiki kasus ini lebih jauh lanjut lagi.
Mulut Renata emang suka begitu sama seperti Agung.
Disini hanya tiga orang saja yaitu Agung dan kedua anaknya pastinya namun tiba-tiba Renata langsung minta maaf kepada ayah dan kakaknya.
"Papa, maafkan adek iya pa karena bikin papa malu."maaf Renata dengan menyesal.
"Tidak adek,papa justru bangga dengan adek."jawab Agung lembut dan mengusap puncak kepalanya Renata dengan lembut.
"Kakak,adek minta maaf juga karena bikin kakak malu."maaf Renata kepada sang kakak.
"Adek tidak salah tapi adek adalah gadis yang hebat,aku bangga punya adek kayak kamu,Renata Hadikusuma."ucap Jonathan senang dan bangga kepada Renata.
"Lalu bagaimana adek bisa tahu tentang itu semuanya."tanya Jonathan penasaran.
"Dulu adek pernah mencari latar belakang orang itu,iya hampir sebulanan lah adek cari sekalian sama latar belakang dari kedua orangtuanya."jawab Renata jujur.
"Adek hebat sekali iya."puji Agung ke putrinya.
"Adek tidak hebat tapi hanya kebetulan saja adek lagi penasaran kok."ucap Renata dengan santai.
🍂🍂🍂.
"Dimana kamu sekarang,aku kangen kepadamu,apa kamu benci sama aku karena kedua orangtuaku."batin Renata pas melihat foto Jun di ponselnya.
Dulu Renata diam-diam memotret foto Jun di sekolah waktu kelas 11 SMA.
Renata mengirim pesan kepada David agar besok bisa ketemuan.
__ADS_1
David mendapatkan pesan dari Renata dan tidak membalasnya karena masih sakit hati kepada sahabatnya.