
Pekerjaan sudah selesai nih dan sekarang ini sudah menunjukkan jam 15.00 sore.
"Adek sudah selesai Kak Jo."lapor Renata polos.
"Sudah kah,sini aku lihat dulu hasilnya,awas hasilnya hancur."kata Jonathan melihat hasil yang dikerjakan oleh Renata.
Hasilnya sangat ok padahal Renata benar benar gak ada pengalaman di dunia kantoran,dia mah tahunya dunianya sendiri.
"Hebat banget iya Adek kerjakannya padahal adek gak ada pengalaman loh."puji Jonathan sambil mengusap kepala adeknya dengan lembut.
"Iya Adek perhatikan baik-baik apa yang kakak ucapkan,jadi adek kerjakan saja apa yang adek bisa kalo adek gak tahu iya Adek tanya ke Kak Jo."kata Renata lembut.
"Nanti aku sekalian belikan donat buat mu yang tertunda tadi gara-gara drama bentakan gak jelas."ucap Jonathan lembut membuat Renata senang.
"Ayo kita ke rumahnya Kakek sekarang."ucap Jonathan lembut.
"Ayo Kak Jo,adek sudah gak sabar ketemu kakek."kata Renata senang.
Argi datang ke rumah papanya bersama putra tunggalnya.
"Papa."panggil Argi senang.
"Apa dek,tumben kamu kesini."kata Scott bingung.
"Aku kangen sama papa hehehe,loh kok ada Kak Agung sih kata Kak Mona,Kak Agung lagi di London bersama Kak Alan."jawab Argi tapi bingung kenapa Agung ada disini.
"Emangnya gak boleh apa aku ada disini."protes Agung kepada adek bungsu yang laknat bagi Agung.
"Mentang-mentang jadi anak sulung, seenaknya saja kamu sama adekmu ini."tegur Scott membuat Agung malah lebih santai.
"Kakek."sapa Sean santai.
"Apa nak."tanya Scott santai.
"Kakek sebentar lagi aku menikah dengan gadis pujaan hatiku."kata Sean membuat Scott dan Agung kaget.
"Betulan kamu mau menikah dengan anaknya Tuan Sudarinata."tanya Agung gak percaya.
"Iya Om Agung."jawab Sean santai.
"Kapan."tanya Scott dan Agung.
"2 Minggu lagi,Om Agung dan Kakek."jawab Sean.
Tak lama kemudian ada Renata dan Jonathan datang tapi Renata iya kayak anak kecil pokoknya.
"Kakek,adek kangen sama kakek."teriak Renata kayak anak kecil pula.
"Bisakah jangan berteriak seperti itu adek,kakek gak kemana-mana kok."tegur Scott pusing sama cucu perempuan satu-satunya dia dimiliki.
"Kalo kangen kesini lah adek,jangan rebahan mulu jadi orang."kata Agung tapi dirinya di cubit oleh Scott.
"Kamu merusak suasana haru saja."ucap Scott kesal.
"Kenapa aku dicubit sih,sakit tahu Pa."aduh Agung kesal plus bete.
"Suka-suka papa lah."jawab Scott santai.
"Ren kenapa badanmu seperti ini."tanya Sean kaget melihat merah-merah ditubuhnya Renata.
"Alergi adek kumat lagi."jawab Renata polos.
"Ini pasti pelakunya Otte atau sih Lily nih."tebak Sean.
__ADS_1
"Iya si Otte pelakunya,di perjalanan si adek kerjakannya menangis doang gara-gara gak menahan rasa gatalnya pas ke mau dokter kemarin."jawab Jonathan santai.
"Si Princess Jhonny juga suka iseng sama adek."kata Renata polos.
"Ribet jadi kamu Ren sumpah aku gak bohong."kata Sean.
"Gak usah jadi adek lah kalo ribet,jadi diri sendiri saja kalo gitu."ujar Renata ngegas.
"Emang cewek suka ribet sendiri pokoknya."sambung Sean.
"Iya sudah nikah sama cowok sana, katanya ribet jadi cewek."sindir Renata membuat Agung,Argi, Jonathan dan Scott tertawa ngakak.
"Iya cewek emang paling benar dah jadi orang."kata Sean bete.
"Kak Sean gak tahu apa gimana rasanya sakit setiap bulan kalo ada kedatangan tamu(menstruasi), sakit banget tahu rasanya,coba tanya sama Kak Clara,pasti Kak Clara mengalami hal yang sama kayak adek."ucap Renata dengan pedenya dan tanpa malu dirinya berbicara tentang dunia cewek di hadapan para laki-laki pula.
"Bisa-bisanya nih bocah cerita kayak gini sama seperti Maya dimasa lalu."batin Jonathan.
"Kamu kok pede banget cerita kayak gitu, dulu Elina selalu bercerita kayak gitu jika dia marah kepadaku, bilang nya kamu gak pernah kayak gini lah itu lah apa lah."ucap Argi bingung.
"Tante Elina itu siapa."tanya Renata tak tahu siapa Elina itu.
"Elina itu mommy kandung nya Sean."jawab Argi.
"Adek gak pernah melihatnya sih karena mommynya Kak Sean sudah meninggal dunia."kata Renata dia tidak tahu.
"Adek belum lahir masalah nya pas Elina sudah meninggal dunia,kamu dan Peter saja yang tak tahu siapa Elina itu karena kalian berdua belum lahir apalagi Peter lahirnya pas 10 bulan Sean lahir dan adek 7 tahun baru lahir."jelas Scott panjang lebar.
"Adek gak tahu nama almarhumah istri Om Argi,tahunya mommy doang."jawab Renata polos.
"Maklum adek itu kudet kurang update tentang keluarga."ejek Jonathan malah dia dicubit oleh Scott.
"Aduh sakit kakek."aduh Jonathan kesakitan karena dicubit.
"Kasihan adekmu selalu jadi korban keisengan kamu."kata Scott kesal.
"Pa,kalo Jonathan nakal cubit saja dia Pa,dia itu suka banget ganggu adeknya."kata Agung malah panaskan suasana.
"Papa."protes Jonathan gak mau mengingatkan kejadian itu lagi karena dirinya membuat adeknya menangis.
"Sudah jangan ribut,kalian berdua."tegur Scott kepada Agung dan Jonathan.
"Gimana keadaanya Alan,Gung."tanya Scott kepada Agung.
"Gila tuh bocah masa aku disana abaikan sih sama dia,aku hampir diusir sama dia,masa aku telpon dia,dia itu suaranya kayak habis seperti kayak kegiatan suami istri lah kalo sudah menikah,aku sangat curiga sama dia,dia sepertinya punya selingkuhan deh."cerita Agung membuat Scott dan Argi gak mengerti apa yang di ceritakan oleh Agung.
"Maksud kamu apa Gung,emangnya kamu punya bukti apa Agung Hadikusuma."teriak Scott dengan suara keras dan lantang.
"Aku emang belum punya bukti tapi aku mencari bukti hingga dirinya mengaku kesalahan dia dan kuntilanak gila itu."ucap Agung dengan tekadnya yang kuat.
"Aku yakin dia pasti mempunyai selingkuhan,pasti selingkuhan nya jelek daripada istri sahnya,makanya aku setia sekali kepada Mona dari aku pacaran hingga mempunyai 2 anak karena aku gak mau Renata kena karma dari papanya sendiri jika papanya berselingkuh."lanjut Agung serius.
"Agung kamu kenapa selalu curiga dengan adekmu sendiri."tanya Scott bingung.
"Karena perasaan aku jauh lebih kuat dan itu bisa menjadi kenyataan, jangan pernah remehkan aku pokoknya karena aku ini gak main-main."kata Agung serius.
"Gak ngerti lagi deh sama pemikiran Kak Agung dari dulu selalu begitu mulu."ujar Argi kesal.
"Adek,sudah punya pacar belum."tanya Scott iseng.
Renata mendadak batuk gara-gara pertanyaan sangat muak baginya.
"Kakek jahat banget sih sama adek,masa pertanyaan itu-itu mulu,muak telinga adek dengarnya."kata Renata sangat muak dan bosan.
__ADS_1
"Adek kan cantik,imut, wajahnya ayu seperti nenekmu dimasa lalu,pintar,baik,sopan dan tulus,kan banyak pria yang mau sama adek kenapa adek memilih setia dengan status singelnya."kata Scott santai.
"Adek gak tahu, pusing kepala adek jadinya,kakek tanya sama yang lain masa adek mulu yang ditanyai."protes Renata.
"Iya kan cuma adek doang yang gak punya pacar,kalo kakakmu jangan diharap,sampai sekarang dia belum bisa melupakan istrinya, Ezra dia juga belum bisa melupakan sosok Lisa."jawab Scott santai.
"Kakek tadi ada anaknya Om Patrick datang terus dia kasih proposal ke aku,nah kebetulan si David sama adeknya ada disitu dan adek juga disitu,tadi itu juga adek sama David jawabnya sama-sama kemudian mereka berdua malah adu mulut,iya sudah aku ancam mereka berdua,aku nikahkan saja adek sama David langsung dah mereka berdua terdiam."cerita Jonathan panjang lebar.
"David anaknya Pak Patrick kah."tanya Scott kepada Jonathan.
"Iya Kek,anaknya Pak Patrick."jawab Sean.
"Jo,kamu jadi saksi menikah nya Renata dan David kah."tanya Sean.
"Iya lah hahahaha."jawab Jonathan sambil tertawa.
"Sumpah gue ngakak jika Renata bakal nikah nanti, soal nya lucu tahu lihat dia nanti di pelaminan hahahaha"sambung Sean sambil tertawa.
"Kakek tahu gak kalo David dan adek itu sudah 6 tahun mereka 1 sekolah dan juga David dan adek selalu bersama jika ada acara disekolah nya."kata Jonathan dengan mulut julidnya.
"Gue jadi ingat David sama Renata bergandengan tangan pas acara Kartini di sekolah mereka sumpah aku mau ketawa weh."cerita Sean ikut ikutan julid juga.
"Kenapa kalian berdua suka betul bikin Renata kesal."tanya Argi kepada putranya dan Jonathan.
"Tahu nih doyan banget kerjain adeknya."kata Agung bingung.
"Sudah pang kalian berdua suka betul bikin si adek jadi kesal."tegur Scott kepada 2 cucu laki-lakinya.
"Untung Renata orangnya sabar menghadapi 2 laki-laki yang gak ada akhlak nya heh."kata Argi kasihan dengan keponakan perempuannya.
Renata kesal banget dia tapi didalam hatinya.
"Dasar pria dewasa itu suka ganggu aku."batin Renata kesal.
"Kakek, kemarin aku melihat Ezra dekat dengan seorang gadis bahkan gadis itu usianya sama dengan Renata lagi."kata Sean kepada Scott.
"Siapa nama gadis itu."tanya Scott penasaran.
"Odelia Pradana,temannya adek di sekolah."jawab Renata santai.
"Jadi itu teman kamu iya kemarin."tanya Sean jadi kepo dia.
"Iya, emangnya Kak Sean kira temanku cuma David doang apa."kata Renata ngegas.
"Kan aku cuma tanya doang."ucap Sean.
"Sean juga mau dia iya."tebak Jonathan.
"Mana ada aku saja gak kenal dia."kata Sean kesal.
"Dimana Ezra dan Peter bersama istrinya."tanya Scott barus sadar.
"Mana aku tahu Kek kemana orang itu pergi."jawab Jonathan malas.
"Lagian Ezra lagi jalan sama gadis itu."sambung Sean.
Sabrina membawa Odelia dan Kanaya ke mall untuk belanja lebih tepatnya dia membeli buat kebutuhan Odelia dan Kanaya.
"Beli yang kalian mau nak."ucap Sabrina lembut.
Odelia dan Kanaya bingung mau beli apa soalnya ini barang barang nya mahal sekali.
Mereka berdua hanya membeli barang yang butuhkan saja bukan keinginan.
__ADS_1
3 jam lamanya akhirnya mereka bertiga harus pulang ke rumahnya.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁