Ada Apa

Ada Apa
85


__ADS_3

Renata menatap kuburan sang nenek dengan wajah yang sendu.


"Nek,dia pergi lagi,adek gak sanggup nek."batin Renata.


"Dek,kenapa kok wajahmu seperti itu,ada masalah kah."tanya Sean khawatir dengan ekspresi wajah dari Renata.


"Adek gak papa kok,gak usah khawatir dengan adek."jawab Renata berusaha untuk tenang namun dirinya ingin menangis.


Renata tak mau dirinya menangis di hadapan lelaki dewasa ini.


"Jelas air matamu mau keluar,kalo mau menangis iya menangis lah,karena adek orangnya cengeng."ucap Jonathan namun Sean langsung pukul lengan kekar milik Jonathan.


"Itu saja kamu ejek adekmu."kata Sean kesal.


"Aku bercanda lah,gak usah di masukkan dalam hati adek"jawab Jonathan pasrah.


Renata malas menanggapi 2 pria dewasa ini.


"Gak jelas 22nya."batin Renata.


🍁🍀🍀🍀🍁.


Malam hari Renata sedang menonton film horror di ruang keluarga.


Renata gak takut sama sekali dan malah tenang sedangkan Agung malah ketakutan.


"Sok-sokan mau nonton beginian,mental ulat sagu di depan mama coba di depan orang lain mental kayak harimau."sindir Mona kesal melihat suaminya penakut.


"Namanya juga penasaran yang."kata Agung santai.


Jonathan tidak ikut menonton karena ada urusan. Renata lagi-lagi malah asyik menikmati film horror itu di televisi.


Jonathan sedang mengecek email di ponselnya sambil menunggu ketiga sepupu gilanya diacara 7 bulan kehamilan dari Lisa Komara.


"Sendiri saja,dimana dek Renata,Om Agung dan Tante Mona."tanya Lisa pas melihat ada Jonathan sendirian di acaranya.


"Iya,adekku dirumah gak ikut dan orang tua ku capek habis kerja."jawab Jonathan santai tapi wajahnya datar.


"Ini orang kok dingin banget iya sama kayak adeknya yang centil itu."batin Lisa kesal.


"Aku tahu kamu bilang aku ini dingin kan terus kamu bilang adek gue centil iya kan."tebak Jonathan tahu isi hatinya Lisa.


Jonathan bukan pembaca pikiran orang melainkan hanya menebak saja dari raut wajah seseorang.


"Oh maafkan aku iya Kak Jonathan."maaf Lisa karena ketahuan bicarakan kakak beradik itu.


"Pergi lah ke suamimu kasihan suamimu susah mencarimu."jawab Jonathan mendadak lembut suaranya.


"Baiklah aku pergi dulu."pamit Lisa dan mencari suaminya.


Jonathan lagi-lagi malas menjawabnya dan memilih diam sejenak.


"Aku kangen sama kamu,Maya."batin Jonathan.


Jonathan memilih pulang ke rumahnya karena sakit jika melihat wanita hamil, melihat wanita hamil itu membuat dirinya teringat dengan Maya.


Sudah sampai dirumah, kaki jenjangnya melangkah ke ruang keluarga. Jonathan melihat ada orang tua dan Renata.


"Kakak kok cepat pulang sih,ada apa."tanya Renata polos.


Jonathan masih diam bahkan tidak jawab pertanyaan dari Renata lalu dia membuka suaranya dan marahi gadis itu.


"Diam kamu,Renata Hadikusuma."bentak Jonathan marah dan keras membuat Renata terkejut bahkan Agung dan Mona juga terkejut dengan bentakan dari putranya dan dia juga tidak memanggil Renata dengan sebutan adek.


Jonathan langsung pergi ke kamarnya tanpa peduli ada orang tuanya disitu.


"Mas,ada apa dengan Jonathan."tanya Mona bingung.


"Kamu tahu kan sifat dia kayak apa, selalu begitu dengan adeknya."kata Agung tenang.


Renata langsung diam karena habis di bentak oleh kakaknya sendiri dan ijin pergi ke taman belakang.


"Adek ke taman dulu,mama papa."ijin Renata dingin.


Agung dan Mona cuma mengangguk saja lalu diam satu sama lain.


Renata sudah ditaman lalu mengambil gitar yang ada di situ dan memetik senar gitar miliknya sambil menangis.


Renata langsung teringat dengan surat yang kasih oleh Jun dan menghentikan permainan gitarnya lalu kembali ke kamarnya.


Renata menaiki anak tangga dengan cepat karena dia penasaran dengan isi surat itu.


Sampai dikamarnya Renata langsung mengunci pintu kamarnya dan mencari surat diatas meja belajarnya.


Flashback on.


Sebelumnya Jun kasih surat ke Renata,itu surat perpisahan lagi.


"Ini surat buatmu, nanti bacanya di rumah iya."ucap Jun sedih.


Renata langsung mengambil surat itu dan tidak bisa menahan air matanya yang dia tahan daritadi.


Flashback off.


Buat: Renata Hadikusuma.


Mungkin aku mendadak pergi ke Belanda karena ada urusan penting disana namun sebenarnya aku tak mau pergi dari sini tapi omku sudah membayar biaya kuliahku.

__ADS_1


Renata Hadikusuma,kamu jangan menyusul ke sana iya karena aku takut jika omku marah pas melihat ada kamu kesana,om ku gak suka sama kamu?Ren.


Renata,aku mohon kamu harus dirimu baik-baik iya apalagi kesehatan mu saat ini,aku mau kamu sehat di Indonesia iya dan kamu juga harus jaga kesehatan mu iya Renata Hadikusuma.


Semoga kamu bahagia di Indonesia bersama kedua orangtuamu dan kakakmu,tenang saja aku bahagia disana bersama om dan tanteku.


Dari:Jun Anggawira.


Setelah membaca surat itu tangisan dari Renata langsung pecah begitu saja.


Di Leiden Belanda.


Jun sedang bermain catur di ruang keluarga bersama Roby.


"Gimana keadaan dari Renata."tanya Roby penasaran.


"Dia sembuh om."jawab Jun santai.


"Pasti ini ada hubungannya dengan Alan Hadikusuma."batin Roby.


Kembali ke Indonesia.


Jonathan merenungkan kesalahannya lagi dengan Renata saat dirinya lagi mandi di kamar mandi.


"Ada apa dengan diriku."batin Jonathan bingung dengan dirinya sendiri.


Selesai mandi, Jonathan langsung mengambil handuknya dan melilitkan handuknya di pinggang lalu keluar dari kamar mandi.


Saya skip saja iya.


Dering telepon dari ponselnya Renata terus berbunyi,Renata sangat risih dengan suara itu,dia kira itu telpon dari David atau siapa lah,sekalinya Ezra yang menelpon dirinya.


Renata langsung mengangkat telpon itu dengan perasaan yang biasa saja.


"Ren,dimana kakakmu ,dia bilang ke kita datang ke acaranya 7 bulanan Lisa ,ehhh ternyata dia pulang duluan acara di mulai, katanya Sean pas dia datang bersama Clara, kebetulan gue belum sampai ke acara itu, makanya Sean tanya gue apakah aku ada sama Jonathan atau tidak,"kata Ezra ngegas.


"Oh itu,adek gak tahu kenapa kakak pulang duluan."jawab Renata sedih.


"Ren,kamu dimana sekarang."tanya Ezra serius.


"Dirumah Kak."jawab Renata.


"Keluar dari kamar mu dan sekarang kamu ganti baju sekarang,aku bawa kamu ke tempat acara itu iya."ucap Ezra namun Renata menolak tawaran dari Ezra.


"Adek ngantuk banget Kak, kakak pergi saja sama Odelia dan Kanaya."kata Renata dingin dan langsung menutup telpon dari Ezra.


Renata langsung melempar ponselnya ke lantai yang keras entah setan apa yang dia lakukan sampai ponselnya hancur seketika di lantai.


Ezra menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil memukul setir mobil nya dengan kesal, kesal karena Jonathan bohongi dirinya dan kesal karena Renata seenaknya tutup telponnya.


Tanpa sadar Renata mengintip dari jendela saat melihat ada mobil milik Ezra.


Jonathan kembali berpenampilan menarik dan rapi sedangkan Agung dan Mona sedang berbicara dengan Ezra dan Odelia.


"Kapan kalian berdua pacaran."tanya Agung kepo.


"Tidak om,kami cuma kakak adek doang."bantah Odelia..


"Gak Om,kami pacaran pas 2 hari yang lalu,aku ingin menikah dengan nya,Om dan Tante."jawab Ezra serius.


"Kak Jonathan,dimana Renata,aku tak tidak melihatnya daritadi."tanya Odelia polos tapi raut wajahnya Jonathan sangat datar.


Bukannya jawab pertanyaan dari Odelia, Jonathan langsung ijin kepada Agung dan Mona.


"Mama Papa,aku pergi lagi ke acara itu."pamit Jonathan tanpa melihat ada Ezra dan Odelia.


"Kamu gak bawa adekmu kah, Jonathan."tanya Ezra lembut namun Jonathan langsung menatap tajam ke arah Ezra.


"Lebih baik kamu pacaran saja sama bocah labil di sampingmu sana daripada bertanya seperti itu."ketus Jonathan marah tapi Ezra tidak takut.


Kaki jenjang milik Jonathan melangkah ke garasi mobil tanpa peduli ada siapa yang ada diruang keluarga.


"Dasar aneh loe bocah."batin Ezra.


"Muka laki tapi cantik."batin Jonathan.


Yang ampun saling sindir tapi dalam hati mereka sendiri.


Skip.


Renata keluar dari kamarnya karena dirinya lagi haus pas bangun tidur nya. Ketiduran ternyata dirinya.


Pas tangan mau buka pintu kulkas ada orang yang mengageti dirinya dari belakang.


"Lagi apa,adek."tanya Jonathan lembut, dirinya sudah pulang dari acaranya Lisa.


"Adek haus."jawab Renata polos sekaligus kaget tanpa menoleh ke belakang.


"Sudah makan kah,adek."tanya Jonathan cuma tanya basa-basi.


"Belum,karena adek belum makan."jawab Renata polos.


"Adek ganti baju sekarang, aku mau bawa adek beli makanan,mau gak?adek."tawar Jonathan dan Renata langsung semangat untuk pergi kulineran.


"Adek mau, sebentar adek mau ganti baju dulu."ucap Renata senang dan ceria di wajahnya.


"Eh tapi minum dulu, katanya haus."kata Jonathan sambil bermain ponselnya.

__ADS_1


"Iya."jawab Renata singkat.


Renata tetap melanjutkan kegiatan yang tertunda karena kakaknya mengagetkan dirinya pas mau membuka pintu kulkas.


Diacara tadi.


"Akhirnya Kak Ezra mempunyai belahan hati iya, selamat Kak Ezra dan Dek Lia."ucap Lisa senang karena mantannya tidak galau lagi.


"Sama-sama Lisa,gue bahagia karena anakmu itu adalah laki-laki dan sehat malahan."kata Ezra senang.


"Sayangnya Kak Jonathan pulang duluan,kenapa iya."tanya Lisa bingung.


"Dia bilang mau ajak adeknya jalan-jalan makanya dia cepat pulang."jawab Ezra santai.


"Oh gitu,terus kenapa dia tidak mengajak adeknya pas mau kesini."tanya Lisa lagi.


Rudy kesal karena sang istri memilih bercerita dengan mantannya,cie ada rasa cemburu nih.


"Woy,sudah puas kah bicara dengan istri gue."ucap Rudy kesal.


"Gue pamit pulang dulu."pamit Ezra mau pulang dengan pacarnya.


"Hati-hati dijalan,Kak Ezra."ucap Lisa lembut.


Ezra dan Odelia pulang sedangkan Lisa asyik dengan gengnya dan Rudy di abaikan lagi sama bininya.


"Adek mau kemana."tanya Agung saat melihat Renata pas sudah ganti bajunya.


"Adek mau jalan-jalan sama Kak Jo."jawab Renata dengan wajahnya yang polos dan ceria.


Dahi Agung mengkerut bingung dengan jawaban dari putrinya.


"Aneh banget tuh bocah."batin Agung.


"Papa kenapa."tanya Renata polos.


"Iya Adek nurut iya sama kakakmu.,papa mau lanjutin pekerjaan papa dulu., hati-hati dijalan iya dek."jawab Agung lembut lalu dirinya pergi ke ruang kerjanya.


"Iya Papa."balas Renata singkat.


🍁🍁🍁🍁🍁.


Di perjalanan Renata cuma diam saja bahkan dia juga tidak membuka suaranya saat ini dari rumah.


"Dek,kok cuma diam saja sih."kata Jonathan bingung sambil menyetir mobilnya dan akhirnya Renata membuka suaranya.


"Adek bingung kenapa kakak cepat pulang tadi terus kenapa kakak bentak adek tadi,salah adek apa iya."ucap Renata dengan wajahnya yang polos sekali.


Jonathan langsung berhenti mobilnya lalu menatap ke arah Renata yang masih polos di wajahnya.


"Jawab dulu Kakak,adek penasaran tahu."ucap Renata kesal,kesal di tatap begitu saja.


"Maafkan aku dek,aku gak ada niat seperti itu tapi aku hanya rindu sama Maya saja."jawab Jonathan dengan wajahnya yang sendu dan air matanya mulai berkaca-kaca.


"Tapi kenapa kakak marah dengan adek,adek salah apa dengan kakak."tanya Renata mulai menangis.


"Aku terlalu emosi dek, sebenarnya aku gak ada niat marahi adek,adek jangan menangis iya aku gak suka melihat adek menangis."kata Jonathan lembut lalu menghapus air mata di pipinya Renata.


"Kakak jahat sama adek,sudah berkali-kali kakak selalu begitu dengan adeknya sendiri,jahat jahat jahat."teriak Renata marah namun Jonathan malah santai saja.


"Lalu kenapa adek selalu begitu sedangkan wanita yang dekat kakak saja malah bersikap lembut."sambung Renata masih marah.


Dengar teriakan dari Renata membuat Jonathan tertawa, sungguh gadis ini gak ada perubahan yaitu iri.


"Iya kah,aku tak pernah dekat dengan wanita manapun selain Maya bahkan bersikap lembut dengan siapapun."kata Jonathan jujur.


"Adek gak percaya dengan kakak, perkataan Kakak sangat meragukan sekali."ucap Renata ragu dengan perkataan dari Jonathan.


"Adek harus percaya dengan perkataan dari kakakmu sendiri,lagian aku cuma punya adek doang yaitu Renata Hadikusuma.., sudah lah hari Minggu aku akan pergi ke Belanda,adek mau ikut gak siapa tahu ketemu belahan hatinya adek."ucap Jonathan serius dan lembut namun Renata mendadak terdiam sejenak.


"Ke Belanda,aku mau kesini dengan mu,Jun."batin Renata.


"Adek mau atau tidak."tawar Jonathan lagi.


"Adek mau Kak,adek benaran mau kesana."jawab Renata mendadak ceria di wajahnya.


"Aku akan menyuruh anak buah gue mengurus paspor adek besok,."balas Jonathan lembut.


Jonathan melanjutkan perjalanan yang tertunda saat ini.


🍁🍁🍁🍁.


David merasa aneh karena Renata sekarang gak mau didekati oleh dirinya.


"Ada apa dengan dia,apa dia marah kepadaku karena dulu pernah menolaknya pergi ke warteg di dekat sekolah."batin David.


Di Leiden.


Jun bergegas pulang ke rumah omnya tetapi dirinya ingin lama-lama di taman.


"Jujur aku kangen sama kamu,Ren.. mudah-mudahan kamu datang kesini iya."batin Jun.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


saya kembali lagi.


maaf saya baru muncul karena sibuk di dunia nyata.

__ADS_1


__ADS_2