
Namun Jonathan tiba-tiba memanggil Danny dan Danny langsung menoleh kearah Jonathan.
"Tak perlu memanggil mereka berdua tapi aku ikut dengan kamu."ucap Jonathan dingin.
Di kala mereka berdua sibuk saling bertatapan sinis tanpa sadar John,Danny,Jaden dan Kyle kini menjauh dari David dan Jun.
Karena Jonathan duduk di antara mereka berdua.
"Sampai kapan kalian berdua kayak gini,hah."ucap Jonathan sangat dingin dan emosi.
David dan Jun baru sadar jika ada Jonathan disini seharusnya kan Renata yang ada disini.
"Pasti karena adek aku lagi,suka banget sih bikin anak gadis pusing di luar sana."kata Jonathan dingin lagi.
"Gue gak mau bikin masalah lo di acara orang kecuali di tempat sepi baru gue bikin masalah kalian berdua."lanjut Jonathan meskipun David dan Jun tak menghiraukan perkataannya.
Jonathan makin kesal dan jengkel dengan sikap dari mereka berdua lalu mengajaknya ke luar sebentar yang tempatnya sepi sekali.
Skip iya adegannya.
Renata kalang kabut mencari kakaknya yang hilang tadi dan menanyakan kepada Danny.
"Danny,dimana kakakku iya."tanya Renata dengan panik.
"Tadi kan sama David dan Jun, coba kamu telpon saja kakakmu weh mana mungkin kakakmu pulang duluan."saran Danny dan Renata langsung mencari nomor kontak Jonathan di ponselnya dengan keadaan panik.
Tapi sayangnya tak di angkat oleh Jonathan sendiri,Renata tak menyerah menelpon Ezra,Sean dan Peter pastinya.
Hanya Peter saja yang mengangkat telpon darinya.
"Kamu kenapa,Ren."tanya Peter ikut panik juga.
"Kak Peter,Kak Jo ada ke rumah kakak gak."tanya Renata panik banget.
"Mana ada Kakakmu disini yang ada tuh Ezra sama pacarnya doang kesini main sama si kembar."jawab Peter lembut.
Renata langsung menutup telponnya lalu tiba-tiba air mata mulai muncul di bola matanya.
Padahal Jonathan ada diluar lo bersama David dan Jun,dia kali malas cari sampai keluar sana.
__ADS_1
"Kalian berdua kenapa tidak menjawab pertanyaan dari aku."teriak Jonathan dengan perasaannya yang sangat jengkel dan emosi.
Baru kali ini David dan Jun mulai merespon perkataan dari Jonathan.
"Saya ini lebih tua daripada kalian,usia aku 26 tahun dan usia kalian pasti seumuran dengan Renata,iya kan, seharusnya kalian berdua menghargai orang yang lebih tua,kalo gitu gak usah lagi dekat sama adek gue,puas kalian semuanya."marah Jonathan dengan mengebul-ngebul emosinya.
David dan Jun mulai membalas perkataan dari Jonathan namun sayangnya Jonathan terlanjur jengkel dan emosi banget.
"Maafkan aku Kak Jonathan."maaf David tapi Jonathan sudah menjauh dari mereka berdua.
Jonathan masuk kedalam gedung mewah tersebut,Renata sibuk dengan Andin dan Danny pastinya.
"Kita pulang sekarang."ucap Jonathan dengan moodnya gak bagus di malam ini.
Skip mereka bertiga pulang iya.
🍂🍂🍂🍂.
Jonathan menatap ayahnya di atas ranjang pasien dengan perasaannya yang kacau balau.
"Ada apa dengan mu nak."tanya Agung lembut.
"Dek, tolong ambilkan minum buat papa dong,papa lagi haus nih."perintah Agung ke putrinya.
Renata dengan gesit membuka tutup botol air mineral lalu menyodorkan ke ayahnya.
"Adek malam ini cantik sekali,habis darimana dek."tanya Aldo baru datang tapi fokus ke ponakan ceweknya.
"Habis dari undangan pernikahan teman adek."jawab Renata polos.
"Oh gitu,om gak diundang kah."kata Aldo saat ingin bercanda dengan Renata.
"Kamu tak diundang,Do."jawab Agung ngegas.
"Kenapa Kak Agung yang jawab sih, kesel aku jadinya."kata Aldo bete.
Ayah dan kedua anaknya itu kompak tertawa siapa kalo bukan Agung, Jonathan dan Renata pastinya.
"Ini juga anaknya persis dah kayak bapaknya banget, sama-sama nyeseli sekali."kata Aldo kesal lagi.
__ADS_1
"Om Aldo lucu banget tahu hahaha."canda Renata membuat Agung tertawa lagi.
"Btw kemana Papa,Do,kok aku gak lihat papa 2 Minggu ini ,papa kemana weh."tanya Agung ke Aldo.
"Dirumah,papa gak fit hari ini."jawab Aldo jujur.
🍂🍂🍂🍂.
Renata buru-buru keluar dari lapangan basket tersebut namun tangannya di cegah oleh seorang ibu yang dia kenal.
Irena langsung menampar wajah milik Renata dengan keras. Untungnya gak ada Jonathan disini.
Renata tak mengerti kenapa dirinya ditampar oleh ibu dari David Jumantara.
"Jangan pernah dekati putra saya,jika kamu berani dekati putra saya maka saya akan bunuh kamu, Renata Hadikusuma gadis sialan dan penyakitan."ancam Irena sambil menghina Renata.
Irena juga menjambak rambutnya Renata dengan kuat, untung saja di lapangan basket sangat sepi dan tak ada orang disini kecuali Irena dan Renata doang.
Renata meringis kesakitan ketika rambutnya di jambak kuat oleh Irena.
Irena juga mendorong tubuhnya Renata hingga terjatuh sampai kakinya Renata keseleo.
Irena pergi meninggalkan Renata yang lagi kesakitan di lapangan basket.
Air matanya sudah mengalir deras di pipinya,Renata tak tahu kenapa dirinya seperti ini hidupnya.
"Tuhan,aku gak sanggup lagi hidup di dunia ini."batin Renata sakit hatinya sambil menangis.
Renata menatap langit di sore dengan air mata yang jatuh terus tanpa henti,hari ini dia tak masuk kerja karena hari ini adalah hari Minggu, ayahnya masih di rumah sakit,tadi pagi Renata lah yang jaga Agung sampai jam 3 sore habis itu baru Mona yang jaga suaminya dirumah sakit.
Renata juga tak sanggup hidup seperti ini seperti di hina,di caci maki dan sebagainya meskipun dirinya sangat dingin dan datar di wajahnya itu hanya menutupi rasa sedih di wajahnya saja.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂.
Maafkan saya karena ceritanya singkat sekali, sejujurnya saya ketik di bagian Renata yang di lapangan basket,saya menangis kejar tahu sampai gak sanggup hidup weh.
Ok saya kasih siapa cast cucu laki-laki dari Keluarga Hadikusuma yaitu Jinwoo Winner visualnya adalah Ezra, Hoony Winner visualnya adalah Jonathan,Mino Winner visualnya adalah Sean dan Yoon Winner visualnya adalah Peter.
Rani visual nya saya tak tahu iya karena sulit yang cocok dengannya.
__ADS_1