
Renata berhasil membuka ikatan itu dengan sekuat tenaga nya dan langsung bangkit dari kursi sialan itu.
Renata langsung mencari akal supaya dirinya bisa kabur dari tempat neraka.
Renata langsung pukul pria tua bangka hingga pria itu pingsan dikarenakan oleh Renata.
Renata keluar dari tempat itu dengan berlari sekencang-kencangnya.
Renata berlari sambil menangis,dia juga gak hubungi kakak atau kedua orangtuanya karena dia gak bawa ponselnya itu sialnya.
"Papa,Mama dan Kak Jo,adek takut sekali."batin Renata.
Hutan yang sepi dan gelap ini membuat Renata takut sekali,bukan takut dengan hantu iya tapi takut ada binatang liar seperti ular,buaya, harimau dan lainnya.
Renata juga haus karena belum minum sama sekali ditambah lagi dirinya juga lapar dan badannya sudah digigit nyamuk.
"Gila nyamuknya banyak banget."batin Renata paling benci sama binatang nyamuk.
Di perjalanan Jonathan lagi tidak tenang, disitu juga Sean juga tak tenang karena Paijo lambat sekali bawa mobilnya Jonathan.
"Cepati dikit dong, kasihan kakaknya lagi sedih karena adek tercintanya diculik."perintah Sean marah dan kesal.
"Iya Tuan Muda Hadikusuma."jawab Paijo takut.
"Iya iya saja, Pak Paijo kan punya anak perempuan gimana nanti jika anak gadismu di culik oleh pria asing,itu lah aku juga gak tenang jika adekku diculik,adekku masih gadis maka masih polos pula, Pak Paijo."marah Jonathan ke Paijo.
Paijo di marahi lagi oleh Jonathan dan Sean.
Agung naik pitam karena putri kesayangannya diculik oleh pria tua bangka, sekarang dia dan istrinya memilih pulang ke rumahnya,Mona sangat menyesal karena menyuruh Renata untuk istirahat saja di rumah.
Renata sudah keluar dari hutan yang menyeramkan dan gelap itu. Renata masih berlari sekencang-kencangnya namun dirinya tak sengaja menabrak mobil hingga dirinya terjatuh.
Paijo mendadak rem mobil milik Jonathan dan membuat Jonathan dan Sean langsung terantup keningnya di dashboard mobil dan bantalan mobil.
"Gila banget sih,siapa sih orang itu."kata Jonathan marah terus dan keluar dari mobilnya.
Jonathan bergegas ke arah gadis itu, gadis itu tak mampu berdiri karena kelelahan berlari, Jonathan tak tahu jika gadis itu adalah adek kandungnya.
"Jangan sentuh aku,pergi sana dan kamu pasti mau melukai aku."teriak Renata emosi dan mendorong tubuh kekar milik Jonathan.
Sama seperti Jonathan, Renata tidak tahu jika pria itu adalah Jonathan.
Jonathan mendengar suara milik Renata dan langsung memeluk adeknya dengan erat meskipun Renata memukul dadanya Jonathan.
"Adek,aku ada disini."ucap Jonathan lembut dan Renata langsung berhenti memukul dada bidang milik Jonathan.
__ADS_1
"Kakak,adek takut."kata Renata sedih.
"Ayo masuk kedalam sekarang."ucap Jonathan lembut sambil menggendong Renata yang tak mampu berdiri.
Sean dan Paijo juga membantu Jonathan dan Renata.
"Pak Paijo, tolong bawakan ke apartemen saya saja Pak,bapak tahu tempatnya."perintah Jonathan dingin dan menggenggam tangan Renata yang gemetar.
"Iya Tuan Muda Hadikusuma."jawab Paijo.
"Mas gimana kalo adek di lecehkan,Pa."ucap Mona dengan wajahnya yang kalut.
"Sayang,aku takut jika adek di gitukan lagi yang kedua kalinya, akhir-akhir ini adek selalu kena sial terus,."jawab Agung juga kalut di wajahnya.
"Kamu nih kenapa gak khawatir sama putrimu sendiri,."marah Mona ke suaminya.
Agung kena marah dari istrinya dan memilih diam karena takut dengan marahnya dari Mona.
Mereka bertiga sudah sampai di apartemennya Jonathan,Paijo memilih balik lagi ke rumah milik Agung dan Mona.
Renata tertidur pulas ketika dia di perjalanan.
"Gue obati dulu kaki adekmu,banyak luka-luka weh dan kamu kasih tahu ke orangtuamu sekarang."ucap Sean serius sambil mencari obat P3K.
Jonathan langsung menelpon ayah atau ibunya namun Mona tak mengangkat telpon darinya, Jonathan langsung menghubungi Agung dan Agung mengangkat telpon darinya.
"Emangnya apartemen kamu dimana sih,Jo..papa kan mana tahu lah."tanya Agung kesal.
"Grand Deluxe di jalan xxxx."jawab Jonathan tenang.
"Ok papa dan mamamu kesana sekarang."balas Agung.
"Papa belikan kami bertiga makanan dong disini gak ada makanan, sembarangan saja yang penting kita bertiga bisa makan."ucap Jonathan.
"Iya papa belikan makanan buat kalian,kamu jaga iya adekmu.. tunggu papa dan mama iya."kata Agung.
Jonathan langsung matikan telepon nya dan kembali lagi ke kamar itu.
Sean dengan sabarnya dia mengobati luka di kakinya Renata. Renata juga sering banget mengobati kakak atau kakak sepupunya jika ada luka.
"Gimana keadaan dari adek."tanya Jonathan serius dan duduk di tepi ranjang yang ditempati oleh Renata.
"Dia kan lagi tidur,Jo."ucap Sean ngegas.
"Bukan itu yang gue maksud, maksudnya gimana dengan luka di kakinya adek."kata Jonathan kesal.
__ADS_1
"Gila banget banget lukanya , kebanyakan sih luka goresan sih sama di gigit nyamuk."jawab Sean santai.
"Gue penasaran dengan acara tadi itu,"kata Jonathan sambil memandang wajah ayu milik Renata.
"Gue gak tahu sih soalnya aku juga ikutan panik."jawab Sean tak tahu kelanjutan acara tadi.
"Habis makan kamu pulang saja,biar aku yang jaga adek."perintah Jonathan dan Sean hanya mengangguk saja.
Agung dan Mona sudah sampai di apartemen putranya dan Agung juga membawa makanan buat anak dan keponakannya.
"Papa Mama ayo masuk sekarang,adek lagi tidur pa ma."ucap Jonathan saat menyambut kedua orangtuanya untuk masuk kedalam.
Agung dan Mona sudah di kamar namun Agung ingin kembali ke acara itu tak lupa juga dia melihat dulu putri kecilnya sebelum dia pergi.
"Putriku sayang,papa pergi dulu, tenang saja adek,ada Jo,Sean dan mama pastinya disini."ucap Agung lembut dan mengusap kepala putrinya.
Agung pergi ke acara ulangtahun pernikahan Laura dan Alan sedangkan Mona masih menatap wajah putrinya yang pucat pasi ini.
"Dimana Jonathan dan suami tengilmu itu."tanya Ezra bingung mencari Jonathan atau Sean.
"Kalo suami aku ditemani Kak Jonathan,aku sempat dengar Kak Jonathan teriak marah' sambil menyebutkan nama Renata,aku yakin ini ada hubungannya dengan Renata soalnya Renata gak ada disini."jelas Clara membuat Ezra penasaran.
"Tadi gue lihat Pak Agung dan Ibu Mona pulang duluan gitu,pasti ini juga ada hubungannya dengan Renata."sambung Peter pas melihat Agung dan Mona pulang duluan.
Ingin sekali Ezra bertanya kepada Peter namun tiba-tiba Laura mengumumkan kabar yang bikin orang terkejut sekali.
Kebetulan Agung juga sudah datang dan ingin tahu apa isi pengumuman itu.
"Selamat malam semuanya, semoga yang hadir bahagia selalu, tanpa basa-basi saya ingin umumkan perceraian saya dan suami saya,ini yang terbaik buat dan terbaik juga buat suami saya, soal putra, menantu dan cucu saya biar saya yang urus dan Alan Hadikusuma lebih baik fokus saja dengan wanita yang kamu cintai itu yaitu Salsabila Geovani tapi saya juga berterima kasih kepada Papa Scott,Mama Azura,Kak Agung,Aldo dan Argi karena tanpa mereka saya gak bisa berdiri disini,saya juga berterima kasih kepada Alan karena sudah memberikan putra tunggal kami yaitu Peter Hadikusuma, saya juga berterima kasih kepada Jonathan Hadikusuma dan Renata Hadikusuma karena tanpa mereka berdua saya gak tahu tentang suami saya yang sedang bermain di belakang saya,saya hanya satu harapan saja yaitu Alan Hadikusuma jangan benci sama keponakan perempuan mu, karena kamu dia di culik oleh kakek dari selingkuhan kamu,saya gak tahu Renata selamat atau tidak,dia ditusuk perutnya dari ibu dari selingkuhan kamu juga."kata Laura sambil menahan air matanya dan membuat semua orang terkejut dan kaget termasuk Agung sendiri.
Agung tak menyangka jika adik iparnya itu mau menceraikan adek kandungnya,disitu juga dia kaget jika putrinya di culik oleh selingkuhan dari adeknya sendiri.
Scott,Aldo,Sabrina,Argi, Peter,Clara,Ezra,Odelia dan Rani juga terkejut dengar pengumuman itu.
Belum lagi kalo Renata, Jonathan,Sean dan Mona yang dengar berita ini.
Alan juga terkejut sambil menangis dan tak percaya jika istrinya mau menceraikan dirinya, jujur dia belum sanggup kehilangan Laura yang sudah melahirkan putranya yaitu Peter Hadikusuma.
"Hei, gimana kabarmu hari ini Jun dan Danny."tanya Jaden pas ketemu Jun dan Danny di bandara.
"Gue baik' saja."jawab Jun.
"Sama aku juga baik'saja kok"balas Danny.
"Gue mau cerita sedikit tentang ini tapi nanti aku kasih tahu iya diwaktu yang tepat."ucap Jaden membuat Jun dan Danny penasaran.
__ADS_1
"Oh baiklah."jawab Jun pasrah.
Ketiga sahabatnya ini langsung meninggalkan bandara dan memilih pergi ke rumah masing-masing.