
Renata menatap aneh ke arah Justin yang terus-terusan melihat dirinya sehingga dirinya ilfil sekali.
"Woy kasihan Kak Renata,pasti dia lagi ilfill sama kamu hahahaha."ledek Sam ke Justin.
"Biarin kan ini mata gue bukan mata lo."ucap Justin ngegas.
Renata kesal dan jengkel karena seharusnya dia ketemu Jun bukan bersama John,Justin,Travis dan Sam itu.
"Iya aku juga ilfil sama kamu ."kata Renata jujur lalu mengatakan ini secara terang-terangan ke Sam dan Justin.
Jonathan dan Jun geleng-geleng kepalanya karena perkataan dari Renata.
Irena menyesap teh hijau yang dia minum di ruang keluarga bersama kedua putrinya.
"Mi, Kak Jonathan pernah marahi aku gara-gara adeknya doang."lapor Rossa ke Irena sang maminya.
"Emangnya dia bilang apa sih Jonathan si duda sialan itu."tanya Irena mulai penasaran.
Sandra dan Rossa sekarang malah penasaran dengan pertanyaan dari maminya karena penasaran dengan masa lalunya Jonathan.
"Mami,Kak Jonathan duda kah terus mami tahu darimana dia dulu pernah menikah terus dia dan istrinya sudah cerai gitu."tanya Sandra penasaran lagi.
"Mami pernah dengar kalo Jonathan pernah menikah dengan Maya Kusnadi, mereka berdua saling mencintai dan menyayangi tapi sayangnya pernikahan mereka secara tertutup hanya keluarga mereka yang hadir, rumornya Jonathan menikah karena Maya hamil di luar nikah nyatanya Maya masih perawan dan Jonathan tak pernah menyentuh dia sebelum menikah, Jonathan menjadi duda karena Maya meninggal dunia 4 tahun yang lalu lagi-lagi mami tak tahu apa penyakit dari Maya tersebut soalnya Manuel dan Mira merahasiakan penyakit putri tunggalnya."cerita Irena dengan serius lalu Sandra dan Rossa merasa pernah dengar nama yang disebutkan oleh Jonathan waktu acara di ulang tahun pernikahan kedua orangtuanya.
"Jadi Kak Maya itu istri sahnya Kak Jonathan iya kah,Mi, emangnya secantik apa sih Kak Maya itu."tanya Sandra polos.
"Iya Maya itu istri sahnya Jonathan."jawab Irena dengan tajam.
"Yang jelas masih cantikan putri mami dong daripada adeknya Jonathan dan si Maya itu."kata Irena bangga dengan sang kedua putrinya.
"Mami benci banget sama Keluarga Hadikusuma yang gak tahu diri itu walaupun Pak Agung itu berjasa buat keluarga kita yang hampir saja bangkrut."kata Irena benci dengan Keluarga Hadikusuma.
"Mi,Kak Jonathan sama adeknya gak jauh beda banget deh, sama-sama gila mereka berdua menang di sifat dinginnya doang."kata Rossa sangat kesal dengan 2 saudara itu.
"Mami bikin Renata menderita lagi, tunggu saja hahahaha."kata Irena licik.
"Aku setuju,Mi."jawab Rossa senang.
Renata sudah pulang ke rumahnya setelah dari rumahnya Jun.
Renata sibuk sendiri dengan memasak puding yang dia suka di dapur.
Yang lain pada tidur semuanya karena Renata gak bisa tidur malam ini.
1 jam berkutik di dapur akhirnya masakan nya sudah jadi namun sayangnya Renata harus menunggu sampai besok baru tuh puding kesukaan nya beku.
Mata Renata sudah mengantuk dan akhirnya Renata harus tidur karena besok dia harus kembali kerja lagi.
__ADS_1
........
Renata dengan cepat bergegas ke dapur dia takut jika puding yang dia masak di makan oleh kakaknya sendiri hehehe.
Renata langsung buka pintu kulkas dan melihat puding itu masih utuh,dia bersyukur sekali.
"Adek, bagi dong puding nya hehehe."pinta Jonathan tepat di belakangnya Renata.
Renata terkejut dan kaget dengar Jonathan minta makanan nya jujur dia paling malas jika harus berbagi dengan Jonathan karena Jonathan pasti menghabiskan makanannya.
"Dikit saja iya."jawab Renata bete.
"Pelit banget sih jadi bocah."balas Jonathan bete juga.
"Ini makan saja seloyangan."kata Renata mengalah terus.
"Gitu dong jadi adek yang baik buat kakaknya jangan pelit sama kakaknya."ucap Jonathan langsung mengambil puding yang di pegang oleh Renata.
.......
"Bos, Tante Irena dan putrinya mau melakukan rencana jahat kepada Renata."ucap Yohan ke Jonathan.
"Maksudnya apa."tanya Jonathan bingung.
"Karena David, Tante Irena dan Rossa tak terima itu terus mereka menjadikan Renata sebagai target nya,Tante Irena lah yang membuat kakinya Renata keseleo pas hari Minggu di lapangan basket."jelas Yohan lagi.
"Kamu bisa kembali ke tempat mu."usir Jonathan kepada Yohan.
Yohan pun pergi lalu Jonathan mengambil ponselnya di atas meja kerja kantor.
Entah apa yang dia buka hanya dia saja yang tahu.
"Pak Agung Hadikusuma."panggil Michael pas berpapasan dengan Agung di restoran.
"Pak Michael Anggawira iya."tanya Agung masih lupa.
"Iya ini aku,Agung Hadikusuma."jawab Michael lembut.
"Wah sudah lama banget kita tak bertemu, terakhir pas mau menikah dengan gadis yang lebih muda darimu hehehe eh bukan maksudnya pas istrimu melahirkan putramu."kata Agung lembut.
"Gimana kabarmu,Gung."tanya Michael lagi.
"Aku baik-baik saja."jawab Agung santai.
"Oh gitu."balas Michael santai.
"Oh gimana dengan putrimu,saya lupa jika mempunyai anak gadis."tanya Michael lagi.
__ADS_1
"Oh adek sudah dewasa bahkan dia seumuran dengan putramu hanya beda 6 bulan saja."jawab Agung lagi.
"Putramu pasti ganteng sekali iya kan."kata Agung dengan canda.
"Iya pastinya hahaha."jawab Michael canda tawa nya.
Kedua pria itu saling melepas rindu karena sudah lama tak ketemu yang ketemu malah anaknya di sekolah.
🍁🍁🍁🍁.
"Adek,coba katakan saja yang sejujurnya."ucap Jonathan serius.
Renata sibuk main rubik bersama Sean di kantor dan langsung berhenti bermain rubik.
"Jujur apanya,Jo."tanya Sean bingung.
"Kamu tuh tak tahu lebih baik diam saja, emangnya kamu Renata apa."jawab Jonathan sedikit emosi.
"Adek tak tahu Kak Jo."balas Renata bingung juga dan menunjukkan wajah polosnya yang bikin Jonathan gregetan.
"Gak usah pasang wajah polos adek, mending katakan saja yang sebenarnya."bentak Jonathan marah ke Renata membuat gadis itu takut dengan Jonathan.
"Eh adek mana tahu kalo kamu gak kasih tahu yang sebenarnya."ucap Sean berusaha membela Renata.
"Kamu gak usah belain adek."bentak Jonathan marah ke Sean.
"Walaupun aku hanya kakak sepupu nya tetapi aku tak pernah memarahi nya sampai segitunya karena apa aku kasihan sama kehidupan adekmu,aku tahu pasti kamu tanya dengan kakinya waktu hari Minggu itu meskipun adek tak pernah cerita ke kamu atau 2 remaja laki-laki itu."bentak Sean
karena tak tahan jika adek sepupunya di bentak oleh kakaknya sendiri.
"Aku bingung kenapa kamu selalu sakiti adek kamu sendiri,adekmu selalu ada di saat kamu lagi terluka,sakit atau apalah bahkan Maya pun belum tentu bisa kayak adek,karena adekmu sayang sama kamu, sebagai adek yang baik istilahnya,aku berbicara ini adalah fakta bukan hanya belain adek kamu doang,kalo kamu gak niat punya adek iya sudah Renata jadi adek gue toh."marah Sean benar benar marah dianya.
Jonathan langsung terdiam lalu menatap wajahnya Renata sangat lesu dan sedih.
"Kenapa diam saja,hah."kata Sean mau memancing emosi nya Jonathan.
"Sudahlah Kak Sean jangan marah sama Kak Jo,kita adalah keluarga tahu."ucap Renata lembut dan gak mau ada suara adu mulut diantara 2 orang dewasa ini.
"Maminya David ancam adek jika adek berani dekati David sampai adek di bunuh oleh maminya,adek gak mau dekat lagi dengan David karena takut sama Tante Irena,kaki adek waktu itu gitukan oleh Tante Irena,Tante Irena tega sama adek, wajah adek di tampar terus rambut adek juga dijambak bahkan lebih parahnya lagi Tante Irena menghina adek."cerita Renata yang sebenarnya sambil mengeluarkan air matanya.
"Tante Irena."kata Sean tak percaya jika Irena tega dengan Renata dan Renata hanya mengangguk saja.
Jonathan langsung pergi saja meninggalkan Renata dan Sean pastinya.
"Kak Sean,Kak Jo kenapa."tanya Renata bingung.
"Kakakmu itu orangnya baperan nanti dia baik lagi ke adek,sudah lah jangan pikirkan lagi nanti cantiknya hilang lo."jawab Sean berusaha menghibur gadis berparas ayu tersebut.
__ADS_1
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁.