
Andin,Fanny dan Marian sudah pulang sedangkan Renata masih terdiam di depan gerbang,tak lama ada bunyi mobil yang mau masuk ke dalam rumah besar mewah ini.
Renata membuka gerbang rumahnya dengan wajahnya yang biasa saja.
Entah mobil siapa yang masuk, mobil bapaknya atau ibunya. Renata menutup kembali gerbang rumahnya tersebut.
Namun ada seseorang yang memanggil dirinya, Renata dengan cepat melihat siapa yang memanggil dirinya di depan gerbang tanpa peduli ada Agung dan Jonathan yang keluar dari mobilnya meskipun Agung memanggil putrinya dengan keras.
Renata terkejut bukan ada orang yang mau menculiknya melainkan ada Jun dan Danny.
"Renata."panggil Jun tapi Renata masih terdiam kaku dan bingung.
Jujur dia sangat kangen kepada remaja yang hobinya banyak mulut.
"Renata."panggil Jun sekali lagi karena gadis ini masih terdiam dan bingung.
Renata langsung menyadari lamunannya dan menatap wajah dari Jun dengan lembut.
Jonathan malas melihat adegan alay ala remaja dan memilih masuk ke dalam sedangkan Agung masih setia menatap punggung dari putrinya.
"Hai apa kabar mu Jun dan Danny."sapa Renata dengan canggung.
"Aku baik' saja."jawab Jun santai dan Danny agak malas membalasnya.
Tak lama kemudian ada David datang dan membuat ke-tiga remaja ini bingung.
"Renata,aku kangen kepadamu."ucap David dengan tenang tanpa sadar ekspresi wajah dari Jun berubah dingin.
Renata langsung bersikap dingin kepada David,bukan saatnya dia mau melihat wajah dari David.
David kesal kenapa Jun datang dari luar negeri, pasalnya David bebas bertemu dengan Renata.
"Mau apa kamu kesini,hah."teriak David emosi.
"Kamu sendiri ngapain kesini,gue berhak kesini soalnya putri dari pemilik rumah gak masalah toh."sindir Jun dengan emosi berat.
Renata dan Danny masih diam dan belum menghentikan perdebatan antara Jun dan David.
"Suka-suka gue dong,kenapa situ larang gue."teriak David marah dan langsung menarik kerah baju milik Jun.
Jun gak terima langsung memukul wajah dari David dengan emosi.
Kedua manusia ini sedang berkelahi di depan rumah dari gadis tersebut.
Danny mencoba menghentikan mereka berdua namun dirinya juga kena pukulan dari David dan Jun.
"Cukup,jangan berkelahi disini,ada ayahku disini yang menyaksikan kalian berdua sedang berkelahi."teriak Renata emosi dan keras namun tidak berhasil menghentikan perkelahian.
Renata menangis sejadi jadinya karena perkelahian antar 2 sahabat tersebut.
Agung tak tahan mendengar perkelahian dan langsung menegur David dan Jun.
"Apa yang kalian berdua lakukan kepada putri saya."tegur Agung marah.
David dan Jun langsung menghentikan perkelahiannya karena takut dengar suara ayah dari gadis berparas dingin dan ayu.
__ADS_1
"Putri saya bukan ajang rebutan seperti kalian berdua."sambung Agung marah.
Renata menatap wajah dari ayahnya yang sangat takut dan menyeramkan.
"Papa."panggil Renata lembut.
Agung tak menghiraukan panggilan dari putrinya dan terus marahi David dan Jun.
Ternyata Jonathan tidak pergi ke kamarnya melainkan melihat perkelahian antar David dan Jun di luar, melihat ayahnya sedang marahi David dan Jun,ingin sekali dia marahi kedua remaja laki-laki itu namun biarkan saja ayahnya yang marahi mereka berdua.
Disisi lain Jonathan tak tega melihat wajah pucat dari adek kesayangannya.
"Kenapa kalian berdua berkelahi hah apa karena putri saya gitu,. jawab pertanyaan saya atau saya tak ijinkan kalian berdua untuk bertemu dengan putri saya untuk selama-lamanya."ancam Agung tegas dan tak main-main dengan perkataannya.
Danny,David,Jun dan Renata terkejut dengan ancaman dari Agung terlebih Renata sangat terkejut dan kembali menangis lagi.
"Papa."panggil Renata ketika memegang lengan kekar milik Agung yang masih di balut oleh kemeja dan jas.
Agung menatap wajah dari putrinya yang pucat sekali.
"Papa."lirih Renata sambil menangis.
"Jawab sekarang sebelum saya seret kalian berdua dan jangan berharap bisa bertemu dengan putri saya lagi."teriak Agung sangat emosi kepada Jun dan David.
"Papa,."panggil Renata lembut dan masih setia memegang lengan kekar milik Agung.
Agung tak tega melihat Renata yang terus memanggil dirinya.
"Adek,masuk sekarang iya."ucap Agung lembut.
"Tidak boleh,biar Paijo saja yang obati mereka berdua, wajah adek sudah pucatnya bukan main."tolak Agung dengan tegas.
Renata mendadak pingsan karena kepalanya mendadak sakit.
Agung,David,Danny dan Jun terkejut melihat Renata mendadak pingsan, ingin sekali ketiga remaja menolong Renata tetapi pasti gak dibolehin oleh Agung.
Jonathan keluar dari rumahnya dan langsung membawa adeknya ke dalam Renata.
"Selesaikan didalam saja."ucap Agung dingin dan menyuruh ketiga pria itu masuk kedalam rumah ini.
Jonathan mengecek ponselnya ketika dia menaruh Renata di atas ranjang di kamarnya dan ada pesan masuk dari Renata.
Isi pesan.
Adek:kakak cepat pulang,adek lagi demam dan adek takut sendirian dirumah, cepat pulang iya sama papa.
Ternyata Jonathan baru sadar jika Renata sedang demam, pantas saja dia menelpon dirinya dengan 20 kali panggilan tak terjawab.
Agung,Mona dan Jonathan belum bisa ijinkan Renata keluar dari rumah ini sejak penculikan oleh orang yang tidak di kenal,kecuali salah satunya harus ada dampingi Renata pergi entah beli kebutuhan cewek lah atau apalah.
Belinda dan Odelia sudah sampai dirumahnya Renata,surat itu sudah di tangannya Odelia seharusnya Jun yang kasih tapi Jun takut jika Renata banyak bertanya ini lah itu lah.
"Pak,ada Renata kah."tanya Belinda lembut.
"Tadi Eneng pingsan dan dibawa oleh Tuan Muda."jawab Danang lembut.
__ADS_1
"Apa kita boleh masuk,Pak."kata Odelia.
"Untuk saat ini jangan dulu iya, soalnya Tuan lagi marah sama remaja laki-laki itu yang temannya Eneng."jawab Danang membuat Belinda dan Odelia kecewa lalu memilih pulang ke rumahnya masing-masing.
Di ruang tamu suasana ini menyeramkan karena Agung masih menagih jawaban dari Jun dan David.
Danny sebenarnya takut dengan Agung karena raut wajahnya sangat menyeramkan meskipun tadi dia bersikap lembut kepada putrinya.
Belum ada jawaban dari keduanya dan masing-masing memikirkan untuk mencari jawaban yang tepat.
"Kenapa kalian tidak menjawab pertanyaan dari saya."ucap Agung menagih jawaban dari David dan Jun.
"Jika tak ada jawaban dari kalian, selesaikan ini secara laki-laki karena kita disini laki-laki bukan bencong,."saran Agung dengan dingin.
Ketiganya masih terdiam saat ini sambil menatap wajah dari Agung yang menyeramkan.
Tak lama kemudian Mona datang dari acara syuting bingung kenapa ada Danny,David,Jun dan suaminya, jujur Mona bingung dengan raut wajah dari suaminya.
"Mas,ada apa ini..kenapa wajah kalian bertiga kena babak belur."tanya Mona kepada Danny, David, Jun dan Agung.
Agung menatap lembut kepada istrinya lalu menyuruhnya untuk mengurus Renata saja atau istirahat saja.
"Mama lebih baik istirahat saja atau urus Adek di kamar,tadi Adek pingsan untungnya Jonathan siaga membawa adeknya ke kamar."ucap Agung lembut.
"Baik lah aku ke kamar adek dulu."jawab Mona mengalah kepada suaminya, sejujurnya dia penasaran dengan suaminya.
Mona naik ke lantai atas dan bergegas ke kamar sang putrinya.
Mona memegang knop pintu kamar Renata dan melihat ada putranya sedang jaga adeknya lagi tidur di atas ranjang.
"Jo,ada apa dengan papamu dam ketiga pemuda itu."tanya Mona penasaran dengan raut wajahnya yang tak tenang.
Jonathan langsung kaget melihat ada ibunya mendadak datang pasalnya Mona sengaja datang tanpa ada suaranya karena Jonathan sibuk bermain game di ponselnya.
"Ma ma mama ka ka pan pulang nya."tanya Jonathan dengan gugup dan tak menjawab pertanyaan dari ibunya.
"Barusan tadi."jawab Mona tenang dan duduk di tepi ranjang putrinya.
"Kenapa kamu gugup sama mama, takut jika mama marah kalo kamu masih main game di ponsel mu,mama gak akan larang kok justru mama senang daripada sibuk berkas mulu sampai jam 3 subuh."tanya Mona santai.
"Aku gugup karena mama datangnya kayak hantu saja,kaget lah aku?Mama."jawab Jonathan dengan polosnya.
Mona ingin ketawa dengan jawaban dari putranya yang polos namun di tahannya.
"Ma,adek lagi demam tadi itu,tadi adek pingsan pas pemuda tadi itu sedang berkelahi rebutan adek,papa lagi marah ma sama mereka berdua sampai di ancam gak boleh ketemu sama adek selama-lamanya."jawab Jonathan jujur.
"Apa,sialan itu anak, sini biar Mama saja yang marahi mereka berdua."balas Mona tak terima dan marah.
"Mama,biarkan saja papa yang urus?Ma,itu urusan laki-laki ma,."kata Jonathan serius.
"Kenapa,kamu juga laki-laki kenapa tidak ikut saja sama mereka,hah, ingat mama juga marah kepada siapapun yang berani menyakiti kalian berdua."ucap Mona marah.
Mona keluar dari kamarnya Renata sedangkan Jonathan juga keluar dari kamar gadis itu,dia ingin tahu apa isi pembicaraan ayahnya dan ketiga pemuda itu.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁.
__ADS_1